Our Fate Chapter 8

Image

Title : Our Fate Chap 8

Cast : T-ara’s Jiyeon | Infinite’s Myungsoo | MBLAQ’s Mir

Author : mingipark

Length : Chapter

Genre : Sad, Romance, Hurt, Marriage Life

Rating : PG

Poster by http://highschoolgraphics.wordpress.com/

Disclaimer : Terinspirasi dari kisah nyata Maryani, orang asli Gorontalo. jalan cerita hampir mirip dengan yang asli, namun tidak semua mirip karena sudah banyak yang aku rombak dari cerita si Maryani. So, jangan bilang aku Plagiat, oke!!!

A/N :  WARNING TYPO!!!!!! Annyeong!!!!! Author kece balik lagi nih… pertama-tama aku mau minta maaf sama readers semuanya atas keterlambatan aku dalam ngepublish lanjutan ff ini. Masalahnya tugas sekolah yang harus diselesaikan sebelum ujian itu numpuk banget, dan aku bersyukur bisa menyelesaikan tugas itu sebelum batas waktu yg sudah ditentukan, nah yang kedua tombol keyboard laptopku beberapa ada yg gak berfungsi jadi aku gabuka laptop selama 3 mingggu dan itu sukses buat aku gila karena gak bisa ngelanjutin untuk ngetik ff, dan alhasil aku nulis lanjutan ff ini pakai aplikasi on-screen keyboard dan berhasil memperlambat kerjaku dalam menulis ff ini.. ketiga aku beneran ga ada waktu untuk ngepublis ff  ini dikarenakan harus fokus untuk persiapan praktek lapangan…. so so so aku harap readers sekalian mau ngerti ya… cekidot aja deh…

HAPPY READING!!

Bahagia? Aku tak tau arti bahagia yang sebenarnya menurut kamus, namun aku tau bahwa aku saat ini sangat bahagia. Aku mendapatkan kebahagiaanku yang sesungguhnya. Dicintai dan mencintai. Dimiliki dan memiliki. Aku mendapatkannya dari suamiku. Seseorang yang awalnya sangat kubenci karena melamarku secara tiba-tiba sehingga mengharuskan aku untuk berpisah dengan mantan kekasihku.

*

Sinar mentari yang masuk kedalam kamarku tak dapat kucegah hingga secara perlahan kubuka mataku yang sejak semalam tertutup. Dan wajahnya adalah pandangan pertama yang kulihat di pagi hari ini. Dan entah sadar atau tidak, aku terus menatap wajahnya yang bagai malaikat itu tertidur, dan aku hanya mendapati diriku tersenyum.

“apa aku setampan itu hingga kau melihatku terus sembari tersenyum” sedikit kaget memang mendapati suaranya sedang matanya masih setia tertutup. Namun, sesuatu didalam hatiku sangat bahagia. Entahlah.

“ne, kau sangat tampan seperti malaikat, oppa” kataku, aku mecoba untuk menggodanya saat ini.

‘Chu’

Terjadi secepat kilat, ia menciumku tepat dibibirku. Omo! Jantungku, ia berdetak secara abnormal lagi. Eottokhe!!!

“aku mecintaimu, Jiyeon~ah. Aku sangat mencintaimu”

“n-ne oppa, neodo. Saranghae, aku sangat-sangat mencitaimu”

Dan, entah siapa yang memulai bibir kami kembali bertautan. Sangat dalam, dan kami sangat menikmatinya. Hingga, tanpa sadar Myungsoo oppa sudah berada diatas tubuhku. perlahan kujauhkan wajahku dari Myungsoo oppa.

“oppa, kau tak pergi bekerja, cha bangun aku ingin membuat sarapan!”

“arraseo” lalu dengan wajah cemberut ia turun dari atas tubuhku dan langsung berjalan menuju kearah kamar mandi, aku sedikit terkekeh melihat aksi suamiku itu yang terlihat seperti anak kecil.

***

Auhtor POV

Hari itu, udara begitu dingin, wajar saja musim dingin kembali datang menyapa Seoul. Seiring bergantinya hari, waktu yang tak lelah berputar mengembalikan mereka kemasa yang pernah ada dimasa lalu.

Hari tu, Jiyeon telah menyiapkan semuanya. Ia sudah memikirkannya dari hari-hari kemarin. Dan menanti waktu ini telah tiba. Ya, hari ini adalah 1 tahun hari ia menjadi istri dari Kim Myungsoo, 1 tahun setelah ia mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan bersama Myungsoo, 1 tahun ia dan Myungsoo bersama-sama manjalani jalan kehidupan mereka, takdir mereka yang sudah diciptakan bersama.

“oppa, kuharap kau tak pulang telat hari ini”ujarnya disela sarapan pagi mereka.

“memangnya ada apa?” Myungsoo membersihkan bekas makanan dibibirnya, lalu menatap Jiyeon.

“a-a.. itu, apa kau tak ingat hari ini hari apa?”

“tentu saja ingat, hari ini hari Selasa, 10 Agustus 2007”

“ne?”

“t-tunggu dulu, apa tadi kubilang hari ini hari Selasa, tanggal 10 bulan Agutus tahun 2007?”

“ne oppa” Jiyeon menatap penuh harap pada lelaki yang sudah menjadi suaminya setahun yang lalu itu.

“ya Tuhan! Aku lupa Jiyeon~ah!” myungsoo menepuk kecil dahinya, ia seperti telah teringat sesuatu yang ia lupakan.

“mwo oppa? Apa yang kau lupakan?” mata Jiyeon menatap berbinar-binar kearah Myungsoo. Ya Tuhan, ia mengingatnya, batinnya.

“hari ini aku ada meeting penting dengan klien dari Amerika. Aiss.. aku hampir saja melupakannya. Kalau begitu aku pergi dulu ya,  akan usahakan untuk cepat pulang” Myungsoo dengan tergesa-gesa keluar dari rumahnya, ia bahkan tak melihat air wajah Jiyeon yang berubah saat mengatakan hal yang telah ia ingat kembali itu.

“pabboya!” desis Jiyeon, matanya nampak berkca-kaca, menahan air matanya yang kapan saja bisa tumpah membasahi pipinya akibat perlakuan bodoh dari suaminya itu.

***

Seharian ini Jiyeon tak melakukan apapun, rencana yang telah ia susun tak ia lakukan sama sekali. Ia marah pada lelaki itu, lelaki yang berstatus sebagai suaminya, ia sangat marah padanya.

“bagaimana mungkin ia bisa melupakan hari yang penting seperti ini” omelnya.

“aiss.. ya! Kim Myungsoo, sekarang apa yang harus kulakukan, eoh? apa yang harus kulakukan agar kau mengingatnya? Atau jangan-jangan kau mengingatnya namun berpura-pura tak mengingatnya! Aiss, apa pekerjaanmu itu yang membuatmu lupa, eoh? apa benar? Kalau begitu kau tak perlu bekerja. Untuk apa bekerja kalau akhirnya kau melupakanku? Aiss,, chinjja!” air mata Jiyeon mengalir membasahi pipi tirusnya.

“hiks..pabo! Kim Myungsoo pabo!” Jiyeon berjalan menuju kamar dan langsung membaringkan tubuhnya dikasur itu. Kejadian yang ia alamai pagi tadi tak lepas dari ingatannya, membuat pitam gadis itu semakin naik.

“Jiyeon~ah! Aku sudah pulang!” Myungsoo memasuki rumah itu dengan senyum cerah, seakan tak tau bahwa wanitanya sedang menangis dikamar mereka dan mengepalkan tangannya saat mendengar suara lelaki itu.

Myungsoo memasuki rumah itu dengan terburu-buru, ia ingin menemui Jiyeon. ia sangat penasaran tentang apa yang ingin Jiyeon sampaikan padanya.

“Jiyeon~ah! Aku..” Myungsoo menggantungkan ucapannya saat melihat Jiyeon yang sudah tertidur membelakingi pintu kamar itu.

“hiks..” Myungsoo menoleh cepat kearah Jiyeon saat mendengar isakan kecil dari wanita itu. Ia berjalan pelan kearah wanita itu, rasanya sakit mengetahui bahwa wanitanya saat ini sedang menangis. Mungsoo membaringkan tubuhnya disamping wanita itu, perlahan tanganya bergerak melingkar kearah balik punggung wanitanya. Ia memeluknya.

“apa yang terjadi, eum? Mengapa menangis seperti ini?” Jiyeon hanya diam, namun tetap terisak. Sungguh, sebenarnya ia tak tau apa yang harus dilakukannya saat ini, karena dengan tiba-tiba Myungsoo memeluknya dari belakang, yang sukses membuat jantungnya berpacu lebih cepat.

“nappeun! Kau nappeun oppa!” Jiyeon memukul-mukul tangan Myungsoo yang melingkar dipingganya. Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan saat ini. Myungsoo membalikkan tubuh Jiyeon, membuat keduanya saling berhadapan.

“mianhae. Maaf karena sudah membuatmu menangis. Dan sekarang jelaskan apa kesalahanku hingga kau menangis seperti ini, aku tak kan melakukannya lagi” ucap Mungsoo dengan lembut sedang kedua tangannya membersihkan sisa-sisa air mata dipipi wanitanya itu.

“hiks, hari ini.. hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita yang pertama, tapi hiks.. kau bahkan tak mengingat hari penting ini” jelas Jiyeon diselingi isakan kecil dari bibirnya.

“siapa yang bilang padamu aku tak mengingatnya, eum?” Jiyeon yang tadinya menunduk kini mengalihkan pandangan matanya kearah Myungsoo.

“j-jadi, kau mengingatnya?” tanya Jiyeon seolah tak percaya.

“tentu saja, bukankah kau mengatakan bahwa itu adalah hari penting? Berarti aku tak boleh melupakannya, bukan?” Myungsoo tersenyum lembut kearah Jiyeon yang menatapnya tak percaya.

“chinjja? Kau mengingatnya?”

“aiss.. mengapa kau begitu lucu, eum?” Myungsoo mencubit kedua pipi Jiyeon gemas.

“aiss.. oppa, appo!” Jiyeon meringis, sementara Myungsoo tertawa melihatnya.

“oh iya, Jiyeon~ah. Karena ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita, maka aku harus punya hadiah untukmu, bukan?” Myungsoo yang telah berhenti tertawa menatap Jiyeon serius.

“a-anniyo, cukup kau mengingatnya saja, itu sudah lebih dari cukup untukku oppa”

“kalau begitu, bukankah kau menyuruhku pulang cepat karena ini. Apa kau sudah mempunyai rencana tentang hari ini?”

“i-itu, sebenarnya itu, aku, aku ingin mengajakmu makan malam oppa, tapi..”

“kalau begitu ayo kita makan malam berdua, lagipula aku juga belum makan malam dan ini masih jam 8 malam lewat. Kajja, kau belum makan kan? Kau mau kita makan dimana?”

“ah-itu, aku berencana untuk membuat makanannya sendiri, oppa. Tapi apa masih ada waktu?”

“chinjja? Huwaa.. apa yang lebih membahagiakan dihari ulang tahun pernikahan mendapat makanan special dari istri. Kalau pun ini sudah tengah malam, aku akan tetap meminta hadiah itu darimu. Kajja, aku akan menbantumu biar lebih cepat!” Myungsoo menarik tangan jiyon lembut. Membawanya menuju dapur mereka dan memulai untuk memasak bersama.

***

“harusnya aku datang lebih cepat kalau tau akan mendapat makanan enak seperti ini darimu, Jiyeon~ah” Myungsoo dengan lahapannya memakan makanan yang baru aja Jiyeon masak dengan sedikit bantuan darinya.

“iss, harusnya kau mengatakan kalau kau mengingat hari ini oppa dan tidak membuatku salah paham hingga marah padamu” kata Jiyeon.

“mianhae, aku tak kan melakukannya lagi, aku tak ingin melihat mu menangis seperti tadi”

Jiyeon tersenyum mendengar ucapan dari Myungsoo.

Dan begitulah makan malam dihari pernikahan mereka berakhir. Dan sekarang keduanya sedang berada di beranda kamar. Myungsoo memeluk tubuh Jiyeon dari belakang, berkali-kali ia menghirup aroma tubuh wanitanya itu.

“saranghae” ucap Myungsoo tiba-tiba, mengundang senyum merona diwajah Jiyeon

“neo-neodo, oppa” ucap Jiyeon.

“ada yang ingin kuberikan padamu”

“apa, oppa?”

“hadiah. Bukankah kau sudah memberiku hadiah, dan sekarang aku juga akan memberikan hadiahku untukmu”

“ne?” Myungsoo membalikkan tubuh Jiyeon  hingga menghadap kearahnya.

“cha! Sekarang tutup matamu”

“shirro, menagapa harus menutup mata, oppa?”

“kalau kau tak menutup mata, aku juga tak ingin memberikannya padamu, nah ayo tutup matamu” Jiyeon mencibir sebelum akhirnya menutup matanya sedang Myungsoo hanya tersenyum.

Myungsoo merogoh saku celananya mengeluarkan sesuatu disana lalu memegang benda itu didepan wajah Jiyeon.

“sekarang, kau bisa membuka matamu” mendengar perintah Myungsoo, Jiyeon perlahan membuka kedua matanya.

“omo! T-tiket? Italia?” Jiyeon menatap penuh tanya kearah Myungsoo, wajah polos Jiyeon yang bingung membuat Myungsoo terkekeh kecil.

“bukankah, kita tak pernah berbulan madu, dan sekarang aku mengajakmu untuk berbulan madu. Ini adalah hadiahku, Jiyeon~ah”

“oppa” Jiyeon menatap tak percaya pada suaminya itu. Sungguh, ini diluar pemikiran Jiyeon tentang hadiah yang akan diberi oleh Myungsoo. Astaga! Ia tau Myungsoo lelaki baik, sangat baik malah tapi ia tak pernah menyangka Myungsoo akan menjadi sangat romantis seperti ini.

“kau menyukainya?” Jiyeon hanya bisa mengangguk kecil, matanya berkaca-kaca. Ia terharu, sungguh.

Myungsoo tersenyum lalu meraih pinggang Jiyeon dan mengecup kening wanita itu lama.

“saranghae” ucap Myungsoo lagi, lalu memeluk tubuh Jiyeon.

***

Jiyeon mulai berkemas-kemas, ia tidak membawa banyak baju seperti yang dikatakan Myungsoo.

“tak perlu membawa banyak baju, disana nanti aku akan menemanimu berbelanja, kau hanya perlu membawa 3 atau 4 pasang baju, mungkin”

Namun , Jiyeon tak mengikuti saran Myungsoo sepenuhnya, ia membawa 10 pasang baju, menurutnya, kepergiannya dengan Myungsoo ke Italia bukan untuk belanja, tapi untuk berbulan madu, menghabiskan waktu berdua ketempat-tempat romantis. Jadi, ia tak kan menghabiskan waktunya sepenuhnya di Italia hanya untuk berbelanja.

“hueekk..” Jiyeon menutup mulutnya, entah mengapa ia merasa sangat pusing dan mual. Secepatnya ia berlari kearah toilet.

“huekk..huekk..huekk..” Jiyeon berkali-kali meneluarkan isi perutnya namun yang keluar hanyalah cairan. Jiyeon menatap pantulan dirinya dicermin toilet, terlihat pantulan dirinya dengan wajah pucat disana.

Jiyeon keluar dari toilet, ia duduk dipinggiran kasur, ia menatap pekerjaan yang baru saja ia lakukan belum selesai. Ia ingin melanjutkannya, namun kepalanya yang pening memaksanya untuk tidur. akhirnya Jiyeon memilih untuk tidur.

***

“aku pulang!” seru Myungsoo ketika memasuki apartemen. 1, 2, 3, 4, 5, dalam hati Myungsoo menghitung, namun air wajahnya langsung berubah ketika tak mendapati suara Jiyeon menyahuti kepulangannya.

Myungsoo bergegas melepas sepatunya dan menggatinya dengan sandal rumah.

“Jiyeon~ah! Jiyeon~ah!” teriaknya, namuan tak ada sahutan balasan sama sekali dari si pemilik nama.

Myungsoo membuka kasar pntu kamarnya, perasaan takut, dan kawatir menyelimutinya saat ini terlihat jelas dari wajahnya.

“hah” Myungsoo menghela nafas lega, ia melihat Jiyeon disana. Tertidur diatas kasur mereka. Perlahan ia berjalan mendekat ke arah Jiyeon. duduk disisi tempat tidur yang berhadapan dengan wajah Jiyeon.

“Ji-Jiyeonah!” perasaan kawatir itu kembali datang kala melihat wajah Jiyeon yang pucat. Tangannya terulur memegang kening Jiyeon, mencoba mengecek suhu tubuh wanitanya itu. Namun, kening Myungsoo mengkerut pasalnya suhu tubuh Jiyeon saat ini normal.

Perlahan mata Jiyeon terbuka, Myungsoo tersenyum dihadapan wanita itu.

“o-oppa” lirih Jiyeon.

“gwencana?”

“nan gwen.. mpp..” Jiyeon menutup mulutnya dengan tangan kriinya lalu dengan cepat ia berlari menuju toilet meninggalkan Myungsoo yang tengah kawatir dengannya.

“hueekk..hueekk..hueekk..” Jiyeon lagi-lagi hanya memuntahkan air.

Myungsoo berdiri di depan toilet, ia sedari tadi berjalan mondar-mandir.

“Jiyeon~ah, wae? apa kau sakit? Kau sakit apa, Jiyeon~ah?” tanya Myungsoo.

“gwencana, oppa. Mungkin aku hanya masuk angin” Jiyeon mengelus pipi Myungsoo lembut, ia tersenyum manis pada suaminya itu, menghilangkan rasa kawatir Myungsoo padanya.

Myungsoo menarik lembut tubuh Jiyeon kedalam pelukannya, memeluk wanita itu dengan erat dan mendapat balasan pelukan yang tak kalah erat dari Jiyeon.

“aku mencintaimu, jadi jangan membuatku kawatir seperti tadi lagi. Besok kita periksa keadaanmu dirumah sakit, dan jangan menolak, arraseo?” ucap Myungsoo tegas.

“ne, arraseo oppa” Myungsoo tersenyum, begitu pun dengan Jiyeon, pelukan mereka semakin erat.

“kajja, skearang kita tidur” lalu mereka berjalan menuju tempat tidur, dan tidur sembari saling berpelukan erat malam itu.

***

“ha-hamil, dok? Istri saya hamil, dok?” Myungsoo dengan mata berbinar-binar menatap dokter Lee di depannya itu. Disebelahnya Jiyeon juga menatap tak percaya pada dokter Lee.

“ne, Myungsoo~ah. Istrimu ini benar sedang hamil, usia kandungannya saat ini adalah 3 minggu” ucap dokter Lee, ia adalah dokter keluarga Kim, yang sudah snagat dkeat dengan keluarga Kim begitupun dengan Myungsoo.

“Ji-Jiyeon~ah” Myungsoo berahli melihat kearah Jiyeon setelah mendapat jawaban dari dokter Lee.

Jiyeon membalas tatapan Myungsoo, air matanya menetes keluar. Ia bahagia, snagat bahagia, Myungsoo apalagi, ia memeluk erat istrinya itu.

“a-aku akan jadi ayah, Jiyeon~ah” lirih Myungsoo.

“ne, dan aku akan menjadi seorang ibu” lirih Jiyeon.

“gomawo, jeongmal gomawo, Jiyeon~ah”

“ne, oppa”

Dalam hati mereka berkali-kali mengucapkan syukur pada Tuhan atas apa yang telah diberikan kepada mereka satu sama lainnya.

***

“gomawo, Jiyeon~ah. jeongmal gomawo” entah itu adalah keberapa kalinya Myungsoo mengucapkan terimakasih pada Jiyeon. ia snagat bersyukur. Sangat-sangat bersyukur.

“jangan berterimakasih terus. Ini juga berkat mu dan doa’mu itu, Tuhan mendengarkannya” Jiyeon menggenggam jemari Myungsoo, lalu mengajaknya bersama memasuki apartemen mereka.

“Jiyeon~ah, kata eomma mulai besok kita harus tinggal dirumah eomma dan appa, katanya kau masih hamil muda jadi mereka kawatir kau akan mengalami sesuatu nanti, dan karena ini adalah kehamilan pertamamu jadi eomma akan membantumu. Apa kau tak keberatan dnegan itu?” tanya Myungsoo, menghentikan langkah Jiyeon disampingnya.

“keberatan untuk apa? Sama sekali tidak oppa. aku bahkan sangat berterimakasih karena eommonim sudah snagat baik padaku” kata Jiyeon jujur.

“gomawo” Myungsoo tersenyum.

“arra, jadi berhentilah berterimakasih. Dan jangan pernah mengucapkan kata itu lagi karena itu adalah kewajibanku sebagai istrimu. Dan juga kalau kau mencintaiku jangan pernah berkata maaf, karena tak pernah ada yang salah dengan cinta, namun yang salah orang yang dipenjara, hahaha” Jiyeon tertawa lebar, membuat Myungsoo tersenyum geli.

“aiss, bahkan disaat seperti ini kau masih sempatnya bercanda seperti itu”

“kau akan cepat tua, bila tak ada humor oppa” Jiyeon berjalan cepat kedalam kamarnya, lalu segera memungut pakainannya dan berniat memulai untuk membereskan kopernya. Myungsoo yang melihat hal itu segera berjalan kearah Jiyeon.

“jangan melakukannya, aku yang akan melakukannya. Calon bayi kita tak akan menyukainya, arra?”

“oppa, tapi..”

“aku mencintaimu Jiyeon~ah. Sekarang kau tidurlah. Dan karena besok kita akan mulai tinggal dirumah eomma dan appa, bulan madu kita otomatis akan dibatalkan tapi kau tak perlu kawatir, masih ada waktu untuk kita bertiga nantinya, aku percaya itukan?”

“ne, aku tau dan percaya akan hal itu oppa, bertiga dengannya pasti akan lebih baik, keluarga kita akan lengkap”

“nah, sekarang tidurlah, aku akan membangunkanmu saat makan malam” Myungsoo mengelus lembut rambut Jiyeon dan tersenyum pada wanitanya itu.

Jiyeon mengangguk kecil, ia sebenarnya tak tega melimpahkan pekerjaan yang harusnya ia kerjakan pada Myungsoo, namun apa boleh buat ia tak ingin membuat Myungsoo marah karena tak emnuruti keinginannya itu.

Jiyeon menatap Myungsoo dari tempat pembaringannya itu, ia sedari terus tersenyum melihat Myungsoo.

“saranghae” lirihnya kecil, sebelum akhirnya menutup mata menemui dunia mimpi disiang hari.

***

Mungsoo POV

Aku menatap Jiyeon yang tengah tertidur, ia bagaikan malaikat, begitu polos dan cantik saat tertidur.  Aku berjalan mengahmpirinya, kusejajaran wajahku dengannya lalu mengecup pelan keningnya.

“saranghae”

Lalu aku berjalan keluar, sekarang aku berniat untuk memasak makan malam untukku dan Jiyeon. bersyukur, walaupun aku seorang namja namun aku bisa memasak. Selama tinggal di Amerika aku belajar untuk memasak karena aku hanya tinggal seorang diri, tak ada yang memasakkan makanan seperti di Korea.

Aku memakai celemek yang biasa kugunakan saat memasak bersama Jiyeon, ia membeli celemek couple, aku berwarna biru dan ia berwarna merah muda. Dia lucu bukan?

Setelah memakai celemek, aku mencuci kedua tanganku lalu memakasi sarung tangan sebelum benar-benar beraksi dengan berbagai peralatan dapur.

Drrtt..drrtt..

Aku mematikan api kompor, beruntung ponselku berbunyi disaat yang tepat, saat masakanku sudah jadi.

Aku merogoh saku celanaku, mengambil ponselku dan langsung menekan tombol hijau.

“yeoboseyo” sapaku pada seseorang disebrang sana, Sungyeol.

“Myung.. Myungsoo~ah” sapanya terdengar ragu ditelingaku, tumben anak ini seperti ini biasanya dia akan langsung bicara tanpa memikirkan ucapannya itu.

“wae? apa terjadi sesuatu?”

“i-itu, Mir.. Mir”

Tubuhku menenggang mendnegar nama itu, ada apa dnegan Mir? apa terjadi sesuatu dengannya di Amerika? Mengapa Sungyeol membahasanya?

“w-wae? cepat katakan apa yang terjadi jangan membuatku bingung, Sungyeol~ah” seruku, aku berusaha menekan volume suaraku agar tak membangungkan Jiyeon.

“Mir berada di Korea sekarang, dan ia akan menetap.. selamanya”

***

TBC

Well….. sekian dulu yaa chap ini dan untuk chap selanjutnya aku minta maaf lagi aku gak bisa janji kapan bisa dilanjutin karena chap selanjutnya emang belum jadi.. jadi kuharap kalian mau nunggu dan tetap support ff ini sampai ff ini tamat nantinya

Ehem.. sekian cuap-cuap dari aku, see u in the next chap guys..!!

Don’t forget to leave a comment yoo!!

Advertisements

36 thoughts on “Our Fate Chapter 8

  1. Yeahhhh MyungYeon moment suka – suka \(´▽`)/
    Myungsoo so sweet banget uyyy jadi Envy ma Jiyi ^^
    Next partnya pasti ditunggu deh tapi secepatnya yah aiva #maksa wkwkwk

  2. Jiyi hamil??
    Chukae chukae -(ˆ▽ˆ)/ \(ˆ▽ˆ)-
    MyungYeon smakin so sweet aja…
    Tp ige mwo?? Mir comeback??
    Duh,,apakah stlh ini Jiyeon akan bimbang lagi perasaannya??
    Next thorrrr

  3. akhirny dilanjutkn juga huft udh lma nungguin, wahhh jiyu hamil myungsoo psti bhgia bgt keliatan akhirny mrka bnar2 bhagia. hummm mir dtg atau kmbli lgi kekorea tpi jiyi kn udh bnar2 mnxcintai mnyungsoo smga gk akn ad ap2next^^

  4. aduh saeng,, tak kirain ff ini gak akan lanjut. nyatanya kamu masih berusaha keras buat lanjutin ff ini T.T *terharu* gomawo saengie~ yg semangat ya bikinnya 🙂
    hepi, hepi. myungyeon mau punya anak. yah tapi sayangnya bulan madu mereka harus gagal deh -,-
    mir balik ke korea gak buat ganggu myungyeon kan saeng? jangan yah.. kasih dia pasangan lain aja. si mir pairing ama hyejeong aoa aja saeng keke *ngarep*
    tetap ditunggu part selanjutnya ^^

  5. Hwaaaaa myungyeon bakal punya baby!!!!
    Tapi…. Mir mau balik ke korea 😦
    Duhhh gimana nih?? Saat myungyeon lagi happy2 nya mir malah balik, ada aja deh halangannya
    Di tunggu lanjutannya yaa, semakin ngegemesin ceritanya 😀

    Anyway, itu tiket ke itali sayang banged ya, jadi sia2, mending buat aku aja
    Hahahaaaa 😀

  6. Huaaaa daeabkkk jeongmal keren banget ini so sweet banget aku suka i like it :*
    Kenapa dengan mir ? Apa mir akan mengambil jiyeon kembali bagaimana ini ?
    Semoga aja myungyeon bakal selalu bersatu 🙂 aminnn 0:)
    Lanjuttt penasaran plisss jangan lama lama 🙂

  7. Wkwkwkk.. Adehhh jyeon mah slh paham aj..kekekk skrng jd sensitive bngt ya jiyeon na..kekekekk
    wihhh myung jd ayah..!!

  8. Wah jiyi hamil… Bagus2..
    Mir k’korea? Aish semoga ajah ngak mempengaruhi jiyi. Kan jiyi udah cinta ama myung lagian diakan lagi hamil myungyeon junior…

  9. waaa akhirnya jiyi uda bsa nerima myung dan mencintai dia sepenuhnya..dan makin lengkap kebahagiaan mereka skrg dgn hamilnya jiyi kyaaaa senangnya myungyeon ❤ lagi sweet2nya gini knapa tetiba mir balik ke korea? apa dia mau ngerebut jiyi kembali kah? tp kan dia sendiri yg udah ngerelain jiyi..hmmm pnasaran euy next ditunggu thor.fighting! 🙂

  10. mwo menetap d korea????isss chin jja knp mir hrz jd pengganggu c *mian mir* v aq bnr2 g sk mir hadir d antara myungyeon .gmn low jiyeon goyah andweeeeeee……
    aiva aq mohon jgn bikin mir menghancurkan kbhagiaan myungyeon yg baru d mulai ne…jebalyo

    ne pazt aq tunggu part selnjutx dan aq berharap c secepatx hihi

  11. yaaaaaaak pngacaunya datang.aaah tidak tidak tidak.smga tidak mnggaggu myungyeon.myungyeon kan lg bhgia.ap jdny klo mrka brtegkar hnya gara” mir.pkokny tdak.aq akn mghalanginy spya tdk mggaggu klian

  12. apa myungsoo takut jiyeon bkal balik lagi k mir ????
    tp semoga aja gx dech, kn jiyeon udh cinta ama myumgsoo !!
    udh itu jiyeon jg lgi hamil

    next part

  13. Mian bru baca. Kirain g d lnjutin lg.
    Kok Mir’y dtg lgi???semoga prsaan Jiyeon ke Myungsoo g goyah,aplgi mrka bkl punya ank. D tunggu next part,jgn lma2 y 🙂
    Chingu fighting ^_^

  14. Kenapa mesti disaat ada kabar bahagia ada juga kabar buruk untuk myungsoo. Semoga aja cinta jiyeon tetap untuk myungsoo. Semoga jiyeon G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡  salah pilih.
    Semoga mereka hidup bahagia
    ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ

  15. Myungsoo so sweet dehh.. 😀
    Chukkae Jiyeon, jaga baik” yahh itu ank kalian… 😉

    omo Mir dteng lagi…??? Smga Mir gak mau mrebut Jiyeon lagi dari Myungsoo…

    Ditunggu next part.a chingu… Yg cepet yahh… 🙂

  16. huaa jiyi hamil seneng dehh .
    Tapi ada apa tuhh sama mir, knapa dia kembali lagi ?
    Apa jangan2 mir pengen kembali lagi yaa sama jiyi ??
    Ohhh andweeee .
    Jangan sampai itu terjadi .
    Ohh ya aiva kelanjutan’nya aku tunggu yaaa .

  17. Akhirnya jiyeon hamil hehee
    aishh myungsoo so romantis ^_^
    feel.a dapet thor sambil ngebayangin muka myungyeon ..

    Aigoo itu mir balik ke korea emng kenapa? Toh jiyeon juga udh cinta mati kan ama my myung hahaa ..

    Next thor nanti anak.a lahir trus myungyeon bulan madu hasikk wkwkwk bisa dapet dedek baru #plak

  18. ah…kayaknya ada konflik ni,konflik nya jangan sampai hubungan jiyeon dan myungsoo renggang ya chingu
    next chingu 🙂

  19. jinja mir kembali dan akan menatap selamanya di korea?
    semoga saja kalau dia kembali rumah tangga myungyeon tidak hancur dan semoga jiyi udah tdak punya perasaan apapun lagi sama mir..
    myungyeon tetap bersatu ne..
    next thor

  20. Next part nya jangan lama-lama.
    makin penasaran.
    Si jiyi hamil? Ecieee yang bkal jadi Ayah wkwkwk
    Mir kembli ke Korea? Omegat. Huwaaa penasaran >_< 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s