Our Fate Chapter 4

Image

Title : Our Fate Chap 4

Cast : T-ara’s Jiyeon | Infinite’s Myungsoo | MBLAQ’s Mir

Author : KJiyeon a.k.a @aiva_18

Length : Chapter

Genre : Sad, Romance, Hurt, Marriage Life

Rating : PG

Poster by http://highschoolgraphics.wordpress.com/

Disclaimer : Terinspirasi dari kisah nyata Maryani, orang asli Gorontalo. jalan cerita hampir mirip dengan yang asli, namun tidak semua mirip karena sudah banyak yang aku rombak dari cerita si Maryani. So, jangan bilang aku Plagiat, oke!!!

A/N :  WARNING TYPO!!!!!! Annyeong!!!!! Yey!! akhrinya aku ngepost lanjutan ff ini, well sekedar info aja. dari 4 chapter yang udah aku publish, chapter ini yang paling absurd. maaf ya!!

HAPPY READING!!

Still Flashback

Memandang hiruk pikuk kota New York melalui jendela apartemenku sedang ditanganku kupenggang erat gelas berisi biir. Setahun berlalu, semenjak kepergianku meninggalkan Korea. Mir menepati janjinya padaku, ia berkenalan dengan Jiyeon dan memulai menjalin kasih sebulan setelah berkenalan.

3 bulan menjalin kasih Mir hanya melakukannya atas dasar janji padaku. Namun, setelahnya melalui orang suruhanku, aku mengetahui fakta baru yang menyakitkan bagiku. Mir mencintai Jiyeon. Seharusnya itu tak terjadi. Seharusnya ia tak mencintai Jiyeon, ia hanya perlu menjaga Jiyeon dan berpura-pura mencintai gadis itu. Namun, aku salah. Ini salahku, faktanya seorang lelaki ataupun perempuan yang selalu bersama-sama dengan lawan jenisnya pasti akan menimbulkan perasaan itu, Cinta.

Dan, baru saja tadi aku mendapat telfon dari orang suruhanku yang memata-matai mereka berdua, bahwa Jiyeon membawa Mir untuk menemui ibunya, memperkenalkan Mir pada ibunya. Apa sudah sejauh itu?

Gelas ditanganku semakin erat kupegang hingga..

Prang..

Gelas itu pecah, pecah digenggamanku hingga serpihan kacanya merobek kulit telapak tanganku dan cairan merah kental itu berlomba-lomba keluar dari tubuhku melalui robekan ditelapak tanganku itu. Bahkan rasa sakit dihatiku masih jauh lebih sakit dibanding luka ditanganku ini.

***

3 tahun. Ini waktunya. Waktu yang kunanti-nanti telah tiba. Dan sekarang aku akan menyelesaikan semuanya.

Aku keluar dari pintu kedatangan Icheon Airport dengan menarik koperku. Aku membuka kaca mata hitamku yang sedari tadi kupakai. Memperhatikan sekelilingku, menghirup udara khas Seoul. Terlihat masih sama, namun dibeberapa bagian terlihat lebih baru, seperti baru saja direnovasi. Dan juga semakin ramai.

“ya! Kim Myungsoo!” aku berbalik menghadap kearah asal suara.

“oh, Sungyeol~ah” ia berlari kearahku, dan langsung memeluk tubuhku.

“ya! Jangan memelukku seperti ini, kau membuatku malu!” aku mendorong tubuhnya.

“aiss, kau masih saja sama, Myungsoo~ah”

“terserah padamu” aku meninggalkannya yang menggerutu tak jelas tentangku.

***

“appa, eomma, aku pulang!” teriakku ketika berada didepan pintu rumahku, sedang sungyeol yang kuminta untuk menjemputku berada dibelakangku.

“omo! Myungsooo~ah” eomma langsung saja memelukku tubuhku dengan eratnya dan aku membalasnya.

Aku melihat appa berada dibelakang eomma segera melepaskan pelukan eomma dan memberi salam pada appaku, belum sempat aku membungkuk hormat appa sudah menarik tubuhku dan memelukku.

“kau melakukannya dengan baik Myungsoo~ah” bisik appa padaku.

“gomawo appa” aku melepaskan pelukan appa saat terdengar suara eomma yang menyuruh kami semua untuk masuk kedalam rumah.

Aku langsung memasuki kamarku diikuti oleh Sungyeol. Setelah mengganti pakaian, aku melirik kearah Sungyeol yang sedang bermain game melalui psp milikku.

“aku akan mengatakannya sekarang dengan appa dan eomma” kataku sambil mendudukan diriku diatas ranjang milikku.

“mwo? Tapi kau baru saja sampai di Korea!” Sungyeol mengangkat tubuhnya, menyimpan psp disampingnya tanpa mematikannya, dan melihatku dengan tatapan tak percaya.

“arra”

“lalu, apa yang sebenarnya kau pikirkan Mungsoo~ah?”

“aku hanya tidak ingin mereka terlalu jauh. Aku menitipkan Jiyeon pada Mir untuk dijaganya bukan untuk dicintainya” kataku sembari menatap kosong kearah diding kamarku. Menerawang jauh disana, tempat dimana hatiku tergembok rapi pada seseorang. Park Jiyeon.

“kau tau dari awal ini salahmu, namun kau masih saja menyalahkan orang lain. Ahh, kau membuatku pusing saja”

“ya!! Kau keluarlah! Aku akan tidur sekarang, aku lelah!” kataku pada Sungyeol.

“aiss, tanpa kau minta pun aku akan pulang, hubungi aku bila otakmu sudah diperbaiki” ia lalu keluar meninggalkanku sendiri dikamar ini.

Aku merebahkan diriku diatas ranjang, menatap langit-langit kamarku dalam diam.

“kau tau dari awal ini salahmu, namun kau masih saja menyalahkan orang lain. Ahh, kau membuatku pusing saja”

Perkataan Sungyeol terlintas dalam pikiranku. Ya, ia memang benar, aku yang salah dalam hal ini. Seharusnya, seharusnya aku tak pernah menyuruh Mir untuk menjadikan Jiyeon sebagai kekasihnya, tak ada yang tulus dari hubungan 2 orang berlawanan jenis, semuanya akan berakhir dengan kata cinta.

***

1 jam yang lalu, matahari baru saja menutup diri dari bumi, dan sang bulan menggantikannya menemani planet hijau ini. Aku sudah membersihkan tubuhku dan sekarang berniat untuk makan malam bersama appa dan eomma sedang hyungku sendiri sudah berada di Amerika bersama keluarga barunya. Yeah, seperti kesepakatan yang kubuat bersama appa, setelah 3 tahun mengurus perusahaan di Amerika, hyung akan menggantikanku dan hidup bersama keluarga barunya disana. Sebulan sebelum kepulanganku ke Korea, Sunggyu hyung sudah menikah bersama perempuan yang kuketahui bernama Eunjung.

SKIP~

Aku, eomma, dan appa telah selesai makan malam, kami sekarang tengah berada diruang keluarga. Aku bercerita tentang kehidupan ku selama berada di Amerika, eomma dan appa mendengarkannya dengan seksama sesekali mereka bertanya padaku.

“apa gadis Amerika tak ada yang menarik perhatianmu, eoh?” tawaku pecah saat mendengar pertanyaan eomma yang satu ini.

“hahahaha..”

“ya! Kenapa kau tertawa, eoh?”

“annio eomma, kendae, apa kau ingin anakmu ini memiliki pacar seorang gadis Amerika yang dimana kita semua tau bahwa kehidupan orang Amerika itu sangat liar” kataku, eomma langsung saja menggeleng.

“ANDWAE!!” aku dan appa tertawa melihat tingkah konyol eomma.

“aiss, berhenti tertawa! Eomma kan hanya bertanya lagi pula diusiamu yang sekarang ini harusnya kau sudah memiliki seorang aegi Myungsoo~ah”

“ah, aku memang akan segera menikah eomma” ujarku pelan, ah malu rasanya mengatakan pada eomma dan appa bahwa aku telah jatuh cinta semenjak 3 tahun lebih lamanya.

“mwo? Apa kau sudah mempunyai yeojachingu, eoh?” tanya eomma excited mendengar ujaranku, sedang appa menatapku juga penuh harap.

“annio eomma, aku tak pernah memiliki yeojachingu, tapi semenjak 3 tahun lalu aku telah menyukai seseorang, dan kedatanganku sekarang ini karena aku ingin kalian melamarnya untukku”

“jeongmal? Kendae, Myungsoo~ah, bagaimana mungkin kau melamarnya sedangkan kalian tak apernah berpacaran” aku menatap eomma yang melihatku ragu.

“aku tau ini konyol eomma, namun appa 3 ahun lalu saat appa memintaku untuk pergi ke Amerika, appa pernah mengatakan saat aku kembali nanti ia akan mengabulkan apapun permintaanku, dan hari ini aku meminta janji itu. Aku ingin kalian melamar Park Jiyeon untukku”

“ne?”

“aku bersungguh appa-eomma. Aku sangat mecintai gadis itu, hingga rasanya aku seperti tak tau bernafas selama tak pernah melihatnya 3 tahun erkahir ini, namun, aku terus mengingat janji appa, hingga sampai sekarang aku masih bisa bertemu kalian dan menagih janji itu”

“appa tau, kau tau apa yang erbaik untukmu, dan sekarang kau telah memutuskannya. Baiklah, minggu depan kita akan mendatangi rumah keluarga Park dan membicarakan ini semua dengan mereka” kata appa sembari tersenyum padaku, namun, ucapan appa masih terasa sulit kucerna hingga gerakan appa mengangguk yakin padaku membuyarkan pikiranku yang mengatakan bahwa ini hanya mimpi. Kenyataannya ini bukan mimpi, appa adalah lelaki yang sebenarnya yang pernah kuemui, dan aku benar-benar tak kan menyesal menjadi anak seorang Kim Jung Woo.

“gomawo appa, chinjja gomawoyo appa-eomma”

***

Aku tak pernah tau kalau waktu akan berjalan secepat ini, terasa baru tadi malam aku mengatakan keinginanku dengan appa dan eomma bahwa aku akan melamar Jiyeon. dan sekarang siang ini , aku telah sampai dikediaman keluarga Park, dengan didampingi kedua orang tuaku.

“annyeonghaseo” ujar appa dan eomma sembari menundukkan kepala sekilas pada Mrs. Park, seseorang yang membukakan pintu untukku dan keluargaku. Ia adalah eomma Jiyeon.

“omo! Tuan Kim dan nyonya Kim! Silahkan masuk!” sepertinya kedatangan keluargaku secara mendadak ini membuat nyonya Park menjadi kaget. Ia memanggil-manggil suaminya.

“kenapa kalian datang secara tiba-tiba seperti ini, kami belum mempunyai persiapan apapun untuk kedatangan kalian” Mr. Park terdengar sungkan dengan kedatangan mendadak kami.

“ne? Ah, mianhae, kami datang kesini untuk anak kami, Kim Myungsoo” aku tersenyum kearah Mr dan Mrs. Park.

“annyeonghaseo, choneun Kim Myungsoo imnida” aku mecoba memperkenalkan diri. Ini aneh, ya, aneh bagi orang tuaku yang menganggap aku adalah namjachingu dari anak pasangan didepanku ini, namun aku malah memperkenalkan diri.

“ah, Myungsoo, anak bungsu kalian kan? Yang calon direktur diperusahaan Kim corp?” appa dan eomma tersenyum kearah Mr. Park, hah, kurasa mereka tidak terlalu memikirkan pengenalan diriku itu.

“omo! Aku tak pernah menyangka Myungsoo akan setampan ini, aigoo” gumam Mrs. Park ia melihat kearahku sembari tersenyum, aku membalas senyumannya.

“oh, iya, tadi kalian katakan bahwa kalian datang untuk Myungsoo, anak kalian. Memangnya ada apa?” ucapan Mr. Park mengalihkan semua perhatian diruangan ini padanya.

“ah, itu, maafkan kedatangan mendadak ini, kami datang untuk melamar Jiyeon”

“ye?” syok. Aku tau ini akan berakhir seperti ini.

“maafkan kami, tapi anakku Kim Myungsoo sangat mencintai Park Jiyeon, sudah 3 tahun ia mempunyai perasaan seperti itu, namun, saat itu dia belum sempat menyatakan perasaannya pada Jiyeon tapi aku sudah menyuruhnya pergi ke Amerika untuk mengurus perusahaan kami disana dengan iming-iming kami akan mengabulkan semua permintaannya setelah kembali. Dan itu adalah mengapa kami disini, datang untuk melamar Jiyeon karena ini adalah permintaan dari Myungsoo” kata appa menjelaskan.

“jeongmalyo?”

“ye, jadi apakah lamaran kami ini diterima?” tanya appa dengan wajah penuh harap.

Mr dan Mrs Park tanpak saling melihat satu sama lain lalu kembali melihat kearahku.

“begini, tn. Kim, aku dan anaeku akan membicarakn hal ini dulu secara pribadi, olong beri kami sedikit waktu, kalian bisa menunggunya sebentar disini, kami tak kan lama” ujar tn. Park.

“ye, ye, tentu saja kalian harus membicarakan hal ini terlebih dahulu” ujar appa.

“kalau begitu kami permisi tn. Kim” lalu setelah itu mereka berdua meinggalkan aku, appa dan eomma diruang tamu.

Tanganku saling bertaut. Beberapa kali aku menangkap ny. Park yang terus melihat kearahku. Ya, Tuhan, apa ia tak kan menerima lamaran ini karena mengetahui Jiyeon telah memiliki yeojachingu.

Aku semakin takut saja, saat pemikiran seperti itu terlintas olehku. Jantungku berdetak tak karuan karena hal ini. Namun, aku merasakan seseorang meremas lembut tanganku, aku menatap eomma yang tengah tersenyum hangat untukku.

“semua akan baik-baik saja Myungsoo~ah, hanya percayalah” kata eomma masih tersenyum.

“gomawo eomma” ujarku lirih.

Selang beberapa menit, Mr dan Mrs Park kembali hadir ditengah-tengah kami. Mereka kembali duduk sofa yang mereka duduki sebelumnya. aku melirik sekilas kearah Mr dan Mrs Park mecoba untuk membaca mimik wajah mereka. Tapi, itu terlalu suli untuk kuartikan. Apalagi saat Mrs. Park terus saja melihat kearahku. Ada apa? Apa ia tak menyukaiku?

“kami menerima lamaran ini” aku segera mengangkat wajahku dan meihat kearah Mr Park.

“ahjussi, apa kau tak bercanda?” tanyaku.

“hahahaha!! Kau lucu Myungsoo~ah. Bagaimana mungkin disaat seperti ini aku bercanda. Aku serius Myungsoo~ah, kami menerimamu menjadi menantu kami”

Aku memang mengharapkannya, namun tak pernah kusangka bahwa jalan takdir kita adalah jalan takdir yang sama.

Aku melihat kearah eomma dan appa yang juga tengah melihat kearahku, dan mereka tersenyum sembari mengangguk. Dan sekarang aku yakin bahwa kita memang memiliki jalan takdir yang sama, Jiyeon~ah.

***

“jeosonghamnida, apa ahjumma sudah menunggu lama?”

“anniyo, duduklah Myungsoo~ah, ah dan juga jangan memanggilku dengan ahjumma lagi, panggil aku eommonim, sebentar lagi kan kau akan menjadi anakku juga” aku tersenyum sembari menggaruk tengkukku kikuk.

“kau menyukai jus jeruk kan, tunggulah eommonim sudah memesannya untukmu” kata eommonim lagi, aku mengangguk dan tersenyum lagi.

Tak lama, pesanan eommonim datang, benar saja ia memesan 2 jus jeruk. Entah bagaimana eommonnim mengetahui minuman kesukaanku, namun, aku tak peduli itu, eommonim mengetahui minuman kesuakaan ku saja sudah sangat membuatku senang.

Aku dan eommonim bercerita banyak, terkadang eommonim bercerita sesuatu yang lucu hingga mengundang tawaku. Hari ini, aku mengetahui fakta menyenangkan tentang eommonim, yaitu eommonim adalah orang yang humoris.

“Myungsoo~ah, apa kau mengetahui tujuanku mengajak mu bertemu seperti ini, eoh?” aku melihat kearah eommonim yang memandangku dengan tatapan senduh.

“anniyo, eommonim” kataku.

“apa kau tau bahwa Jiyeon mempunyai namjachingu?”

“…” aku hanya diam sembari menunduk, sejak kapan suasana mendadak canggung seperti ini.

“kau mengetahauinya kan?”

“…” aku masih saja diam. Sungguh aku bukan tak berniat menjawab pertanyaan eommonim seperti ini, aku hanya takut, aku sungguh takut, eommonim akan membatalkan pernikahan ku dengan Jiyeon yang akan berlangsung 1 minggu lagi. Ya, hari dimana aku melamar Jiyeon, hari itu sudah diputuskan bahwa 2 minggu lagi akan dilangsungkan pernikahan antara aku dan Jiyeon.

“apa kau benar mencintai Jiyeon?” aku mengangkat kepalaku dan melihat kearah eommonim yang masih menatapku senduh.

“te-tentu saja eommonim, aku sangat-sangat mencintainya. Kalau tifak, untuk apa aku melamarnya”

“hari ini eommonim dan abeoji akan mengatakan pada Jiyeon bahwa kau telah melamarnya, dan eommonim minta kau juga memberitahu kan hal ini pada Mir” bola mataku nyaris saja keluar dari tempatnya mendengar permintaan eomoonim padaku.

“kau tak perlu kaget Myungsoo~ah, dari awal eommonim mengenal Mir, eommonim sudah mencari tau semunya tentangnya, dan eommonim tau apa yang terjadi antara kau, Mir, dan Jiyeon”

“eommonim..”

“katakan pada Mir tentang semuanya, ia berhak tau hal ini, dan juga katakan padanya bahwa eommonim menginginkan ia sebagai pengatar cincin pernikahan mu dan Jiyeon nantinya”

“ye?”

“kau percayakan pada eommonim? Kalau kau percaya lakukan apa yang eommonim katakan dan semuanya akan berjalan dengan baik”

“arraseoyo, eommonim” kataku lirih.

***

“Daebak!” aku melihat kearahnya yang mentapku tak percaya.

“mian..”

“aku sungguh tak menyangka bahwa kau segentle ini. Jincha, kau daebak Myungsoo~ah”

“Mir~ah”

“harusnya, saat itu aku ada, bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa aku adalah saksi perkataanmu 3 tahun lalu, kau juga mengatakan bahwa aku akan menjadi salah satu orang yang membuat janjimu itu terwujud. Aissh, jicha kau keterlaluan tidak mengajakku ikut melihat bagaimana proses melamarnya”

Pikiranku blank saat ini mendengar perkataan Mir. Apa yang ia katakan? Apa ia sedang berakting didepanku saat ini.

“pokoknya aku harus mengambil bagian dihari pernikahan mu. Aku harus menjadi pembawa cincin pernikahanmu, Myungsoo~ah” katanya dengan semangat. Apa benar ini hnya akting, sungguh aku tak yakin. Apa ia sudah tak lagi mencintai Jiyeon?

“Mir, apa yang kau katakan?”

“wae? Apa aku tak boleh menjadi pembawa cincin pernikahanmu, eoh?”

“anniyo, bukan seperti, hanya saja..”

“aiss, pokoknya aku harus menjadi pembawa cincin pernikahan kalian. Titik.”

Oh, Tuhan, sebenarnya apa yang telah terjadi, sungguh ini semua diluar dugaanku, tak pernah terlintas dalam pikiranku sesuatu seperti ini akan terjadi. Bahkan aku tak perlu mengatakn niatku, Mir sudah terlebih dahulu memintanya dariku.

“arraseo, kalau bgeitu aku pulang sekarang, eomma sudah mengirimiku sms terus untuk segera pulang” kataku berbohong, eomma sama sekali tak mengrimkan pesan apapun, aku hanya ingin cepat pulang dan menalari semua apa yang terjadi semenjak kedatanganku di Seoul 2 minggu yang lalu hingga saat ini.

“arraseo, pulanglah sebagai calon pengantin kau pasti harus mempersiapkan mentalmu” katanya sembari menepuk-nepuk pelan pundakku.

“kalau begitu aku pulang sekarang, Mir” aku segera berlalu meninggalkan apartemen Mir, pergi dengan membawa bermacam-macam pertanyaan.

***

Author POV

Dan tanpa ia ketahui, ruangan yang baru saja ia tinggalkan itu baru saja tak terbentuk, dan satu-satunya makhluk hidup diruangan itu tengah menumpahkan segala emosinya. Ia menangis, ia bersedih, ia kesakitan, namun pada siapa ia harus menumpahkan segalanya sedang baru saja ia merasa kehilangan separuh jiwanya yang tak seharusnya menjadi miliknya.

“eommonim, mohon Mir~ah! Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa Myungsoo~ah sudah kau anggap sebagai adikmu sendiri, bukankah kau sangat menyayanginya, tolong! jadilah sebagai pembawa cincin dihari pernikahan mereka berdua. Buatlah kesan pada Jiyeon dan Myungsoo sebelum kau menininggalkan negara ini” 

“Arrgghh!!” ia berteriak frustasi kala permohonan yang diselingi isak tangis itu terlintas kembali dalam pirkirannya.

Dan tk berapa lama, tubuhnya jauh, kakinya sangat lemas hingga tak mampu lagi menahan berat badannya untuk tetap berdiri tegak.

“eommonim, aku akan melakukannya, apakah kau akan senang? Apakah Jiyeon dan Myungsoo akan senang? Apakah dengan begini aku telah membuat kesan yang baik terhadap mereka? Eomma-appa, apakah semua ini akan berakhir dengan baik?” lirihnya pelan, sangat pelan hingga semua perkataannya hanya bagaikan sebuah desisan memilukan.

Flashback end!

TBC

Bagaimana? Apa ceritanya makin ngawur?

Jujur ya, part ini paling membuat aku pusing.

Aku mutar-mutar cari ide,

sampai beberapa kali harus hapus-tulis-hapus-tulis

hingga, treng..treng..treng.. jadilah part yang diatas..

dan juga ini part yang terpanjang dari 3 part sebelumnya, iyakan?

Nah, karena aku capek nulis, cape cari ide, hargain ya

Murah kok, cukup sehabis baca tinggalkan jejak dengan cara memberikan komentar dan juga jangan lupa like ya!!

Sekian dulu.. pai pai!! See u in the next part!!

Advertisements

46 thoughts on “Our Fate Chapter 4

  1. oh gini to ceritanya.. g sabar pengen ngeliat giman kehidupan pernikahannya jiyeon sama myungsoo..
    penasaran apakah jiyeon ntar tau kesepakatan mir n myungsoo n bisa jatuh cinta sama myungsoo.. next part jangan lama-lama y.. hehe

  2. Rumit… Dan complicated banget.. 1 sisi kasian sama mir juga sih.. Tp kan emang myungsoo yg ketemu duluan..
    Setujuu banged sama sungyeol… Seharus nya myungsoo ƍäªk minta mir buat jadi kekasih jiyeon sebagai cara buat ngejaga jiyi

    Mmmm part flashback nya dah end.. Dan semua alasannya udah tau.. Sekarang tinggal liat perjuangan myungsoo memenangkan hati jiyeon…

    Lanjut aiva ^^

  3. ga terlalu aneh kok chingu, bagus 😀 aigoo semoga jiyeon cepat sadar kalo myungsoo bener bener mencintainya dan semoga mir bisa ikhlas jiyeon sama myungsoo hehe next nya jangan lama lama yaaa

  4. daebakkk,, flashback ny!
    complicated banget, gk tau ne bagaimna nsip 3 org ini, semua menjdi serba salah. aku jrap sih jiyi mau nerima myungsoo tpi itu pasti sulit mungkin butuh waktu yg pnjang. myungsoo berjuanglah?
    next thor

  5. Terjawab semua pertanyaan di part2 sebelumnya. Bingung n rumit masalahnya…kasian jg sm mir tp bagaimanapun juga myungsoo harus bisa menyelesaikan semua kerumitan tersbt krn dia yg memulai rencana itu dan sekarang dia harus berusaha utk mendptkan hati jiyeon jadi selamat berjuang myungsoo,semoga sukses 😀

  6. Sumpah nie cerita tragis bgd kasihan mir seharusnya myungsoo g blh gtu huhuuu pkknya myungsoo salah cb aja myung jd cowok gentle mw bilang cinta sama jiyi pasti g akan kaya gini huhuuu pkknya daebak chingu nextnya jangan lama2 pengen liat moment myubgyeon heheee

  7. ya ampun… ini kyk bener sifat asli mir yg sllu nunjukin kecerian yg seolah” dia sllu bahagia dan pinter bgt nyembunyiin perasaan dia yg sebenernya. hhuhu poor Mireu #hug
    aku jg gak bs nyalahin myungsoo sih yaa di sini… menurutku dia namja yg setia
    jinjja Va?? ini adalah cerita asli, yg pernah dialami? huh!! Daebak!! sungguh menyayat. tp kalo yg tiba” ngelamar aku itu myungsoo walaupun aku udah pny namchin tersayang jg aku bakalan bahagia rasanya sampai terbang kelangit ke7 wakakak *ngawur #plakkk
    next part’y udah gak flashback kan?? please,,, aku penasaran bgt ama kelanjutan rumah tangga myungyeon yg dr awal emg rumit ini. hhehe jgn lama” publishnya, Fighting!?!?! 🙂

  8. daebakkkkkkk buatmu myungsoo, knapa gk dri awal blang ska sma jiyeon, pzti gk ad pihak yg trskiti aq stuju sma seungyeol… umhh part inn flasback smwa trnyta… jeballl update soon pnasaran khidupan marriage life mreka, pzti kaku…

  9. Gleeeek..
    why so complicated??
    Sediiiiih bgt sama nasib myungsoo yg akan dtng sm jiyeon yg notabenny tdk mncintai dia..
    kasian juga sama Mir,
    Terus jiyeon bgmn?? aaaah pusing!!
    update soon

  10. Aigoo kasian Mir..
    Myung juga egois, masa jadiin Mir pacar Jiyeon hanya buat Jiyeon agar ngak jatuh cinta sama namja lain.,
    Tapi salut sam Myung yang rela mati-matian buat dapetin Jiyi..

    Cerita Married life Myungyeon dibahas donk Aivaaa.. Udahan yahhh flashbacknya kekeke

  11. Waaaahhh
    bnar sih kata sungyeol, myungsoo yg slah !!!
    knpa hrus meminta mir utk jdi pacar jiyeon ???
    sahabat udh cukup, dan pada akhir’y smw t’luka’n !!!

    next part

  12. dwuh rumit jg ya masalahnya..di satu sisi mir jd korban n hrs relain yeoja yg dia cinta tp di sisi lain kasian jg myung masa namja setampan,mapan nan keceh macam itu cintanya bertepuk sebelah tangan. moga jiyi bisa cpet2 buka mata & hati buat myung dh.paling nggk perlakuin myung dg baik sbg nampyeonnya.aaaa penasaran sama khidupan rumah tangga myungyeon ntar. plis jiyi,, myung ok top gtu bertaun2 cinta mati tanpa goyah sedikitpun hatinya.mau cari dmna lg namja kayak gt oh? kekeke. next thor! 🙂
    samakhidupan mh tangga

  13. moga jiyeon bsa jtuh cinta ma myung oppa,,hhmmm walaupun aq istri sahnya….hahahahaha i’m just kidding,,ntar d tmpuk fans myung oppa…next chap ya thor..

  14. . Aigoo cerita’nya bikin pnasaran ..
    . Kbetulan udah ada klanjutan’nya
    yaudah aiva aku bca part 5’nya dulu yaa

  15. ckckck…kok ada sih cinta yang gitu banget, kasihan myungsoo miris banget kisah cintanya… tapi semangat dehh… buat myungsoo oppa semoga cinta terbalaskan

  16. Haiii… Reader baru ni baru hari ini mulai baca ni ff.. Pertama baca teasernya barusan lgsg jatuh hati n langsung dah maraton baca ni ff… Daebak banget chinguuu… Smoga ni ff d lanjutin smp end ya!!!! Hwaittingggggg!!!!! ^.^

  17. Huaaa daebakk kasian juga sih mir tapi aku lebih suka myungyeon poko nya ff nya daeabakk maaf aku baru baca ff soal nya aku baru aktif

  18. Huwaaaa tbc ganggu -.-
    Ayoo lanjut…
    Ffmu debak chingu hehe
    Maaf ya kalo aku komennya dua part2 gini, soal nya internet nya lagi lemot.. Jd buat jaga2 aja hehe
    Nice fanfic !!!

  19. aigoooo…..aniyo part ni tetep ok ko malah kita jd tahu ternyata ky gini toh….
    v aq juga bnr2 kecewa …low aq udh berusaha nghubungin aiva v pinx ga d kasih padahal aq slalu setia membaca n coment ffx…

  20. Aigo trnyata sebelum Myungsoo dteng, eomma Jiyeon yg udahh duluan dtng dan mohon ke Mir buat jadi pengantar cincin…

    Smga kelak kau bahagia mir… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s