Our Fate Chapter 3 (Special Myungsoo FlashBack)

Gambar

Title : Our Fate Chap 3

Cast : T-ara’s Jiyeon | Infinite’s Myungsoo | MBLAQ’s Mir

Author : KJiyeon a.k.a @aiva_18

Length : Chapter

Genre : Sad, Romance, Hurt, Marriage Life

Rating : PG

Poster by http://highschoolgraphics.wordpress.com/

Disclaimer : Terinspirasi dari kisah nyata Maryani, orang asli Gorontalo. jalan cerita hampir mirip dengan yang asli, namun tidak semua mirip karena sudah banyak yang aku rombak dari cerita si Maryani. So, jangan bilang aku Plagiat, oke!!!

A/N :  WARNING TYPO!!!!!! Annyeong!!!!! Hah, aku ngelanjutin ff nya,, well aku itu sebenarnya ga lihat dari komen yang ga kepending tapi usaha kalian dalam ngerhagain ff aku ini.. makasih banyak buat readers yang udah bersedia memberikan komennya untuk ff ini. Aku juga mau nyampain bahwa mungkin minggu depan aku belum bisa untuk ngepost yang chapter 4, karena satu dan lain hal ya… tapi, aku akan tetap usahain buat ngepost ff nya secepat mungkin.

Oyah, lihat judulnya kan? *nunjuk2 title* CHA!! Semoga dichapter ini bisa ngejawab semua pertanyaan-pertanyaan kalian ya.. amin…

Satu lagi, aku bukannya karena apa-apa ya, minta kalian manggil nama aku, Cuma supaya kita bisa saling dekat aja.. oke sekian cuap-cuap aku.. silahkan membaca!!!!!

HAPPY READING!!

Myungsoo POV

“jaljayo, Myungsoo oppa. Oppa? Baiklah kuputuskan untuk memanggilmu oppa dan juga gomawoyo, masih menjadikanku seorang gadis malam ini”

Masih kuingat dengan jelas perkataannya malam itu. Apa ia sangat tidak ingin aku menyentuhnya? Apa ia senang? Kalau iya, maka aku tak kan pernah menjadikannya wanita sesungguhnya. Membuatnya bisa menjadi istri dariku saja aku sudah sangat merasa beruntung. Aku memang aneh, tapi itulah diriku. Seorang yang sangat mencintainya dengan tulus.

Seperti hari-hari sebelum aku berstatus sebagai seorang suami, aku masih sama. Bersikap dingin kepada siapapun, termaksud Jiyeon, Kim Jiyeon istriku sendiri. 3 minggu telah berlalu, semenjak aku dan ia mengucapkan janji suci yang sama dihadapan Tuhan. Aku hanya ingin menjadikannya bahagia, dan satu-satunya adalah membeiarkannya melakukan sesukanya walaupun itu akan membuatku sakit hati.

Flashback

Aku sedang berjalan tergesa-gesa menuju ruang Woohyun hyung, dullunya ia adalah sunbaeku saat masih SMA dan sekarang ia adalah assisten dosen Cho di Seoul Universitas. Aku berniat untuk meminjam sebuah buku padanya karena tiba-tiba saja Dosen Cho memerintahkan kami membuat essay, hah, dosen itu memang selalu seperti ini.

BRAK!!!!

Aku mundur beberapa langkah dari tempatku semula berjalan, karena dari arah berlawanan baru saja seseorang menabrak tubuhku. Alhasil buku yang kubawa dari perpustakaan jatuh. Namun, aku tetap diam, entah apa yang kupikirkan memang tapi selalu begini, kata orang dekatku lebih baik melihatku marah dibanding melihatku diam saat mereka melakukan kesalahan.

“mianhaeyo, kuende, aku sedang terburu-buru sekarang” katanya sembari menyerahkan bukuku dan kembali berjalan. Aku memperhatikannya seksama, bagaimana mimik gadis itu yang sedang terburu-buru menyerahkan bukuku, bagaimana ia berlalu bergitu saja dihadapanku, bagaimana ia berjalan dengan langkah terburu-buru, dan sampai ia menghilang dikoridor gedung A universitas ini.

Aku memegang dadaku yang tiba-tiba saja berdetak tak karuan, darahku berdesir hebat, serta terasa seperti ratusan kupu-kupu sedang berterbangan di perutku.

“aku sedang jatuh cinta”

“bagaimana bisa kau menyimpulkan seperti itu?”

“gampang saja, kalau orang sedang jatuh cinta, jantungnya akan berdetak tak karuan, darahnya berdesir dan ratusan atau mungkin ribuan kupu-kupu terasa berterbangan diperutnya”

“ohh.. jadi seperti itu orang yang sedang jatuh cinta”

“ya, begitulah”

Aku teringat perkataan Sungyeol beberapa waktu lalu saat ia menegaskan bahwa ia sedang jatuh cinta. Apa iya seperti itu? Kalau begitu apa aku juga jatuh cinta dengan perempuan itu? LOVE AT FIRST SIGHT?

***

Park Jiyeon.  Sudah 2 minggu ini aku menjadi stalkernya, mengikuti kemanapun ia pergi, memperhatikan setiap gerak-geriknya.

Awalnya aku tak pernah percaya apa yang dikatakan “LOVE AT FIRST SIGHT” namun, kini aku sangat mempercayai akan hal itu, karena sekarang aku mengalami hal itu sendiri. Mencintai Park Jiyeon saat pertama kali kami bertemu karena ketidaksengajaan.

“jadi ini penyebabmu sering jarang kumpul dengan kita. Park Jiyeon, heh?” aku membalik badanku cepat saat kulihat disana, Sungyeol berdiri, matanya menatap lekat sosok Jiyeon yang sedang membaca sebuah novel romansa ditaman belakang kampus.

“a-apa maksudmu? Park Jiyeon, siapa ia?” kataku mengelak, lalu berjalan meninggalkannya.

“iss, tak perlu berbohong, Kim Myungsoo” ia mengalungkan tangannya kepundakku. Oh, Tuhan apa yang harus kukatakan? Apa aku sudah kalah telak? Anni, Kim Myungsoo tak pernah kalah, itu adalah kalimat pertama dalam kamus hidupku.

“aku tak mengerti apa yang kau bicarakan, Sungyeol!” aku melepaskan secara kasar tangannya lalu berjalan cepat meninggalkannya yang terdengar sedang tertawa. Memangnya apa yang lucu? Aneh!

***

Hari ini, aku berhenti menjadi stalker seorang Park Jiyeon, aku akan ikut hangout bersama Sungyeol serta Hoya dan Dongwoo, mereka mengajakku, dan parahnya aku harus ikut kalau tidak Sungyeol akan membeberkan apa yang ia ketahui tentangku perasaanku sekarang. Ya, aku sudah menyerah untuk membohonginya, pasalnya setiap kali ada kesempatan ia hanya menanyakan satu hal, “jadi, kau mencintai Park Jiyeon, bukan?” Ya, selalu berputar diinti yang sama, dan aku menyerah untuk terus diam.

Dan, kami berempat berakhir disini, di cafe yang cukup terkenal dikalangan anak muda. Aku bermain ponselku sembari terus menyerumput jus jerukku, sedang yang lainnya bercerita enthalah apa namun aku masih menangkap apa yang mereka bicarakan, ya hanya pembicaraan kuno dikalangan lelaki muda seperti kami, masalah perempuan.

“nah, itu mereka! Itu mereka” Sungyeol berdiri dari kursinya yang tepat disampingku membuat perhatianku beralih padanya.

“ya! Kau itu kenapa sih?” ketusku, Sungyeol melirik sekilas padaku lalu kembali menglihat kearah pintu masuk kafe.

“lihat didepanmu Myungsoo~ah!”

“shirro, paling yang kau suruh untuk kulihat seorang perempuan” kembali aku bermain dengan ponselku.

“annyeonghaseo” sapa beberapa orang. Hah, sepertinya teman perempuan Sungyeol.

“annyeonghaseo” sapa ketiga namja hidung belang itu. Aku masih bermain dengan ponselku.

“Ya! Kim Myungsoo, berdiri, setidaknya sapa dulu temanku” bisik sungyeol aku meliriknya sejenak lalu mulai beridiri dan langsung melihat teman Sungyeol.

“nah, Myungsoo kenalkan ini Soyeon, dan itu adalah teman-teman Soyeon, kurasa kau mengenalnya, Jiyeon dan Hyomin” aku melirik tajam pada Sungyeol. Entah apa yang dipikirkan namja gila satu ini dengan membawa Jiyeon langsung dihadapanku. Namun, tak bisa kupungkiri rasa bahagia kini menyelimuti seluruh relung hatiku.untuk pertama kalinya setelah insiden tabrakan itu aku bisa kembali bertemu dengan Jiyeon dengan jarak sedekat ini. ah, jantungku kembali memompa dengan sangat cepat.

“Park Soyeon imnida” aku menyambut tangan Soyeon, “Myungsoo imnida” balasku begitu juga dengan Hyomin.

Namun, saat tanganku mulai bersentuhan dengan Jiyeon kurasakan sengatan listrik menghantarkan kebahagiaan tak terkira untukku.

“Park Jiyeon imnida” ucapnya.

“Kim Myungsoo” jawabku dengan nada cuek mencoba menutupi kegugupan tiada tara yang sedang kurasakan.

Dan setelah itu aku ataupun ia hanya diam, mendengarkan lelucon dari teman-temanku.

***

Aku berada dikantor appaku, hari ini adalah kedatangan Kim Sunggyu, ia adalah direktur perusahaan kami atau singkatnya ia hyungku. Ia dan Mir, sepupuku datang dari Amerika mengurus project perusahaan disana.

Sebenarnya aku lebih mengharapkan kedatangan Mir, sepupuku itu lebih kuharapkan menjadi saudaraku dibanding Sunggyu hyung yang pemarah itu. Aku dan Mir  sangatlah dekat, terkadang kami hang out bersama, ia juga menjadi tempat curahanku begitupun ia, dan yang buat kami juga dekat adalah karena kami memiliki cukup banyak kesamaan.

“Myungsoo~ah” aku menoleh kearah belakang dan mendapati Mir  tersenyum sembari melambai padaku sedangkan Sunggyu hyung terlihat biasa saja dan lasung melengos meninggalkan kami berdua.

“Mir~ah”

“wae? Kautampaknya senang sekali?” ia memandangiku dengan mendelik.

“aiss, jangan menatapku seperti itu, kajja akan ku beritau suatu hal padamu” aku membawanya menuju keruangannya.

“jadi, apa..”

“aku jatuh cinta” kataku memotong ucapannya.

“mwo? Ya! Bagaimana bisa? Siapa perempuan kurang beruntung itu, eoh?” katanya sembari meledekku.

“iss, bagaimana bisa ia perempuan kurang beruntung, ia adalah perempuan yang sangat beruntung karena berhasil membuat ku jatuh cinta padanya” aku tertawa pelan sembari menerawang wajahnya. Park Jiyeon.

“aiss, terserah. jadi, siapa ia? Dan bagaimana ia bisa membuatmu jatuh cinta padanya.”

“Park Jiyeon, anak tunggal dari keluarga Park. Aku telah jatuh cinta padanya. Jadi, begini…”

Aku menceritakan semua dari awal bagaimana aku telah bertemu dengan Jiyeon, bagaimana ia membuatku jatuh cinta padannya sehingga rela menjadi seorang stalker baginya, pada Mir, saudara sepupuku itu.

“ah, mendengar ceritamu membuatku jadi pensaran tentang sosok gadis itu” respon Mir saat aku telah selesai menceritakan semuanya padanya.

“Ya! bagaimana mungkin kau tak tau anak tunggal kolega bisnis perusahaan ini” sindirku padanya. Ya, itu memang aneh, bagaimana mungkin ia tak tau tentang Jiyeon jika perusahaan kami saja telah mengerjakan beberapa kerja sama.

“aku memang tau bahwa Mr. Park memiliki anak, tapi ia tak pernah hadir disetiap party yang diadakan perusahaan-perusahaan yang melibatkan Mr.Park. bukankah kau sendiri juga bilang bahwa ia tak tertarik dengan dunia bisnis”

“ah, matta, aku lupa” aku menepuk pelan dahiku sembari terkekeh sedang Mir medelik mendengar gumamanku itu.

***

Semenjak kedatangan Mir, aku tak lagi sendiri menjadi stalker. Kadang kala, setiap ada waktu ia akan ikut denganku. Sewaktu pertama kali ia melihat Jiyeon, saat itu juga ia mengakui kecantikan yang dimiliki yeoja itu.

“ah, tak heran jika ia berhasil membuatmu jatuh cinta, ia begitu cantik. Aku bahkan tak bisa menolak pesona yang ia miliki”

Aku bahkan tak pernah lupa apa yang ia ucapkan hari itu dan bagaimana responnya. Aku memang tak pernah salah pilih.

Aku berjalan dikoridor perusahaan appaku, hari ini aku terpaksa membatalkan niatku untuk menjadi stalker dengan Mir. Entah, ada angin apa, appa tiba-tiba saja memanggilku untuk datang ke perusahaan. Appa, bukan orang yang akan selalu memanggilku untuk datang ke perusahaan kecuali jika itu memang penting dan harus melibatkan aku.

Tok. Tok. Tok.

Aku mengetuk pintu ruang kerja appa lalu tak lama suara perintah masuk terdengar dari arah dalam.

“annyeonghaseo, appa” aku sedikit membungkuk memberi hormat pada appakku ini.

“ya, ya duduklah ada yang ingin appa bicarakan denganmu” katanya lalu berdiri dari kursi kebanggaannya, dan duduk disofa diruangannya itu.

Aku mengikuti perintah appa lalu segera duduk  disofa yang berhadapan dengan sofa yang appa duduki.

“ada apa appa? Tumben sekali kau menyruhku datang ke kantor seperti ini”

“begini, Myungsoo~ah. Kau tau kan kalau cabang perusahaan kita yang di Amerika sedang dalam masa-masa jayannya sekarang. Tak ada yang bisa appa andalkan lagi selain dirimu untuk menjadi direktur diperusahaan di Amerika itu, Myungsoo~ah”

“mwoya? Aku tak ingin pergi ke Amerika appa! Aku ingin tetap di Korea seperti sekarang”

aissh.. kenapa tiba-tiba jadi seperti ini.

“Myungsoo~ah, appa mohon, bantulah appa kali ini saja ne. Kau tau kan anak appa hanya 2 kau dan Sunggyu, sedangkan hyungmu itu sudah memegang ahli direktur diperusahaan kita di Korea ini. Sangat impossible bila hyungmu harus turun tangan juga dalam perusahaan itu. Lagipula, kau juga sudah menjadi seorang wisudawan Myungsoo~ah, jebbal. Kau tau kan appa tak pernah meminta dengan sangat padamu, dan kali ini appa meminta dengan sangat padamu, appa akan mengabulkan apapun keinginanmu setelah 3 tahun kau menjadi direktur diperusahaan kita itu.”

Untuk perama kalinya kulihat sisi lain dari appaku, ia meminta padaku, dengan sangat dan wajah memelas yang tak pernah sekalipun kulihat darinya.

“ne? Setelah 3 tahun? Apa maksudnya appa”

“ya, appa hanya ingin kau menjadi direktur disana setelah 3 tahun, appa dan hyungmu sudah sepakat, setelah ia membina rumah tangga , ia akan mengambil ahli perusahaan di Amerika dan tinggal disana bersama keluarganya, sedangkan kau pun seperti itu, setelah 3 tahun, kau akan pindah ke Korea menggatikan posisi hyungmu dan menikah”

“appa, apa kau telah menjodo..”

“anni, Myungsoo~ah, appa dan eomma sama sekali tak pernah berniat untuk melakukan hal itu. Kalian sendiri yang akan memilih pasangan kalian, dan kami akan menilainya apa ia pantas atau tidak menjadi istrimu kelak” jelas appa.

“baiklah, kalau begitu appa, aku akan pergi ke Amerika selama 3 tahun dan mengurus perusahaan kita disana, dan akan kembali setelah 3 tahun, dan menikah dengan yeoja pilihanku.” Ucapku penuh semangat. Baiklah, sudah kuputuskan apa yang akan kulakukan selama 3 tahun kedepan.

“jeongmal? Kau akan melakukannya”

“ye, aku akan melakukannya seperti yang kau perintahkan padaku appa”

“gomawo, jeongmal gomawo Myungsoo~ah, appa sangat bangga padamu. Kalau begitu, bergegaslah 3 hari lagi kau akan terbang ke Amerika.”

“mwo? 3 hari lagi?”

“ya, tentu saja”

***

aku menyerumput jus jerukku, hari ini aku dan Mir hyung keluar bersama untuk menjadi seorang stalker lagi. Sudah 2 hari berlalu semenjak hari itu, hari dimana aku mendengarkan permohonan appa ku. Dan itu artinya besok aku akan pergi meninggalkan kota ini, negara ini. Jadi, biarkan untuk terakhirnya hingga 3 tahun kedepan aku melihat wajahnya, wajah perempuan yang belakangan ini selalu memenuhi hati dan pikiranku. Park Jiyeon.

“ya! Kenapa kau terlihat gelisah seperti itu hah?” tanya Mir, membuat ku kembali pada dunia nyataku.

“oh, anniyo”

“ya! Kau berbohong padaku, eoh? Memangnya sudah sejak kapan kita menjadi saudara dekat seperti ini, eoh? Jadi, ada apa sebenarnya?”

Aku mencoba memutar isi otakku, apa harus kukatakan? Aku tak begitu yakin.

“aku..”

“aku apa, Myungsoo?”

“aku… ingin kau menjadi pacar Jiyeon, Mir!”

“ne? Apa yang kau katakan Myungsoo~ah?”

“Mir, jebbal, aku ingin selama 3 tahun ini kau menjaga Jiyon untukku, dengan menjadikannya milikmu itu berarti ia tak kan pernah menjadi milik lelaki lain” entah apa yang ada dipikiranku tapi inilah yang kuinginkan.. setidaknya untuk saat ini.

“ya! Neo micheosso?”

“Mir, appa memintaku untuk pergi ke Amerika, mengurus perusahaan kita disana, selama 3 tahun setelah itu aku akan kembali. Tapi, waktu 3 tahun bukanlah waktu yang cepat. Selama kurung waktu itu aku tak kan pernah tau seberapa banyak hal yang berubah yang kutinggalakan. Aku tak kan tau bagaimana keadaan Jiyeon, aku tak pernah tau apa yang akan terjadi dengannya, aku tak kan tau kalau saat nanti aku pergi ia akan menjadi milik lelaki lain untuk sementara atau selamanya. Dan aku tak kan membiarkan hal itu terjadi, aku ingin kau menjaganya selama aku tak ada, kalau kau hanya menjadikannya sebagai seorang teman ia masih akan memiliki kesepatan untuk dimiliki laki-laki lain sedangkan jika kau menjadikannya kekasihmu ia tak kan pernah menjadi milik orang lain” jelasku pada Mir yang hanya menatapku dengan melongo, aku tau ini memang konyol dan terkesan jahat pada Jiyeon. Namun, jujur aku sangat mencintainya. Dia adalah cinta pertamaku, orang pertama berhasil membuatku terlihat seperti seorang idiot. Dan aku tak pernah melepaskannya.

“nan molla, aku tak tau bagaimana pikiranmu bekerja Myungsoo~ah, kau memang penuh dengan kejutan” ucapnya masih terasa blank.

“Mir, aku mohon, hanya 3 tahun setelah urusanku di Amerika telah selsai aku akan langsung pulang dan langsung menjadikannya milikku seutuhnya”

“ne?”

“setelah aku pulang aku akan langsung menjadikannya istriku, aku akan melamarnya. Dan kau adalah saksi dari perkataanku ini, dan akan menjadi orang yang juga akan membuat janji ini terbayarkan, Arraseo?”

 

TBC

Oke, sekian dari aku aku, see you in the next part…

Keep READ, LIKE, COMMENT YO!!!

Advertisements

44 thoughts on “Our Fate Chapter 3 (Special Myungsoo FlashBack)

  1. Omoooo ternyata begitu ceritanya Myungsoo lebih dulu mencintai jiyeon dan mir hanya disuruh untuk menjadi kekasih jiyeon sementara tapi dya malah jatuh cinta sama jiyeon

    Aduhhh kasihan Bgt Myungsoo huuu
    Udah patah hati dan jiyeon malah egois Gitu ga Mau disentuh

    Disini q kesel sama jiyeon tapi q juga kesel sama Myungsoo yg ga gentle

    Next ditunggu ya fighting

  2. Omoooo ternyata begitu ceritanya Myungsoo lebih dulu mencintai jiyeon dan mir hanya disuruh untuk menjadi kekasih jiyeon sementara tapi dya malah jatuh cinta sama jiyeon

    Aduhhh kasihan Bgt Myungsoo huuu
    Udah patah hati dan jiyeon malah egois Gitu ga Mau disentuh

    Disini q kesel sama jiyeon tapi q juga kesel sama Myungsoo yg ga gentle

    Next ditunggu ya fighting

  3. ooooohhh my . . .
    trnyta myungsoo yg minta mir bwt pcran ama jiyeon ???
    tp jdi’y jiyeon lbih cinta ama mir’n jdi’y !!!
    kasian myungsoo
    kpan jiyeon bkal tw yg sbnar’y tntang prsaan myungsoo ???
    ksian’n klu myungsoo trus bwt jiyeon snang tp myungsoo sndri yg menderita !!!

    next part

  4. oh jadi begitu ceritanya 😮 aigoo gak nyangka banget pesona jiyeon bisa merubah myungsoo seperti itu 😀 tapi cara myungsoo salah dlm mempertahankan jiyeon agar tdk dimiliki orang lain 😦 bagaimana perasaan mir? Kalo mir jg cinta ke jiyeon kan kasian mir nya 😦 tp belum begitu jelas perasaan mir ke jiyeon beneran cinta atau emang cm menjalankan amanah dr myungsoo –” btw maryani siapa? Aku gak pernah tau cerita tentang maryani ._.

  5. Yaaaa Myung kenaapa malah nyuruh Mir jadiin Namjachingu Jiyi, kenapa ngak dirimu saja yang ungkapin perasaanmu dlu aigooo

    Wahhh bakal seru nih, gimana cerita selanjutnya, pantesan Mir kayak rela benar ngelepas Jiyi, ternyata ada perjanjian, gimana kalo sampe Jiyi tau yah..
    Ditunggu next chapnya yah aiva 😉

  6. NEW READER HEREEEEE!!
    hehehehe
    kebut bbrp menit buat baca part 1-3 ini ^^ Kereeeeeeeeen ffny
    q suka alurnya, rapi, ngk ngebosenin n bnyk kjutan..

    Myung hebat,
    jujur kasian juga sm dia sgtu cintany smpe rela kya org bodo nyuruh mir pcrn sm jiyi..tp mnrt q itu jd kslhn cz jiyi udh jtuh cinta sm mir 😦
    But berhrap jiyi bs cpt tau apa yg sbnrny trjd n mnrima myung

    Update SOON!!!! 😀

  7. Ooh jadi myungsoo nitipin ke mir , aigooo jiyeonnya malah cinta sama mir . Semoga jiyeon tau perasaan myung yg sesungguhnya (˘ʃƪ˘) , lanjuuuut next part 😉

  8. Berarti myungsoo yg pertama suka sm jiyeon tp knp gak coba dekat sm jiyeon,malah suruh mir utk jagain -_- dan jiyeon sdh jatuh cinta sm mir.Nah,klau sdh gt gmn coba.Apa myungsoo mampu membuat jiyeon mencintainya? Kita lht sj nanti,moga sukses myungsoo.Fighting XD
    P.S: Berharap komen nggak ke pending,Amin 🙂

  9. aigoo,, ternyata dr awal myungsoo lah yg nyuruh mir jg jiyeon dg status pacara :O
    karma atau gmn krn Jiyeon tentu jatuh cinta pada mir.. krn mir baik bgt,, kurasa dia sebaik, sesabar dan semengalah itu pd jiyeon saat menjalani hubungannya krn janji dia pada myungsoo?? masalahnya apakah mir sbnrnya atau akhry mempunyai perasaan cinta pada jiyeon? hmm,, aku ingin kejelasan perasaan mir
    miris jg knp stlh denger ucapan jiyeon. myungsoo lbh milih menghindar, bersifat biasa, dan tdk menjalani hubungan selayaknya suami istri 😦
    aku harap jiyeon scptnya tau sejak awal myungsoo yg berniat menjaganya. penasaran dg reaksinya apakah akan berimbas baik atau buruk utk myung??
    next partnya ditunggu secepatnya. hhehe 😉

  10. OMO!!!!!! Jadi myungsoo nyuruh mir jadi namjachingu jiyeon buat ngegantiin myungsoo, dan ngejaga jiyeon selama 3 th!!!!!
    Aishhhh myungsoo!!!!!!
    ƍäªk tau mesti setuju apa ƍäªk sama cara yg di pake myungsoo buat ngejaga jiyi..

    Duhhh myungsoo fightinggg… Jiyeon dah istrimu sekarang saat nya kau meraih cinta jiyi…

    Lanjutttt yaaa 😀
    Aiva fightinggg ^^

  11. myung pabbo bgt awal malah nyuruh mir jd namching jiyi.kasian kn jiyi dia gak tau apa2 smua misteri di balik smua ini.tp moga aj hubungan mereka mmbaik n jiyi u mulai bsa nglupain mir n nerima myung..next dtunggu fighting!^^

  12. ooh gitu yaa flashback mreka .
    Harus’nya myung lamar jiyi dulu sbelum prgi . . Ginikan jdi’nya jiyi cinta sma mir ..
    . Mir lagi cinta sma jiyi
    rumit deh jadi’nya ..

  13. Huaaa daebakkk myungsoo sabar yaa bentar lagi juga jiyeon bakal cinta sama kamu 🙂 ff nya daebakk maaf aku baru baca aku baru liat dan ff nya bagusss banegtt aku sukaaa

  14. ooooo jd gt…stelah mir pura2 jd pcr jiyeon v akhirx mir sk bneran ma jiyeon….ya ampun…myungsoo chin jja phaboya…tak bisakah dy nembak lbh dlu sblm dy pergi knp mlh mnyuruh sepupunya wat macarin jiyeon…dan memperketuh keadaan…iss chin jja aq jd terbawa emosi hihi

  15. Ohh jadi Mir ama Myung itu sepupuan tohh…
    Tapi, Mir baek juga sihh mau jagain Jiyeon selama 3 tahun… Klw Jiyeon tau kbenaran ini gmna yahh…

    Lnjut ke next part… 😀

  16. .jadi myung emang sayangkan sama jiyi tapi apa dia tidak khwatir bgaimana.kalau mir jdi suka sama jiyi. ckck dasar myung pabbo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s