Our Fate Chapter 1

Gambar

Title : Our Fate Chap 1

Cast : T-ara’s Jiyeon | Infinite’s Myungsoo | MBLAQ’s Mir

Author : KJiyeon a.k.a @aiva_18

Length : Chapter

Genre : Sad, Romance, Hurt

Rating : PG

Poster by http://highschoolgraphics.wordpress.com/

Disclaimer : Terinspirasi dari kisah nyata Maryani, orang asli Gorontalo. jalan cerita hampir mirip dengan yang asli, namun tidak semua mirip karena sudah banyak yang aku rombak dari cerita si Maryani. So, jangan bilang aku Plagiat, oke!!!

A/N :  WARNING TYPO!!!!!! Ff ini adalah pengganti ff ku yang judulnya My Life Is You, My Love Just For You, And My Destiny Is You. Ff itu tidak akan dilanjutkan lagi karena filenya hilang dan aku sudah menyerah untuk melanjutkan ff itu. Jadi, readers yang nunggu ff itu ga usah ditunggu lagi ya!!

All is Jiyeon POV

HAPPY READING!!

Aku tengah memandang keluar jendela dikamarku sembari mendengarkan musik melalui earphoneku saat tiba-tiba eomma masuk kedalam kamarku tanpa izinku dan langsung melepas earphone yang kugunakan, tentu saja karena hal itu aku kaget.

“is, eomma, kenapa masuk tak ketuk pintu dulu sih?” tanyaku dengan nada sebal khas milikku.

“pabo ya! Eomma sedari tadi mengetuk pintu tapi kau tak menyahuti itu karena kau menggunakan earphone, jadi eomma masuk saja” eomma menoel kepalaku membuatku sedikit meringis karenanya.

“arraseo, jadi sebenarnya ada apa eomma tiba-tiba masuk kekamarku, eoh?”

“ada yang ingin eomma dan appa bicarakan padamu” eomma merapikan anak rambutku memandangku dengan tatapan menyejukkan. Dan karena hal ini, membuatku bingung, tak biasanya ia seperti ini, memangnya hal seperti apa yang ingin eomma dan appa bicarakan.

“eomma kau membuatku takut dengan sikapmu yang seperti ini, memangnya hal seperti apa yang ingin kalian bicarakan, eomma?”

“kau akan tau kalau kau mengikuti eomma kebawah, appamu sudah menunggu dibawah sayang” katanya dan membuat tingkat rasa penasaranku semakin tinggi dan alhasil mau tak mau aku mengikuti langkah eomma yang sudah terlebih dahulu pergi.

Dan disana, diruang keluarga tempat aku, eomma, dan appa biasa berkumpul. Kulihat wajah serius appa, ada apa? Appa adalah orang yang jarang memasang wajah seperti itu bila telah berada dirumah. Apa ada masalah dengan kantor? Dan perasaan miris itu ada melihat appa seperti ini, karena walaupun wajah serius seperti ini yang appa perlihatku aku tau, cukup tau bahwa appa merasa lelah, sangat lelah, dan usianya yang semakin menua seperti ini, harusnya ia sudah digantikan oleh anaknya. Tapi aku adalah anak pertama sekaligus terakhir appa dan eomma dengan kata lain aku anak tunggal. Aku sudah mempunyai impian, dan impian itu bukan untuk menjadi penerus appa. Mianhae, appa..

“yeonnia~ah, apa yang kau lakukan disana, ayo duduk disini sayang!” aku tersadar dari lamunanku, lalu kulihat eomma dan appa yang tengah menatapku dan senyum terbaikku kini telah kupersembahkan untuk mereka.

Kini aku telah duduk dihadapan appa dan eomma masih dengan mengulas senyumanku, aku bertanya “ada appa-eomma?”

“kau tau, Jiyeon~ah, semua orang tua ingin anaknya untuk mendapatkan yang terbaik, begitu pula dengan appa dan eomma, kami ingin yang terbaik untukmu” aku mendengar dengan seksama semua ucapan appa tanpa berniat menyelanya sedikitpun.

“jiyeon~ah, berapa usiamu sekarang?”

“25 tahun appa” jawabku dan tepat setelah aku menjawab kulihat appa mengangguka-anggukan kepalanya.

“menikahlah!”

“ne? Apa maksud appa? Ke..”

“appa ingin kau menikah, jiyeon~ah. Kau tau appa sudah sangat tua, perusahaan butuh presdir baru yang jauh lebih muda dengan pemikiran luas, appa tau kau pasti tidak akan melakukannya, menjadi pelukis adalah satu-satunya keinginanmmu, dan appa tak kan pernah melarangnya, karena melarangnya berarti appa tak mengizinkanmu bahagia. Kim Myungsoo, kau tau ia kan?” aku sedikit mengernyit mendengar nama itu, anak kedua presdir Kim, pemilik Kim corp, aku tentu tau, namja tampan dan terkenal di universitasku beberapa tahun lalu. Aku mengangguk. Namun aku terus berfikir kenapa nama lelaki itu disebutkan diwaktu seperti ini. astaga! Jiyeon pabboya!

“appa mianhae, kalalu aku tak sopan, tapi apa appa berniat menjodohkanku”

“ia yang melamarmu, Jiyeon~ah, seminggu lalu, ia dan kedua orang tuanya datang untuk melamarmu dan.. appa dan eomma menerimanya”

“ne?” melamarku? Bagaimana bisa? Kami memang beberapa kali sempat bertemu saat masih dikuliah dulu, tapi hey, itu hanya pertemuan tanpa rencana karena teman-teman kami saling mengenal, bahkan pertama dan terakhir kalinya kami saling bicara itu hanya karena perkenalan, dan bukan niatku untuk berkenalan dengannya tapi teman-temanku yang memaksa. Dan apa yang barusan kudengar dari bibir appa? Anak itu, Kim Myungsoo, si ice prince di universitasku itu kini melamarku. Ah, kurasa aku salah dengar.

“appa, siapa nama orang itu?”

“Kim Myungsoo, anak bungsu presdir Kim, kurasa kau mengenalnya karena katanya kau dan ia berada disatu kampus dulu.” Aku memang tak salah dengar, ia Kim Myungsoo seminggu yang lalu melamarku. Melamar yeoja yang bahkan berbicara padanya hanya sewaktu berkenalan.

“appa, kau bohongkan. Ia tak mungkin melamaraku, melamar seorang wanita yang bebicara padanya hanya saat kami berkenalan. Tidak mungkin, appa pasti yang merencanakan ini semua appa menjodohkanku, geutci?” dan untuk pertama kalinya aku menyangkal apa yang appa katakan, berbicara padanya dengan penuh emosi.

“Jiyeon~ah, tenanglah, lagipula bagaimana bisa kau berbicara pada appamu seperti ini, appa dan eomma tak pernah menjodohkanmu, ia memang datang melamarmu, meminta izin pada appa dan eomma untuk menikahkan kalian seminggu lagi” jelas eomma membuat kedua bola mataku nyaris keluar dari tempatnya

“mwo? Seminggu lagi? Micheosso eomma? Aku tak kan menikah dengan si ice prince babbo itu, aku tidak akan menikah dengannya!” dengan penuh emosi aku berteriak pada kedua orang tuaku dan berlari masuk kekamar dengan wajah penuh air mata. Ya, aku menangis, setelah hampir bertahun-tahun aku tak menangis dan kini aku menangis.

Berkali-kali aku mengumpat, melemparkan kata-kata kotor yang tak seharusnya gadis sepertiku mengatakannya. Demi Tuhan, ini benar-benar membuatku frustasi, hingga rasanya aku ingin mati saja.

“argghh..” aku menjambak rambutku frustasi.

*

Hari esoknya, aku terbangun dengan wajah kusut, ini seperti bukan diriku saja, namun apa peduliku? Satu-satunya yang kupedulikan adalah jalan takdirku yang begitu miris. Sekarang apa yang akan kukatakan pada Mir? Bagaimana aku harus mengatakan pada namjachinguku bahwa sekarang yeojachingunya dalam waktu kurang dari seminggu akan menikah? Ah, chinjja aku akan gila jika begini jadinya!

Ah, sudah kuputuskan, aku tak kan bertemu dengannya untuk sementara, sampai aku benar-benar siap untuk mengatakan kata putus pada lelaki yang sudah menjadi kekasihku dalam waktu 3 tahun terakhir.  Dan juga kuputuskan aku akan mencari tau tentang lelaki yang sudah beraninya melamarku itu, ya Kim Myungsoo. Selain bahwa ia anak bungsu dari keluarga Kim dan sangat terkenal itu , aku tak mengetahui apapun tentangnya dan sekarang aku akan mencari tau tentang dirinya.

*

-menjabat sebagai wakil direktur diperusahaan ayahnya, Kim Corp.

-mempunyai sahabat yang selalu menempel padanya, Sungyeol.

-tidak pernah mempunyai sejarah pacaran, jatuh cinta, suka, kagum, atau apaun pada wanita kecuali pada keluarganya. Yang dikarenakan sempat digosipkan bahwa ia adalah gay, karena sifatnya itu juga kedekatannya dengan Sungyeol.

-seseorang yang memang berhati es, namun sangat menyayangi eommanya.

Dan satu fakta lagi yang kuketahui, bahwa ia adalah seseorang dengan hati sedingin es adalah tidak benar, bagaimana bisa seorang berhati es memiliki panti asuhan yang setiap minggunya akan ia datangi langsung untuk mengecek keadaan panti asuhan miliknya, membawa hadiah yang banyak untuk anak panti dan bermain bersama mereka. Tidak, ini semua diluar pradugaku, aku tak pernah menyangka bahwa seorang Kim Myungsoo seorang yang digelari ice prince itu adalah orang yang seperti ini.

Ia benar-benar idaman semua wanita dengan nilai tambah adalah wajahnya yang diatas rata-rata serta kepintaran yang ia miliki. Jeongmal! akan bahagia yeoja yang mendapatkannya. Tapi, tidak denganku, seorang Mir, adalah jauh lebih sempurna dimataku dibanding seribu Kim Myungsoo. Dan mengingat apa yang sebentar lagi akan terjadi dihidupku kembali aku menangis. Menangis, meratapi nasibku. Aku bisa saja kabur dari semua ini, namun aku tak kan setega itu untuk membuat kedua orang yang paling kusayangi itu untuk menanggung malu, karena kaburnya putri mereka dihari pernikahan. Dan menikah dengan seorang Kim Myungsoo mungkin adalah sesuatu yang ditakdirkan untukku. Dan aku tak kan pernah menolak yang namanya takdir.

*

Tepat sehari sebelum hari pernikahanku, aku mendatangi apartemen Mir, membawakannya sarapan hasil kerja tanganku. Sudah kuputuskan hari ini akan menjadi hari terkahir antara aku dan Mir, dan karena itu sehari ini aku hanya akan menghabiskan waktukku dengannya tanpa ada satupun yang akan mengganggu kami berdua. Aku telah mematikan ponselku juga aku telah mengambil ponsel Mir yang kutemukan diatas nakas disamping tempat tidurnya mematikannya dan memasukkannya kedalam laci nakas.

“Mir, irreona, ppalli ireona” aku sedikit menggucang tubuh Mir agar ia bisa terbangun. Namun yang kudapati hanya gumaman tak jelas darinya. Namun , tak menyerah aku akan memakai cara ampuh yang biasa kugunakan untuk membangunkannya.

Kusejajarkan badanku dengannya,  menarik napas, dan membuangnya perlahan, dan dengan perlahan kututup mataku dan mulai mendekatkan wajahku dengannya dan..

Chu~

Kubuka mataku, dan kudapati ia yang tengah menutup matanya masih dengan mencium bibirku, astaga! Ia mengerjaiku, namun tak ayal aku tersenyum ditengah ciumannya, dan dengan perlahan kututup mataku dan mulai terbawa arus ciuman kami.

“a..”

“aku merindukanmu, benar-benar merindukanmu” katanya sembari memeluk erat tubuhku, aku yang baru saja akan mengomelinya karena mengerjaiku akhirnya diam, terpaku akan ucapannya dan perbuatannya. Tuhan, bagaimana bisa aku akan memutuskan hubunganku bersama namja ini. dan tanpa sadar, aku telah menangis, akhir-akhir ini aku memang sering menangis.

Kubalas pelukannya lebih erat, dan ia juga memelukku dengan erat.

“neodo, oppa, nan jeongmal bogoshippo” ucapku ditengah isak tangisku. Dan tangisku semakin pecah saat kutau ia juga tengah menangis dalam dekapanku.

“Jiyeon~ah, aku merindukanmu hingga rasanya aku tak kan bisa hidup lagi bila tak melihatmu hari ini juga” katanya diselingi isakkan kecil

“ya! Apa yang kau bicarakan itu oppa, jangan pernah berbicara seperti itu lagi!” aku melepas pelukanku darinya dan menatap tajam padanya. Sungguh, aku tak suka akan ucapannya itu, seolah ia tak bisa hidup tanpaku. Anni, itu tak boleh ia harus hidup meski aku tak lagi disampingnya.

“apa karena sebentar lagi kau akan menikah” liirh Mir, tapi suaranya sangat kecil hingga aku tak bisa mendengar apa yang ia katakan

“apa yang kau katakan oppa?” tanyaku padanya sembari menghapus bekas air mata diwajahnya.

“anni, aku tak berkata apa-apa, kajja kita makan sekarang!” katanya lalu menarik tanganku pelan.

*

Kami berakhir disini, dipadang rumput. Tempat favoritku dengan oppa, kami akan melakukan piknik ditempat ini. tempat ini adalah tempat strategis, bila kau berjalan sedikit kearah utara kau akan menemukan pantai, sedangkan bila kau melihat kearah barat terdapat padang bunga dandelion, dan sekiling padang rumput ini banyak ditumbuhi pohon serta bunga cantik, lebih terlihat seperti taman bukan? Namun katanya tempat ini dulu adalah padang rumput tempat anak lelaki warga setempat bermain bola. Aku bersandar dipohon saat tiba-tiba Mir berbaring dengan menggunakan pahaku sebagai alas bantalannya.

Aku memerhatikan wajahnya, matanya tengah tertutup membuatku lebih leluasa untuk memandang wajahnya. Tampan sekali oppaku ini.

“aku memang tampan, Jiyeon~ah, tapi kau jangan melihatku seperti itu terus” ujarnya, dan kurasa kedua pipiku memanas, aissh bukankah matanya itu tertutup? Bagaimana bisa ia tau bahwa aku sedang  memerhatikannya?

“aiss, oppa siapa bialng aku tengah memerhatikanmu?” aku menangkup kedua pipiku dan mengalihkan penglihatanku ketempat lain, ah kau benar-benar malu.

“aku yang mengatakannya, kau memang sedang memerhatikanku, Jiyeon~ah” katanya masih setia menutup mata.

“aishh, terserahmu saja, oppa” ujarku dan kudengar ia terkekeh, aku hanya bisa mempoutkan bibirku sebal.

*

Hari sudah semakin sore, aku dan Mir sedang berjalan menyisiri pantai didekat padang rumput. Tangan kami saling bertautan erat. Aku dan dia sama-sama tak menggunakan alas kaki, tak apa karena pasir pantai ini sama sekali tak memiliki batu karang yang bisa melukai kaki kami.

“oppa, kajja kita kesana!” aku menarik tangan Mir, mengajaknya menuju bibir pantai. Aku melepaskan genggaman tanganku lalu berjalan sedikit hingga kakiku mengenai air laut. Terasa dingin memang tapi ini sungguh menyenangkan. Aku sedikit melirik kearah Mir, ia tengah menatap lurus kedepan. Melihat wajahnya seperti ini, membuat keyakinankku untuk meninggalkannya semakin berat, oh.. Tuhan apa yang harus aku lakukan?

“ya! Oppa! Ige mwoya?” aku tersadar dari lamunanku saat tiba-tiba kurasakan air mengenai tubuhku. Mir ia menyipratkanku air, dan itu adalah faktor kesengajaan, karena sekarang kulihat ia tertawa menang.

“aku akan membalasmu oppa!” kubalas juga mneyirami ia air laut, ia sontak berhenti tertawa lalu melihatku dan aku hanya mehrong padanya, dan terjadilah kami saling oerang air laut diantara kami.

Aku tengah terduduk diatas pasir putih pantai ini, bajuku yang basah sudah kuganti dengan baju yang Mir berikan, katanya sih itu baju yang ia beli di outlet terdekat di sekitar daerah sini. Ia juga telah menggati pakaiannya.

“igeo!” ia menyodorkanku sekaleng minuman, dan aku menambilnya sambil tersenyum.

Hening. Kami larut dalam pikiran masing-masing, hingga taki ada diantara kami yang membuka suara, dan suara deru angin serta ombak terdengar jelas dalam keheningan senja ini.

“sebentar lagi sunset, kau menyukainya, bukan?” ujarnya memecah keheningan dianatara kami, aku menoleh kan kepalaku menghadapnya yang menatap lurus kedepan, dan tiba-tiba saja ia menoleh padakusembari tersenyum hangat.

“kenapa kau tak mnenjawab pertanyaanku, Jiyeon~ah? Kau menyukai sunset. Bukan?” katanya lagi, dan aku mengangguk sembari membalas senyum hangat miliknya.

“guerae, kalau begitu menghadap kedepan, karena sunset ada didepanmu, Jiyeon~ah, dan itu akan terjadi dalam waktu kurang dari 5 menit lagi” secepat mungkin aku menghadap kedepan lagi, tak ingin melewati indahnya pemandangan yang disajikan oleh alam ini saat sunset.

“ayo berhitung!” pintanya, sat dalam waktu 10 detik sunset akan terjadi.

“ne!” dan kami mulai berhitung bersama. Menanti detik-detik terjadinya sunset.

“10..9..8..7..6..5..4..”

Belum selesai hitungan kami tiba-tiba saja Mir oppa memutar tubuhku hingga menghadapnya dan langsung menarik tengkuku, hingga bibir kami saling bertemu dan  untuk kedua kalinya dihari ini kami berciuman. Dengan perlahan kututp mataku dan mulai menikmati rasanya ciuman yang terakhir kalinya kurasakan dengan Mir oppa, karena setelah hari esok semua yang ada dalam diriku bukan lagi miliknya, melainkan milik seseorang yang bernama Kim Myungsoo.

*

Tepat pukul 7 malam , aku telah sampai didepan pagar rumahku, Mir yang mengatarku. Aku memandangnya, ia masih mencoba melepas helmnya dan tanpa sadar air mataku jatuuh menggenangi kedua pipiku, dan hal ini tentu saja membuat Mir kaget. Ia memandang kearahku dan tanpa aba-aba menarikku dalam pelukannya.

“uljimma, kenapa menangis, eoh? Bukankah sudah seirng kukatakan bahwa kau jelek bila menangis, Jiyeon~ah”

Miris sekali mendengar perkataanya, aku semakin memperat pelukanku terhadapnya.

“mianhae, mianhae, oppa jeongmal mianhae” dan disaat seperti ini tenggorokanku terasa tercekat hingga hanya kata maaf itu yang bisa kulontarkan padanya.

“arra, aku sudah tau apa yang telah terjadi Jiyeon~ah” katanya terdengar seperti bisikkan dan mau tak mau kulepas pelukanku, kutatap kedua bola matanya, seakan meminta jawaban atas maksud dari perkataanya itu.

“apa maksudmu oppa?” tanyaku padanya.

“kau akan menikah bukan? Tapi bukan denganku, dengan Kim Myungsoo, anak bungsu dari Kim Jun Il, pemilik Kim Corp” katanya sembari memaksa seulas senyum padaku.

“mianhae” kataku, aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Lagi, ia menarik kedua tanganku.

“setelah menikah, jangan pernah menangis seperti ini, kau tak maukan suamimu menceraikanmu hanya karena wajahmu yang jelek sehabis menangis” guraunya dan aku tau ia hanya mencoba menenangkanku yang semakin menjadi.

“jeongmal, aku tak pernah ingin menikah dengannya oppa, aku tak mencintainya, aku hanya akan mencintaimu, kau percaya itukan?” raungku masih dengan isak tangisku.

“arra, oppa tau kau akan selalu mencintai oppa, tapi tidak sekarang Jiyeon~ah, belajarlah untuk mencintai Kim Myungsoo itu, biar bagaimanapun ia akan menjadi suamimu”

“anni, aku tak bisa melakukan itu, aku tak bisa mencintai orang selain kau oppa” tubuhku merosot jatuh dan Mir masih stia untuk memeluk tubuhku.

“jangan berkata seperti itu, dihari-hari esok, aku tak akan ada lagi dalam kehidupanmu, dan dia yang akan selalu ada disaat kau butuhkan, dan cepat atau lambat namanya yang akan tertulis disini , Jiyeon~ah, aku tau, kau tau akan hal itu, karena hal itulah yang menjadikan kita seperti ini, bersama-sama selalu karena hobi yang sama membuat perasaan itu ada, dan kau akan mengalaminya lagi nanti”ujarnya, aku menatap tak percaya padanya

“oppa..”

“stt, sekarang masuklah, besok aku menikah dan apa kata orang nanti melihatmu yang besok menikah bersama lelaki lain ditengah malam, eoh? Jadi, sekarang masuklah” ia mendoorng tubuhku memasuki pagar rumahku, aku terus saja menatapnya yang sedang melambai padaku datas motor itu, dan aku berani bersumpah bahwa air mata itu jatuh dari matanya.

Mir oppa, menangis karenaku..

TBC

Advertisements

52 thoughts on “Our Fate Chapter 1

  1. Huahh dalem nih kisahnya..
    Pernikahan tanpa cinta, apa Myungsoo suka sama Jiyi yah kok dia ngelamar Jiyi *part selanjutnya pasti ngejawab ^^

    Next-next suka kehidupan Marriage MyungYeon

  2. Thor sumpah ini ff keren bgd penasaran tingkat akut ini Aq SMA ff ini Thor klu jiyi g Mw sama myungsoo Aq siap menampung myungsoo Cb aja myungsoo ngelamar aq jgn kan 1minggu LG menikah bahkan hr itu pun Aq Mw klu suruh menikah SMA myungsoo aduh jiyi semoga aja jiyi bs nerima myungsoo ya Thor Trus ngelupain mir
    Thor LOVE your ff
    Update soon ya jgn pake lama
    Suka bgd klu baca ℳyungyeon marriage Life 😘👍💚💞💜

  3. ceritanya sad banget. .

    itu knapa myungsoo ko tiba2 nglamar jiyi?
    katanya kan cuma ktmu pas knalan. .
    #penasaran

  4. Myungsoo diam2 mengagumi jiyi??? Koq dy langsung lamar jiyi???

    Heheheeee suka nih klo genre life marriage kyk gini 😀

    Update soon yaaa 🙂

  5. huhu,, sedih sih… tapi tetep aku gak bs bayangin namja playboy nan somplak macem mir dpt peran kayak gini #plakkkk
    apa motif myungsoo ngelamar jiyi yah? penasaran >_< ama marriage life MyungYeon nnt'y
    part 2 udah di bikinkah? cepet publish ya 🙂

  6. waaaaahhh
    kx tba” myungsoo ngelamar jiyeon ???
    emg myungsoo suka ama jiyeon y ????
    kx bisa ???
    trus mir tw berita pernikahan jiyeon dari mna ????
    msak myungsoo nyari mir trus blng jgn gnggu jiyeon krna bntar age jiyeon bkal jdi anae’y myungsoo ????

    next part

  7. Hwaa!! Aku suka bnget ama ceritanya maryani loh thor, aku pernah denger, tpi kan critanya mariany sad ending klo gak salah nama suaminya arfan, dia mninggal dan mreka punya T.T trus trnyta myungsoo denger prckapan jiyeon ama mir pas malam itu, jadi myungsoo gak mau nyentuh jiyi,,, karakternya jauh berbeda arfan itu cwok yg taat bribada sdngkan myungsoo? Gay? Aduh cepet2 deh di nikhkan ama jiyi biar tuh gosip lenyap, next pkok.a hrus happy ending

  8. Myungsoo lamar jiyeon?
    Apa dy suka ϑğπ jiyeon atao hnya krna ortunya??
    Huaaaa,,jdi pnsaran khidupan married myungyeon….!
    Hehehehehe

    Nexxxttttttt thorrrrrrrrrrr!!!

  9. Kyaaa ada Ff MyungYeon baru horeee maaf ya baru baca

    Penasaran sama Myungsoo ada apa gerangan kok tiba2 melamar JiYeon jangan2 diam2 Myungsoo menyukai JiYeon kekekeke

    Pengen lihat reaksi MyungYeon nanti pass ketemu lagi gimana y

    apa Myungsoo bakal pasang muka es balok / kah biasa biasa saja semoga Myungsoo bisa buat JiYeon jatuh cintrong hehehehr

    Rada ga relaa tadi bacanya lihat JiYeon dan mir mesraaa Abis kecup sana sini pgn q tarik tu JiYeon kekeke tapi q mengerti untuk kebutuhan Ff saja ya terpaksa

    Dan untungnya mir orang nya baek ga egois relaa lepasin jiyi ya jadi tenang aku

    Maaf Chingu komennya terlalu panjang ya hehehe
    Part 2 nya jgn lama2 y fighting 😃😃😃😃😃

    Oh y napa ga dititipin di high school fanfiction Chingu biar banyak yg baca di sini pada ga tau

  10. Aku tau loh thor critanya si maryani itu, tpi kan critanya maryani sad ending, suaminya mninggal dan mreka punya anak T.T apa gitu jg ama ff ini? Jngan deh thor pkok.a hrus happy ending.. Jdi si myung denger kan perckapan trakhir jiyeon ama mir, makanya myung nggak mau nyentuh jiyeon… Jiah jiah next thor next

  11. hwuaaa suka critanya mengharu biru..jarang2 myungsoo perannya jd org ke 3 di tengah hub org.tp ak ttep dukung myungyeon disini.kkk~ smoga jiyeon bisa mncintai myung. agak bingung sh sebenernya knp bsa tiba2 myung ngelamar jiyi scara mrka cm prnh kenalan 1x itupun dlu bgt & myung kliatanny jg g ad tanda2 dia naksir ato ngejar2 jiyi kn? ap dia dipaksa ato gmna? entahlah msh serba misteri huhu. next chap dtunggu ^^

  12. Marriege life nih,,wuah suka suka.

    Ko itu myung nglamr jiyi gmn crtnya?ko bs,,kn mnrt crt jiyi mrk jarg ktmu uda gtu ngobrol sprlunya(?) Lgsg bc nex part deh

  13. Bagus ^^ suka aku sama kata2 yg km gunakan menyentuh jd terasa feelnya ^^
    Mir koq bs tahu yah klau jiyeon mau pdhlkan blm diksh tahu? Dan dia koq rela bgt melepas jiyeon,kasian mir 😦 tapi omong2 knp jg myungsoo lamar jiyeon klau ketemu dan bicara aja jarang. Penasaran lanjut baca lagi 😀

  14. Ku suka ffnya 🙂 knp myungsoo ngelamar jiyeon klau mrk nggak terlalu saling kenal? Trus mir udh tahu jiyeon mau nikah tp dr siapa? Pdhlkan blm diksh tahu sm jiyeon. Msh penasaran lanjut part 2 🙂 P.S: hai saeng (krn km lbh muda dr aku jd ku panggil saeng aja yah,nggak apa2 kan?) salam kenal aku pembaca baru 😀

  15. myungsoo blom ad scene d part inn… huaaa myung pa gentle lngsung nglamar n mir gentle jga mlepas cnta’a gug egois… lnjuttt ska myungyeon pa lgi marriage live

  16. . Aigoo ksian jiyi . Ortu nya nerima lamaran myungsoo tanpa izin . . Apa myungsoo cinta yaa sma jiyi . . Tapi aku suka myungsoo lamar jiyi . Kekeke

  17. anyeong q reader baru…jjoneun desi imnida….

    oaaaa aq sk bgt crtx…pa lg myungyeon couple…..ffx keren chngu bru part 1 za udh bikin aq tertarik ^^

    aq lnjut bca ne ^^

    bknx g mai nghargain v g tau knp mw coment lma bgtttttt terkirimx….

  18. anyeong author aq reader baru…jjoneun desi imnida….

    oaaaa aq sk bgt crtx…pa lg myungyeon couple…..ffx keren chngu bru part 1 za udh bikin aq tertarik ^^

    aq lnjut bca ne ^^

  19. Kasiaan Mir yahh… Sini ama aq aja klw gituhh… 😀

    Jiyeon-ah bener tuhh kata mir cobalah mencintai Kim Myungsoo…

    Lnjut ke next part… 🙂

  20. anyeonghaseyo…aku reders baru di wp ini
    Naneun Ati inminida…
    seneng amat dapat ff myungyeon dengan genre marrige life lagi makin seneng aja.
    thor thu si myung lamar jiyi karena dia suka jan sama jiyi dan trima dong lamarannya..
    tapi kasint juga sama mir..
    NEXT…aku mw baca part selanjutnya karena udah ada.
    maaf ya aku telat coment soalnya aku baru nemu ini ff
    ..mianhae….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s