One Man

Gambar

N,Title : (SongFict) One Man

Cast : T-ara’s Jiyeon | SHINee’s Taemin | SuJu’s Kyuhyun

Author : KJiyeon a.k.a @aiva_18

Length : Vignette

Genre : sad, angst, Hurt

Rating : PG

Poster by http://springfanfiction.wordpress.com

Disclaimer : Story Is Mine. PLAGIATOR go AWAY!!!!!!!!

A/N :  WARNING TYPO!!!!!! Kembali dengan FF nista. Aku coba buat pairing yang lain dari Myungyeon couple dan MinJi couple… semoga ada yang suka ya ma couple ini….

terinpirasi dari lagu one man Kim JongKook,, jadi aku saranin pas baca sambil dengerin lagunya yaa…..

***STORY***

 

~It’s must’ve beeen a long time

Long enough for these words to become colorless

I look at your eyes, and I’ll now everything

Like your friend, Like your shadow~

Tik, tik, tik, waktu terus saja berlalu, dan tanpa terasa ini sudah sangat lama. Ya, sangat lama saat kita bersama-sama, menjalin hubungan yang sangat biasa disebut dengan kata ‘sahabat’. Ya, kita hanya sahabat, aku yang merupakan seorang namja, dan kau yang berbeda jenis denganku, kau seorang yeoja. dan apa kah kau masih belum tersadar dengan waktu yang berlalu dengan cepatnya? Kata sahabat itu,,, sudah tak berarti

“o..oppa” ku tengadahkan wajahku saat suaramu begitu jelas masuk keteligaku diselingkan dengan isak tangismu yang begitu menyayat.

“DAMN!!! Harusnya kau mendengarkanku! Dia bukan lelaki yang baik, dia tak pantas untukmu! Bukankah itu yang selalu kukatakan padamu. Dia lelaki BENGSEK, Park Jiyeon. Sekarang lihat dirimu kau begitu menyedihkan, Jiyeon~ah” membentaknya yang baru saja datang entah dari mana, yang jelas ia baru saja menemui lelaki brengsek itu.

Aku tahu, Jiyeon~ah, tanpa kau menceritakannya aku akan tahu semuanya, cukup melihat matamu aku tahu apa yang terjadi padamu, karena aku sahabatmu, aku adalah bayanganmu.

“mian,, minahae, oppa” dan kalau sudah begini aku hanya mampu terdiam.

***

~We must’ve been together always

when you’re having a hard time and sad

Even when you’re lonely

Holding onto separation

Even when I’m hurting to wipe away your tears~

Ya, selalu begini, kita akan selalu bersama-sama. Aku yang selalu ada dimasa-masa sulit dan sedihmu. Bahkan ketika kau kesepian dan menderita, aku selalu ada untukmu.

Seperti sekarang ini, aku merengkuh tubuhmu, membawamu dalam dekapan hangat milikku yang hanya akan kuberi untukmu.

“uljima,,,uljima, Jiyeon~ah”

“oppa, ini salahku, mianhae, mianhae,”

“anniyo, ini bukan salahmu, sadarlah takdir yang hanya tidak ingin kalian bersatu. Karena kau tau kenapa?”

“anni”

“karena Tuhan menyayangimu, ia tak mau gadis secantik dirimu harus ditakdirkan dengan lelaki brengsek seperti dia, arraseo?”

“ne”

“sekarang kau jangan menangis lagi, ne?” dengan lembut kuhapus air matanya. Air suci yang tak seharusnya keluar. Meski hati ini tengah meraung kesakitan saat tanganku menyentuh air suci miliknya yang keluar karena lelaki brengsek nan bodoh itu.

***

~there’s one man, Who loves you so much

There’s one man, Who can’t even ‘Say I Love’

By your side I put my hand out and

At a path were you can always reach me

I, who cherishes you more than myself

I’m with you~

 

Berlari menembus hujan yang tengah mengguyur kota Seoul sedari tadi. Tanpa peduli dengan apa yang akan terjadi nantinya dengan kesehatanku, tak peduli dengan omelan-omelan yang keluar dari bibir orang-orang yang menjadi korban tabrakkan tubuhku yang berlari tanpa melihat jalan.

Huffft.. menghembuskan nafas legaku saat kulihat seorang yang sedari tadi namanya mengusik pikiranku tengah berdiri membelakangiku. Sejenak menetralkan hembusan nafasku yang tak teratur akibat berlarian seperti orang gila tadi. Dan melangkah pasti padanya saat kurasa nafasku tengah kembali menjadi normal.

Hap. Aku menutup kedua matanya dari belakang mencoba untuk bermain-main dengannya sejenak.

“a..ada apa? Apa yang terjadi” sontak kulepaskan tanganku dari kedua matanya yang basah dan saat terdengar isakkan kecil darinya. Wae? Kenapa ia menangis lagi? Bukankah ia bilang tak kan menangis karena namja itu lagi? Lalu sekarang apa?

“oppa,, mianhae.. a,,aku aku belum bisa melupakannya. Sakit oppa, saat melihatnya bergandengan tangan dengan perempuan lain, aku,,aku,,” kembali aku merengkuh tubuh mungilnya kedalam pelukanku.

wae, Jiyeon~ah? Kenapa lelaki seperti itu tak dapat kau lupakan? Apa kau tak melihatku disini, Jiyeon~ah? Aku,aku lelaki yang sangat mencintaimu. Bodoh, jelas saja ia tak tahu, aku lelaki yang mencintainya tapi tak dapat memberitahunya. Aku memang pengecut. Tapi, kau tau Jiyeon~ah aku seperti ini, karena aku tak ingin kau menjadi ilfeel padaku, dan hubungan yang kau katakan sebagai ‘sahabat’ ini tak kan pernah ada lagi, yang ada hanya kita yang berpura saling tak mengenal. Dan aku.. tak menyukai itu.

Aku hanya perlu disini, bukan? Mengulurkan tanganku hingga kau dapat meraihnya disaat-saat seperti ini. karena aku, Lee Taemin, sahabat Park Jiyeon yang meenyayangi Park Jiyeon lebih dari drirnya sendiri. Itu aku yang selalu ada untukmu. Itu.. janjiku Jiyeon~ah.

***

~To make you laugh I think of only that and

When and where ever you are

 I’m watching you and I missing you

And who worries only you~

 

Berguling-guling ditempat tidurku tanpa berniat melakukan apapun. Hanya memandang lekat pada ponsel touchscreen milikku. Tapi, apa? Tak ada yang berubah! Eobsso!! Ia,, semenjak beberapa hari ini tak lagi menghubungiku. Sekedar memberi kabar padaku pun tidak.

Aku,, aku hanya ingin melihat tawanya sekarang, membuatnya tertawa adalah satu-satunya yang ada dipikiranku. Hanya itu. Tak bisakah??

Kuraih jaket hitam kulitku lalu segera beranjak dari tempat tidurku.

“kau mau kemana, Taemin~ah?” suara renyah eomma tepat membuatku menghentikan langkah.

“aku hanya ingin mencari udara segar eomma” tak ingin mendengar eomma berbicara lagi segera kukeluar, menjalankan mobilku dengan sedikit ketidak sabaran akan hasrat bertemu dengannya.

Menghentikan langkahku saat kulihat dirinya, disana, sedang bercanda ria dengan lelaki yang sangat kutahu. Cukup. Ya aku hanya bisa sampai disini memandangnya dengan penuh kerinduan.  dengan penuh kekawatiran akan dirinya yang jatuh kelubang yang sama.

***

~there’s one man, Who loves you so much

There’s one man, Who can’t even ‘Say I Love’

By your side I put my hand out and

At a path were you can always reach me

I, who cherishes you more than myself

I’m with you~

Kukucek berkali-kali mataku dengan menggunakan tangan kiriku sedang tangan kananku yang bebas meraih ponselku diatas nakas disamping tempat tidurku. Menyipitkan mataku mencoba memperjelas penglihatanku pada jam dinding kamarku.

“omo jam 3 pagi?? Siapa yang menelpon dijam sepagi ini?” segera kuambil ponselku dan memincingkan mataku guna melihat nama yang tertera dilayar ponselku itu.

Jiyeon? Untuk apa dia menelpon dijam sepagi ini. kutekan tombol hijau untuk menghubungkan panggilannya padaku.

“yeoboseo” sapaku

“……..”

“ya! Tentu saja aku dirumah sedang bermimpi indah kalau kau tidak menelponku dijam seperti ini Jiyeon~ah.”

“……..”

“MWO? Dimana kau sekarang aku akan menjemputmu”

“……..”

“arraseo. Kau jangan kemana-mana”

Segera kuambil kunci mobilku, dan segera melesat kearah tempat yeoja itu sekarang.

Kutarik nafas dalam-dalam secara perlahan, menetralkan emosiku yang dalam level tertingginya. Lagi, kulihat yeoja itu menangis, kulangkahkan kakiku mendekat kearahnya. Namun, niatku terhenti, saat kulihat tangan kekar memeluk pinggang ramping yeoja itu. Tangannya mengelus-elus rambut panjang kecoklatan milik yeoja itu.

“mianhae, mianhae, aku janji  tak kan melakukannya lagi,” ujarnya masih dengan posisi yang sama.

“yaksokhe, oppa”

“ne”

Perlahan tapi pasti aku mulai mundur menjauh dari tempat itu. Melangkah menuju mobilku dan melajukannya menuju ketempat yang bisa membuatku tenang.

Dan ya, disinilah aku, duduk dengan menyandarkan tubuhku pada pohon besar yang berdiri kokoh dipuncak bukit tempatku berada sekarang. Kuusap-usap wajahku menggunakan kedua tanganku sampai tanpa terasa air mata sudah membasahi kedua pipiku tanpa bisa kutahan.

Tanpa berniat menghapus air mata itu, aku mengambil ponselku berniat mengirim pesan pada Jiyen. Kubaca ulang pesan itu..

‘Maaf. Ak tau kau sedang bersedih sekarang. Tapi, aku juga tau bahwa sekarang bukan aku yang kau butuhkan. Aku akan datang saat kau benar-benar membutuhkanku. Kau tenang saja, Jiyeon~ah, aku akan selalu berada disisimu. Arraseo’

Setelah kurasa tepat segera kukirim pesan singkat itu. Menyimpan ponselku lalu menutup mataku yang masih saja mengeluarkan air.

***

~To make you laugh

I think of only that and

When and where ever you are

I’m watching you and I missing you

And who worries only you~

‘oppa, eoddiga? Mianhae, seharusnya aku tak menelponmu malam itu. Mianhae’

Kubaca pesan singkat yang baru saja kuterima dengan nama Jiyeon sebagai pengirimnya. Tidak. Kau tak salah Jiyeon~ah. Untuk apa minta maaf? Memang seharusnya seperti itukan. Kau harus memberiku kabar dan mengatakan jika kau sedang  sedih, maka aku akan segera datang dan menghiburmu. Membuatmu tertawa seperti yang selalu kuinginkan.

‘aku dirumah. Kau sendiri dimana? Aku merindukanmu dino, hampir 2 minggu kita tak pernah bertemu.’

Apa aku terlalu langcang padanya? Dia wanita milik lelaki lain. Apa yang salah? Bukankah seoarang sahabat wajar saja merindukan sahabatnya. Setidaknya ia menganggapku seperti tiu.

‘benarkah? Kalau begitu ayo makan siang bersama aku juga merindukanmu uri oppa’

‘baiklah, kita ketemu di cafe biasa, arraseo’

Bergegas aku pergi menuju cafe tempatku dengannya biasa bersama dengan sneyum yang terus mengembang, akibat tak lama lagi akan bertemu dengannya.

***

~For the thousandth time I swallow

And again for thousandth time I try to set

I want to tell you,

I think I’m going crazy but,

I want to embrace you at one but…~

Apa ini waktu yang tepat? Apa sekarang aku harus mengatakannya?

Kembali pertanyaan ang sudah sering muncul dipikiranku saat ingin bertemu dengannya terpikirkan olehku sekarang.

“anniyo..anniyo” kugelengkan kepalaku . mengurungkan niatku akan hal bodoh yang akan menghancurkan segala kehidupanku.

Dan kembali aku menghela nafas berat, “apa yang harus aku lakukan?” berkali-kali ku gumamkan kalimat itu dengan masih terfokus akan jalanan didepanku.

Tapi, aku benar-benar ingin mengatakannya Jiyeon~ah, mungkin aku memang benar-benar gila. Tapi inilah aku, seorang yang mencintaimu, ingin memelukmu dan memegang mu….

Tapi……..

***

~there’s one girl, who doesn’t know I’m being like this

Who receives love but, doesn’t even know that it’s love

Leaving you, who is as foolish as I and sad

At this moment tears come but, I’m happy

It’s because you’re by my side~

Kembali kuhembuskan nafas beratku dan dengan teramat yakinnya kulangkahkan kaki ini masuk menuju kedalam gedung kafe yang entah sejak kapan telah kuresmikan menjadi tempat favorite ketigaku setelah ruangan pribadiku dan bukit yang biasa kujadikan tempat untuk menenangkan diri.

Kuedarkan pandanganku didalam gedung kafe yang tak terlalu ramai hari ini. dan tanpa kusadari kedua sudut bibirku tertarik saat mataku secara tak sengaja menangkap sosok yeoja yang sedari tadi kucari. Tengan duduk dimeja paling pojok tepat disamping jendela, menatap coffe cupnya.

“annyeong” kusapa ia sembari duduk tepat didepannya.

“oh,,annyeong oppa” ia tersenyum, senyum yang sangat tulus, yang selalu ia berikan padaku.

“oppa.. ada yang ingin kukatakan padamu” kutolehkan kepalaku menghadap padanya.

“apa?”

“aku,,aku…”

“aku apa Jiyeon~ah?”

“aku,,akan menikah oppa”  sontak mataku membesar mendengar 3  kata terakhir yang ia ucapkan. Dadaku tiba-tiba saja merasakan sesak yang luar biasa, tubuhku terasa sekali menegang saat ini. tenggorokanku tercekat membuatku susah bernafas.

“k,,kau menikah? Siapa lelaki yang beruntung itu Jiyeon~ah?” dengan teramat susah kutanyakan pertanyaan tiu padanya, walaupun sebenarnya aku sangat tau siapa lelaki itu.

“Cho Kyuhyun, aku akan menikah dengannya oppa, lelaki brengsek itu melamar ku minggu lalu”

“t..tapi kenapa..”

“mianhae,, mianhae,, oppa, hajiman,, aku sangat mencintainya oppa, sempat aku berfikir seperti apa yang kau katakan 2 bulan yang lalu, tapi,,, aku sungguh tak bisa oppa, 3 minggu setelah kejadian itu ia meminta maaf padaku, dan ya aku menerima maafnya. Dan alasan kenapa aku tak pernah memberi kabar padamu akhir-akhir ini adalah dia”

“lalu, apa yang terjadi 2 minggu lalu, saat jam 3 pagi kau menghubungiku?”

“aku mendapati hal itu terjadi lagi unutk kedua kalinya, ia yang mabuk dan bercumbu dengan wanita lain..”

“MWO??” sontak volume suaraku meninggi, cukup tinggi hingga membuatku menjadi pusat perhatian saat kini dengan segera Jiyeon menyadarinya dan segera meminta maaf atas namaku yang saat  ini sedang dipenuhi emosi.

“tapi oppa, hari itu ia langsung meminta maaf padaku, dan ya kembali rasa sayangku padanya mengalahkan rasa benciku padanya, aku memaafkannya lagi dan seminggu yang lalu, ia dan keluarganya datang kerumah dan hari itu ia melamarku oppa. Aku,, aku sangat bahagia oppa, saking bahagianya aku malah menangis saat itu.”

Aku menatap tak percaya padanya. Sekilas semua yang terjadi padaku dengannya terlintas dipikiranku. Bahkan sampai akhir aku tetaplah seorang pengecut bodoh. Dengan tetap menatap kearahnya tiba-tiba saja air mata yang sedari tadi kutahan keluar begitu saja. Dan untuk pertama kalinya aku menangis didepannya.

“oppa, mianhae, aku tau kau tak me..

“apa kita akan tetap menjadi sahabat Jiyeon~ah saat statusmu berubah nanti?” kupotong ucapannya dengan pertanyaan bodohku.

“tentu saja, oppa, kau akan selalu menjadi sahabatku”

Benarkah? Aku sepertinya tak kan percaya hal itu? Batinku namun lagi kutepis pikiran negatifku dan hanya berpikir tentang sesuatu yang positif ‘mungkin ini memang takdirku dan ini yang terbaik untukku’.

“apa kau tak menyukainya oppa?” tanyanya hati-hati.

“anniyo, aku bahagia Jiyeon~ah, asal kau bahagia maka aku juga bahagia, dan tetaplah ada disisiku menjadi seorang sahabatku untuk selamanya maka aku akan tetap bahagia. Arraseo?”

Ya. Dengan kau disisiku aku cukup bahagia akan itu Jiyeon~ah. Jadi, tetaplah disisiku. Memberi kebhagiaan secaa tak langsung untukku. Dan aku……..akan tetap tersenyum seperti ini padamu. Karena aku MENCINTAIMU.

END

RCL juseyo :* cium reader….

Advertisements

14 thoughts on “One Man

  1. kasihan taemin cnta x tak terbalaskan tp harus x dya nyakn aja k jiyi……..jiyi sgtu cntax kh dngn kyu wlau dya udh nyakitin ….. knp jiyi gak sdar klo taemin bner2 tlus prasaan x………huaaaaaaaaa pngen nangis breng taemin…..T.T

  2. Woah saeng, kasian taeminnie (˘̩̩̩ ε ˘̩̩̩ƪ)
    Brb nangis di pojokan temenin taemin.. Kwwkwk.. (¬_¬”)

    Buat ff yeonnie lg donk saeng (˘ʃƪ˘)

  3. aigoo,,, hhuhu tetem T.T pukpukpuk
    ceritanya mirip” MV C-Clown Far Away
    aku gak suka kyuhyun -_-” Taeji hhuhu, sebel >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s