PABBO!!!!

pabbo

Title : pabbo!!!

Author : @windyverentnita

Main cast :- choi minho ‘SHINee ‘

–          Park jiyeon  ‘T-ara’

Lenght : oneshoot

Genre : romance

Rating :  tentuin sendiri yah !!

 Annyeong haseyo!!!!

Pertama-tama aku ingin minta maap yang sebesar-besarnya karena aku nggak ngeposting  sampai blog ini mungkin akan lumutan,jadi sebagai gantinya aku ngeposting 4 FF sekaligus, untuk cerita yang  tidak menarik aku benar-benar minta maaF, karena itulah kemampuanku, dan kuharapkan untuk para reader, aku menginginkan comment yang bertujuan untuk mengkritik dengan bahasa yang membangun,karena kritik yang kalian katakan yang akan membangun keinginanku untuk terus bergulat di dunia F F, dan satu lagi, ada beberapa cerita, yang kumuat berdasarkan komik yang kubaca, bukan semuanya kok, jadi nggan termaksud memplagiat, banyak hal yang kutambahkan di ke 4 FF ini, dan satu lagi, untuk beberapa moment yang kubuat aku lagi-lagi harus minta maap jika itu tak seperti yang kalian harapkan, karena satu yang harus kutegaskan, author masih berumur 14 tahun! Jadi sumpah! Aku sama sekali belum berpengalaman apa-apa, jadi aku benar-benar minta kerja samanya, karena aku hanya bisa mengambil adegan dari cerita dan adegan drama yang kunonton,  I think jus it, so happy reading and leave a comment!

“ mianhe jiyeon-na, pulang sekolah begini, bukannya langsung pulang kau malah harus membantuku” ucap yoeja di depanku ini sambil membungkukkan badannya. Benar-banar Formal sekali, seperti kami bahkan baru bertemu hari ini

“ yak! Kau ini kebiasaan sekali! Apa tidak bisa sehari saja kau tidak bersikap Formal seperti itu, kita bahkan sudah berteman semenjak anak-anak, jadi wajar saja jika aku harus membantumu” teriakku kasar, sebenarnya bukan marah, tapi seperti inilah aku! Yoeja yang kasar, tak suka ribet dan hanya bisa olahraga. Menurut orang-orang aku ini yoeja tomboy yang kasar dan kuat, ah tapi persetanlah dengan omongan mereka, toh aku masih baik-baik saja sampai sekarang

Aku membungkukkan badanku, mencoba mengambil sapu yang tergeletak di lantai begitu saja, ku coba sapu lantai yang sedang kupijaki ini, yang benar saja ! sekarang aku berada di ruang perpustakaan, tapi berbeda dengan perpustakaan sekolah lainnya, bukannya rapi, perpustakaan ini benar-benar berantakan. Sarang laba-laba di mana-mana, bahkan jika sedikit lagi tak di bersikan , mungkin ruangan ini benar-benar akan berlumut, atau berkarat saja sekalian, benar—benar tak layak untuk di katakan sebagai perpustakaan, bahkan guru jaganyapun tak ada. Ku angkat tanganku,

mencoba membuka jendela yang berada di belakangku, moga-moga saja bisa mengurangi debu yang sedang berterbangan, jujursaja! naFasku mulai sesak sekarang, kukeluarkan sedikit kepalaku untuk mencari sedikit udara, namun baru saja beberapa saat, mataku ini langsung menangkap namja yang sangatkukenali

“ suzy-a! Ke sini sebentar! Kau lihat di sana! Ada myungsoo yang sedang bermain bola, dan dia sedang memgang kendali “ ucapku sedikit berteriak, ya memang! Ciri khasku adalah  saat aku berbicara aku suka berteriak-teriak. Suzy hanya mengangguk, kemudian mulai membuka jendela yang ada di sebelahku

“kau benar!” lirih yoeja itu pelan. Yah memang! Kalian bisa bayangkan. Kami berbeda 180 derajat, tapi kuFikir mungki itu yang membuatku cocok bertemaan dengannya, karena di selalu mengalah denganku yang keras kepala ini. baik! Kembali ke myungsoo, namja itu sedang asyik membawa bola  yang entahlah! Apa pentingnya bola itu hinggaa harus di perebutkan oleh 22 pemain. Bahkan dengan  kekayaan keluarganya, ia bisa membeli segudang bola seperti itu. Jadi untuk apa dia meperebutkan hanya untuk sebuah bola, mungkin akan masuk di akal jika di dalam terdapat hadiah. Sejenis uang tunai atau emas batangan, , tapi pada kenyataannya hnigga ayam bisa pipis’pun, kalian tak akan mendapatkannya.  Baiklah aku mengerti, aku harus segera melanjutkan cerita.  Namja itu, myungsoo!  Ia bisa membawa bola  dengan lincah, 1 hinga 4 lawanpun di lewatinya dengan mudah, hanya dengan sekali tendangan yang kupikir  mungkin itu kuat, bisa membuat yoeja-yoeja yang sedang menontonnya jatuh pingsan jika terkena tendengannya! Oke,oke aku mengerti, hanya dengan tendangan itu ia bisa membobol gawang lawannya. Namja itu melompat dengan senangnya , senyum terukir di bibirnya, mungkin bangga dengan tendangan  yang k kupikir tak ada apa-apanya dengan  tendangan yang di miliki oleh messi! Baiklah ! mungkin aku tak harus membandingkan  pemain amatiran sepertinya dengan pemain yang sudah mendunia seperti messi. Namja itu masih melompat-lompat di lapangan sana, sebegitu senangnya kah? Bahkan itu hanya sebuah gol. Namja itu berbalik menoleh ke arah aku dan suzy, seketika senyumnya hilang saat melihat kami  yang menontonnya dari lantai 3

“ suzi-a! Jiyeon-na! Bagaimana? Tendanganku kerenkan? Mungkin sebentar lagi aku akan di sejajarkan denga pemain dunia leonal messi! “ teriak namja itu dari lapangan dengan nada narsisnya , dia memang sepert itu. Selalu sok keren! Aku dan suzy hanya menanggapinya dengan senyum

“ne! Kau hebat! “ teriak suzy, ya memang! Yoeja ini tak pernah sekalipun berkata kasar atau membuat hati seseorang sakit hati karena ucapannya

“ yak! Tak usah sok! Bahkan tendanganmu tadi tak bisa di sejajarkan dengan tendangan messi saat pertama kali menendang bola “  teriakku menyusul,  namja itu hanhya menjulurkan lidahnya, kemudian kembali  ke tman-temannya. Ah mianhe, aku lupa untuk mengenalkan myungsoo, dia, aku dan suzy adalah teman sejak kecil. Dari kecil sampai sekarang! Kami selalu melakukan hal bertiga. Saat keci ketika berlari, kami selalu di pimpin oleh myungsoo, di ikuti olehku yang mencoba menyemangati suzy yang lemah, yoeja itu memang benar-benar Feminim. Walaupun dia tumbuh bersama myungsoo yang notabennya laki-laki, dan aku yang bersikap kasar dan terkesan tomboy, tapi yoeja itu sama sekali tak terpengaruh. Ia sama sekali tak pernah bersikap kasar sepertiku dan myungsoo

“namja yang kita sukai hebat ya!” ucapku dan suzy berbarengan.entahlah! aku sama sekali tak ingat kenapa dan kapan aku dan suzy bisa menyukaiteman masa kecil kami itu. Jangan kalian Fikir karena dari tadi aku terus menghina namja itu, bukan berarti aku tak menyukainya. Aku hanya yoeja yang tak pintar berkata manis, bahkan untuk berkata bahwa namja itu tampan serasa sangat tak mungik untukku

“ ah jiyeon-na! Bagaimana kalau kita lari saja! Setelah kupikir-pikir, hukuman ini benar-benar keterlaluan hanya karena aku lambat mengumpulkan tugas. Aku juga baru ingat jika aku sudah berjanji pada eomaku untuk menemaninya pergi ke rumah sahabatnya sore ini! aku duluan ya! Anyoeng!” aku hanya dapat menganggukan kepalaku pelan sambil terus berdiri mentap kepergiannya yang sepertinya sedang buru-buru, jujur saja! Jika aku yang di berikan hukuman ini, aku juga sudah kabur, bahkan dari tadi, tak akan ada satu  orangpun yang ingin terkena asma hanya karena hukuman sepele seperti ini

Crecccccccccccccckkkkkkkkkkkk

Aku langsung membalikkan badanku, saat tiba-tiba mendengar suara meja yang  tiba-tiba di tendang denga kasar

“cih! Aku tak pernah menyangka seorang park jiyeon yang di juluki yoeja kasar dan kuat memiliki percintaan yang tak menarik seperti itu! Cinta segitiga? Sebenarnya kau tinggal di abad berapa? Benar-benar ketinggalan zaman! “ gerutu namja yang tiba-tiba keluar dari balik meja yang di tendang dengan kasar tadi, dan lebih parahnya dia mendengar pembicaraanku bersama suzy, bahkan di juga mendengar pembicaraan bahwa aku menyukai myungsoo

“ kau menguping pembicaraan kami choi minho?” tanyaku sedikit emosi, mukaku sudah memerah, entahlah karen emosi atau malu karena orang sepertinya mengetahui rahasiaku, dan untuk apa namja populer sepertinya menguping seperti stalker

“anie! Tempat ini memang tempat khusus untukku tidur siang. Tenang dan sepi, bagian ini juga masih bersih! Dan kutegaskan, aku sama sekali tak menguping,  kau saja berbicara hal menjijikan seperti itu terlalu keras, bahkan mungkin siswa planet lainpun bisa  mendengarnya “ ucap namja itu santai, bibirnya melengkuk, membentuk senyum yang, hueekkkkk! Bisa-bisa maagku kambuh, bukan jelek juga sih, karena dia terkenal karena ketampanannya, hanya saja senyum yang di berikannya saat ini benar-benar menjijikan, membuatku ilFil saja

“hei pabo! Hanya karena aku berteriak seperti itu terus planet lain bisa mendengarnya? Bahkan jika aku berteriak sekencang-kencangnya di toa  hingga pita suaraku putus, itu tak akan sampai terdengar di planet lain! Saem sapa yang mengajarkanmu? Biar kutuntut agar tak menghasilkan murid yang gagal sepertimu “ teriakku sedikit kers, emosiku sekarang mulai naik, jujur saja, mungkin namja ini minta di tampar

“” yak? Apa kau pintar ha?hei mrs. Park jiyeon! kita ini dua murid yang sering di panggil pak tua itu karena nilai yang anjlok, jadi jangan sok pintar deh, biar kutebak! Selama dua tahun di sma, nilan paling tinggi yang kau dapatkan 50 bukan? Dan satu yang harus kutegaskan, seluruh murid sma ini, tahu  kalau kelas 2-3 yang berada di samping perpustakaan ini! di juluki sebagai planet lain, karena hampir semua siswanya punya kepribadian yang sedikit berbeda dengan murid lannya, jadi! Yang kumaksud siswa planet lain ya siswa kelas 2-3, jadi mrs. Park jiyeon, kusarankan agar kau lebih bersosialisasi lagi, jangan hanya memikirkan cinta segitiga yang sudah lama hilang pamor !” aku hanya diam! Percuma!  Aku bahkan tak pernah menang jikaberdebat suatu hal dengannya, memang benar otaknya parah sepertiku, tapi entah mengapa aku tak pernah menang melawannya

Namja itu sudah melangkahkan kakinya, mungkin memang lebih baik jika aku tak harus melihatnya terus-terusan, bisa-bisa aku terkena sakit mata. Namun entah mengapa! Baru saja di ambang pintu, namja itu berhenti, kemudian berbalik dengan ekspresi seriusnya, di kiranya dia keren apa? Sory ye! Aku tak mungkin tergoda hanya karen ekspresi seperti itu

“oh ya! Aku tahu aku tak sepintar orang lain! Namun ada satu hal yang memang benar-benar tak dapat kumengerti! Bodoh banget! Bagaimana kau masih bisa begitu akrab dengan rival cintamu sendiri! Mungkin jika aku jadi kau, aku kan curi start. Dan satu yang harus kau ingat! Someone love just have one win! So, becareull mrs. Park jiyeon! karena kalian tak mungkin akan terus seperti ini “ucap namja itu dengan nada mengejeknya, dikiranya aku tak mengerti apa dengan apa yang di ucapkannya, walau dengan otak pas-pas, dari kecil orang tuaku sudah mewanti-wanti agar aku Fasih berbicara inggris dengan terus mengikutkanku khursus

“ kau salah!kami akan  terus seperti ini, dan selamanya akan terus seperti ini! suatu hari nanti, akan kupastikan untuk membuktikannya padamu” teriakku sekencang-kencangnya, naja itu tak bereaksi apa-apa , ia hanya terus berjalan  sambil mengangkat satu tangannya, mungkin melambaikan tangan padaku. Chakaman! Aku benar kan? Tak akan ada yang berubah dari kami bukan?namja itu bercandanya benar-benar berlebihan

^_^,^_^,^_^,^

“bagaimana ujian tadi? “ tanya suzy padaku, aku hanya dapat menarik  naFasku dalam-dalam, tak ada satu hal pun yang dapat kubanggakan saat ulangan tiba, yang adanya aku hanya seperti cacing kepanasan, mencari jawaban dari orang-orang. Karena bila mengandalkan otakku , itu sama sekali tak ada gunanya! Terpaksa  harus menggunakan otot, untuk menggertak orang-orang

“ benar-benar ajaib jika aku bisa mengisi  walau hanya 1 nomorpun, untung saja si culun kaca mata tebal di samping mejaku mau memberi tahuku 2 nomor, jadi aku hanya mengisi 2 nomor dari 10 nomor , entahlah! Semoga saja  2 nomor yang di beri tahu  itu benar!. Sepertinya mulai saat ini aku harus mempersiapkan  diriku, besok pasti aku dan namja kutukan choi minho itu pasti akan di panggil  pak tua itu lagi,entahlah! Kapan pak tua itu akan berhenti memarahi kami berdua. Bukankah pak tua itu sudah lebih dai mengerti jika otak kami memang tak bisa di harapkan. Walau di paksapun pasti tak akan bisa, jadi yang pabo sebenarnya siapa sih?”tuturku panjang lebar , suzy hanya bisa tersenyum-senyum kecil sambil mengenggukan kepalanya, kurasa  ia juga sudah mengerti dengan kapasitas otakku yang tak bisa di harapkan

“ah sepertinya hari ini basket untuk perempuan. Mian jiyeon, sepertinya aku harus pergi sekarang! Kau duduk saja di pinggir lapangan ini. kau tahu kan! Jika terlambat sekali lagi, para wanita mengerikan itu benar-benar akan meneriakiku lamban “ aku hanya mengengguk pelan, aku menuruti perkataan suzy, aku hanya duduk di pinggir lapangan sambil menonton yoeja-yoeja itu bermain basket. Bosan? Bahkan tak ada hal yang membosankan dari ini, aku juga ingin bermain seperti mereka, akan kubuat yoeja-yoeja itu mengakui kehebatanku bermain basket, tapi mau bagaimana lagi, saem tak mengizinkanku mengikuti pelajaran olahraga selama 4 minggu,  karena aku sedang dalam cedera ringan. Sebenarnya tak terlalu kenapa sih, hanya saja saem yang berlebihan itu, tak mau kakiku kenapa-kenapa, karena sebentar lagi turnamen akan tiba. Kenapa aku cedera? Karena aku melompat dari  gedung lantai dua. Aku bodoh ya? Tapi sebenarnya aku melompat karena ada alasan, mau bagaimana lagi, kalian tahu? Namja menyebalkan itu membuang buku diary yang kutulis penuh tentang myungsoo, serta kertas-kertas ulangan milikku yang ratarata tanda 20 ke bawah, mau tidak mau aku harus melompat, karena jika harus melewati tangga dulu, bisa-bisa orang akan memungutnya terlebih dahulu. Dan kalian tahu yang lebih parahnya lagi. Bukannya menolongku atau merasa bersalah namja itu hanya menertawakanku saat aku meringis kesakitan saat tubuhku menghantam tanah tanpa alas, aku bahkan tak pernah habis Fikir! Kenapa ada namja yang setega itu pada yoeja. Atau mungkin karena dia tak mengakuiku sebagai yoeja. Tapi satu hal yang ku’syukuri, sampai sekarangpun namja itu tak memberi tahu orang-orang jika aku menyukai teman masa kecilku kim myungsoo

“ hai jiyeon “  panggil seseorang padaku secara tiba-tiba, aku yang sedang melamunkan ke jadian 2 hari yang lalu itu merespon dengan sangat berlebihan

“ gyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa “ teriakku saking kagetnya. Sudah kubilangkan! Aku merespon dengan sangat berlebihan. Padahal itu hanya myungsoo yang entah sejak kapan sudah duduk manis di sampingku, benar-benar membuatku hampir terkena penyakit serangan jantung

“Reaksimu aneh sekali “ aku hanya dapat tersenyum gaje, karena Faktor detak jantungku yang masih abnormal. Kutarik naFasku panjang-panjang, mencoba menormalkan kembali detak jantungku, karena jika  terus seperti itu, bisa-bisa mukaku memerah karena jantungku berdetak secara berlebihan

“ hehehe! Mianhe aku hanya keget saja “ ucapku sambil tertawa kecil, namja   itu hanya mengenggukan kepalanya ringan

“ hanya sendiri saja? Suzy mana?”

“ah dia di sana! Dia sedang bertanding dengan yang lainnya. Kau tahukan aku tak di beri izin untuk melakukan pelajaran olahaga  selama 4 minggu “

“ oh ya ! dari tadi aku terus memerhatikanmu! Kau tak seperti biasanya. Ada masalah ?” masalah? Masalahku hanya dua, otakku yang pabo ini serta nilai ulanganku yang terus menerus  dapat nila 20

“ tak apa-apa “ jawabku berbohong, bibirku melengkung, membentuk senyum yang kubuat seindah mungki. Aku senang? Tentu saja. Yoeja manapun pasti akan senag bisa berbincang berdua seperti ini dengan namja yang di sukainya, biasanya sih kami selalu bertiga bersama suzy

“ahahahaha benar juga. Kau selalu bisa menyelsaikan seluruh masalahmu dengan tenang dan terus tersenyum. Aku lupa kau yoeja yang kuat dalam menghadapi segala masalah,  berbeda dengan suzy  yang lemah “ aku hanya diam, entah kenapa tersirat dalam Fikiranku jika namja ini mencoba membandingkanku dengan suzy. Jelas sekali! Bahwa kami berbeda

“ ah itu dia suzy! Sepertinya dia buat kesalah lagi di sna! Benar-benar payah ya dia” ucap namja itu, senyum terpancar dari bibirnya, di dukung dengan muka yang ber’ekspresi sangat exited serta  berseri, ke dua mata namja itu menatap lurus ke arah suzy yang sedang membuat ke salahan di sana,  paling sering sih memasukan bola ke dalam ring milik timnya sendiri. Tapi bukannya aku ikut tertawa, aku malah diam. Hanya satu yang kuFikirkan saat ini. ‘kenapa selama ini aku sama sekali tak menyadarinya?’

^_^,^_^,^_^,^_^,^

“ lagi-lagi aku di marahi oleh yoeja-yoeja mengerikan itu “ lirih suzy pelan saat aku, dia dan myungsoo berjalah bertiga menyusuri koridor yang lumayan sepi. Aku sama sekali tak merespon kata-kata yang di  ucapkan oleh suzy,  ekspresi wajah myungsoo yang begitu exited saat berbicara tentang suzy terus-menerus terlintas di Fikiranku

“ habis kau lamban sekali! Masa memasukan bola ke dalam ring sendiri sih! Wajar saja mereka memarahimu” ucap myungsoo tersenyum bermaksuk mengejek suzy, entah perasaan dari mana yang kudapa aku merasa seperti orang ketiga di sini

“ kau jahat sekali! “ great! Mereka benar-benar cocok sekarang di mataku

“ oh ya suzy!  Setelah ini kau ada waktu kan? Aku ingin pergi ke suatu tempat ni! Temani aku yah? “ deg! Lagi-lagi perasaan itu, perasaan risih , gelisah. Aku bahkan berteman dengan mereka sejak keci. kuFikir aku orang yang paling mengerti mereka, tapi pada akhirnya pada saat umur kami 16 tahun aku baru menyadari perasaan myungsoo. Apa karena aku sebegitu pabonya? Apa ini berhubungan dengan otakku yang di bawah kapasitas?

“eh? Jiyeon juga ikut bukan?” ucap suzy segera! Aku benar-benar yakin, pasti dia merasa tak enak sekarang. Karena dia lebih mengerti dari siapapun bahwa aku juga menyukai myungsoo, dan  karena dia adalah yoeja yang benar-benar menghargai persahabatan kami bertiga

“ mianhe! Aku  sudah janjian dengan orang lain hari ini “ ucapku secepat mungkin, bukannya tak ingin ikut, aku hanya tak ingin merasa tersisihkan lagi, dan cepat atau lambat suzy pasti akan menyadari perubahan ekspresiku sejak tadi. Aku hanya ingin berusaha agar persahabatan kami bertiga tetap terjalin akur seperti dulu

“ eh? Begitu ya? Kau janjian dengan siapa?”tanya suzy lagi, di pasangnya muka curiganya, pasti ia tak  percaya dengan apa yang kukatakan. Dia pasti menyadari, seharian ini aku terus bersamanya , di mana aku membuat janji dengan orang itu, setidaknya dia pasti melihatnya, tapi mau bagaimana lagi, aku takut tersisihkan

“ ah itu…………………………………” aku berhenti sejenak, mataku dengan cepat mencari seseorang yang kukenal tertinggal di koridor ini, mungkin karena terdesak aku sudah tak bisa berpikir jernih lagi, kalian tahu siapa yang kutarik? Namja kutukan si chhoi minho

“dengan dia “ lanjutku , suzy dan myungsoo hany diam. Mungkin myungsoo tak percaya, karena tiap bertemu kami pasti bertengkar, terlebih lagi suzy, dia pasit di atas tak percaya

“ dengan choi minho? Are you sure? Tumben kalian akur” ucap  myungsoo dengan muka herannya,  ya mungkin in semua terdengar gila dan sangat impossible untukku dan namja sialan ini. hanya saja tak ada lagi hal yang masuk di akal untuk kupikirkan saat ini. jika aku bilang aku tak pergi karena perutku sakit, bisa-bisa  suzy akan menolak ajakan myungsoo dan malah mengkhawatirkanku, jika aku bilang  aku tak ikut karena harus mengantar eomaku , itu malah akan makin membuat suzy curiga, aku kan yoeja dengan seribu alasan untuk menolak ajakan eomaku untuk pergi ke mana-mana, jadi semenjak aku berumur 13 tahun, eomaku menyerah untuk mengajakku, berbenlanjalah atau apalah yang di lakukan yoeja-yoeja seumurku. Jadi aku harus berkata apa? Ini yang terbaik bukan?

Kulihatmyungsoo sudah menarik tangan suzy dari tempat ini setelah melambaikan tangan padaku, sementara suzy hanya ikut maju, tapi dengan tatapan yang terus terarah padaku, seakan bertanya ‘kenapa tak ikut?’ atau’ kenapa membiarkan kami berdua? Bukannya kita sama?’  dia yoeja yang baik’kan?

“kau benar-benar pabo ya!” sambung seorang namja di belakangku, biar kutebak! Itu suah pasti namja kurang ngajar itu

“ tutup mulutmu!  Mulai sekarang jangan ikut campur dengan urusanku, aku tahu apa yang terbaik untuk dirikku, jadi jangan belagak sok baik kepadaku! “ bentakku cepat ! namja ini sudah terlalu banya tahu tentang semua masalahku. Tapi  lihat dia! Bukannya marah karena kubentak, ia malah tersenyum seolah mengejekku, sorot matanya  seakan berkata aku benar-benar yoeja  yang bodoh, bahkan  aku bisa menangkap tatapan kasihan darinya

“ kau seharusnya menerima tawaran suzy,kalau perlu kau memaksa untuk ikut  dengan mereka berdua . bahkan kalau perlu kau bisa membuat suzy untuk pulang di luan agar  kau bisa berduaan dengannya “ sambung namja itu, sumpah! Aku tak pernah bertemu namja yang lebih suka merurusi urusan orang  lain selain namja ini. telingaku sudah mulai memanas mendengar semua  kata-katanya. Apa di Fikirnya dia masih bisa bilang seperti itu  jika berada di posisiku?

“sudah cukup! Kau berisik sekali jadi seorang namja! Bagaimana jika saranmu itu membuat suzy sedih? Kau tahu di itu payah! Dia itu yoeja yang payah dalam melakukan hal apapun! Dari kecil aku yang selalu menolongnya. Jadi sekarang masih sama juga seperti itu. Sebagai teman yang baik, aku yang kuat ini harus melindunginya, karena di lemah, tak kuat sepertiku”

“ walaupun kau terluka? Seperti itu? Apadia lebih penting dari dirimu sendiri?  Walau kita memang sering di panggil karena nilai yangpas-pas’san , tapi aku sama sekali tak pernah menyangka kau begitu sebodoh ini” bukan! Maksudku sama sekali bukan seperti ini, namja ini tak tahu apa-apa! Dia sama sekali tak mengerti perasaanku, aku sama sekali tak bermaksud untuk menyakiti diriku sendiri, jadi  sama sekali bukan seperti yang di ucapkannya

“ bukan ! sama sekali bukan seperti itu!  Aku ini yoeja kuat! AKU KUAT! Jadi tak akan masalah” lirihku pelan , aku juga tak mengerti dengan perasaanku sendiri, entah ekspresi apa yang kupasang saat ini, aku benar-benar tak dapat mengontrol diriku sendiri sekarang. Minho? Namja itu hanya diam, tak ada kata-kata  yang keluar dari mulutnya lagi.  Aku yakin! dia pasti sangat kaget sekarang dengan ekspresi yang kupasang. Entahlah! Rasa kalut terus menyelimuti diriku, mungkin sedikit lag aku akan hilang kendali. Kulangkahkan kakiku menjauh darinya, sudah cukup  namja ini melihat semua sisi memalukanku. Tangan! Aku ingin berlari sejauh mungki, ingin rasanya aku lenyap saja untuk sekarang dari muka bumi ini! aku sudah tak sanggup memperliihatkan mukaku lagi di depan semua orang, hanya saja tangan itu, tangan namja itu menahanku, membuatku berhenti berdiri mematung di tempat itu

“ kau mau ke mana? Se’enaknya kau pergi setelah memanFaatku tanpa permisi? Kau harus mentraktirku” eh? Apa namja ini tak tahu membaca situasi? Benar-benar  mengambil kesempatan di saat aku sedang terjepit. Jika dalam  mood yang baik, sudah kuhajar namja ini. belum ada yang kukatakan, namja ini sudah menarik tanganku se’enaknya

Glunduuuungggg,,,, brukkkkkk,brukkkkkk`

Payah! Tanpa bisa mengucapkan kata penolakan yang harusnya ku’ucapkan dari tadi, aku sudah berdiri  di tempat permainan bowling tanpa bsa kumengerti . semuanya berjalan secara cepat, tanpa bisa kuFikirkan baik-baik. Sedangkan namja itu dengan asyiknya mengelindingkan bola bowling di tangannya tanpa memperdulikan perasaanku

“ sekarang giliranmu mrs.park jiyeon!”  tuhan! Aku bahkan tak pernah merasa kesal sampai seperti ini, kumohon dengan siapa saja, asal tidak dengan namja ini

“ alasan apa yang mengharuskanku  bermain bersamamu, bermain bersama-sama? Jangan bercanda choi minho! “

“ kan kau yang mentraktirku!  Jadi jelas saja  kau harus ambil bagian”

“ aku memang akan mentraktirmu! Aku tak suka punya utangb udi, terlebih lagi denganmu. Tapi ingin cepat pulang, jadi selsaikan dengan cepat “

“ kalau begitu kalahkan aku, kalau kau bisa  aku akan membiarkanmu pulang, tentu saja semuanya  kau yang akan membayarnya” baiklah! Hanya dengan alasan itu akan kuladeni namja ini, setidaknya aku harus cepat pergi dan mengurung diri di kamarku dengan tenang, masih banyak yang bisa kulakukan selain bermain game dengan musuhku sendiri.

10 menit, 20 menit, 30 menit 1 jam, 2 jam, 3 jam

Payah! Aku bahkan tak bisa mengalahkan namja ini 1 kalipun, namja itu selalu menang, membuatku terus bertengker di tempat ini. kalian tahu di mana aku sekarang? Tempat karoeke, bagaimanapun aku sama sekali tak bisa mengalahkannya di tempat bowling, jadi dia memintaku melanjutkannya di tempat karoeke

“ kau lihat! Aku dapat nilai 94! Kalahkan jika kau bisa!” Ucapku dengan bangga, kali ini aku yakin aku pasti menang, nilaiku sudah mencapai kepala sembilan setelah itu, namja itu hanya tersenyum , lagu user di pilihnya untuk di nyanyikannya, keren! Suaranya lumayan, berat seperti milik user. Nilai 98 keluar dari  mesin sialan itu, namja itu kembali terkekeh, sambil menjitak kepalahku pelan. Payah! Ini benar-benar payah!

Tempat bowling, karoeke, dan game center! Tak ada satu kemenanganpun yang dapat kubawa  pulang! Namja itu hebat dalam segala hal, mungkin hanya 2 kekurangannya, payah dalam pelajaran dan juga sangat cerewet.

“ini untukmu! Sebagai tanda terima kasihku! Aku tahu kok, kau tekor karena aku “ ucap namja sialan itu, di julurkannya tangan besar miliknya itu, ada sepasang  jepit rambut berwarna putih polos dengan bentuk kupu-kupu di ujungnya. Kyeopta! Apa barang-barang wanita sebagus ini?

“ apa’an sih? Aku tak perlu barang seperti itu “ tolakku mentah-mentah! Bukannya tak menginginkannya, jujur saja tak pernah ada yang memberiku barang untuk wanita seperti itu sebelumnya, kecuali eomaku yang sudah bosan mengurusiku. Bahkan myungsoo sekalipun! Jadi aku tak ingin dia yang menjadi pertama memberikan sesuatu seperti ini, he’s my enemy!

“ waeyo? Cocok kok untukmu! Terlihat cantik! “ deg! Mukaku memerah! Pasti memerah ! tangan namja itu terangkat , memasangkan jepit rambut itu di rambutku tanpa persetujuanku. Oh mian! Aku lupa, dia kan tak pernah mendengar perkataanku

“ mianhe! Aku harus pulang di luan!” dengan segera kulangkahkan kakiku menjauhinya, jujur saja! Aku tak bisa membayangkan apa yang akan di katakannya jika melihatku pipiku memerah hanya karena dirinya, bisa-bisa dia menuduhku menyukainya.hanya saja tangan itu, lagi-lagi tangan besar yang kuat itu menahanku

Piiiiiiiiipppppppp ppppppppiiiiiiiiiipppppppppp

“ yak! Apa kau cari mati sekarang? Aku mengerti kau sedang patah hati! Tapi tak begini caranya, setidaknya lihat lampu penyebrangan sebelum belari seperti itu, jika kau tertabrak bagaimana, bisa-bisa eoma’mu memarahiku, karena mengajakmu keluar dan tak menjagamu dengan baik” bentak namja itu padaku, wajar saja dia marah seperti itu, hampir saja nyawaku melayang  karena hal bodoh seperti  tadi, sebenarnya apa yang kupikirkn? Benar-benar pabo!

“ hahaha mianhe! Aku tak melihatnya tadi, dan terima kasih karena telah membantuku “ ucapku sepelan mungki, kulirik lampu penyebrangan yang berada di atasku! Sudah kembali hijau, namun tangan namaja itu masih melekat kuat di tanganku, seakan tak akan membiarkanku pergi begitu saja, atau mungkin hanya perasaanku

“ minho…………..”

“ kau tak kuat! Kau sama sekali tak kuat  untuk menanggung semuanya” aku hanya diam, aku mengerti, memang tak ada lagi yang bisa ku’ucapkan. Bukannya namja ini memang selalu sukses besar untuk mengunci mulutku? Namun ini beda, perkataan itu langsung mengena di hatiku, dadaku terasa sesak, dia bahkan berkata  berbeda dengan yang orang-orang sering katakan padaku, mungkin dia memang bodoh, saking bodohnya, dadaku serasa sesesak saat mendengarnya,  aku tak kuat? Terus bagaimana dengan yang orang-orang sering katakan padaku?

Aku kembali tertunduk, lagi-lagi ada satu hal yang membuat dadaku kembali menekan kuat. Kenapa aku harus melihatnya? Kenapa aku harus melihat itu semua? Kenapa harus aku?, kalian tahu, di sana ! di tempat kerumunan orang itu, ada myungsoo dan suzy yang sedang tertawa dengan cerianya, bukannya aku bermaksud iri, tapi dadaku sesak melihatnya, otak’ku penuh seakan tak ada yang bisa kupikirkan selain itu

“ kau apa’an sih? Aku tak apa-apa, jadi kau mengataiku lemah ? jangan bercanda choi minho! Sudah ah, aku ingin pulang! Anyoeng!” dengan segera kulangkahkan kakiku dengan cepat, bahkan terkesan seperti belari,  sebelum namja kurang ngajar itu  menahanku lagi, bukan bermaksud lari, hanya saja dia juga pasti sudah melihat suzy dan myungsoo sekarang, bisa-bisa dia mengasihaniku lagi, aku sudah cukup menyedihkan sekarang

Tes,tes

Air mata sialan! Kenapa ia harus jatuh sekarang? Aku benar-benar tak meginginkannya. Great! Sekarang aku benar-benar terlihat seperti seorang cewek lemah yang di tinggal pacarnya selingkuh.  Bukannya aku yang mengizinkan mereka pergi berdua? Tak apa-apa, aku kan KUAT!

^_^,^_^,^_^,^_^

“ pagi jiyeon! “ sapa seseorang padaku, aku yakin itu pasti suzy, tak akan ada yang menyapaku seramah ini selain dirinya. Sebenarnya aku tak ingin melihat dia dulu sekarang, kalian tahu, tadi malam aku benar-benar payah, aku menangis semalaman hingga mukaku kusut seperti pagi ini, bisa-bisa suzy tahu jika aku menangis karena dia dan myungsoo kemarin

“ pagi!” ucapku seadanya, bahkan terdengar pelan dan lemah, tak seperti biasanya, aku selalu berteriak-teriak seperti orang gila, tapi sekarang aku benar-benar tak bisa, topeng itu terlepas saat aku menangis semalaman

“ hmmmm!!! Sebenarnya aku kepikiran tentang yang kemarin! Aku takut kau salah paham dengan hubunganku bersama myungsoo” deg!  Apa nasibku semalang ini? setidaknya dia harus membahas tentang yang lain, kenapa harus myungsoo,? Bahkan mendengar namanya aku seperti ingin menangis lagi. Otak’ku terlalu penuh, kata-kata berbeda yang di ucapkan myungsoo dan minho melayang-layang di ikiranku

“ kau kan jiyeon yang kuat!”

“kau tak kuat! Kau sama sekali tak kuat untuk menanggung semuanya! “

“ kau apa-apa’an sih! Aku sama sekali tak memikirkannya! Tenang  saja”

“sebenarnya kemarin myungsoo hanya mengajakku jalan-jalan, tak ada yang istimewa, kau tak perlu khawatir, suasananya tak seperti kencan kok! “ pembohong! Aku melihatnya kemarin. Saat kau bercanda ria bersama namja itu, saat kau tersenyum begitu manis, saat namjja itu membalas senyummu dengan begitu bahagianya, suasananya tak seperti kencan, jangan bercanda!

“ mianhe! Aku diluan”  ucapku dengan cepat, kulangkahkan kakiku berlari menjauhinya, aku benar-benar jahat kan?

“ hei kau! Kau yoeja yang kemarin pergi ke karoeke  bersama minho bukan? “ tanya tiga orang yoeja yang tiba-tiba datang  mengerumuniku, entah ada apa lagi sekarang? Kenapa semua masalah harus datang kepadaku?

“ jika di lihat-lihat yoeja ini benar-benar biasa, tak ada yang istimewa, lihat saja gayanya! Benar-benar norak! Benar-benar tak cocok untuk minho” ucap sinis salah satu yoeja yang mengelilingiku. Memangnya siapa yang mau   di anggap cocok dengan namja itu?

“ kau? Apa kau ingin belagak jadi yoejachingu minho ha?kenapa? kau ingin numpang kepopuleran dengan minho?” bentak yoeja yang satunya lagi, kutarik napasku dalam-dalam! Aku benar-benar sudah tak sabar sekarang, jika badanku sudah tak lemah, sudah kutonjok ketiga yoej-yoeja ini, apa hidup mereka hanya di penuhi oleh namja sialan itu?

“ itu sama sekali bukan urusan kalian!” bentakku, jujur saja dadaku masih menindih hingga napasku benar-benar sesak, jika mereka ingin menambahnya lagi, kumohon besok atau lusa!

“yak! Belagu sekali kau!wanita biasa sepertimu apa yang kau sombongkan ha?jadi keperingatkan! Ini peringatan pertama an terakhir untuk kau, jangan pernah dekati minho” teriak mereka betiga bersamaan penuh emosi, bahkan salah satu yoeja itu sudah melayangkan tangannya ke arahku, aku yang bahkan berjalan dengan di seret-seret tentu saja hanya bisa melindungi diriku besiap untuk menerima hantaman

“ hentikan! “ teriak seseorang. Suaraitu benar-benar ku tahu, pasti namja sialan itu, untunglah dia datang tepat pada waktunya, setidaknya dia harus membantuku menghadapi masalah yang  di akibatkan kepopulerannya

“ m-m-m-minho “ lirih ke tiga yoeja itu gelagapan, mungkin takut karena  tertangkap basah seperti ini

“kau membela yoeja ini? “ tanya seorang yoeja  dengan ekspresi seakan tak percaya, mungki dipikirnya minho akan membelanya hanya karena dia lebih trendi

“ aku tak mengerti! Jadi jangan membuatku berpikir menggunakan otakku, kalian benar-benar tak jelas sama sekali. Sebenar siapa yang sok belagu?,jadi siapa yang belagak jadi yoejachinguku? “ ke tiga yoeja itu diam, mungkin memang namja kurang ngajar ini  memiliki bakat untuk menutup mulut semua orang dengan ucapan tajamnya itu, tapi syukurlah! Aku terselamatka dengan ucapan yang sering mengiris hatiku itu, ketiga yoeja itu pergi meninggalkan kami, mulut mereka terus menggerutu memakiku sepanjang jalan

“ he minho! Perkataanmu benar” lirihku pelan, tak banyak sisa tenaga yang bisa kupergunakan. Baru kali ini aku merasa benar-benar lemah, kenapa dadaku menindih hingga membuat mataku berair seperti ini?

“ aku sama sekali tak kuat seperti yang aku pikirkan dan orang-orang sering katakan, kau lihat sendirikan! Aku bahkan terlihat menyedihkan sekarang. Kau kuat! Kau kuat! Kau kuat! Hanya ucapan itu yang selalu kudengar! Makanya setelah mendengar kau berkata ‘kau tak cukup kuat ‘ membuat dadaku benar-benar sesak. Tentang perkataanmu yang sering mangatakan aku pabo, mungkin itu juga benar, kau tahu kan? Aku yang membiarkan suzy dan myungsoo pergi bedua seperti kemarin, tapi bodohnya aku malah melampiaskan kekesala dan sakit hatiku kepada suzy. Payah ya! Sekarang aku benar-benar yoeja yang jahat “

Tes.tes

Lagi-lagi air mata sialan ini menetes, untuk kesekian kalinya, namja di depanku ini yang selalu ku anggap msuhku melihat sisi memalukanku, tapi aku tak sanggup lagi, aku memang tak kuat, aku memang tak kuat untuk menahan semuanya, kulihat namja kurang ngajar itu mengangkat tangannya, dengan sekali gerakan, di tariknya tubuh lemasku ini kedalam pelukannya

“pabo! Kau tahu! Aku terus melihatmu! Selama ini aku terus melihatmu dan mengawasimu berjuang untuk menahan air matamu, makanya pada saat itu, aku berkata seperti itu “aneh! Perkataan ini sama sekali tak terdengar menyebalkan seperti biasanya, terdengar lembut dan benar-benar tulus, untuk pertama kalinya dalam hidupku aku menangis sejadi-jadinya dalam pelukan seorang namja, mungkin memang sejak dulu aku ingin menemukan seseorang yang mengerti diriku, bukan mengerti dengan apa yang kupasang, aku bahkan tak lebih dari manusia rapuh lainnya, bukan berarti terlihat  kuat , tapi aku benar-benar kuat bukan?

“ terima kasih “ ucapku tulus dengan senyum semanis mungkin yang kupunya, dengan cepat aku berlari meninggalkan namja kurang ngajar itu, aku harus segera meminta maap pada suzy, aku yang salah, aku membiarkan mereka, dan karena aku yang terlambat menyadarinya, tak seharusnya aku menyalahkan suzy, kulihat yoeja itu duduk sendiri di taman sambil menundukan kepalanya, kuyakin yoeja lemah itu pasti sedang menangis sekarang, dengan segera aku mempercepat lariku, kupeluk yoeja itu kuat-kuat dengan air mata yang masih mengalir di pipiku

“ mianhe! “ ucapku dengan terus memeluk yoeja itu, air mataku tak dapat kuhentikan lagi, entahlah bagaimana jadinya wajahku nantinya

“ huuuuwwwwwaaaaaa……….. mianhe jiyeon-na! Aku benar-benar tak bermaksud seperti itu, kupikir kau benar-benar akan terus marah seperti tadi selamanya, kupikir persahabatan kita akan berakhir begitu saja “ isak suzy , yoeja ini benar-benar cengeng, aku dapat merasa seragamku basah karena ulah tangisannya

“ada apa ini? “ tanya myungsoo yang entah kapan sudah berada di antara kami, aku hanya dapat tersenyum sebagai jawaban

^_^,^_^,^_^,^_^,^_^

“ hadiah kejutan? Jadi mereka berdua pergi untuk membelikanmu hadiah kejutan? “ tanya minho sedikit berteriak, mungkin ia tak percaya dengan penjelasan yang ku’ucapkan , aku hanya tersenyum, mungkin ini kali pertama aku  berbicara santai dengannya

“ ne! Aku bahkan lupa hari ulang tahunku, dan karena itu juga aku hampir memutuskan persahabtanku dengan sahabat terbaikku “ ucapku sedikit terkekeh, awalnya juga aku sangat terkejut, bahkan aku terpenganga di buat suzy dan myungsoo

“ terus? Kau mengizinkan myungsoo dan suzy pacaran? “ tanya namja itu tajam,tatapannya mengarah padaku, sama tajamnya dengan ucapannya

“ne! Aku bahkan memberikan mereka ucapan ‘selamat’ “

“ yak! PABO! IDIOT ! PAYAH”  bentak namja itu padaku, sepertinya sikap menyebalkannya muncul lagi

“ sudahlah ! kenapa jadi kau yang heboh sih? Aku sudah melupakannya! Lagian aku sudah merasa lega, terima kasih karena telah membiarkanku menangis di pelukanmu, sekarang aku merasa seperti membuka lembaran baru, sekarang aku yakin aku bisa untuk melangkah maju”aku hanya dapat memberikan senyumku, karena persaanku memang sedang merasa lega sekara, syukur perasaanku bisa menerima hubungan suzy dan myungsoo, sedangkan namja brengsek itu? Dia hanya diam, sambil terus memperhatikanku, entahlah apa menariknya, bahkan wajahku sedang kusut-kusutnya karena terus menangis dari semalam

“ syukurlah!” ucapnya tiba-tiba, senyum mengembang di wajahnya, entah ini benar atau memang hanya perasaanku, senyum ini tak membuatku ilFil, bahkan terkesan sedikit manis

“ setelah kupir-pikir! Kau susah ya untuk jatuh cinta! Bisa-bisa kau akan kawin tua “tuhan! Kenapa namja ini kau kembalikan menjadi namja menyebalkan seperti ini, mianhe! Akan kutarik kembali kata-kataku yang mengatakannya manis

“a-apa? Ternyata kau benar-benar menyebalkan,  kau terlalu banyak  mengurusi dan mengerjai orang lain, juga terlalu sering main game, bisa-bisa kau juga akan kawin di usia tua!”

“ benarkah? Jadi kita coco dong! “

“…………………..”

“ uwaaaaaaa,,, kenapa mukamu memerah, lehermu juga tuh “ stelah kupikir-pikir, mungkin aku akan lebih lama lagi haru s bersabar dengan namja ini

END

Bagaimana? Sekali lagi aku minta maap jika momentnya benar-benar kacau balau. Sumpah! Aku sama sekali tak berpengalaman, berhubung author sendiri masih berumur 14 tahun, mungkin masih terlalu muda untuk mengetahui lebih dari apa yang kuceritakan, jadi please untuk sekali lagi, aku membutuhkan commen yang atau kritikan dengan bahasa yang membangun

Advertisements

31 thoughts on “PABBO!!!!

  1. ceritanya keren..
    endingnya kenapa minji gak bersatu..
    dibuatin sequelnya dong 🙂
    aku tunggu kelanjutannya 🙂

  2. yeah.. gak sengaja terdampar ke blog ini..
    ternyata blognya banyak cerita keren saeng :*

    dulu, aku juga sama kaya kamu bikin ff diusia muda! bedanya kamu 14 tahun, aku 15 tahun
    emang bener sih, kalau kita seharusnya membuat ff selayaknya umur kita. jangan ampe kita bikin ff yg genrenya aneh2 trus kita gak tau lagi detilnya kaya gimana *read : cerita saeguk*

    eonnie suka ff buatan kamu, pure pemikiran anak umur 14tahun
    kelihatan emang natural dari tulisannya juga, gak kaya copy gaya tulisan orang lain!
    minho ama jiyeon sama-sama pabo!! eonnie harap mereka cepet pinter -__- *lol

    ganbatte saeng!!! (9’o’)9

  3. Minji emang cocokk dahhh kkkkkk
    Tapi endingnya Minji jadian apa ƍäªk thorr???

    Ide cerita nya menarik koq.. ∂ķΰ sukaa 😀

  4. Ahhh kok gantung sih thor.. Buat Minji bersatu donk. Udah nyesek baca part Myungsoo yang jadian sama Suzy *ngak ikhlas..

    Alurnya keren dah tapi kurang part penyelesaian thor. T.T

  5. aku mau muji feelnya dapet banget lumayan bikin bekaca-kaca ni mata,. TAPI banyak banget tulisan yang kacau penulisannya, ya mungkin efek buru2 tapi alangkah lebih baik kalo dirapiin biar biasa apalagi masih 14th masih sekolah bisa-bisa ditabok ibu bahasa indonesia mkalo salah-salah mulu ^^ kehkehkeh sam satu lagi ada beberapa kalimat slang (sehari-hari) yang masuk yang aku rasa kurang enak dibaca mungkin terlalu apa gitu, hehehe,. ga apa kan aku komen begini? hihi BTW TASTY GREAT ^^

    • Hmm nnt aku pikirin deh
      tp nggak janji lho
      soal.nya ad beberapa project ff yg sdng d kerjakan
      dan satu lagi!
      Jgn panggil aku author.
      Kesannya ky formal banget
      dan nama aku mmng bkn author
      umur aku 14 jdi terserah manggil apa asal jgn author

  6. Annyeong aku readers baru 🙂

    Yaa aku kira minji bersatu, padahal sudah penasaran.. Tapi daebak dehh Ff nya thorr;))
    Bahasa trlalu rumit thor, lebih ke bahasa yg mudah dicerna aja nde #mian

    Gomawo daebak!!!!! 😀

  7. yah, mrk knp ngak pacaran aja sih? Atau langsung nikah aja skalian #maksa #plak #abaikan #readerbykmaux
    Hehe
    Sequel dong, sequeeeel

  8. akhirnya masih gantung >.<!!!! tapi suka banget!!! minho benar2 cakep disini.. gak tanggung2 omongannya yang spontan dan frontal nusuk jiyeon banget!! gak pake pikir2 dulu *lahhh minho kan malas mikir hahaha.. tapi ketika jiyeon menyerah dg pertahanannya,, minho pun tak sungkan untuk menunjukan sisi lembutnya pada jiyeon.. tapi tetep abis itu cerewet lagi krn menurutnya jiyeon pabo~ iiihhh padahal minhonya juga pabo kan?! *masih gak nyadar jg dg semua perhatiannya pada jiyeon kkkk~

  9. Terdampar di blog ini….ffnya daebak, feelnya dpt, wlopun banyak typo, aku aj smp nangis wkt jiyeon cemburu liat myungzy, dan tersentuh sm kt2 minho yg bilang jiyeon pabo dan sama sekali ga kuat, alurnya dpt kok, pokoknya ini termasuk keren utk ff yg pengarangnya seusia dirimu, knp minji ga bersatu? Sequel ya saeng..jebal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s