CHANGE

change

title : change

Author : @windyverentnita

Main cast :- choi minho ‘SHINee ‘

–          Park jiyeon  ‘T-ara’

Lenght : oneshoot

Genre : romance

Rating :  tentuin sendiri yah !!

 Annyeong haseyo!!!!

Pertama-tama aku ingin minta maap yang sebesar-besarnya karena aku nggak ngeposting  sampai blog ini mungkin akan lumutan,jadi sebagai gantinya aku ngeposting 4 FF sekaligus, untuk cerita yang  tidak menarik aku benar-benar minta maaF, karena itulah kemampuanku, dan kuharapkan untuk para reader, aku menginginkan comment yang bertujuan untuk mengkritik dengan bahasa yang membangun,karena kritik yang kalian katakan yang akan membangun keinginanku untuk terus bergulat di dunia F F, dan satu lagi, ada beberapa cerita, yang kumuat berdasarkan komik yang kubaca, bukan semuanya kok, jadi nggak termaksud memplagiat, banyak hal yang kutambahkan di ke 4 FF ini,dan satu lagi, untuk beberapa moment yang kubuat aku lagi-lagi harus minta maap jika itu tak seperti yang kalian harapkan, karena satu yang harus kutegaskan, author masih berumur 14 tahun! Jadi sumpah! Aku sama sekali belum berpengalaman apa-apa, jadi aku benar-benar minta kerja samanya, karena aku hanya bisa mengambil adegan dari cerita dan adegan drama yang kunonton, I think jus it, so happy reading and leave a comment!

Jiyeon POV

Aku kembali menatap namja tersebut, namja dengan kepribadian yang mulai berubah.namja dulunya yang selalu terhiasi senyum menawan yang selalu mengembang di wajahnya yang bisa membuat semua  yoeja-yoeja  akan meleleh begitu saja tak terkecuali denganku.

Semanjak yoejachingu.nya krystal memutuskannya ,kepribadiannya mulai berubah, entah kemana senyum mempesona yang selalu mengembang di wajahnya?senyum itu hilang begitu saja dalam hitungan beberapa hari. Dia menjadi namja yang murung dan selalu menyendiri, tapi aku tahu kebaikan hatinya masih seperti dulu. Jujur saja aku benar-benar khawatir dengannya,  walaupun dulunya dia mempunyai yoejachingu yang kuketahui sangat dicintainya ,tapi entah megapa aku akan lebih memilih saat itu daripada sekarang. Dulu aku selalu berFikir yoeja itu pasti yang terbaik buatnya, hingga aku tak pernah memikirkan sebuah kesempatan untukku dapat  menjadi yoejachingu.nya .walaupun bukan aku yang ada di hatinya tapi setidaknya karena yoeja itulah minho dapat tersenyum sehingga aku menyukainya dalam 2 tahun ini .tapi lihat sekarang! Dia duduk murung menyendiri di bangku kantin dengan tatapan kosong memandang keluar jendela. Entah apa alasan krystal untuk memutuskan minho. 2 minggu aku sudah menekan perasaanku utuk tidak melakukn sesuatu yang tidak dapat kukendalikan nantinya, tapi aku benar-benar tak tahan melihat.nya terus-menerus mratapi yoeja tersebut. Dia bahkan tak bergerak satu langkahpun untuk maju ke kehidupan lebih baik lagi atau bahkan kembali ke kehidupannya yang baik dan dan ceria seperti dulu

Hingga kejadian  ini terjadi, sesuatu kejadian yang tak dapat perasaanku kendalikan, tetapi memberikanku sebuah kesempatan . kesempatan yang bahkan tak pernah kubayangkan. Menuntunku ke kebahagiaan mungkin?

*****

Auhor POV

Jiyeon melangkahkan kakinya tak karuan, entah bagaimana perasaannya sekarang. Tapi yang pasti di sedang menghampiri sebuah meja yang hanya di duduki seorang namja yang duduk manis dengan tatapan kosong. Entah dia sedang melihat pemandangan di luar jendela atau memikirkan sesuatu

“ annyeong haseyo..!!! “ sapa jiyeon pada namja tersebut, setelah di benar-benar sedang berdiri tegap di hadapan namja tersebut. Dia mengeluarkan seulas senyum manis seakan dia sudah terbiasa berbicara dengan namja ini, padahal nyatanya tanpa diketahui seorangpun,jiyeon diam-diam meramas rok.nya kuat-kuat mencoba menguatkan diri

“ annyoeng…!!! “ balas namja tersebut tak kalah ramahnya, walau sebenarnya senyum.nya tak semenawan yang tak mungkin pernah hilang dari ingatan jiyeon. Tapi tetap saja jiyeon merasa senang, setidaknya namja ini benar-benar orang yang baik hati

“park jiyeon immida….!!” jiyeon mulai memperkenalkan dirinya, sambil menjulurkan tangan kanannya. Tak lupa senyum yang masih saja mengembang di wajahnya

“ ah ne, choi minho immida!! “ minho berdiri dari kursinya berusaha menyeimbangi diri dangan jiyon yang sedang berdiri dan membalas uluran tangan jiyeon. Kemudian minho mempersilakan jiyeon duduk di depan bangkunya.

“ ada apa jiyeon-ssi? Apa ada perlu? “ tanya minho sambil tetap tersenyum, jiyeon rasa mungkin ini memang yang membuat minho disukai banyak yoeja-yoeja itu

“mmmm begini! Sebenarnya aku menghampirimu untuk……… “ jiyeon makin meramas rok seragamnya, dia menggigit bibir bawahnya kemudian menghembuskan naFasnya dalam-dalam

“ hmmmm ? “ minho hanya terlihat bingung

“maksudku begini! Mungkin aku terlihat sebagi yoeja gila, karena mengatakanya secara mendadak, bahkan sebelumnya kita tak pernah bertegur sapa.tapi aku benar-benar sudah memperhatikanmu selama 2 tahun ini, tapi aku hanya yoeja biasa  yang tak ingin melihat kebahagian orang yang dicintainya rusak karena dirinya sendiri. Minho-ssi, aku menyukaimu….!!! “

“…….” tak ada kata-kata yang keluar dari mulut minho, dia hanya menunduk dan senyum yang dari tadi dipertahankannya berubah menjadi raut wajah yang serius, minho seperti sedang berFikir keras

“dulu aku selalu menyemangati diriku sendiri dengan berkata ‘bukankah senyum itu yang selalu menyemangatimu dan membuatmu bertahan bila merasa sedih. Jadi kau juga harus mendukung minho dan krystal, karena hanya yoeja itulah yang akan membuatnya tertawa mempesona seperti yang selalu ada dalam Fikiranmu. Jiyeon hwaiting!!!’  tapi aku berubah Fikiran setelah melihat perubahan sikapmu setelah ditinggal oleh krystal, senyum itu sudah tak terpampang manis lagi di wajahmu. Hanya muka sedih dan tatapan kosong yang tertinggal disana. Jeball!! Mungkin aku terdenga egois, tapi setidaknya berikan aku sebuah kesempatan.!! Aku berjanji. Jika kau tak kunjung menyukaiku aku akan pergi meninggalkanmu! “ jiyeon sudah tertunduk lesu, dia memejamkan matanya dan sekali lagi menarik naFasnya dala-dalam. Mungkin dia akan ditertawakan, itulah yang tersirat diFikirannya.  Tapi mau tidak mau dia harus mengangkat wajahnya lagi dan menerima semua jawaban yang akan dikeluarkan dari mulut minho, karena dia yang sudah berani memulai ini semua.

“ apa kau tak takut aku akan menyakitimu nantinya? “ dengan segera jiyeon menggelengkan kepalanya. Minho kembali menunduk, kemudian menatap mata jiyeon lekat-lekat

Jiyeon membelakkan mata indahnya itu, bukan seperti yang diFikirannya, minho malah trsenyum simpul walau masih tetap tak seindah senyum.nya yang dulu

“ baiklah “

***********

Bruukk, bruukk,bruukkk

Lagi-lagi jiyeon memukul mejanya sekencang-kencangnya, dia sama sekali tak peduli dengan tatapan aneh orang-orang yang sedang melihat karahnya. Dia hanya terus merutuki dirinya sendiri, bagaimana bisa dia melakukan sesuatu yang ceroboh seperti kemarin. Bagaimana dia harus bertemu dengan minho nantinya, reaksi seperti apa yang harus dia pasangnya.

“ minho pasti tak sungguh-sungguh, dia pasti sedang mengerjaiku “lagi-lagi kata-kata itu yang keluar dari mulut mungil jiyeon, entah sudah berapa kali dia mengulang kata-kata itu

“ tapi kenapa dia bercanda tentang hal seperti itu? “ sekarang jiyeon sudah berteriak sendiri lagi, tatapan orang di kelasnya  semakin menatapnya aneh

“tapi dia bukan tipe orang yang senang mengerjai orang bukan? “ jiyeon sudah berteriak lebih keras lagi dari yang tadi

“ tak bisakah kau diam sebentar jiyeon? Kami tahu kau sedang pusing, tapi bisakan kau diam biar sebentar saja.  Kami sedang mengerjakan sesuatu, jadi sebaiknya kau mencari sesuatu yang bisa kau kerjakan agar kau tak berteriak-teriak seperti itu“

“ ah mianhe, aku akan diam mulai sekarang ! “ jiyeon langsung membekap mulutnya agar teman-temannya itu kembali mengerjakan pekerjaan yang harusnya mereka kerjakan

“ jiyeon kau di cari seseorang “ ucap salah satu teman jiyeon di kelas

“ nugu ? “

“kalau tak salah dia namja populer dari kelas sebelah. Minho, ya namanya choi minho “

“ MWO? Jadi dia benar-benar serius? “ jiyeon tak dapat menyembunyikan ekspresi terkejutnya, dia sudah berteriak lagi. Tapi sekarang dia tak mendapat tatapan aneh,  malahan teman-temannya datang menghampirinya dan menanyak rentetan pertanyaan yang jiyeon sendiri tak bisa menjawabnya. Mulai dari, ‘ ada hubungan apa kau dan choi minho? ‘ ‘kenapa dia datang mencarimu? ‘.

“ kau lama sekali “ ucap minho yang entah sejak kapan sudah berada di kelas jiyeon, dan menghebohkannya lagi dia berjalan kearah jiyeon. Hingga seluruh teman jiyeon yang mengerumuninya tadi langsung menyingkir satu perstu.

“k-k-kenapa kau di sini? “ tanya jiyeon dengan nada suara tercekat miliknya, mata indah milik yoeja itu membulat, bahkan mukanya ikut memucat, di liriknya yoeja-yoeja yang ada di sekililingnya, tatapan mereka seakan berkata kau berhutang cerita pada kami

“bagaimana bisa kau melupakannya, kau yang datang menemuiku. Dan sekarang di depan teman-temanmu kau berpura-pura tak mengingatnya. Aku lapar, ayo temani aku makan! “ ucap minho dengan muka datar tanpa ekspresi, di rongonya  saku celana miliknya kemudian mulai memainkan handphonenya

“ ba-baiklah “ jiyeon hanya menjawabnya dengan terbata-bata dengan ekspresi masih tak percayanya, jiyeon  melangkah mengikuti  arah jalan minho, kemudian dia berhenti dan duduk di salah satu kursi dekat jendela di kantin.

“ kau tak ingin memesan? “ tanyanya pada jiyeon

“hhmmm,, ha? Aku? A, anu. Aku milkshake saja “

“ baiklah “ minho berdiri dari tempat duduknya itu kemudian pergi memesan makan yang akan mereka pesan

“kenapa kau begitu canggung sekarang? Kemarin kau baik-baik saja saat berbicara padaku. Kenapa sekarang seperti ini? “

“ mianhe minho. Aku hanya gugup, ya aku sedang gugup “

“ bersikap biasa saja, itu akan lebih mudah nantinya. Aku juga akan berusaha “

“ maksudmu? “

“ anieo lupakan saja! “

“ arassoe “

****

Jiyeon POV

Sebulan semenjak kejadian itu, aku benar-benar senang karena semuanya berjalan lancar. Ya walau boleh di bilang itu lebih terlihat seperti  sebuah perjanjian. Tapi aku akan tetap menganggap itu sebagai pernyataan yang diterima. Minho benar-benar orang yang baik, dia sudah mulai terbuka padaku, dia juga memperlakukanku layaknya yoejachingunya. Sekarang aku juga lebih terbuka padanya, bahkan mungkin banyak bicara. Terkadang minho juga menceritakan mantan yoejachingunya krystal itu, tapi biarlah aku akan mendengarkan apapun yang akan dikatakannya asalkan itu bisa membuatnya nyaman berada di sampingku

“minho-a “ teriakku memanggil nama namja itu, aku sudah melompat-lompat agar dia bisa melihatku, karena banyak sekali namja-namja jakun yang berdiri di depanku

“ ne, chakaman! “ucapnya pelan sambil berjalan menemuiku

“ bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan lagi?   “ ajakku dengan tersenyum paling manis yang kupunya, kukedipkan-kedipkan mataku mencoba untuk merayunya

“ lagi? “ tanyanya sedikit kaget, ya memang! Setiap pulang sekolah aku selalu saja mengajaknya pergi , mau bagaimana lagi, saat sampai di rumah aku pasti langsung merindukannya

“ne” jawabku mengangguk, kutarik kembali ujung bibirku hingga melengkung membentuk senyum, kulihat ia sedikit berpikir, kemudian kembali menatapku

“ arassoe, pergi ke mana? “ jawabnya akhirnya, senyum yang kupasang tadi berubah menjadi tawa kecil yang tak terlalu keras. Dia namja yang baik bukan? Aku benar-benar bersyukur mendapat kesempatan itu

“ terserah kau saja, aku akan mengikutimu”

“mmmmm, main ice skatting saja yah? “

“ mwo? Andwe! I can’t do that “

“ kau ini bagaimana?, kau sendiri bukan yang menyuruhku memilih? “

“arassoe, tapi kau harus mengajariku, otthe? “

“ ne kajja! “

Dengan segera aku dan minho menuju tempat ice skkating, di dalam mobil aku hanya bercerita banyak dengannya. Sepertinya aku terlalu banyak bicara, tapi biarlah. Selagi minho tak mengamuk dengan apa yang kulakukan. Setelah sampai aku langsung berlari masuk untuk menuju tempat ice skatting, karena terlalu bersemangat aku sampai lupa kalau aku tak tahu cara memainkannya

Bruuukkk

“ auuuwww…….. “ ringisku kesakitan, bagaimana tidak! Pantatku mendarat dengan sempurna tanpa menggunakan alas

“ hahahahahah……….. “ sepertinya minho menertawakanku, dapat ku maklumi kok. Mwo? Tertawa? Apa dia sekarang benar-benar tertawa? Ini pertama kalinya, benar-benar pertama kalinya ia tertawa lepas seperti ini saat bersamaku, biasanya ia hanya tersenyum atau tertawa kecil

“ kenapa kau terus memerhatikanku seperti itu? “ tanyanya setelah menyadari aku hanya terus memandanginya, bagaimana mungkin aku melewatkan  moment penting ini begitu saja, akan kucatat di buku harianku,hari ini tanggal 16 july 2013 untuk pertama kalinya orang ku sukai tertawa lepas karenaku

“anieo, kau benar-benar tampan saat tertawa”  aku hanya tertawa kecil saat mengucapkan itu, sambil mengelus-elus kepalaku pelan, aku pasti sudah gila sekarang

“ne? “

“ habisnya baru kali ini aku melihatmu tertawa lepas seperti ini, selama ini kau sanga terlihat rapuh, tapi ternyata kau menyembunyikan senyum manismu seperti ini”

“ mungki kaarena kehidupanku yang buruk “

“ bagaimana mungkin kehidupanmu buruk? Kau adalah namja yang tampan, pintar, semua yoeja ingin bersamamu. Bahkan kau bisa mendapatkan krystall  yang kau cintai, tapi tetap saja kau terlihat rapuh “ kataku dengan sepelan mungkin, takut ia akan  marah dengan apa yang ku’ucapkan, tapi memang ini yang selalu kuperhatikan darinya, ia memang sering tertawa saat bersama krystal, tapi matanya takbisa membohongi dirinya, saat  tertawa aku pasti akan langsung menatap ke matanya,

“ seperti yang kuduga, semua orang hanya melihat dari Fisik saja. Tidak semua dapat kau nilai hanya dengan melihatnya saja. ada beberapa hal yang harus kau cermati dengan seksama”

“ maksudmu? “

“ aku tak terlalu bahagia, mungkin orang-orang tak pernah melihatnya. Tapi krystall selalu saja menuntut sesuatu padaku, dia bahkan mungkin tak pernah memikirkan bagaimana perasaanku nantinya. Padahal aku benar-benar menyukainya saat itu. Saat dia minta putus denganku, dia berkata menyesal telah mau menjadikanku namjachingunya, padahal karena aku hanya terlambat menjemputnya saat dia les biola. Saat itu aku tak tahu harus merasa senang atau tidak. Di satu sisi aku sangat menyukainya dan di sisi lain aku terbebas dari berbagai tuntuannya. Saat aku terus berdiam diri saat kami putus, sebenarnya aku sedang bimbang, apa aku harus merasa senang, atau menyesal karena telah melepas orang yang kucintai “

“ hanya karena terlambat?apa hanya karena terlambat?“

“ sebenarnya dia juga berkata bahwa dia bosan berhubungan denganku!, menurutnya semuanya terasa datar, menurutnya aku hanya bisa memberikan cintaku tanpa bisa membahagiakannya. Mau bagaimana lagi, aku sudah berusaha semampuku, itu semua sudah di luar kemampuanku, sebagai manusia aku juga mempunyai keperluan yang harus kukerjakan, bukan hanya menjemput, mengantar, dan bermain bersamanya!sudahlah tak usah dibahas! Ayo kita bermain saja “ aku hanya diam , jadi selama ini dia melewati hari yang seperti ini, kupikir setelah sebulan berpacaran dengannya aku sudah mulai mengerti apa yang di rasakan namja ini, tapi kalian lihat? Aku tak lebih dari yoeja-yoeja yang tak mengerti apa-apa tentang dirinya. Mungkin karena itu dia terus menuruti kemauanku, ia hanya tak ingin  kejadian itu berulang untuk yang kedua kalinya

“ minho-a chakaman! “panggilku sedikit  keras, berhubung tempat-tempat ini sedang ramai-ramainya

“ waeyo? “

“ apa kau masih menyukai krystall ? “ tanyaku sedikit berharap dia akan menjawab tidak.bukan seperti yang kalian pikirkan, walau bukan diriku yang akan ada di hatinya, setidaknya jangan yoeja yang akan membuatnyamenderita seperti itu lagi Aku melihatnya mengerutkan keningnya bertanda dia sedang memikirkan jawabannya dengan keras

“ mungkin masih “ haaaa…. habislah harapanku, aku sudah melakukan semuanya semampuku, tapi itu semua tak membuat posisi yoeja itu tergeser olehku, apa aku tak semenarik itu?

Minho kembali berdiri dan dengan sabarnya dia mengajariku bermain ice skatting. Berkali-kali aku terjatuh yang sakitnya itu luar biasa, tapi bukan jiyeon namanya jika menyerah begitu saja. Aku mendongkak’kan kepalaku menatap minho, dia benar-benar serius mengajariku cara bermain permainan ini. benar-benar namja yang baik, andai saja aku seberuntung krystall bisa di cintai oleh namja satu ini. aku benar-benar ingin memilikinya seutuhnya. Ha jiyeon-na, apa yang kau Fikirkan? Bersyukurlah sedikit. Bisa menjadi sedekat ini saja dengannya sudah merupakan keajaibanmu, kau bahkan mungkin sudah memakai seluruh ke ajaibanmu untuk beberapa tahun kedepannya

Setelah selesai bermain ice skatting aku meminta minho untuk singgah di salah satu Food court terdekat, karena jujr saja. Sekarang aku benar-benar lapar, dari pagi tadi aku sama sekali tak memakan apa-apa. Karena saat istirahas saem wang si guru killer itu malah menyuruhku untuk membantunya

“ minho-a kau tak perlu memesan! Biar aku saja yang pesankan oke? “tanyaku denagn memasang muka berseri-seri. Sedangkan minho hanya mengangguk kecil tanda dia mengiyakan keinginanku

Setelah makanan yang kami pesan tiba, aku langsung menyantap makananku. Namun tiap kali aku mellihat minho ingin mengambil makananya, reFleks saja aku mendahuluinya dan meynuapinya makanan

“ enak bukan? “

“ ne “

“ kau makan lewat mulut atau pipi sih?, ini bersikan! “ aku menyodorkan minho sekotak tissue untuk membersikan sisa makan di pipinya, namja ini memang sangat berantakan saat makan, pasti orang tuanya merasa berat saat mengajar namja ini makan

“ kenapa kau begitu baik padaku? “ lagi,lagi dia bertanya pertanyaan itu, entah sudah berapa kali dia menanyakan padaku dalam satu bulan ini, bukankah jawabannya benar-benar terlihat jelas? Bahkan aku sudah menyatakan perasaanku

“karena aku menyukainmu “

****

“ apa kau bisa mengulangnya? Aku sedikit tak mendengarnya  tadi “ ucapku pada minho dengan pura-pura tak mendengar, bibirku yang melengkung membentuk senyum terus kukeluarkan

“ ya sudah jika kau tak mau, aku bisa mengajak orang lain “ ucapnya dengan datar, aku hanya sedikit mengerjainya karena baru kali ini ia ingin mengajakku jalan, biasanya selalu aku yang memaksanya untuk pergi ke suatu tempat

“ hahahhahahaha, aku hanya bercanda.  Tak mungkin aku tak mau menemanimu, kau ingin ke mana tuan choi minho? “ tanyaku akhirnya, benar-benar lucu mengerjai namja ini, ekspresi-ekspresi yang di keluarkannya di luar dari khayalanku

“  aku ingin pergi ke butik untuk membelikan eomaku baju sebagai hadiah, dan karena hanya kau yoeja yang dekat denganku saat ini, aku ingin kau memilihkan baju yang bagus untuk eoma.kau tak keberatan kan? “ aku kembali tertawa kecil, namja ini masih saja enggan padaku, mana mungkin aku tak akan menemaninya, terlebih lagi untuk membelikan eomanya baju sebagai hadiah ulang tahun, anak yang baik!

“ arrasoe,kajja “ aku berjalan diluan mendahuluinya, aku membuka pintu mobilnya kemudian masuk begitu saja. Dia terlalu baik dengaku  sekarang, apa sedikit demi sedikit ia sudah bisa menerima keberadaanku?andai saja ada sebuah keajaiban yang bisa terjadi. Perjalanan ke butik sama sekali tak terasa olehku, selama perjalanan aku terus saja berkutat dengan perasaan minho padaku. Jujur saja, mungkin jika sekarang aku di suruh merelakannya, aku pasti akan menjawab aku tak akan pernah untuk meninggalkannya

“ minho-a chakaman “ aku menahan lengannya yang besar itu saat ingin membuka pintu butik, aku mendongkak’kan kepalaku kemudian menatapnya sedikit tak berani

“ hmmm, waeyo? “ jawabnya sambil tersenyum manis, entah sudah berapa lama aku sudah merasa sering melihat senyum itu

“ apa kau belum bisa melupakan krystal? “ aku sudah menatapnya serius, berharap ada sebuah kata yang membuatku sedikit memiliki harapan lagi

“memangnya kenapa? “

“ jeball, kau hanya harus menjawabnya! “

“molla “

“huFFFFFtttttttttt,,,,, jadi belum bisa ya? “  aku menundukkan kepaku, mataku sedikit memburam, oh god kumohon jangan buat aku meneteskan air mata saat ini

“ memang ada apa park jiyeon? “

“ anieo, aku hanya sedang merutuki diriku sendiri karana dengan gampangnya persaanku padamu bertambah begitu besar. Aku sedang berusaha agar suatu saat bila aku tak bisa menepati janjiku aku akan mampu untuk merelakanmu “ aku menunduk, jujur saja mataku sudah mulai ber’air, andai saja aku tak berjanji pada diriku sendiri tak akan memperlihatkan air mataku di depan namja ini, aku pasti sudah menangis sekarang, akan kutahan, karena aku masih berada di tengah-tengah keajaiban yang kumiliki

“ apa yang kau bicarakan? “

“Forget it, kajja! Kau ingin memilih baju untuk ibu’mu kan? “ aku menarik tangannya memasuki butik, aku sengaja melakukan itu, kalau tidak, bisa-bisa air mataku benar-benar tak akan bisa tertahankan. Semakin hari ia benar-benar semakin baik, tapi bukan senang aku malah memikirkan perpisahan yang mungkin akan terjadi. Aku tak tau kenapa aku semakin rapu seperti itu, seingatku aku seorang park jiyeon yang penuh dengan semangat

“ bagaimana dengan yang ini? “ aku menjulurkan  sebuah gaun putih panjang kepada minho

“ bagus “ ucapnya sederhana

“ kalau yang ini? “ aku menjulurkan gaun yang modelnya agak berbeda dari yang tadi

“bagus “ ucapnya lagi, sudah 10 baju yang kuperlihatkan, dan dia hanya menjawabnya dengan kata ‘bagus’

“ya! Kau berkata semuanya bagus. Jika begitu kau beli semuanya saja kalau begitu “

“ kau ini bagaimana? Aku mengajakmu karena aku yakin kau bisa menemukan yang yang baik dan sesuai dengan seleran eoma’ku. Jika aku berkata ini bagus, itu bagus, dan ini juga bagus. Kau harus memilih yang terbagus antra semua itu”

“ arra, arra. “ aku kembali lagi melihat  tiga baju yang sempat kupilih, semuanya memang benar-benar terlihat bagus, mungkin yang putih terlihat bagus untuk orang simple sepertiku

“ minho-a kalau yang ini bagaimana? “aku menawarkan baju itu lagi pada minho, sedangkan yang di tawarkan malah tak mendengarkan , ia malah asyik dengan salah satu gaun pendek berwarna kuning yang terlihat begitu mewah, tapi sepertinya gaun itu benar-benar tak akan cocok untuk seorang yoeja yang sudah menyandang  kata eoma

“ya choi minho! Kau tak brencana untuk membelikan ibumu itu bukaan?” kataku sedikit keras di tepat di telinganya, spontan saja ia langsung menjauh sambil memgang dadanya, aku hanya tertawa kecil, benar-benar menyenangkan mengerjai namja ini

“ anieo! Kau sudah dapat baju untuk eomaku? “ tanyanya setelah mungkin detak jantugnya kembali normal, aku hanya tersenyum, kemudian  mengangkat baju putih yang simple tapi terkesan mewah yang kurasa itu lumayan

“ baiklah! Kau mengetahui selera eomaku ya! Aku akan membayarnya dulu, kau tunggu saja di mobil”aku hany mengangguk, kulangkahkan kakiku menuju mobil, aku hanya memutar music yang lagi hitz saat ini untuk mengurangi kebosanan, sekitar 15 menit menunggu minho kembali yang  membawa 2 tas belanjaan di tangannya

“ dua? “ tanyaku sedikit heran , seingatku aku hanya memilih  satu gaun, tapi kenapa dia membawa dua tas di tangannya?

“ ah ne! Aku suka sekali gaun kuning selutut yang kulihat tadi, jadi aku membelikannya untukmu” aku hanya diam, tak ada kata-kata yang dapat mewakili perasaanku, namja ini terlalu baik, ia benar-benar terlalu baik kepadaku, bukannya tak senang dengan kebaikannya, tapi setelah kupikir itu semua yang akan membuatku susah untuk melupakannya, bukannya pesimis, susah untuk menyorong seseorang di hati namja baik sepertinya, aku hanya menunduk , kupalingkan mukaku ke arah luar jendela, benar-benar tak berani untuk menatap ke arah matanya lagi

“ waeyo? Kau tak menyukainya? “ tanya sedikit pelan, mungkin sedikit kecewa dengan perlakuanku, tapi mau bagaimana lagi, namja ini terlalu baik

“ anieo! Hanya saja kau terlalu baik, entah mengapa setiap kau bersikap baik, aku semakin memikirkan bagaimana sakitnya perpisahan, aku hanya berpikir bagaimana aku mengobati diriku sendiri nantinya? Sekarang perasaanku benar-benar semakin bertambah, sedangkan aku sama sekali tak menggeser posisi krystall, bagaimanapun aku sudah berjanji untuk meninggalkanmu jika aku tak bisa membuatmu menyukaiku” lirihku pelan, namja itu hanya bisa menatapku, tangannya terangkat membelai pelan rambutku, bukannya merasa terhibur aku menenggelamkan kepalaku, sekarang aku benar-benar takut, bagaimana jika aku kehilangannya, aku pasti akan benar-benar merindukan kebaikannya.

“ jangan memikirkan kemungkinan mengerikan seperti itu! Nikmati saja apa yang sedang terjadi saat ini, bahkan jika kau sudah berusaha dari sekarang, itu tak akan mengubah apa-apa. Tak ada yang bisa mengalahkan perasaan, hanya waktu yang bisa mengikisnya secara perlahan. Jadi berhentilah memikirkan masa depan seperti itu , semua hanya akan membuang waktu indahmu seperti sekarang, selagi kau masih bisa menikmatinya, kenapa tidak? Intinya, berhentilah berpikir seperti itu, dan ambil gaun ini! aku memilihnya khusus buatmu, dan kau mau memakainya di pesta dansa lusa’kan?” aku hanya mengangguk  pelan! Mungkin benar apa yang di katakannya, mungkin aku memang harus menikmati apa yang kudapatkan sekarang

^_^,^_^,^_^,^_^

“eoma bagaimana cocok tidak? Aku sudah cantik belum? Make-up’ku bagaimana? Sepatuku bagus-kan? Oh ya tatanan rambutku? parFume-ku harume kan? “ tanyaku bertubi-tubi pada eomaku, hari ini pesta dansa yang di katakan minho, aku sedang memakai baju yang dibelikan olehnya, benar-benar pas di tubuhku, hari ini aku hanya memakai gaun kuning selutut itu, dengan rambut yang ku’kuncir, kata eoma sih! Kalau pergi pesta dansa bagusnya rambutnya di’ikat, tapi entahlah untuk apa! Saat aku bertanya eoma hanya menjawabnya dengan ‘ nanti juga kau akan tahu’, make-up’ku sih entahlah bagaimana, aku tak menggunakan tata rias proFesional, aku merias diriku sendiri, karena aku tak suka dengan make-up yang terlalu tebal. Sedangkan untuk parFume aku hanya menggunakan sedikit di baju dan sedikit di pergelangan tangan , leher dan bahu

“ ne,ne bajumu cocok! Rambutmu oke! Kau juga sudah cantik!  Make-up’mu natural,sepatus juga cocok, serta perFume juga harum, sudah ya! Pokoknya ankn eoma sudah oke! Akan kupastikan choi minho pasti akan menyukainmu, jadi berhentilah khawatir seperti itu, bahkan mungkin seluruh namja akan menyukaimu” aku hanya tersenyum, eoma memang selalu tahu bagaimna cara  memujiku, aku kembali menatap diriku di cermin, bukannya tak percaya kata eoma. Kalian tahu bukan bagaimana ke khawatiran wanita seperti apa?

Piiiiippppppppppp, piiiiiiiipppp

“ sepertinya itu minho, eoma aku pergi “ teriakku sambil belari, ku dengar eoma meneriaki kata hati-hati setelah aku mulai menjauh, kubuka pintu mobil milik minho, untuk sementara ia hanya diam, kemudian mulai tersenyum seperti ada yang lucu

“ sepeti dugaanku, ternyata memang cocok untukmu! “aku menundukan kepalaku, mukaku pasti memerah, bahkan dia mengatakan secara tersenyum, apa dia orang yng asal bicara seperti ini, aku langsung duduk, tanpa membalas pujiannya, tak ada kata yang bisa kukeluarkan saat ini, aku mungkin terlalu senang. Selama perjalan tak banyak hal yang kami bicarakan, hanya beberapa pertanyaan ringan yang sering di bicarakan, hingga kami sampai pada sekolah kami, ne! Pesta dansa itu di adakan di uditorium, osis lebih memilih tempat itu daripada gedung-gedung mewah yang ada di seoul, berpikr tentang harga sewa! Serta sekolah juga sudah merancang auditorium hingga sebesar ini, untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini, aku dan minho berjalan pelan memasuki  sekolah, sudah ada beberapa siswa yang datang dengan setelan  Formal milik mereka

Saat sampai di auditorium aku dan minho hanya duduk sebentar sambil mengambil minum yang tersedia di atas meja, tak banyak yang kami bicarakan, entah  kenapa kecanggungan  menyelimuti kami, bahkan aku pun yang sangat cerewet ini, tak mampu berkata apa-apa. Hingga sebuah music yang merdu di putar, spontan saja seluruh orang berdiri, memulai acara pokok dari pesta ini, hanya tinggal aku dan minho yang masih duduk di soFa sekarang, entahlah! Aku sedang bermimpi atau tidak,tapi yang pasti tangan itu terjulur kearahku, spontan saja aku langsung melihat ke arahnya

“ mau berdansa? “ tanyanya padaku sambil tersenyum sangat manis, untuk sementara aku hanya diam bahkan aku sampai tak berkedip, kuperhatikan wajahnya hingga ia mengerutkan keningnya karena aku tak kunjung  menjawab pertanyaannya, bibirku melengkung membentuk senyum, lansgung kusambar tangannya yang terjulur kearahku

“ tentu saja “ kulihat ia hanya tersenyum kearahku mendengar apa yang kukatakan, kami berjalan pelan kearah lantai auditorium yang se karang di sulap oleh anggota osis menjadi lantai dansa, kulingkarkan tanganku di leher namja yang kucintai ini, begitu juga dengannya, di lingkarkan tangannya di pinggangku, sontak saja mukaku terasa panas, untuk sesaat aku menundukan kepalaku, aku menarik napasku  dan menghembuskannya  sedikit kasar.jujur saja ! aku senang, bahkan kelewatan senang, dulu aku tak pernah berpikir bisa menjadi seperti ini, aku bisa sedekat ini  dengannya. Entahlah ini takdir atau aku hanya menggunakan seluruh keajaiban yang kupunya, tapi satu yang kutahu, aku tak akan pernah berpikir untuk menyesal lagi jika aku harus berpisah dengannya, setidaknya aku sudah merasakan bagaimana hangat dan baik-nya namja ini, aku akan benar-benar berterima kasih pada tuhan sudah memberikanku kesempatan, aku akan mengingat malam ini, malam di mana  aku tahu bahwa tuhan sangat menyayangiku

“ ada yang ingin kukatakan padamu! “ ucap minho tersenyum, tangannya menarik tubuku semakin mendekat ke arahnya, sontak saja aku membelakkan mataku, siapa yang tak akan kaget jika di perlakukan seperti itu?, tapi itu tak dihiraukan oleh minho, namja ini hanya makin mendekatkan tubuhnya, kepalanya di sandarkannya di bahu milikku, aku yang masih belum bisa mencerna apa-apa nyaris jatuh karena lemasnya

“ parFume milikmu harum” lirih namja itu di bahuku, namja itu menarik naFasnya pelan mencoba menghirp kembali parFume  milikku, setelah beberapa lama kemudian ia kembali menghembuskannya, aku sedikit mengeliat, merasa geli di pundakku karena hembusan naFas minho,mungkin bulu-bulu kudukku berdiri saking tegangnya, jadi ini maksud eoma menyuruhku mengikat rambutku

“ jiyeon-na! Ada yang ingin kukatakan, aku sudah memikirkannya beberapa hari ini, dan keputusanku sudah bulat, mulai saat ini ayo kita mulai semuanya dari………..” belum sempat minho melanjutkan kata-katanya, ada seseorang yang menabrak kami secara kasar, hampir saja aku mendaratkan tubuhku secara kasar dengan Cuma-Cuma, untung saja ada tangan minho yang sigap menarikku dengan segera

“ mianhe “ ucap yoeja yang menabrak kami itu sambil menunduk, yoeja itu mengangkat kepalanya, sontak tubuhku terasa membeku, seperti tak ada lagi pelumas yang mau mengerakkan sendi-sendiku, kulirik minho yang ada di sampingku, namja itu juga sama terkejutnya denganku, dia hanya diam mematung sepertiku

“ krystal!” lirih minho pelan, nyaris sama sekali tak terdengar, andai saja aku tak memFokuskan seluruh inderaku ke arah mereka berdua, aku juga tak mungkin mendengar lirihannya, sedangkan yoeja yang menabrak kami itu diam, dandanannya berantakan, bahkan eyerliner yang di kenakannnya meluntur karena air matanya, rambutnya juga sudah mulai tak beraturan, lebih tepatnya yoeja ini sedang kacau sekarang , di tatapnya minho yang berdiri di depannnya, matanya makin berkaca-kaca, dalam hitungan detik air matanya makin mengalir dengan derasnya, yoeja itu sama sekali tak memperdulikan bagaimana penampilannya sekarang, tanpa berkata apa-apa yoeja itu langsung berhambur memeluk minho, aku? Aku hanya diam , tak ada kata-kata yang dapat mewakili perasaanku sekarang

“ aku menyesal opa! Aku benar-benar menyesal! Mianhe! Seharusnya aku mendengarkan kata-katamu! Seharusnya aku tahu tak ada namja yang lebih dari dirimu! Seharusnya aku sudah puas dengan namja sepertimu! Seharusnya aku tak memutuskanmu! Seharusnya aku bisa terus menjadi yoejachingu, dan seharusnya aku tak meragukanmu! Mianhe, aku menyesal,!” isak yoeja itu di pelukan minho, semakin lama suaranya semakin tertahan, mengambarkan bahwa yoeja-yoeja ini benar-benar menyesal, lagi-lagi aku tak berkata apa-apa, aku hanya dapat merasa mataku berkaca-kaca saat melihat minho yang mengelus pelan rambut krystal, kakiku berjalan dengan sendirinya, perlahan tapi pasti aku mulai mundur, meninggalkan dua orang itu yang bahkan mungki melupakan kehadiranku, saat sampai di ambang pintu aku membalikkan badanku dan mulai berlari, entahla kemana. Kalian bertanya apa aku menangis? Anieo! Aku sama sekali tak menangis, aku sudah tahu semuanya pasti akan berakhir seperti ini, aku tak akan menangisi akhir dari kebahagiaanku. Bahkan setets air mata pun aku tak mengeluarkannya, minho opa! Aku pasti akan merindukanmu. Aku melepas high hills yang kugunakan, dengan gontai aku berjalan tanpa arah, hingga aku sampai di salah satu taman bermain. Kulangkahkan kakiku pelan menuju salah satu ayunan, kemudia mulai memainkannya pelan , hembusan angin malam makin bertiup kencang, entah mengapa  mataku serasa perih, tapi aku tak ingin menangis

“ semuanya berakhir” lirihku pelan, kkutendang kerikil-kerikil kecil yang ada di bawah kakiku, aku sedikit  mengosok pelan kulit tubuhku yang terasa dingin, bagaimana tidak? Aku hanya memakai dress selutut tanpa lengan

“ taman ini sepi “ lirihku lagi, semakin lama rasanya semakin sakit. Kenapa semuanya tersa sangat sesepi ini? kenapa aku merasa kesepian?, aku memegang ke dua bahuku, rasa dingin makin menyelimuti tubuhku, bruuuukkkkk, tiba-tiba sebuah jas jatuh menyelimuti tubuhku, sontak saja aku menengok keatas, mencari tahu siapa yang melempariku sebuah jas

“ tak ingin mendengarkan lanjutan perkataanku? Kenapa pergi begitu saja? Kau membuatku khawatir “ ucap namja yang melempariku jas, aku hanya membuang wajahku,   tak ingi melihat orang yang sedang berbicara padaku

“ ada yang belum jelas? Sepertinya semuanya sudah berakhir! Kau ingat janji yang kubuat, aku akan pergi meninggalkanmu jika kau tak kunjung menyukaiku. Semuanya sudah jelas!  Aku tak berhasil, aku tak berhasil mengeser posisi krystal dari hatimu, aku tak bisa membuatmu jatu cinta kepadaku. Krystal masih mengingikanmu! Apalagi yang kuharapkan” ucapku pelan, leherku seperti tercekik mengatakan kata-kata itu, aku makin menundukan kepalaku tak sanggup menatap namja itu

“ kau merelakanku, kau benar-benar akan merelakanku, apa kau sanggup” aku hanya dapat menarik naFasku, kutatap namja itu tepat di manik,nya ,aku benar-benar menginginkannya

“ aku tahu semuanya akan jadi seperti ini, aku tahu aku tak akan bisa menggeser posisi krystal, aku tahu krystal pasti akan menyesal, aku tahu aku tak punya harapan. Walaupun aku tahu semuanya,Tapi kenapa tetap saja semuanya terasa sakit? Kenapa aku makin begitu menginginkanmu? Kenapa semakin aku tahu aku tak bisa menggapaimu aku malah semakin ingin menginginkanmu, seharusnya semuanya tak begitu terasa sakit karena aku mengetahui kau tak menginginkanku, tapi malah sebaliknya,appo minho !appo “ ucapku yang sudah lepas kendali, entah kenapa air mataku mulai menetes, semakin lama semakin deras, aku merutuki diriku sendiri, seharusnya aku tak menangis, karena aku mengetahui semuanya akan seperti ini, tapi aku tak pernah bepikir semuanya akan terasa sesakit ini, kulihat namja di hadapanku, dia berjalan makin mendekat, kemudian mulai berjongkok menyeimbangi diriku yang sedang duduk di ayunan, di angkatnya lengan miliknya, dalam sekali gerakan aku sudah merasakan tubuhku berada di pelukannya

“ mianhe! Seharusnya aku tak membuatmu mengeluarkan air mata seperti ini! kenapa kau merelakankanku tapi mengeluarkan air mata ? uljima !” aku hanya semakin menunduk! Semakin baik dirinya semuanya makin terasa menyesakkan, semua kebaikannya membuatku semakin tak rela untuk melepasnya, kumohon jangan berbuat baik kepadaku

“ jangan hiraukan aku! Semakin kau berbuat baik, itu hanya akan membuatku semakin menyukaimi! Jeball! This is the last wish! Jangan berbuat baik lagi padakku “namja itu makin menguatkan pelukannya, membuatku sedikit tak bernaFas, bukannya mendorong namja ini, aku malah hanya diam, terlalu nyaman, benar-benar terlalu nyaman, air mataku masih mengalir, sumpah! Aku tak dapat menghentikannya, mungkin aku sudah bertindak di luar kendali

“ kalau begitu tetap berada sampingku! “ aku hanya diam, namja ini mengeluarkan kata-kata yang membuatku makin berharap, kudongkakkan kepalaku, mataku berkaca-kaca menatapnya

“ maksudmu ? “ ucapku sedikit pelan, mungki semua organ tubuhku sudah melemas, kulihat namja itu hanya diam, menatapku tajam tanpa berkedip, entah ini mimpi atau apa ! yang kutahu bibirku serasa basah! Namja di depanku sedang menciumku dengan lembut, aku yang kaget hanya bisa diam dengan mata yang terbuka, bahkan sisa air mataku masih jelas mengalir di pipiku,  setelah bebera saat namja itu menarik tubuhnya menajauhiku, kemudian mulai tersenyum dan berdiri membelakangiku

“ kurasa aku tak perlu menjelaskannya” ucapnya sedikit pelan, aku yang masih belum bisa berkata apa-apa hanya diam di tempat sambil memegangi bibirku yang masih basah, tak ada kata-kata yang dapat ku ucapkan, hingga namja itu berbalik kearahku lagi dengan muka yang memerah

“ kenapa kau hanya diam saja? “ ucapnya sedikit keras, aku yang tak mengerti apa-apa hanya bisa mengerutkan keningku

“ m-m-memangnya aku harus berkata apa? “ tanyaku terbata-bata? Mukaku pasti memerah

“ yak! Tadi aku sedang memintamu menjadi yoejachinguku! “ bentaknya lagi! Aku hanya diam, menatap namja di depanku dengan ekspresi yang sulit di artikan, ku angkat tanganku menghapus pelan air mata yang mulai berhenti sediki demi sedikit, kulihat naja itu menghembuskan naFanya pelan kemudian mulai melangkah kembali mendekat ke arahku

“ baiklah! Biar kuperjelas! Park jiyeon! aku choi minho, m-e-n-y-u-k-a-i-m-u, dan aku memintamu untuk menjadi y-o-e-j-a-c-h-i-n-g-u-k-u?, yoejachingu asli, bukan hanya sekedar perjanjian “ lagi-lagi aku hanya diam, ku angkat tanganku untuk menampar pelan pipiku menyakinkanku semua ini bukan mimpi? Aku kembali mengangkat tanganku, memegang pipi namja di depanku apa dia benar-benar nyata

“ kenapa hanya diam lagi? Kau sudah tak menyukaiku?” aku segera menggeleng, maksudku bukan seperti itu, aku hanaya mencoba meyakinkan perasaanku bahwa semuanya nyata, kutatap namja di depanku, kemudian mulai memeluknya sangat erat hingga ia terbatuk-betuk

“ tak mungkin aku akan menolaknya” aku hanya dapat mendengar minho tertawa kecil di sel-sela batuknya, kurasakan rambutku yang dielus pelan oleh tangannya, aku menyayanginya, benar-benar menyayanginya

Tuhan! Malam ini 24 july, untuk pertama kalinya aku tahu kau benar-benar menyayangiku, aku tak  akan pernah sekalipun menyia-nyiakan kesempatan yang kau beri, aku akan menjagnya, seperti aku menjaga diriku sendiri, cintaku yang berawal dari sebuah kesempatan yang kau beri

END

Bagaimana? Sekali lagi aku minta maap jika momentnya benar-benar kacau balau. Sumpah! Aku sama sekali tak berpengalaman, berhubung author sendiri masih berumur 14 tahun, mungkin masih terlalu muda untuk mengetahui lebih dari apa yang kuceritakan, jadi please untuk sekali lagi, aku membutuhkan commen yang atau kritikan dengan bahasa yang membangun

Advertisements

27 thoughts on “CHANGE

  1. Minjjiii bersatu…
    Aq suka moment jiyi berusaha untuk buat minhooo Semangat(ง’̀⌣’́)ง lagyy….
    Ayoooo terus khan chigu ???

  2. keren ending nya..
    minji so sweett
    feelnya dapet banget..
    suka suka banget jalan ceritanya 🙂
    minji jjang ❤ ❤

  3. Untung minho ƍäªk balikan sama krystal..
    Minji bersatu juga deh… Salut sama jiyeon berani bgt ngungkapin langsung ke minho
    😀

  4. Thor, umur kita sama thor *tos

    FFnya bagus thor, kereen..

    aku juga pengen nlis ff, tpi sllu putus ditengah2, mngkin aku mmang cma bisa jadi pembaca yg baik*curcoldikit

    terus berkarya thor !!! Fighting !!

  5. i love this!!!
    menariknya ketika jiyeon mengetahui bahwa semua kebaikan minho selama dalam masa ‘perjanjian’ mereka adl karena minho tidak ingin mengulang kesalahan yang dulu..
    sebuah alasan yang konyol bagi jiyeon yg menyukai minho, tapi itu benar.. sehingga membuat jiyeon merasa khawatir jika dihati minho masih terkenang krystal.. dan itu akan sangat menyakitkan bila akhirnya jiyeon harus benar2 menyerah dan merelakan minho…
    iya, setelah menyadarinya.. jiyeon pun merubah sikapnya,, jika biasanya jiyeon ingin begini begitu.. kini saatnya jiyeon yang menuruti keinginan minho dan memperlakukan minho dg sayang..
    Senangggg banget endingnya minho memilih jiyeon!!
    Dan dg bersama jiyeon minho pun merasakan apa itu rasa cinta yang sebenarnya!!
    woahhh.. daebak thor!!

  6. Keren ff so sweet pokoknya 😀 Daebak saeng!! *karena km lebih muda dr aku jd ku panggil adik/dongsaeng yah,nggak apa2kan? Dan salam kenal aku pembaca baru 🙂 maaf yah, aku udh baca beberapa ff mu tapi baru kenalan disini 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s