Because I Believe Your Promise Chapter 2

because-i-believe

Title : because I believe your promise 2

Author : @windyverentnita

Main cast :- choi minho ‘SHINee ‘

–          Park jiyeon  ‘T-ara’

Lenght : chapter

Genre : romance

Rating :  tentuin sendiri yah !!

 Annyeong haseyo!!!!

Pertama-tama aku ingin minta maap yang sebesar-besarnya karena aku nggak ngeposting  sampai blog ini mungkin akan lumutan,jadi sebagai gantinya aku ngeposting 4 FF sekaligus, untuk cerita yang  tidak menarik aku benar-benar minta maaF, karena itulah kemampuanku, dan kuharapkan untuk para reader, aku menginginkan comment yang bertujuan untuk mengkritik dengan bahasa yang membangun,karena kritik yang kalian katakan yang akan membangun keinginanku untuk terus bergulat di dunia F F, dan satu lagi, ada beberapa cerita, yang kumuat berdasarkan komik yang kubaca, bukan semuanya kok, jadi nggan termaksud memplagiat, banyak hal yang kutambahkan di ke 4 FF ini, dan satu lagi, untuk beberapa moment yang kubuat aku lagi-lagi harus minta maap jika itu tak seperti yang kalian harapkan, karena satu yang harus kutegaskan, author masih berumur 14 tahun! Jadi sumpah! Aku sama sekali belum berpengalaman apa-apa, jadi aku benar-benar minta kerja samanya, karena aku hanya bisa mengambil adegan dari cerita dan adegan drama yang kunonton, I think jus it, so happy reading and leave a comment!

“ aku sudah mengenalmu kok! Jiyeon soering sekali menceritakanmu. Ah ya! Cho kyuhyun  immida , namjachingu jiyeon “ minho hanya diam, tak ada kata-kata yang dapat di ucapkannya, hanya tangannya yang bergerak kaku  menerima salaman tangan kyuhyun. Otak namja itu masih berusaha mencerna baik-baik  apa yang di ucapka kyuhyun yang berdiri di depannya, atau lebih tepatnya  ke arah kata namjachingu yang di ucapkan kyuhyun “n-namjachingu katanya? Mungkin aku masih bermimpi? “ lirih minho dalam hatinya, jujur saja otaknya seperti menolak  apa yang sudah di dengarkannya

“ yak! Opa! Kau terlalu banyak melamun “ teriak suara melengking  yoeja yang sudah tiga tahun tidak ditemuinya itu, jiyeon mencerutkan bibirnya ,kemudian menyenggol pelan lengan minho karena kesal

“ ah mian, kyuhyun-ssi kau mau…………….” minho diam sesaat, kepalanya di arahkan kesana kemari seperti mencari sesuatu

“ kemana orang! Anie, maksudku  namjachingumu? “ ucap miho pelan, mungkin tidak terbiasa  menanyakan hal itu kepada yoeja di depannya, atau lebih tepatnya tak pernah sama sekali

“ ah kyuhyun opa? Dia sudah pergi, habisnya opa kebanyakan melamun sih! Dia sedang buru-buru, jadi harus cepat pulang setelah selesai mengantarku  “  minho hanya dapat menganggukan kepalanya pelan pertanda ia mulai mengerti dengan apa yang di katakan jiyeon, namun sedetik kemudian  seperti  ada yang di lupakannya, namja itu menatap jiyeon dengan bingung

“ terus kenapa kau ada di seoul? “ tanya namja itu setelah kesadarannya mulai kembali, sedangkan jiyeon hanya dapat menatap minho kesal sambil membuang napasnya berat

“yak!aisssss opa! Kau benar-benar keterlaluan! bAhkan dari awal kedatanganku aku sudah menjelaskannya padamu! Jangan bilang opa hanya melamu dan tak mendengarka penjelasanku, atau bahkan kau tak mendengar sedikitpun apa yang kami bicarakan tadi? “ teriak jiyeon sedikit kesal, dari tadi ia berbicara dengan namja ini tapi namja itu malah tak mendengarkannya, siapa yang tak akan kesal coba? Minho?namja itu hanya dapat tertawa kecil sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu, mau bagaimana lagi? Ia tak mendengarnya, mungkin saking shock.nya

“ arrasoe! Arrasoe! Aku akan mengulangnya. Jadi opa! Dengarkan baik-baik jangan sampai membuatku mengulangnya lagi. Jadi, aku ke seoul karena aku juga ingin bersekolah disini, di sekolah yang sama denganmu” ucap jiyeon sambil mulai mengeluarkan barang-barang bawaannya dari koper, minho hanya dapat  menganggukan kepalanya kembali, namun seditik kemudian namja itu kembali memasang tampang bingungnya, tatapannya terarah pada jiyeon yang mengeluarkan barang-barangnya

“ kenapa mengeluarkan barang-barangmu ?” tanya minho sedikit bingung,  perasaannya sudah mulai tak enak

“ tentu saja selama aku bersekolah di sini aku akan tinggal bersamamu, eoma dan appa tak mengizinkanku tinggal sendiri, jadi setelah aku berkata aku akan tinggal bersmamu akhirnya mereka mengizinkanku. Kau tak berencana membiarkanku tinggal sendirian di seoul yang ramai seperti ini bukan? Aku yakin opa tak akan setega itu . hmmm, kamarku yang mana?  “ jelas jiyeon dengan muka datarnya, tatapannya ke sana kemari mencari sesuatu di balik apartemen minho

“ yak! Jangan se’enaknya! Kau sama sekali tak memberitahuku jika kau ingin ke seoul. Dan kenapa harus tinggal bersamaku? “ jiyeon hanya mengangkat kedua bahunya acuh, sama sekali tak terlalu memerhatikan apa yang dikatakan namja di depannya. Matanya masih dengan lincah menelusuri setiap sudut apartemen minho hingga matanya berhenti pada salah satu ruangan dengan pintu terbuka yang di kayakininya sebagai kamar

“ hanya punya satu kamar? “ tanya jiyeon sambil menunjuk ruangan dengan pintu yang terbuka tadi. Ya memang!  Apartemen minho cukup tergolong mewah dan besar, hanya saja dia lebih memilih apartemen dengan satu kamar. Dengan alasan malas membersikan  dan dia memang hanya tinggal seorang diri selama 3 tahun ini

“ne ! aku hanya punya SATU KAMAR! jadi kau tak bisa tinggal di sini, kecuali kau ingin  tidur di luar “ ucap minho penuh penekanan, tangannya mulai mengutak atik remote tv berusaha mencari tontonan yang di anggapnya layak untuk di tonton

“ tentu saja aku akan tetap tinggal di apartemenmu kalau tidak bisa-bisa eoma menyuruhku pulang! Dan satu lagi, tentu saja aku akan tidur di kamar itu”  jiyeon bangkit dari duduknya, di tariknya dua koper milikya menuju ruangan yang di lihatnya tadi, minho yang masih berkutat dengan remote di tangannya langsung bangkit dan berlari mendahului jiyeon, namja itu berdiri tepat  di ambang pintu menahan jiyeon masuk lebih jauh lagi

“ yak opa! Kau menyebalkan sekali! Apa susahnya membiarkanku tidur di dalam dengan tenang? Cihhhh “ ucap jiyeon sedikit cemberut, mana mungkin ia tidur di luar sedangkan namja di depannya tidur dengan tenang dan nyenyak di kasur yang terlihat empuk itu , kemana istilah ladies First yang selalu di junjung tinggi oleh dunia?

“ park jiyeon  dengar baik-baik ya! Di sini aku hanya punya satu kamar! Jadi sangat tidak mungkin aku memberikannya padamu. Jika kuberikan aku tidur dimana? Tidak mungkin aku tidur di soFa sementara ini apartemenku sendiri, jadi kusarankan kau membeli apartemen yang lain. Oh ya! Apartemen di depan kamarku baru di tinggal pemiliknya, kau bisa menyewanya atau membelinya saja “  minho tersenyum kecil, sambil memasang wajah manisnya, tanganya dengan pelan  mulai mendorong jiyeon agar menjauh dari kamarnya

“ shiro! Aku tak suka tinggal sendirian di apartemen seluas ini. Cuma punya satu kamar kan? Ya sudah ! kita tidur berdua saja,  kulihat ranjangmu juga king size” jiyeon makin melangkah mau, berusah menerobos minho yang berusaha menahannya. Namun karena jiyeon terus saja mendorong, mau tak mau minho ikut berlari mencoba mempertahankan ranjangnya. Jiyeon? yoeja itu sudah terlebih dulu berlari, hanya cara itu yang bisa menyelamatkannya dari dinginnya angin dan gigitan nyamuk

“ aku dapat “ ucap mereka berdua hampir berbarengan, minho berbalik dengan kasar, menatap jiyeon yang tersenyum kecil karena sukses besar  berbaring di tempat tidur miliknya

“ yak jiyeoni! Kau ingin membuatku dalam masalah ha? Bagaimana jika namjachingumu itu tahu dan menonjokku! Aisss, aku tak ingin beradegan menjijikan seperti itu. Kalau ingin menjjadi pemain drama korea jangan  membawa namaku “ ucap minho dengan nada pasrah , namja itu sudah memasang wajah memelasnya. Ia hanya tak ingin menimbulkan masalah, bagaimana jika namjachingu jiyeon yang bernama cho kyuhyun tiu mengetahuinya? Habislah sudah!

“ jika opa tak beri tahu,  dia tak akan tahu! Sudahlah opa! Kau cerewet sekali. Kau tak kasihan denganku? Aku ini lelah sekali. Aku menempuh perjalan cukup jauh dari busan. Tanya kabarku bagaimana saja tidak, kenapa kau jadi tega seperti ini padaku?” eluh jiyeon sedikit pelan, perlahan tapi pasti mata yoeja itu mulai tertutup. Rasa ngantuk dan lelahnya memakksanya untuk tidak berdebat lagi

“ kau  selalu saja membuatku dalam masalah park jiyeon “ minho bangkit dari tempat tidurnya, tangannya mulai terangkat menyelimuti yoeja yang ada di hadapannya. Dengan segera minho keluar dari kamar itu kemudian terus berjalan  hingga keluar dari apartemennya menuju salah satu supermarket terdekat. Berhubung ia baru mengingat tak ada apa-apa  yang akan di makannya malam ini bersama yoeja yang ada di kamarnya

^_^,^_^,^_^,^_^

Park jiyeon POV

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, mencoba mengetur Fokus matak yang langsung di serbu cahaya lampu dari ruangan ini aku bangkit dari tidur dan dengan pelan mencoba mengambil posisi duduk , kucoba renggangkan tubuhku   yang terasa sedikit kaku. Bibirku melengkukng membentuk senyum melihat selimut bendera inggris yang menempel hangat di tubuhku

“ baik seperti biasanya “ ucapku lirih dengan terus  tersenyum kecil. Kalian pasti mulai bertanya-tanya, bagaimana perasaanku pada minho setelah tiga tahun sama sekali tak berkomunkasi dan tak melihatnya? Seperti sepuluh tahun lalu, kesan pertama saat aku bertemu dengannya, hanya 2kata yang ada pikiranku ‘tampan dan baik ‘. Entahlah hanya dua kata yang terlintas saat pertama kali melihatnya menolongku, dan saat itu aku memutuskan untuk menjadi istrinya . aku masih menyukainya? Entahlah. Melihat muka memelas saat tidur di sampingku dan senyum kecil yang sudah lama tak kudapati membuatku kembali terhenyak, inign sekali kupeluk namja itu saat ia membukakan pintu apartemennya untukku dan kyuhyun opa. Tapi mau di kata apa, aku sekarang sudah memiliki namjachingu yang selalu menyanyangi dan menghargaiku setiap saat, aku harus tetap menghargainya

Kenap aku menerima kyuhyun sementara hatiku menyukai namja bernama choi minho? Itulah hal yang paling kurutuki untuk diriku sendiri, aku terlalu terbawa suasana. Aku menunggu minho opa selama dua tahun, tapi  dalam waktu dua tahun itu ia saama sekali tak pernah menghubungiku, membalas pesanku atau sekedar pulang untuk melihat-lihat saat liburan tiba. Pikiran-pikiran negetive memenuhiku, di tambah lagi hasutan temanku yang makin menjadi saat mendengar kyuhyun yang populer itu memintaku menjadi yoejachingunya. Dalam hal coba-coba aku menerima namja itu setahun yang lalu, tapi di luar dari pemikiran, namja itu terlalu baik, membuatku sedikit enggan untuk menyakitinya, bahkan dia tak pernah berkata kasar. Selalu menyayangi dan menjagaku dengan baik, bahkan setahun berpacaran kami tak pernah terlibat konFlik, mungkin itu semua yang membuatku betah bersamanya. Di tambah lagi pemikiran dia tampan , populer dan baik, tak ada satu hal pun yang kurang darinya hingga membuatku harus menolaknya, kecuali perasaanku, tapi saat itu mnho tak ada di sampingku, hingga pembuat timbulnya persepsi di pikiranku mungkin aku akan melupakannya jika mencobnya terlebih dulu, tapi setelah melihat namaj bernama choi minho itu kembali, dadaku terasa sesak, kerinduanku memenuhinya, tapi karena pemikiran bodohku satu tahun laulu membuatku tak bisa memluknya dan mengungkapkan peraasaanku  seperti tiga ahun lalu

Kulirik jam waker yang berada di atas nakas samping tepat tidur minho, jam 7 malam,  aku bahkan tertidur selama tiga jam karena kelelahan. Kulangkahkan kakiku pelan  keluar dari ruangan ini, baru saja badanku sampai di ambang pintu, langkahku tehenti, senyum kembali mereka di bibirku melihat bagaimana tingkah namja yang sudah tiga tahun tak kutemui itu.  Seingatku saat tiga tahu yang lalu dia pergi, namja ini benar-benar payah dalam hal masak memasak, but see! Namja itu sedang berusaha membuat sesuatu di sana, mungkin itu semuan akibat dari harus tinggal seorang diri, dengan cepat aku berlari kearahnya, kemudin mengambil posisi duduk tepat di meja yang sedang di gunakannya

“ ada yang bisa kubantu ?” tanyaku sambil tersenyum, dia hanya menoleh kearahku sebentar  kemudian menggeleng pelan, karena merasa bosan , kutengok apa yang namja itu coba buat

“ yah! Kukira kau sudah pintarmemasak,sama saja seperti dulu, hanya bisa masak ramen” ucapku  dengan memasang wajah cemberut, jujur saja aku sedikit merasa  kecewa , kupikir karena Faktor tinggal sendiri namja ini ingin belajar memasak. Sedangkan minho? Namja itu hanya mengankat kedua bahunya lagi, kemudian mengambil sebuah kotak berisi kimci

“ mau bagaimana lagi? Aku ini namja! Wajar saja bukan jka aku tak pandai memasak? Kau pikir aku dirimu? Walau terlahir sebagai yoeja  tetap saja kau tak pandai memasak , masak air saja hangus, tak usah menceramahiku deh! “ namja itu menjulurkan lidahnya padaku sambil memasang senyum yang sangat manis, aku hanya diam sambil terus memandang senyum itu, kulihat dia mencoba menaru beberapa kimci yang di ambilnya tadi di sebuah piring . mataku kembali menatapnya ! kulihat postur masih sama seperti dulu, tak ada yang berubah kecuali senyumnya yang makin terlihat manis. Satu hal yang mengganjal di pikiranku, apa tiap hari namja ini hanya makan ramen saja ? jika di lihat dari kelakuannya sepertinya gizinya terpenuhi

“hhhmmmmmmm,, minho opa! Apa tiap hari kau hanya makan ramen atau membeli makan siap saji? “ tanyaku yang tak ingin berlama-lama kalut dalam rasa penasaran, kutatap namja itu, ia hanya tersenyum lagi sambil menggelengkan kepalanya

“ anie! Biasanya aku makan bersama tetangga samping apartemenku, biasanya juga dia membantuku untuk memasak “ ucapnya pelan  sambil mengambil  sebuah piring lagi. Aku hanya dapat diam kembali, memikirkan kata tetangga apartemen, apa yoeja?

“ yoeja? “ kulihat minho memandangku  aneh, aku hanya tersenyum kecil sambil memasang senyum kuda

“ ne! Dia seorang yoeja! Oh ya, namanya krystal,dulu dia tinggal di busan seperti kita, dia satu sekolah bersamku, jadi mungkin tak lama lagi juga akan menjadi temanmu, dia orang yang baik, jadi kau tak akan menyesal jika berteman dengannya” aku hanya memasang wajah masamku, jadi selama ini dia berada di ruangan yang sama hanya dengan seorang yoeja? Benar-benar mencurigakan

“ kalian hanya berdua? “ kulihat minho makin menatapku aneh, ku akui, pertanyaan ini memang sedikit aneh untuk seorang yoeja yang sudah mempunya  namjachingu di dukung lagi dengan ekspresi masam yang kupasang. Tapi sumpah! Wajahku ber’ekspresi dengan sendirinya

“ ne, biasanya kami berdua, biasanya juga sih bersama jessica nona. Hanya untuk sekedar makan bersama, menonton dvd baru yang di sewa jessica nona, atu mengerjan tugas. Tapi paling sering jika aku sudah kelaparan aku akan di luan ke apartemen mereka . tapi sepertinya kau kurang beruntung, aku belum bisa memperkenalkannya padamu, mereka sedang pergi sekarang, makanya mereka hanya menitipku sekotak kimci  ini “ tuturnya panjang lebar, aku hanya dapat mengangguk mengerti. Jika aku terus bertanya, bisa-bisa pertanyaan yang ku keluarkan makin gila saja

^_^,^_^,^_^,^_^

Author POV

“ kimci ini enak “ ucap jiyeon sambil mengambil lagi kemci di depannya menggunakan sumpit, minho yang melihatnya hanya tersenyum, jawaban yang sama tiap orang-orang pertama kali merasakan masakan dari jung bersaudar

“ semua orang yang baru perama kali mencobanya pasti akan berata seperti itu!mmmmm ,,, tapi kalau menurut rasanya sih, sepertinya ini buatan krystal “ jiyeon yang sedang dengan asyiknya memakan kimci itu langsung terhenti begitu saja, di dongkakkan kepalanya  menatap minho di depannya, apa mereka begitu dekat sampai minho dapat membedakan rasa masakan mereka?

“ kau bisa membedakan rasa masakan mereka? Apa sedekat itu hubunganmu bersama kaka beradik  di samping apartemenmu itu ? “  jiyeon kembali memasukan beberapa kimci lagi ke dalam mulutnya, tatapan yoeja itu masih terus menatap lururs ke arah minho

“ tentu saja park jiyeon! aku memakan masakan mereka selama aku tinggal di seoul, kau bayangkan . aku memakan makan buatan mereka selam tiga tahun, tentu saja aku bisa membedakannya, jika buatan jessica nona sih, lebih enak dari ini, tapi untuk seseorang yang tak suka pedas sepertimu aku tak yakin “ ucap namja itu yakin,

“ oh ya1 bagaimana keadaan eoma dan appaku di busan? Mereka baik-baik saja kan? “ lanjut minho setelah teringat kepada appa dan eoma.nya . sedangkan yang di tanya hanya menengok sebentar kemudian kembali memakan ramen miliknya

“ne! Mereka baik-baik saja! Bahkan jauh terlihat lebih baik semenjak kepergianmu opa! “ jiyeon hanya terkekeh pelan, bermaksud untuk  memulai sebuah gurauan, tapi sayangnya itu sama sekali tak di gubris oleh minho. Namja itu hanya diam , sepertinya waktu tiga tahu adalah waktu yang cukup lama untuk tidak pulang sama sekali untuk sekedar melihat-lihat

“opa! Kenapa selama tiga tahun tak pernah pulang? Banyak sekali ang merindukanmu. Yoona ajhuma, siwon ajushi, eoma dan appaku juga merindukanmu “ minho hanya dpat menatap jiyeon dengan tatapan sendu,   kemudian mulai menggelengkan kepalanya pelan

“ ada kehadiran seseorang yang kutahu pasti akan membuatku susah meninggalkan  kota itu lagi “

“ yoona ajhuma? “ tanya jiyeon penasaran, yang di ikut senyum manis dari minho

“ dasar! Anak kecil tak perlu tahu! “ ucap namja itu dengan senyum di wajahnya, sementara jiyeon yang di katai anak kecil hanya dapat manyun tak terima, kemudian dengan seketika yoeja itu berhenti seperti ada yang baru di’ingatnya

“ opa! Aku ingin bertanya, kau sudah punya yoejachingu? “ minho hanya dapat mengangkat kepalanya pelan, untuk sementara namaja itu diam sambil menatap ramennya yang masih tersisa setengah, pertanyaan yang benar-benar tak ingin di dengarnya

“oppso “jawab namja itu pelan, mungkin sedikit lagi tak  akan terdengar, entahlah tenggorokannya seperti tercekik mengatakan itu

“ waeyo ?”  lagi-lagi minho hanya diam, dia terus saja merutuki pertanyaan yang di keluarkan dari mulut jiyeon. minho mengangkat wajahnya, mentap jiyeon tajam tanpa bereksprsi sedikitpun, satu yang di Fikirkan namja itu, yoeja yang ada di depannya benar-benar bertambah cantik setelah tiga tahun tak melihatnya

“ because I believe your promise “ ucap minho, tentu saja dalam hati. Minho tersenyum ringan, terkesanseperti sedikit di paksakan

“ tak ada yang menarik perhatianku “ minho kembali memakan ramen miliknya, sementara jiyeon? yoeja itu masih diam terus menatap minho, seakan ada sesuatu yang di sadarinya, yoeja itu memajukan wajahnya, hingga ia tepat berada di depan wajah minho, sedangkan minho hanya mengernyitkan keningnya dengan mulut penuh ramen

“ opa! Jangan-janga kau masih mempercayai janji anak-anak kita? “  ucap jiyeo dengan tatapan tajam miliknya

Puuuuppppppphhhhhhhhhhh

Minho membelakkan matanya, saking kagetnya ia samapi memuntahkan kembali ramen yang sudah di’isi di mulutnya, secara otomatis, seluruh ramen itu terpucrat ke wajah jiyeon, dengan segera namja itu mengembil sekotak tissue, kemudia menyodorkannya cepat ke arah jiyeon, setelah berhasil mengambil beberapa untuk membersikan mulutnya

“ yak opa! Kau jorok sekali “ teriak jiyeo sambil menarik beberapa lembar tissue yang di sodorkan oleh minho

“mianhe! Aku hanya sedikit kaget, keu menanyakan pertanyaan aneh!” ucap minho pelan nyaris tak terdengar, tangan namja itu masih dengan lincahnya membersikan mulutnya yang sedikit kotor, wajahnya masih  sedikit di tundukan, mungkin mencoba mengatur napanya agar jantungnya berdetak dengan normal

“ aku  juga hanya bercanda, kau berlebihan sekali opa!” minho hanya dapat mengangkat kembali wajahnya, ekspresinya menunjukan jika ia benar-benar minta maaF, di garuknya tengkuknya yang tidak gatal itu, bibirnya membentuk senyum gaje hingga ia terkesan salah tingkah. Mau bagaimana lagi, yoeja di depannya bercanda  yang menurutnya sedikit keterlaluan, jiyeon? yoeja itu memasang tampang bete.nya, sesekali ia menggerutu tak jelas ke arah minho, di tatapnya namja itu dengan tajam, seketika itu juga yoeja itu menghembuskan naFasnya kemudian kembali memasang tampang normalnya

“ arrasoe, aku memaaFkanmu. Lagian kau lucu sekali, mana mungkin.kan ada seseorang yang PERCAYA  PADA JANJI ANAK-ANAK? “ jawab jiyeon sedikit ketus , minho yang tadi sempat tersenyum-senyum gaje seketika terdiam, mencerna baik-baik kata demi kata yang baru di ucapkan yoeja di depannya, di tatapnya jiyeon dengan muka seakan tak percaya, sorot matanya benar-benar mengambarkan kekecewaan

“aku sudah kenyang “ ucap minho bangkit dari duduknya, di tinggalkannya begitu saja  ramen yang masih tersisa cukup banyak di mangkuknya, kursi yang di dudukinya tadi di dorongnya sedikit kasar, sedangkan jiyeon hanya bisa melihatnya dengan ekspresi bingungnya

“ apa aku salah bicara? “ liriih yoeja itu pelan sambil terus menatap punggung minho yang mulai menghilang dari balik apartemen itu

^_^,^_^,^_^,^_^,^_^

Angin malam masih terus saja berhembus, dingin? Tentu saja, tapi itu sama sekali tak di hiraukan oleh namja itu, dia masih dengan asyik duduk bermain ayunan taman di samping apartemennya.sesekali kakinya di sentakannya sedikit kasar di tanah, mencoba mengayunkan ayunan yang dinaikinya. Fikirannya terbang entah jauh ke mana, di ankatnya wajah tampan miliknya itu, menatap langit yang gelap yang sama sekali tak berbintang, hanya ada sebuah bulan yang jelas terlihat bersinar  di langit sana

Blllllluuuuuuuussssshhhhhhh

Angin malam makin bertiup dengan kencangnya, tapi  namja itu sama sekali tak beranjak dari tempatnya, seakan sama sekali tak mau peduli dengan tiupan angin semakin dingin dan akan berdampak dengan kesehatannya. Namja itu hanya makin merapatkan jeket merah yang sedang di kenakannya, di ambilnya handphone miliknya yang berada di saku jeketnya tadi

“ sudah dua jam ya aku hanya duduk seperti ini? “ lirih namja itu pelan setelah melihat jam yang menunjukan pukul sepuluh malam, matanya beralih pada pengukur suhu di hp.nya.  18 derajat celcius! Pantas saja angin serasa makin begitu dingin, namja itu hanya bisa tersenyum kecil, saat mengingat musim dingin yang tinggal beberapa hari lagi, pantas saja angin bertiup dengan dinginnya. Namja itu kembali memasukan handphone miliknya  ke dalam saku jeket miliknya, kakinya kembali di sentakannya dengan cepat, seketika ayunan yang di naikinya, melaju dengan cepat seakan membuat namja itu terbang ke sana ke mari, cukup lama namja itu hanya bermain seperti itu, mungkin 15 menit.

“ aku harus melakukan apa lagi? “ ucapnya sambil mengatur sedikit naFasnya yang sudah mulai tak beraturan. Kakinya seakan berat untuk kembali ke apartemennya, namja itu menunduk kemudian mengacak rambut jatuh miliknya dengan kasar

“ seharusnya aku tak berbuat kasar tadi “ lagi-lagi namja itu merancu seorang diri, berung kali namja itu menarik naFasnya dan menghembuskannya dengan kasar, Fikirannya masih terlalu kacau untuk dapat berFikir jernih. Namja itu mulai mengembungkan pipinya kesal, tatapannya berali ke arah langit yang sempat jadi tontonannya selam berjam-jam

“ kau ada masalah ya? “ tanya seorang yoeja yang entah sejak kapan sudah duduk manis di samping ayunan milik minho, yoeja itu sama sekali tak menatap minho, ia hanya menatap langit seperti yang di lakukan minho tadi

“ kau baru pulang? Kemana jessica nona? “  tanya minho setelah memastikan wajah cantik yoeja yang duduk di sebelahnya ayunannya  itu

“ di kamar “ jawab yoeja itu seadanya, tatapannya masih saja terFokus ke arah langit , tak memperdulikan ekspresi apa yang di pasang oleh minho saat berbicar dengannya, minho yang merasa tak di pedulikan kembali mentap langit seperti yang di lakukannya tadi

Hening! Tak ada lagi yang mau berbicara, semuanya hanya sibuk menatap langit, 10 menit, 20 menit, 30 menit. Lagi-lagi mereka hanya sibuk menatap langit, hingga yoeja yang duduk di samping ayunan milik minho  membuang tatapannya  menatap minho

“ aku bingung! Apa yang menrarik di sana  ? “ ucap yoeja itu tenang  dengan muka yang sedikit serius, minho hanya mentap yoeja di depannya bingung, bukannya dia juga menikmati melihat langit hingga setengah jam lamanya?

“ kau ini kenapa? Kau juga menatap langit hingga setengah jam lamanya, tapi kau bertanya apa yang menarik? Harusnya pertanyaan itu kau berikan pada dirimu sendiri ? “ ucap minho sedikit kesal, di tarik kembali jeket yang melekat di tubuhnya agar semakin merapat, kerana lagi-lagi angin malam bertiup cukup kencang hingga bisa terlihat jelas  menerbangkan rambut panjang  yoeja yang duduk di samping ayuna minho

“ aku hanya berusaha mencari apa yang menarik di sana! Aku hanya penasaran, apa yang membuatmu ingin mentap langit gelap dan kosong seperti itu hingga 2 jam lamanya, apa lehermu tak pegal eoh? Leherku saja seperti ingin patah “ bela yoeja itu dengan suara yang cukup terdengar jelas, minho hanya diam, ia juga sama sekali tak tahu apa daya tarik langit gelap yang hanya di isi oleh sebuah bulan, Bahkan hingga dua jam lamanya? Minho menundukan kepalanya sebentar untuk menarik naFasnya, kemudian tatapannya beralih pada yoeja di sampingnya

“ krystal!” lirih namja itu pelan dengan senyum tipis di wajahnya, krystal hanya tersenyum kemudian kembali  menatap minho di sampingnya, mungki senang karena sahabatnya yang satu itu tahu cara untuk membagi penderitaan

“kau lihat langit itu! “ lirihnya pelan hampir sama sekali tak terdengar, untung saja mereka hanya berdua, dan krystal sedang menajamkan pendengarannya dengan semua ucapan minho

“apa kau Fikir bintang sedang mengkhianatinya? “lirih namja itu lagi. Pelan! Bahkan lebih pelan dari yang tadi, krystal hanya mengangkat sebelah alisnya, pertanda ia sama sekali tak mengerti arah pertanyaan minho,  dengan cepat krystal mengikuti minho yang lagi-lagi menatap langit, seketika senyum mengembang di wajahnya, kaki yoeja itu di sentakannya, menimbulkan irama pelan dari ayunan yang di naikinya

“ molla! Aku sama sekali tak pernah mendengar cerita bintan berjanji pada langit! Bintang mengkhianati langit? Kurasa itu bukan kata yang pas! Mungkin lebih tepatnya bintang pergi  meninggalkan langit untuk sementara. Karena tak ada yang tahu, mungkin besok bintang akan menampakkan sosoknya, walau aku sama sekali tak tahu itu bintang yang sama atau tidak. Karena kau tahu? Ada begitu banyak bintang“ yoeja itu mecoba mengambil sedikit napas lagi, ayunan miliknya sedikit berayun lebih pelan dari yang tadi, minho sama sekali belum bereaksi apa-apa

“ kau lihat bulan itu! Bukannya dia setia menemani langit saat bintang tak mau menemaninya? Dan aku bisa yakin, dia tak pernah terganti di setiap malam, karena dia hanya satu “ lanjut krystal lagi, seketika  minho langusng membuang tatapannya  dari arah langit, kemudian menatap krystal dengan serius

“ masih ada jessica nona, IU, suzy, myungsoo opa, taemin,kai opa, key opa, dan aku “minho hanya tersenyum, yoeja di depannya ini selalu bisa  membuatnya tersenyum walau dalam kondisi apapun, minho menarik naFasnya, kemudian kembali menatap krystal yang sedang asyik mengayunkan ayunannya

“ kau percaya janji anak-anak? “ tanya minho lagi , krystal hanya terkekh pelan menanggapi pertanyaan minho

“ aku tak tahu, tak ada seorangpun yang berjanji padaku saat aku masih anak-anak “ucap krystal dengan masih terkekh pelan , minho yang melihatnya ikut tersenyum kemudian mengikuti krystal mengayunkan ayunan yang di dudukinya

“ apa ada seseorang yang pernah berjanji padamu? Apa dia menepatinya ? “ tanya minho lagi masih dengan kaki yang sibuk di sentakkan, krystal hanya diam,namun dengan cepat yoeja itu melompat  dari ayunan yang masih berayun cukup kencang, hingga yoeja itu sudah berdiri tak jauh dari minho sambil membelakangi namja itu

“ oppso! Aku tak pernah berjanji pada seseorang, dan aku tak akan pernah membiarkan seseorang berjanji padaku. Sejak kecil aku sudah memutuskan tak ingin percaya pada sebuah janji anie! Maksudku pada seseorang yang mengucapkan janji, karena bagaimana jika dia tak bisa menepatinya dan bagaimana jika aku tak bisa menepatinya, apa mereka tak pernah membayangkan bagaimana perasaan orang-orang yang anggaplah terbohongi, tak akan ada yang tahu bagaimana rasa sakit itu terlebih jika orang itu benar-benar mempercayainya. Karena itu, aku sama sekali tak akan pernah mengucapkan sebuah janji “ ucap krystal pelan sambil terus membelakangi minho, minho hanya dapat tersenyum menanggapi kata-kata krystal, senyumnya makin mengembang setelah mengingat sesuatu

“ jika seperti itu kau ak akan pernah bisa menikah!” ucap minho sambil terkekeh, dengan cepat krystal membalikkan badannya dan menatap minho dengan kesal, bukanna berterima kasih karena sudah di hibur, namja itu malah menggerjainya

“ yak! Itu urusan lain! Dengar ! aku hanya akan berjanji saat aku menikah, hanya saat aku menikah. ”ucap krystal mengklariFikasi, yoeja itu kembali menatap minho dengan tajam seolah ia ingin membunuh namja itu yang masih terus saja tertawa tak jelas

“ aku masuk saja! “ucap krystal ketus karena tak terima di tertawakan seperti itu, sementara minho yang masih tertawa, langsung memberhentikan tawanya saat melihat krystal yang sudah meninggalkannya

“ yak jung soojung! Kau tak ingin menungguku? “ teriak minho yang hanya membuat yoeja yang di teriaki itu tambah berlari ke arah apartemen yang menjulang tinggi, dengan cepat minho berdiri dan mulai mengejar yoeja itu

“ cih ! kau benar-benar menyebalkan!akan kulaporkan pada kai “ teriak minho lagi-lagi di tengah larinya, sementara krystal hanya tersenyum menanggapi kata-kata minho

^_^,^_^,^_^,^_^,^_^

“ opa aku di luan!” ucap krystal saat sampai di depan pintu apartemennya, minho hanya mengangguk,kemudian melanjutkan langkahnya

“huFFFFFttttt “  desah naFas minho saat sampai di depan pintu kamar apartemennya, di bukanya pintu itu secara berlahan dengan hati-hati hingga mungkin ia sampai tak bernaFas,tatapannya  berusaha mencari seorang yoeja yang entah sejak kapan di takutinya itu, hingga ia bisa bernaFas lega saat melihat jiyeon sudah terlelap di salah satu  soFa depan ruang beristirahatnya jika ingin menonton tv, minho mendekat ke arah yoeja itu,kemudian tersenyum kecil entah untuk menandakan apa. Tak terlihat raut kebahagiaan di sana, namja itu melangkahkan kakinya memasuki kamarnya, kemudian keluar kembali dengan dua buah   selimut hangat miliknya.

Tangan namja itu terangkat, mencoba menyelimuti tubuh yoeja yang  tiga tahun yang lalu selalu bisa membuatnya tersenyum, tapi entah sejak kapan yoeja ini bisa membuatnya down, merasa tak berarti apa. Dia meninggalkan yoeja itu karena appa.nya menyuruhnya untuk menuntut ilmu di seoul, karena semua SMA lebih baik di seoul daripada di busan.agar dia bisa membahagiakan yoeja ini,itu yang di katakan appanya saat membujuknyadan dia juga ingin mengembangkan permainan basketnya, but see! Yoeja ini benar-benar membawa kejutan yang tak mungkin di lupakan namaja ini, membuat seluruh kepercayaan kepada janji yang di ucapkannya dulu mulai mengikis, dengan tenang namja itu berjongkok  menyeimbangi jiyeon, di belai pelan wajah itu, namun seketika tangannya beralih pada rambut miliknya kemudian mengacaknya dengan kasar

“eothokke? “ lirih namja itu pelan,  di tatapnya wajah jiyeon dalam seketik tanpa tau beFikir apa minho memeluk jiyeon dengan erat

“ apa yang harus kukatakan pada appa? “ namja itu makin memeluk jiyeon dengan erat, masih bisa di ingatnya tiga tahun yang lalu yoeja ini masih menjadi miliknya, kenapa waktu seperti tak merestui semuanya, waktu tujuh tahun yang di habiskannya bersama yoeja ini seakan tak berarti hanya karena kepergiannya selama tiga tahun

“ apa kyuhyun-ssi membuatmu bahagia? “lirih minho pelan lagi , tak terasa air mata yang di tahannya sedari tadi mengalir. Apa gunanya sekarang dia pergi sejauh ini dari busan ke seoul jika bahkan yoeja ini sudah tidak di tangannya lagi, namja itu menghapus air mata di pipinya dengan kasar  kemudian  dengan cepat menidurkan tubuhnya di salah satu sova lagi yang tak jauh dari situ. Mungkin memang laebih baik jika keduanya tidur di sova saja, karena terlalu lelah tak membutuhkan waktu lama namja itu sudah tidur dengan lelap. Sedangkan jiyeon yang di  peluknya tadi, perlahan membuka matanya, mata yoeja itu  sudah berkaca-kaca

“ molla! “ ujar yoeja itu pelan, di ramasnya  selimut di badannya dengan kuat, mungkin menahan emosinya, perkataan teman-temannya menggaung-gaung di telinganya

‘kau tak usah naiF jiyeon, tak mungkin dia memikirkan janji anak-anak seperti itu’ , ‘ kau mempercayainya? Kau tahu jiyeon dia pergi selama 2 tahun tanpa mengubungimu sedikitpun, alasan apalagi yang dapat masuk di akal selain dia sudah meluakanmu? ‘ ‘jangan seperti anak-anak, dia itu pindah ke seolu, itu seoul jiyeon. pasti dia sudah menemukan yoeja-yoeja cantik yang bahkan lebih darimu ‘

“ apa yang membuatmu menangs seperti itu opa? Bukankah aku hanya mengatakan apa-apa yang teman-teman kita dulu sering katakan padaku “ jiyeon makin meramas selimut di tubuhnya, mungkin karena sudah tak sanggup di angkatnya selimut yang menutupnya dengan hangat itu hingga menutupi seluruh badannya termaksud menenggelamkan kepalanya

“ aku tak pernah berFikir jika aku membuatnya menangis seperti tadi “ masih samar-samar terdengan lirih yoeja itu dari balik selimut itu

TBC

Bagaimana? Sekali lagi aku minta maap jika momentnya benar-benar kacau balau. Sumpah! Aku sama sekali tak berpengalaman, berhubung author sendiri masih berumur 14 tahun, mungkin masih terlalu muda untuk mengetahui lebih dari apa yang kuceritakan, jadi please untuk sekali lagi, aku membutuhkan commen yang atau kritikan dengan bahasa yang membangun

Advertisements

27 thoughts on “Because I Believe Your Promise Chapter 2

  1. Hauah…
    Jiyi ma minnhooo na beda pikiran…
    Aihh jinja.. Jiyi minhooo masih megang janji na..
    Jebal jangan bohongi hati mu….
    Chiguu … Jangan buat mereka berpisah…
    Aihhh…
    Next part.. 🙂

  2. aku ingin menangiss. feelnya dapt ..
    daebakk… walaupun author masih muda tapi ceritanya kereeeeen…
    jiyi bego bgt d sini,,, ikut ngerasain perasaan minppa 😥
    andai jiyi nggak kemakan omongan chingunya

    aku tunggu kelanjutannya..

  3. wah… Daebak!! comeback dengan 4 FF sekaligus ^o^ gomawo author #bow
    hebat lho buat author yg ternyata masih berumur 14th. alur & kata”nya keren >< feelnya pun dapet *pujian*
    kritiknya? hmm, penulisan kata bahasa koreanya aja yg masih rada salah. harusnya sih ditulis: oppa, ani/anio, kimchi, yeoja, noona, eomma, ahjumma, ahjussi, eobseo. ovel all good, gak ada masalah, typo juga cuma dikit, gpp kan gak ada yg sempurna di dunia ini, iya gak? gkgkgk
    akhir tbc sedih, hhuhu. egh iya, krystal gak suka minho kan? mereka pure sahabatan? q gak mau ada pengganggu lagi dari pihak minho, cukup kyuhyun aja yg bikin sebel dan bikin minji gonjang ganjing gini
    next part ditunggu bgt author… Fighting ^ㅅ^

  4. Gara2 omongan temen2 nya jiyeon nerima kyuhyun jadi pacar nya??!!!!

    Duhhhh jiyeon pabbo… Nyakitin minho dan nyakitin dirinya sendiri..

    Gregetan bgt bacanya…
    Di tunggu next part nya yaa
    😀

  5. Saeng bikin nangis nih!! kasian banget EMIN gue yak T___T
    ya tuhan putuskanlah KYUPIL ama JIYI!! kasihan EMIN udah jaga janjinya, tp gara2 temen2 JIYI yg menghasut JIYI dia jadi kasihan bgtlah~

    FFnya Daebak, walau blum baca part 1 nya tp masih ngerti -3-

  6. aigoo jiyeon kenapa nerima kyuhyun kalo enggak suka..
    minho kayaknya masih menjaga perjanjian nya sama jiyeon deh..

    next part 🙂

  7. bah kasur ampe basah gini baca efef di sini, menguras air mata mana lagi puasa pula bikin dehidrasi aja,. *nah loo Udah ah part 3, 4 5 ampe end ayo segera post sebelom dituntut ^^

  8. Ternyata krn hasutan teman to,akhirnya jiyeon jadian sm kyuhyun tp menurut ku minho jg salah knp dia setelah pergi nggak pernah kasih kabar.Jdnya jiyeon jd bimbang deh. Lanjut baca lagi

  9. Hm … Krystal bukanya tmn minho waktu di junior high school yah…. 😐
    jiyeon onnie kok ga percaya ke minho hanya karna kata+ tmnnya…?? :-> sedihhh.. ;-(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s