FIRST LOVE CHAPTER 11

Gambar

`Title : First love

Author : @windyverentnita

Main cast : choi minho ( SHINee)

park jiyeon (t-ara)

Lenght : chapter

Genre : romance, sad, and Friendship

Rating :  tentuin sendiri yah !!

 Annyeong haseyo!!!,

Mianhe minhe minhe, joengmal mianhe! Aku postingnya kelamaan banget ya?, habisnya authornya baru sembuh dari sakit nih, mianhe juga untuk ceritanya, Apa makin ribet aja yah? Author sendiri aja sempat pusing sendri, tapi belum ada ide nih, jadi maklumin aa yah!. Mohon comment ya kalau baca cerita aku, kalau bisa saat comment nanti taruh alasan kenapa baca cerita ini! apa karena kamu minji shipper, atau kamu suka sama jiyeon? atau karena suka sama minho? Gitu aja deh! Happy reading!!!!!!

*****

Piiiiiiippppppppppppp,pppiiiiiiiiiiip

“ eoni! Apa kau tak ingin menemui myungsoo opa? Dari tadi ia terus saja membunyikan klakson mobilnya,pasti ia sangat bosan sekarang! “ sulli sedikit memelankan suaranya kepada jiyeon, karena melihat kondisi jiyeon yang sedikit tidak baik dari biasanya. Matanya sembab, dan tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya semenjak ia sarapan bersama sulli

“ pergilah temui dia, bilang aku sedang pergi. Dan  bilang padanya juga, jika aku tak masuk sekolah hari ini “  ucap jiyeon akhirnya,

“waeyo eoni? Apa kau sedang ada masalah dengan myungsoo opa? “

“ anie! Pergi saja temui dia! Aku hanya ingin sendiri sekarang! “ jiyeon bangkit dari duduknya, kemudian ia berjalan menaiki tangga rumahnya, ia mengganti bajunya dengan baju yang sedikit rapi dari baju tidur yang dikenakan sebelumnya, setelah itu ia turun kembali keluar rumahnya

Jiyeon menarik naFasnya panjang-panjang menghirup udara pagi hari ini, Fikirannya terlalu kacau saat ini. ia memejamkan matanya , membiarkan hembusan angin yang begitu dingin menabrak wajahnya begitu saja

“anyoeng jiyeon-na! Kau tak sekolah hari ini ?”  sapa seorang paru baya yang sedang berdiri d depannya

“ anyoeng haseyo! Anieo ajhuma, aku ingin beristirahat saja hari ini! “ ucap jiyeon sambil membukukan badannya

“ apa kau bisa membantu ajhuma lagi? Ajhuma tak mendapatkan minho di kamarnya apa kau bisa membantuku untuk mencarinya? Ia belum sembuh sekarang”  jiyeon membelakkan matanya lebar-lebar, kenapa namja itu pergi  dengan keadaan seperti itu? Bagaimana kalau ia ambruk seperti kemarin?, jiyeon menganggukan kepalanya , kemudian  berlari menyusuri kompleks-kompleks  dekat rumahnya. Yoeja itu berlari kesana kemari mencari tiap-tiap lorong yang ada , tapi ia sama sekali tidak mendapatkan sosok yang di beri nama choi minho tersebut. Jiyeon berhenti sebentar, memikirkan tempat yang mungkin sering di kunjungi minho

“ia tak mungkin pergi jauh dalam keadaan seperti itu “ ucap jiyeon, ia kembali memikirkan sesuatu sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan  jarinya sendiri. Tak memakan waktu lama, jiyeon segera berlari kembali, kemudian ia berhenti tepat depan taman dekat rumahnya, taman yang memang sering di kunjunginya bersama minho satu tahun yang lalu. Sesuai yang di harapkan, jiyeon benar-benar mendapatkan minho di tempat itu. Namja itu sedang duduk di salah satu bangku di bawah pohon, ia masih mengenakan piyamanya, entah apa yang sedang di lakukannya di bangku itu sendirian, namja itu  hanya diam menunduk, sesekali ia memejamkan matanya, kemudian menarik naFasnya. Jiyeon yang melihat minho seperti itu, hanya diam di tempatnya. Ia hanya memandangi minho dari jauh, menghapus kerinduannya dengan namja ini dengan cara seperti itu, melihatnya dari kejauhan. Ia tak berencana untuk menghampiri namja itu , jiyeon hanya duduk di bangku samping tempatnya berdiri tadi. Entah kenapa ia tak ingin mengacaukan suasana hati namja itu lagi sekarang.

Mata jiyeon masih terus terarah kearah minho, lagi-lagi air matanya menetes di wajah mulusnya setelah melihat minho yang juga meneteskan air matanya di tempat duduknya sana, entah apa yang membuat kedua orang itu meneteskan air mata, . Dalam Fikiran minho ia terus berFikir jika keputusannya untuk pulang sekarang ternyata salah, waktu 5 bulan untuknya belajar merelakan jiyeon di inggris sana sama sekali tidak membuang kenyataan jika ia memang sangat mencintai jiyeon

“ kenapa kau menangis? Kenapa lagi-lagi aku harus menangis karenamu? Kenapa aku terlalu cengeng sekarang? Kenapa aku tak bisa menerima kenyataan? Kenapa aku terlalu lemah? Kenapa kita sama sekali tak bisa hidup bahagia bersama? “ lirih jiyeon di tempatnya,ingin sekali ia berjalan kearah minho dan menghapus air mata namja tersebut, tapi ia sama sekali tak bisa, ia sama sekali tak ingin memperkeruh semuanya, ia punya namja lain sekarang

“ jeball! Tak bisakah kau berhenti menangis seperti itu? Apapun yang membuatmu sedih, kumohon! Lupakanlah! Jika tidak, aku benar-benar tak akan mampu menekan perasaanku”  lirih jiyeon lagi, dadanya terasa  amat sesak lagi, sudah lama ia tak merasa sesakit ini. kenapa jika berurusan dengan namja yang bernama choi minho itu ia selalu menjadi yoeja yang cengeng. Sementara di tempat yng sama minho berFikir keras, Fikirannya melayang-layang. Entah kenapa ia merasa sesak lagi di dadanya, bukakah ia sudah merelakan yoeja yang di cintainya, park jiyeo pada orang lain? Kenapa semuanya tak seperti yang di Fikirkannya?

“ sebenarnya apa yang kau Fikirkan choi minho? Ia sudah menepati janjinya untuk hidup bahagia dengan orang lain, kenapa sekarang kau yang merasa sakit? Bukankah kau sudah belajar untuk merelakannya di inggris? “ lirih namja itu, ia mengangkat wajahnya mentap langit kosong, ia berusaha agar air matanya tak jatuh lagi

“jiyeon, aku bahagia! Aku benar-benar bahagia! Selamat telah mendapatkan seseorang yang memang tepat untukmu! Myungsoo tak akan menyakitimu seperti apa yang selalu kulakukan “ ucap minnho pelan, sangat pelan. Caranya untuk menatap keatas langis gagal, air matanya masih bisa menerobos keluar.  Awan yang cerah tadi berubah mendung,dengan cepat hujan yang lebat menghantam dua orang itu  dengan hebat. Minho masih duduk di tempatnya,matanya masih terus  menatap keatas langit yang mendung itu

“ kenapa kau juga menangis? Aku benar-benar bahagia! Aku benar-benar bahagia melihatnya! Kenapa kau tak percaya?“ teriak minho sedikit kencang,terlalu Frustasi untuknya, belum lagi udara di sekitarnya sedikit mulai menghilang. sedangkan jiyeon yang melihatnya dari kejauhan hanya dapat mengarahkan tatapannya ke langit seperti minho.

“apa benar kau ikut menangis dengan kami? “ ucap jiyeon pelan, ia berali menatap minho, sedetik kemudian ia mengingat kondisi minho yang kurang baik. Ia benar-benar bingung, apa ia harus menemui minho di sana sekarang? Ia melangkah, jiyeon menghapus semua kebingungannya, ia harus mementingkan kondisi minho sekarang

“ minho..” ucap jiyeon pelan setlah ia sudah berdiri di depan minho, minho mengalihkan tatapannya dari langit ke arah jiyeon. tak ada yang di ucapkan minho, ia hanya menatap jiyeon dalam. Kenapa jiyeon harus muncul di saat seperti ini? minho sudah menjatuhkan air matanya lagi, untung saja hujan masih turun dengan deras, ia masih bisa menutupi air matanya kepada jiyeon

“ untuk apa kau di sini? “ tanya minho dingin

“ kajja! Ayo kita pulang ke rumah ! “ jiyeon mengulurkan tangannya, sementara minho hanya menatap tangan yang di guyur hujan itu hampa

“ pulanglah! Aku masi ingin di sini “

“ kalau begitu aku juga akan terus berada di sini! “

“jeball! Aku ingin sendiri, aku tak bisa melihatmu untuk saat ini! seharusnya aku memang tak harus pulang ke seoul  “

“ waeyo? Apa kau memang sangat membenciku sekarang? Kenapa kau bersikap seperti ini? jika memang sudah tidak menyukaiku setidaknya bersikaplah sedikit lebih baik! Kenapa membuatku merasa seperti ini lagi! Kenapa kau benar-benar seperti menjauh dariku? Apa aku begitu menjijikan? “ jiyeon kembali mengis, air matanya masih bisa terlihat oleh minho walau jatuh bersama-sama dengan hujan. Minho terdiam, sudah lama ia tak melihat jiyeon menangis seperti ini. apa yang di lakukan yoeja ini sekarang? Kenapa ia masih menangis? Padahal ia sudah merelakan semua kebahagiaannya  untuk yoeja ini. apa yang harus di korbankannya untuk yoeja ini sekarang? Minho benar-benar merasa kebahagiaannya sudah habis

“ sudah kubilang aku sama sekali tak membencimu? Kenapa kau masih menangis? Bukankah kau sudah hidup bahagia dengannya? Aku bahkan sudah merelakan seluruh kebahagiaanku untuk itu semua “

“aku bahkan tak pernah menginginkan kebahagiaan seperti ini “ jiyeon sedikit meninggikan suaranya

“apa yang harus kulakukan sekarang ? kenapa semua yang kelakukan salah  ? tak ada kebahagiaan yang tersisa jiyeon, jadi kumohon jangan menyiksaku lagi dengan air mata itu “ minho menunduk, sesak dadanya terlalu kuat, ia sedikit tak bernaFas sekarang,

“aku hanya ingin memelukmu! Itu saja, aku merindukan minho-a, aku benar-benar merindukanmu. Tapi kau bersikap dingin padaku, menghindar dariku, aku tak tau berbuat apa! “ jiyeon sudah berhambur memeluk minho, ia menagis terisak di pelukan namja itu. Jiyeon merindukannya, benar-benar merindukannya.minho diam, dia membelai pelan rambut jiyeon, entah hujan yang mengalir di pipinya juga termaksud air matanya. Yang minho tahu, ia hanya bisa melakukan itu semua, ia melakukan sejauh ini hanya untuk kebahagiaan semuanya, termaksud jiyeon. jika karena dirinya lagi air mata jiyeon mengalir, apa artinya semua ini? minho tahu, berbuat seperti ini akan tambah menyiksanya untuk merelakan yoeja ini, tapi ia tahu semuanya harus demi kebaikan jiyeon. walaupun ia yang harus  menderita, itulah caranya untuk mencintai jiyeon

“apa ini semua yang kau maksud urusan, hingga kau tak masuk sekolah jiyeon-na? “ minho melepas pelukan jiyeon, ia beralih menatap namja yang basah kuyup sama seperti ia dan jiyeon. minho hanya menunduk, begitu pula dengan jiyeon

“ aku ingin bicara! “ucap namja itu lagi, ia menarik  tangan jiyeon. jiyeon sedikit mengerang kesakitan, jiyeon beralih menatap minho, namja itu hanya diam menunduk. Jiyeon ikut menundukan kepalanya,ia hanya pasrah sekarang, ada raut kekecewaan yang di berikannya.minho tak seperti dulu lagi,ia tak marah lagi melihat jiyeon di perlakukan seperti itu.  Ia tak marah lagi melihat jiyeon di perlakukan seperti itu

“apa sebenarnya yang kau lakukan dengannya? “ tanya myungsoo tidak terlalu keras, ia berusaha agar tak membentak yoeja ini sekarang. Jiyeon hanya diam, tak ada kata-kata yang bisa membelanya dengan perlakuannya terhadap minho tadi

“jeball! Katakan sesuatu! Jangan mambuatku salah Faham! Aku sudah membuang kebencianku terhadap minho satu tahun yang lalu, jadi jangan menimbulkan itu lagi. Tolong jelaskan sesuatu yang tak membuat ini semakin kacau “ ucap myungsoo lagi dengan nada yang lebih pelan dari yang tadi, ia tak ingin  menyudutkan jiyeon.. sedangkan jiyeon lagi-lagi hanya diam, tak tahu apa yang harus di katakannya. Myungsoo yang menatapnya hanya bisa menarik naFasnya

“ jeball! Berbohongla padaku! Berbohonglah jika itu menyakitkan! Aku benar-benar tak ingin membenci minho lagi “myungsoo menundukkan kepalanya, ia takut sekarang, apa yang harus di lakukannya lagi jika jiyeon mencintai minho?

“tak ada apa-apa lagi diantara kami! Semenjak setahun yang lalu aku dan dia sudah tak memilki ikatan. Anieo, bahkan setahun lalu’pun kami memang tak memiliki ikatan. Aku hanya sekedar yoejahingu palsunya. Kami hanya saling memanFaatkan. “ jiyeon menundukan kepalanya, terlalu sakit untuknya mengingat kenyataan bahwa dulu antara dia dan minho memang hanya saling memanFaatkan. Dialah yang melupakan kesepakatan itu, menganggap acting mesra yang di berikan minho benar-benar dari hati namja tersebut. Myungsoo yang  melihat jiyeon seperti itu hanya dapat memeluk yoeja tersebut

“ jangan pernah pergi dariku! Dari kita kecil aku benar-benar sudah menyukaimu! Kumohon! Kau mau menerima jika kita melakukan pertunangan! “

*****

Minho berjalan pelan memasuki rumahnya, langkahnya terhuyun-huyun ke sana ke mari karena lemasnya. Ia pergi untuk menenangkan dirinya, tapi ia malah bertemu dengan jiyeon, bahkan ada myungsoo yang membuat semuanya semakin kacau

“minho-a kau dari mana saja? “ tanya eomanya yang sedang duduk di soFa, minho hanya diam kemudian duduk di samping eoma.a tersebut

“ eoma obatku di mana? “ ucap minho pelan, naFasnya benar-benar sesak sekarang, dengan cepat eoma.a menjulurkan sebotol obat kepada minho, minho langsung menyemprotkannya ke mulutnya

“ kau habis bertemu jiyeon? “ tanya eoma minho pelan, sementara anak.nya yang satu itu hanya mekin menenggelamkan kepalanya

“ kau menyukai jiyeon ya?” tanya eoma.nya pelan sambil membelai pelan rambut anaknya itu, tak ada sahutan dari minho

“ sepertinya masalahmu dan jiyeon benar-benar berat. Jangan terlalu memaksakan diri! Eoma tahu bagaimana rasa sakit seperti itu, terlalu sesak di dada bukan? Itu akan makin  membuatmu tak bernaFas nantinya, penyakit asma’mu kambuh karena itu bukan? “ minho menatap eom’nya sendu, seakan berkata aku memang benar-benar sedang dalam keadaan tak baik

“ tenang saja! Kau menyukainya’kan? Dan sepertinya jiyeon juga menyukaimu ! “ eoma, minho tersenyum kepada anaknya,sementara minho lagi-lagi haya kembali menundukan kepalanya

“ apa gunanya jika aku mencintainya? Apa gunanya jika ia mencintaiku? Apa gunanya jika kami saling mencintai? Apa gunanya semua itu  apabila pada kenyataannya takdir sama sekali tak menginginkan itu semua?. Mungkin lebih baik jika aku tak mencintainya! Mungkin lebih baik jika ia tidak mencintaku! Mungkin lebih baik  jika aku bisa membuatnya  tak memnangis karenaku.  Mungki lebih baik jika takdir sedikit mengasihani diriku! Aku capek eoma! Sesak! Benar-benar sesak melihatnya dengan status milik orang lain. Aku ingin pergi lagi dari sini! Aku benar-benar ingin kembali ke inggris saja “minho memeluk eoma.nya itu, ia menangis di pelukan eoma.ya. sementara eoma minho hanya menatap anaknya sendu, baru ini ia melihat anaknya yang kuat itu menangis seperti itu

“ kau ingin lari lagi? Apa kau tak lihat semua yang terjadi setelah setahun yang lalu saat kau lari dari kenyataan? Kau Fikir semuanya akan baik, tapi kau bisa lihat sekarang! Ia punya namja lain sekarang. Sejauh apapun kau lari,  dan bagaimanapu kau berusaha, jika memang kau mencintainya, itu sama sekali tak akan mengubah semuanya. Kau ingin melihatnya berubah status menjadi anae namja lain setelah kau kembali lagi ke korea.? Kenapa kau sama sekali tak mau memperjuangkannya? “

“ bagaimana bisa aku memuperjuangkannya jika ada sebagian orang di sekitarku akan terluka karena itu,  bagaimana  bisa aku memperjuangkannya jika mereka menangis kerena kebahagiaanku? Bagaimana bisa aku memperjuangkannya jika aku harus menyiksa orang lain?  Aku hanya tak ingin menjadi orang yang egois, aku hanya  tak igin bersenag-bersenang sementara orang lain  menangis, aku tak mau saat aku  memilikinya itu semua di tukar dengan kebahagian orang lain “eoma minho memeluk anaknya erat, ia benar- benra senang melihat anaknya tumbuh menjadi namja yang baik

“ kalau begtu bersabarlah! Suatu saat nanti  semuanya pasti akan berakhir! “

**********

“ turunlah!  Jeball!! Fikirkan permintaanku tadi dengan baik! Jika kau sudah mendapatkan jawabannya jangan segan-segan untuk  memberitahuku “ myungsoo membelai pelan rambut jiyeon, jiyeon hanya menuruti permintaan myungsoo. Jiyeon melangkahkan kakinyan memasuki rumahnya setelah  mobil myungsoo sudah tak terlihat lagi

“ apa kau sakit? Kenapa tidak pergi sekolah? “ tanya appa jiyeon yang sudah menunggu anknya itu di depan rumahnya

“ anieo, aku hanya sedang lelah appa “ jawab jiyeon seadanya

“ apa kau ada masalah? Ayo cerita sama appa!”  appa jiyeon menarik anaknya itu memasuki rumah kemudian menyuruhnya untuk duduk

“ apa appa akan marah jika aku tak bisa menuruti permintaan appa untuk menikah dengan myungsoo nantinya? “ appa jiyeon nampak kaget, tapi setelah melihat anaknya yang terteunduk lemas seperti itu, tatapannya kembali sendu

“ waeyo? Apa kau sedang bertengkar dengannya? “

“ anieo, sama sekali tidak. “

“ terus ada apa? Apa kau sudah mencintai orang lain? “ tanya appa jiyeon pelan

“ ne “ jiyeon menundukan kepalanya, ia takut jika ia harus menyakiti appanya

“ kenapa tak menceritakan pada appa sejak awal? “

“ mianhe! Waktu itu aku Fikir ia tak akan kembali lagi appa! Aku tak mengira ia akan kembali ! Fikirankupun sedang kacau karena aku begitu menrindukannya! Aku Fikir setelah mencoba untuk menerima myungsoo itu akan mempermudahku untuk melupakannya, tapi kenyataannya semuanya sama sekali tak berubah. Bahkan setelah ia kembali lagi “

“ apa  orang itu minho? “

“ b-b-bagaimana appa bisa tahu? “

“ tentu saja! Namja itu baru saja pulang dari inggris, pasti dia yang kau maksud kan? Appa sama sekali tak akan memaksa apapun denganmu. Jika kau memang tak mencintai myungsoo, appa tak akan memaksanya. Hanya satu saja yang appa sarankan padamu! Pastikan dia masih mencintaimu atau tidak, sebelum kau mengambil sebuah keputusan! Jangan sampai kau menyesal nantinya. Fikirkan semuanya baik-baik. Kau harus mengatakan semuanya baik-baik dengan myungsoo, apa tahu namja yang satu itu sangat menyukaimu, ia pasti akan sangat terluka “

*****

“ jiyeon kau kenapa lagi? “tanya krystal  saat melihat sahabatnya itu hanya diam sendiri tak mengikuti yang lainnya untuk bermain basket

“ gwencana! Aku hanya sedikit lelah “ ucap yoeja itu pelan

“kau jangan berbohong padaku! “  krystal duduk samping jiyeon, ia melipat kedua tangannya pada kakinya berancang-ancang untuk mendengarkan segala yang akan di ucapkan oleh jiyeon

“ i’m really! Gwencana “

“ kau sedang bingung kan? “

“ne? Bingung? Ah-anieo “

“ kau bigungkan karena tiba-tiba saja minho kembali. Kau bingungkan karena namja itu datang terlambat? Kau bingungkan apa yang harus kau lakukan selanjutnya? “

“ apa aku begitu gampang untuk ditebak? “ jiyeon berbalik kemudian memeluk krystal

“ apa yang harus kulakukan krystal? “ ucap jiyeon dengan terisak,

“sudahlah! Semuanya pasti ada jalan keluarnya “

“ YA KALIAN YANG DI SANA AWASSSS!!!!!!!!!!!! “ teriak seorang namja, jiyeon segera membalikan badanya, namun tepat saat ia berbalik, ada sebuah bola yang melaju dengan sangat cepat dan menghantam kepalanya dengan keras

Bruukkk

*****

“ minho-a, gwencanayo? Kudengar kau pingsan sendiri di sekolah saat aku sudah pulang? Kau sudah tak apa-apakan? “ tanya key yang langsung memeluk minho. Ia memutar-mutar tubuh minho untuk mencari apa ada yang terluka dari tubuh minho

“ aishh key-ya, gwencana! Jangan berlebihan! “ minho  mendorong key dari depannya, ia benar-benar tak akan bernaFas jika di peluka se’erat itu

“anyoeng minho-a! Gwencanyo? Kudengar dari jiyeon kau sedang sakit. Apa sekarang sudah baik-baik saja?” sapa myungsoo dengan bola basket di tangannya

“ ne, gomawo “ minho membungkukan badannya berterima kasih.

“ kenapa tidak bermain basket? Bukankah itu hoby’mu ? “ tanya namja itu lagi

“ oh iya! Kenapa kau tak bermain basket minho? “ tanya key ikut-ikutan

“ hehehe, aku belum terlalu bisa kecapekan! Aku akan susah bernaFas nantinya” minho mengambil bola di tangan myungsoo, ia hanya mendrible bola itu tampa berlari-lari seperti yang sering di lakukannya

“ bagaimana kalau yang ringan-ringan saja?” myungsoo merampas bola dari tangan minho, ia berlari kemudian men’shoot bola ke dalam ring

“kau harus bertanggung jawab jika aku pingsan lagi! “ minho berlari mengambil bola, kemudian ia  juga men’shoot bola tersebut ke dalam ring

Minho dan myungsoo  bermain dengan semangat , mereka sama-sama berlari kesana-kemari mengejar bola di lapangan. Semua yoeja-yoeja yang sedang mengintip  mereka berteriak-teriak histeris melihat dua orang ciptaan tuhan yang hampir sempurna itu sedang bermain dengan kerennya. Minho membawa bola kemudian kembali men’shoot bola tersebut

“ kau hebat! Sementara sakit saja, kau bisa menang dariku “ myungsoo memegang kedua lututnya menggunakan kedua tangannya. Ia sedang mengatur naFasnya yang tidak teratur  karena kelahan, namja itu menghapus peluh yang mengalir deras di wajahnya. Sementara minho, ia sudah tertuduk dengan air di tangannya, ia mengatur naFasnya yang lebih tidak teratur dari yang di rasakan myungsoo

“ kau juga hebat. Aku sampai kelelahan seperti ini “ minho berdiri dari duduknya, ia mengambil bola yang tergelatak  di lantai lapangan itu kemudian kembali memainkannya. Myungsoo yang melihat minho hanya tersenyum, walaupun sedang sakit seperti itu, ia masih belum bisa mengalahkannya. Wajah myungsoo kembali berubah serius setelah mengingat sesuatu yang penting yang tadi ingin di ucapkannya

“ aku meminta jiyeon untuk bertunangan denganku “ ucap myungsoo tidak terlalu keras, bola yang minho mainkan jatuh menghantam lantai begitu saja. Baru saja ia terluka, sekarang harus di perdalam lagi

“ jinjjayo? Chukkae! “ minho mengatakannya sangat lirih, ia menundukan kepalanya. Ia sudah lelah, benar-benar lelah untuk menangis lagi, apa yang harus di lakukan sekarang? Hanya satu mungkin, mendo’akan kebahagian jiyeon bersama dengan myungsoo

“tapi sayangnya dia sama sekali belum menjawab permintaanku “ minho mengangkat kepalanya, haruskah ia mendengar sesuatu seperti ini sekarang?

“ kenapa memberi tahuku? “

“ aku tak mengerti dengan apa yang kau Fikirkan minho! “ myungsoo berdiri, kemudian mengambil bola yang di jatuhkan oleh minho tadi

“aku tak mengerti kenapa kau menyerahkan jiyeon padaku tapi pada akhirnya kau kembali lagi untuk mengubah jalan Fikiran jiyeon.” myungsoo mendrible bola tersebut, kemudia berlari kearah ring

“ aku tak tahu bagaimana perasaanmu dengan jiyeon sekarang! Tapi satu yang harus kau tahu, setidaknya kau harus memberikan kemenagan itu padaku, walau hanya saat ini” myungsoo ber’ancang-ancang men’shoot bola kedalam ring, sedangkan minho yang mendengarnya hanya bisa menggepalkan tangannya , ia membalikan badannya kemudian berlari merampas bola dari tangan myungsoo yang sudah bersiap-siap untuk men’shoot.nya

“apa yang tidak kau mengerti? Jangan bercanda! Aku harus menyerahkannya? Padamu ? apa kau gila! “ minho mengambil bola tersebut, sedangkan myungsoo hanya terdiam sejenak

“kau jangan berpura-pura bodoh! Mau kuserahkan padamu, atau tak mau kuserahkan. Sebelum aku pergi ke inggris ,sampai saat aku kembali lagi kemari , dia sama sekali bukan MILIKKU! “ minho membanting bola tersebut, hingga bola itu melenting dengan sangat keras

“ apa yang harus kuserahkan ha? Apa yang kau minta dariku?kau meminta sesuatu yang jelas-jelas itu sudah mejadi milikmu” minho mengambil sebotol air minum yang di letakannya tadi, kemudian ia berjalan hendak meninggalkan myungsoo, tapi sebelum itu ia sempat membalikkan badannya

“ jika kau mencintainya, maka kau harus membahagiakannya, kemenangan itu milikmu! Sejak dulu aku sama sekali tak memilikinya! Takdir sama sekali tak berpihak untukku! “ minho kembali membalikkan badanyya, kemudian melanjutkan langkahnya

“ terkadang banyak orang yang beranggapan, bahwa kita bisa mengubah takdir jika kita berusaha! “ teriak myungsoo, minho berhenti, tapi sama sekali tak membalikkan badannya lagi

“ kau beruntung! Aku sama sekali tak tau cara untuk mengubahah takdir tersebut! Dan apa kau sudah siap? Apa kau sudah siap merasakan sakit saat aku mengubah takdirku? Apa kau mampu? “myungsoo terdiam, tak ada jawaban yang dapat di ucapkannya lagi

“ YA KALIAN YANG DI SANA AWASSSS!!!!!!!!!!!! “ teriak seorang namja, myungsoo dan minho segera membalikkn badannya saat mendengar teriakan tersebut, mata minho membulat sempurna saat melihat bola mendarat dengan sempurna di wajah seorang yoeja yang selalu ingin di lindunginya .ia berlari sekuat tenaga menghampiri kerumunan orang-orang yang sudah di luan mengerumuni yoeja tersebut

“ jiyeon!jiyeon!! gwencanayo? “ minho menepuk-nepuk pelan pipi jiyeon, kemudian mengangkat yoeja tersebut ke pangkuannya.  Sedangkan jiyeon yang masih mempunyai sedikit kesadarannya  hanya bisa tersenyum kecil kearah  minho

“minho? Kau datang menolongku?” lirih yoeja itu pelan, minho hanya mengangguk pelan dengan posisi seperti itu, seakan ia lupa jika myungsoo ada di samping mereka , menatap  mereka dengan tatapan penuh dengan kesedihan, entah lah apa yang di Fikirkannya, namja itu hanya menggepalkan kedu tangannya

“ minho-a! Jangan pergi lagi! “jiyeon berusaha mengangkat tubuhnya , kemudian ia memeluk minho erat sebelum ia benar-benar pingsan. Orang-orang yang dari tadi mengerumuni mereka melotot, bagaimana bisa yoeja itu berkata seperti itu kepada namja lain di depan calon suaminya sendiri. Tentu saja benar-benar sakit.  Minho mengangkat tubuh jiyeon, berancang-ancang untuk berlari secepat mungkin ke ruang kesehatan, hanya saja sebelum itu ia sudah melihat myungsoo berdiri lesu memerhatikannya,  namja itu menundukkan kepalanya, menarik naFas sekuat-kautnya agar ia tak kahabisan naFas, ia berjalan pelan kemudian  berhenti tepat di depan myungsoo

“ kau ingin membawanya? “ tanya minho dengan tetap mengendong jiyeon

“ anieo! Aku ada urusan penting” myungsoo tersenyum tipis

“jangan memaksakan diri seperti itu!  Bukannya kau calon suaminya! “minho menyodorkan tangannya kepada myungsoo, kemudian memberi isyarat agar ia mengambil jiyeon dari dekapannya

“ apa kau tak dengar jiyeon bicara apa? Ia tak ingin kau pergi darinya?  Ia ingin kau menjaganya! Itu kau! bukan aku! “ teriak myungsoo, seluruh orang yang menyaksikan tersebut hanya diam dan hening. Minho menundukan kepalanya, oksigen di sekitarnya benar-benar akan pergi darinya sekarang

“ baiklah! Aku akan membawanya!  Tapi bukan berarti aku akan mengambilnya  darimu, aku tahu kau mencintainya! Aku tahu bagaimana sakitnya itu , aku benar-benar mengerti perasaanmu sekarang “ minho berlari membawa jiyeon meninggalkan myungsoo serta kerumunan orang-orang yang merasa mendapat tontonan menarik,. Myungsoo diam sejenak, kemudian ia berteriak sambil menarik rambutnya

“ apa yang kalian lihat! Cepat bubar! “ teriak namja itu lagi kepada seluruh orang-orang tersebut, sementara mereka hanya menuruti perintah namja yang sementara dalam keadaan mood tidak baik itu dengan segera

*****

“ ah sial! Kenapa harus sekarang? “ desis minho pelan. Ia memegangi dadanya yang terasa sesak hingga ia benar-benar merasa tak bernaFas. Namja itu berhenti sebentar, memandang keatas tangga yang masih terlalu panjang ke depan. Namjaitu  merongoh sesuatu tabung yang berada  di sakunya, berusaha mencari  oksigen dari tabung tersebut. Namja itu mengeluarkan tabung tersebut, namun belum sempat ia menyemprotkannya ke mulutnya, botol itu jatuh mengelindingi  ke bawah karena minho berusaha  menangkap jiyeon yang hampir terjatuh dari gendongannya. Minho mentap botol yang jatuh  di bawah tersebut, kemudian ia mentap tangga yang masih panjanga itu di lewatinya. Ia menatap jiyeon, kemudian dengan segera ia melangkah dengan cepat menaiki  anak-anak tangga tersebut.  Hampir saja ia terjatuh karena sedikit kehabisan naFas

“ usia tolong bantu dia!  Ia terbentur bola dengan sangat keras! “ minho membaringkan jiyeon  di tempat tidur, kemudian dengan cepat ia berlari mengambil botol yang terjatuh tadi. Saat namja tersebut sampai pada anak tangga terakhir, ia terjatuh , untung saja ada dinding yang menahan tubuhnya. Namja itu dengan cepat mengambil botol tersebut dan menyemprotkannya ke mulutnya. Namja tersebut berusaha mengatur naFasnya kembali, ia memeangi bagian  dadanya dengan  kuat

“ aku harus kembali, dia membutuhkanku! “ dengan terhuyun-huyun minho menaiki tangga itu kembali

“ apa dia baik-baik saja? “ tanya minho setelah ia sudah kembali berada di ruang kesehatan yang di tempati oleh jiyeon

“ tenang saja! Ia hanya sedikit kaget, dan benturan itu tak akan berakibat Fatal! Sebentar lagi di akan siuman” minho mengangguk mendengan penjelasan dari  dokter tersebut, ia mengambil sebuah kursi kemudian duduk dengan tenang di samping jiyeon.

Jiyeon mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha mengatur Fokus matanya yang langsung di serbu oleh cahaya, sedikit demi sedikit ia bisa melihat minho  duduk dengan tenang di sampingnya

“ minho! “ lirihnya pelan

“kau sudah sadar? “ tanya namja itu  dengan memegang kepala jiyeon, sedangkan jiyeon hanya mengangguk

“ apa kepalamu masih terasa sakit? “

“anieo, gwencana!!” minho menghembuskan naFasnya, untung saja jiyeon sama sekali tak apa-apa

“ kau butuh sesuatu? “ tanya minho lagi

“ minum! Aku butuh minum “ dengan cepat minho mengambil segelas air, dengan pelan ia mengangkat jiyeon dalam posisi duduk

“gomawo! “ lirih jiyeon pelan

“sepertinya aku harus pergi sekarang! Aku akan memanggil myungsoo untukmu!” minho membalikan badannya , melangkah untuk pergi meninggalkan jiyeon,tapi baru selangkah ia berjalan, tangannya sudah di cegah oleh jiyeon

“ kajjema! “ lirih yoeja itu, minho membalikkan badannya , menatap jiyeon yang sudah tertunduk lemas, ia meramas tangannya sendiri, ia sudah berjanji pada myungsoo bahwa dia tak akan merampas jiyeon lagi

“ mianhe. Aku harus pergi! “ jiyeon mengangkat wajahnya`, ia menatap minho seakan berkata kau ingin pergi lagi darikui?

“ aku benar-benar harus pergi! “  jiyeon melepaskan genggamannya, sedangkan minho mulai melangkahkan kakinya menjauhi jiyeon

“aku mencintaimu! “ ucap jiyeon pelan, ia menundukkan kepalanya  tak berani menatap kepergian minho. Minho berhenti sebenatar, menatap jiyeon yang tertunduk lemas di tempat tidur. Fikirannya melayang terhadap ucapn myungsoo yang meminta jiyeon untuk bertunagan dengannya

“cinta kita salah, tak ada takdir untuk itu semua! “ ucap minho pelan, jiyeon mengangkat kepalanya memberanikan diri menatap minho di ambang pintu

“ kita bisa mengubah takdir! “ ucap jiyeon, ia menatap minho berkaca-kaca, matanya mulai memudar kembali

“ aku sama sekali tak tau cara mengubah takdir” minho menundukkan kepalanya, mengubah takdir benar-benar hal yang mustahil baginya

“ kalau begitu, biar aku yang mengubahnya!”jiyeon menatap minho tajam, sedangkan minho meramas kantongnya karena naFasnya lagi-lagi akan habis, ia berusaha bertahan agr jiyeon tak tahu penyakitnya yang satu ini

“tak akan bisa jiyeon!  kau ingin melawan takdir? Bukankah itu sama saja jika kau melawan tuhan? “

“ tapi aku mecintaimu!kau cinta pertamaku minho-a!” jiyeon meramas rok sekolahnya, terlalu menyakitkan yang ia rasakan saat ini. apa ada jalan lain selain melawan takdir? Tapi bagaimana cara melawan takdir?

“ apa kau yakin kalau kau mencintaiku? “  minho menatap jiyeon, benar-benar sudah cukup untuk saat ini,  kenapa setelah kepulangannya semua masalahnya kembali muncul?

“ne? “

“ sebelumnya kau belum pernah mencintai seseoran bukan? Bagaimana bisa kau yakin jika perasaanmu padaku itu cinta, sedangkan sebelumnya kau sama sekali belum pernah merasakan cinta.  Aku merelakan kau bersama myungsoo, aku merelakan kau bersamanya sebagai orang yang mencintaimu!” minho membalikkan badannya, ia berlari menuruni tangga sekolah sebelum ia terduduk lemas di salah satu anak tangga

“ cukup untuk semuanya! “ lirih namja itu. Sedangkan jiyeon , ia masih terdiam menunduk di tempatnya, mungkin memang tak ada jalan yang bisa di lakukannya lagi, ia sudah pasrah sekarng

“ jiyeon! “ jiyeon mengangkat wajahnya, menatap seorang namja yang memanggilnya tadi, namja itu menatap jiyeon  tanpa ber’ekspresi sedikitpun. Jiyeon hanya kembli menundukan kepalanya

“ ayo kita batalkan semuanya! “ ucap namja itu, sedangkan jiyeon lagi-lagi mengangkat wajahnya, menatap myungsoo bingung

“ apa yang harus di batalkan? “ tanya jiyeon bingung, apa ia memiliki janji pada myungsoo

“ayo batalkan perjodohan ini, dan lupakan permintaanku untuk memintamu bertunangan denganku! “ jiyeon membelakkan matanya, ada apa sekarang? Dia baru saja berdebat dengan minho! Minho? Dia berkata bahwa  ia dan jiyeon tak memiliki takdir, ‘apa ini yang kau maksud dengan takdir minho? ‘ lirih jiyeon dalam hati, ia menatap myungsoo tajam

“ayo kita bertungan! “

****

“ aigoo minho! Kau kenapa lagi? “ tany key pada minho. Setelah melihat sahabatnya yang satu itu memasuki kelas dengan keadaan yang sangat berantakan, minho hanya diam, ia mengambil salah satu kursi dekat jendela , namja itu menyandarka kepalanya ke jendela tersebut

“ ha,,ha,,ha,,ha! “namja itu mendesah pelan, naFasnya  seperti hilang, dengan segera ia mengambil sebotol yang selalu menolongnya saat tak bisa bernaFas, dengan cepat namja itu menyemprotkannya denga kasar

“ minho-a kau kenapa? Kenapa asma’mu bisa kambuh lagi? “ teriak key, ia langsung mengambil kursi depan minho

“ apa sakit? “ tanya key lagi, saat melihat minho terus saja menyemprotka obat itu ke mulutnya

“ ne, appo, namu appo “ lirih namja itu, ia menundukan kepalanya, tak berani lagi melihat pemandangan keluar jendela.  Terlalu sakit untuknya, memang dialah yang menyerahkan yoeja itu, tapi tak akan ada satu orangpun yang mengerti bagaimana susahnya menjadi dia, tak akan ada satu orangpun yang tahu bagaimana susahnya mencintai seseorang, tapi kita harus menjaga perasaan orang lain. Bukannya namja ini shok kuat, padahal pada kenyataannya ia sama sekali tak mampu. Tap begitulah ia, namja yang selalu memikirkan perasaan orang lain, mungkin semua orang akan beranggapan bahwa ia bodoh, tapi tak akan ada satu orang yang mengerti perasaannya, perasaan bersalah pada orang-orang yang akan di sakitinya, suzy, jiyeon, dan myungsoo. Melawan takdir? Apa ia bisa melawan takdir? Apa tuhan tak akan marah padanya jika ia melawan takdir? Takdir yang membawanya dalam posisi seperti ini? apa ini salah takdir atau mungki salahnya karena salah memilih takdir?

TBC

Advertisements

29 thoughts on “FIRST LOVE CHAPTER 11

  1. Yaak KIM MYUNGSOO, kau pergilah!!!!!!

    Kenapa cinta begitu rumit,,
    Aigooo minho, kau yang menentukan takdirmu, kau yang melangkah, berarti kau yg harus menentukan kemana kakimu akan melangkah,,
    Kau masih bisa merubah takdir. Rubah lah minho rubahlah, jangan sampai menyesal.
    Kalian saling mencintai, rubah takdir itu bersama.

  2. Huahhhh…
    Akhir na d post juga…
    Minji na kasihan bbgt, 😦
    *mana tissu*..
    Minho, jebal… Kamu harus jujur…
    Kasihan jiyeon na…
    #q suka minho ma jiyeon.. Jadi minji shiper ddah..#

  3. Complicated bgt kisah MINJI 😦
    Ikutan nyesek ngebacanya… Feel nya dpt bgt thorr…
    Saya jiyeonastic thor.. N seneng2 aja jiyeon sama siapa aja.. Tapi yg paling favorit itu klo jiyeon di pairing sama Kyuhyun Minho EXO donghae… N selalu interest klo ada FF main cast Kyuyeon MINJI…

    Thorrr lanjutan nya palli yaa..
    🙂

  4. hhhhuuuuuhhhhh,,,,gemeeeeesss ma minppa,ayolah oppa bersikaplah seikit egis kali ini,,kau tau jiyeonnie mencintaimu kau juga mencintainya,kalian saling mencintai,,knpa hars membohongi diri sendiri??????/please perjuangin cinta kalian sedikit bersikap egois gak ada salahnya,,gak ada manusia sempurna,oppa….
    apa kamu mau nanti pada akhirnya mengalami penyelsalan yang luar biasa???

    sumpah thor,,bener2 gregetan ma minppa….
    next part update son…

  5. mianhe keritik sebentar rada aneh sih dengan pengorbananya, keduanya saling menyakiti demi kebahagiaan satu orang, menurutku itu tidak adil,, minho pikiranya terlalu keritis, , , seharusnya jika ia mencintai orang itu ia harus mencari tau orang itu mencintainya tidak terus yeoja itu bahagia bersama siapa klo gini sama aja dia nyakitin jiyeoon kan kecuali critanya jiyeon itu sukanya ma myungsoo dan minho merelakannya, ,, lma lma jiyeon sadar klo namja yang selalu ada itu minho ,dan merasa kehilangan minho,,, kalo gini sma kaya sinetron indonesia yang jalan ceritanya disitu situ aja, gk ada perkembangan,, mianhe nde comenya kalo menyakitkan itu yang aku baca menurut cerita yang kamu buat, awalnya aku sudah bagus alurnya sampe part 8 tp makin ke part ini sejaun ini jalan ceritanya mkin muter muter,, dan begitu saja,, kehidupan manusia gk cuma di situ situ aja, sedikit mati ceritanya,, atau klo di gambar usam,, githu

    • ne,ne,ne. gomawo udah mau coment. author juga ngerasa gitu juga sih. cuma mau bagaimana lagi, tiap hari ada aja reader yang nanya nih fanfic, jadi bikinnya ngebut deh, padahal kan author sendiri juga lagi keseringan try out,

  6. rumit… kisah cinta yang rumit bahkan terlalu rumit..
    mian, pada part sebelumnya sudah mulai terlihat perkembangan dari cerita ini.. namun pada part ini.. terlihat kisah minho-jiyeon-myungsoo tampak dibuat semakin rumit namun dengan alur yang tidak berubah.. hanya pemikiran para pemain yang berputar putar dicerita ini…
    ditunggu perkembangan cerita pada next chapter berikut!!!
    Nb: suka ff karena jiyeon dan minji 🙂

  7. Aigo, makin seru + nyesek baca’nya… 😦
    Kisah Cinta MinJi couple sedih bnget… 😦
    Jiyi-ah, Myungie kan udahh mau btalin semua’nya knpa juga kamu pake acara nerima twran bertunangan ama Myungsoo… Aigooo….
    Berharap yg terbaik untuk MinJi couple aja…
    Aishhh, Minho ayo perjuangkan donkk cinta mu ke Jiyi jgn nyerah bgitu aja…

    Author, aq itu Jiyeontastic sllu suka baca FF yg maincast Jiyeon… Hehehe
    klw ada FF yg maincast yeoja Idol yg lain gak bklan aq baca… Mianhe…
    Alasan aq suka FF ini coz cerita’nya menarik sad romance truss main cast’nya Jiyeon… Sbner’nya aq itu MyungYeon Shipper tapi di FF ini aq lebih berpihak ke MinJi couple untuk bersatu… Mianhe Myungie oppa *dijitak Myungsoo… #banyak omong

    d’tunggu next part’nya…
    Yg cpet yahh thor… 😉

    aq berharap MinJi couple bklan Happy ending… 😀

  8. Akhir’y d post jg . . .
    Aq smpe nangis bca’y, kasian bnget minho ama jiyeon krna gx bsa b’1 . . .
    Tp smw adlh kslahan minho, klu seandai’y dy gx lari dri knytaan smw pasti gx bkal kyal gni . . .
    Dn skrng d saat minho d beri ksmpatan dy mlah menyia-nyiakan’y dan lari dari kenyataan lagi . . .
    Next part min, tp jgn lma y min

  9. Myungsoo klu kw d cmpakan oleh jiyeon mka dtng lh k aq, aq akan bwt kw melupakan jiyeon . . .
    Aq turut sedih dgn kisah cinta segi empat x’n . . .
    Bkan hnya minho dan jiyeon sja yg skit tp myungsoo jga . .

    Bila dri awal minho bisa nyakitin suzy, minji psti sdah b’1 . . .
    Myunsoo hnya dtng utk menghibur jiyeon, dan minho yg slah tlah memberikan jiyeon pda myungsoo dan membuat myungsoo ikut terjerat kdlam kisah menyedikan ini

  10. cerita nya, makin menjadi2.
    seru2. tp kenapa jd mengenaskan sekali minji. makin penasaran.
    oh iya. maaf ya baru bisa komen d part ini.. 🙂
    salam kenal 🙂

    Update Soon, ukey:)

  11. Minji couple my bias,,makanya selalu baca minji ff……..KIM MYUNGSOO kamu menghilang aja dech pls demi minji….:D

  12. thor.. gomawo udah bikin ff ini tap chapternya mengsankan 🙂 cepet-cepet dilanjut ya tho 😉 ditunghu bamget nih kelanjutannya

  13. Ihsss jdi sebel sm minho !
    Udh ada jln mlah nolak . Udh jiyeon eonni mau balik ke minho di tolak . Tapi pas sm si myungsoo malah buat jiyeon bimbang lg .
    Sneng bgt si plimplan .!
    Pdhl sneng jiyeon sm minho . Tpi kl9 minho nya gni sedikit gedeg .hehehe
    Lanjtuh thor

  14. sekarang Jiyeon yg berada dposisi Minho
    hduuhhh .. aku yg baca z udah pusing pa lg author y ya???
    Minho sih pake acara balik” segala
    Minho : prasan situ nyalahin ane trus deh ?!! *melotot
    me: mang kenyataan y gtu kok *balik melotot
    Minho : klo gtu salahin author y ! kan dia yg bikin cerita
    me: kalian sama salah y ..
    Author : nte juga salah ,, knapa baca ni ff ?!!
    me : ya udah kita salah bareng” *laahhhhh
    😀

  15. eehh lupa ,, q baca ff ni karna q fan y Jiyeon
    apapun genre y asal bagus n tentu y main cast hrus idola favorit q
    aku bukan shiper yg suka pasang”n idola y
    mo capa z terserah yg penting beda jenis * ya iyalah
    gimana try out y thor .. sukses ?? semoga z sukses 🙂

  16. nyesek bacanya..
    kenapa myungsoo langsung minta pertunangan..
    padahal dia udah tau kalo jiyeon mencintai minho..
    myungsoo egois tu..hehehehe
    minho punya penyakit asma..kasian minpa..
    minji harus bersatu 🙂

    next part 🙂

  17. bingung,,dulu minho yg dihdapkan antra 2 pilihan,,skarang jiyeon yg brada di posisi itu..tapi ksian jg myungsoo klw dicmpakan..benar” complicated love…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s