First Love Chapter 10

Gambar

`Title : First love

Author : @windyverentnita

Main cast : choi minho ( SHINee)

park jiyeon (t-ara)

Lenght : chapter

Genre : romance, sad, and Friendship

Rating :  tentuin sendiri yah !!

Poster by http://alittlestoryfrompiechie.wordpress.com/

 Annyeong haseyo!!!,

HAY,HAY,HAY! Aku balik lagi nih, mianhe kalau sedikit heboh, habis aku lagi seneng banget pas dengar shinee pingin comeback. yah jadi curhat dech. Chapter 10.nya nggak kelmaan’kan?. Ok itu aja dech, jangan lupa comment ok,ok?  Happy reading!!!!

Jiyeon duduk sendiri di salah satu ayunan taman dekat rumahnya, air matanya masih saja terus  mengalir tanpa henti dari tadi. Ia hanya tak percaya minho benar-benar akan pergi meninggalkannya, penyesalan karena telah berjanji akan hidup bahagia menimpanya. Apa ia akan tetap  bahagia tanpa namja itu, namja yang sangat di cintaiya, choi minho? Apa ia masih bisa mendapatkannya? Yoeja itu makin menundukan kepalanya, meramas tali ayunan yang sedang di naikinya, mencoba menahan sesak di dadanya. Ia menarik naFasnya panjang-panjang setelah merasa kehabisan oksigen

First love.nya  yang ia jaga untuk tetap  bahagia meninggalkannya, padahal hanya namja itu yang bisa meluluhkan hatinya

“ neupen minho-a! Kau meninggalkanku untuk kebahagiaanku? Apa kau Fikir ini kebahagiaanku? “ yoeja itu makin menguatkan cengkramannya pada tali ayunan, sedangkan kakinya menendang pasir di bawahnya kasar

“ kau bilang menyukaiku! Terus kenapa meninggalkanku? Apa kau benar-benar menyukaiku? Kenapa kau tak tahu  yang mana kebahagiaan yang kumau? “ jiyeon sedikit berteriak, air matanya masih setia mengalir di pipinya

“lebih baik kau bersama suzy , tapi aku masih bisa memandangmu. Dengan begitu aku masih bisa menjaga kebahagiaanku, jika kau pergi seperti ini, apa yang harus kujaga? “

“ dia punya satu alasan yang tak bisa di beritahukannya padamu “ jiyeon membalikkan tatapannya, ia melihat myungsoo sudah duduk manis di samping ayunannya

“ kenapan kau bisa tahu jika minho pergi? “ jiyeon menatap myungsoo tajam, sedangkan yang di tatap hanya bisa tersenyum, ia tahu pasti akan mendapat pertanyaan seperti ini

“jangan bilang kalau kau…………………..”  jiyeon tak melanjutkan kata-katanya, air matanya makin jatuh dengan deras, ia berdiri menghampiri myungsoo kemudian memukul-mukul dada namja tersebut

“ya! Kenapa kau tak memberi tahuku ha? Kenapa kau tak memberi tahuku jika ia akan pergi? Kenapa kau tak memberi tahuku, setidaknya aku bisa pergi untuk mencegahnya, atau paling tidak aku melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Aku mencintainya myungsoo-a, aku mencintainya .” pukulan jiyeon melemah, dengan perlahan tubuhnya jatuh ke tanah

“ mianhe jiyeon-na, aku sama sekali tak ingin melihatmu menangis  saat ia akan pergi, itu akann tambah menyiksanya “ myungsoo turun dari ayunannya, kemudian ia berjongkok untuk menyeimbangi jiyeon

“ pabo!  Apa sekarang aku tak terlihat sedih  eoh?  Setidaknya  aku  ingin  melihatnya sebelum ia pergi, “

“ mianhe jiyeon-na, joengmal mianhe “  myungsoo menarik jiyeon kepelukannya, jiyeon memberontak dengan hebat, tapi sisa tenaganya yang tersisa sama sekali tak cukup untuk membuatnya terlepas dari dekapan namja tersebut

“neupen namja! Kalian berdua sama jahatnya “ ucap jiyeo dengan sedikit nada tinggi

“ aku memang neupen namja! Tapi sepertinya tidak dengan minho. Ia melakukannya untuk semuanya, untuk kebaikan semuanya “

“ jangan bercanda!  Kebaikan apa yang dia maksud saat ini? ini bahkan lebih sakit dari aku melihatnya bersama dengan suzy” jiyeon mendororng tubuhnya hingga ia bisa terlepas dari namja tersebut, sedangkan myungsoo yang sudah  sangat mengerti perasaan minho dan jiyeon menahan sedikit emosinya

“ya jiyeon-na !  kau juga harus mengerti perasaan minho! Kau Fikir ia sedang tertawa di sana? Ia juga sama sakitnya denganmu! Aku melihatnya sendiri dengan mata kepalaku saat ia di bandara, saat detik-detik ia akan meninggalkanmu. Ia juga sakit jiyeon-na . andai saja ia namja yang egois, ia pasti sudah menyatakan cintanya padamu dan memintamu untuk menjadi yoejachingu sungguhannya. Tapi ia begitu baik, ia masih memikirkan sekitarnya, memikirkan kebahagiaan yang akan di rampasnya jika ia bersikap egois. Dulu aku begitu membencinya, bahkan sangat membencinya  karena ia terus saja membuatmu menangis, tapi setelah menyaksikan dengan mataku sendiri  bagaimana beratnya ia di posisisnya aku jadi merasa kasihan. Ia sama sekali tak pantas dengan posisinya sekarang, orang baik dan  memerhatikan kebahagiaan sekitanya tidak pantas di posisinya itu. Ia namja yang hebat! Ia lebih memilih merelakan kebahagiaanya untuk orang di sekitarnya, ia juga tahu, kau pasti tak mau bahagia di atas penderitaan suzy- kan?. Ia hanya tak mau mencoba menjadi seorang yang egois, ia tak ingin mencapai kabahagiaannya di sertai tangis orang lain. Ia ingin semuanya bahagia, tapi posisinya sekarang benar-benar tak mendukung itu semua.  Tak hanya kau yang seperti ini, bahkan suzy sedang di rawat di rumah sakit sekarang, karena kondisinya yang drop.. setidaknya kau mengetahui jika ia mencintaimu-kan?. Ia juga sempat tersungkur , karena kelelahan dengan ini semua. Jadi mengertilah ! “

Flashback

‘’Apa kau benar-benar yakin akan pergi minho? “ tanya myuongsoo meyakinkan namja satu ini, ia hanya tak igin  ada penyesalan natinya. Sedangkan key yang juga ikut, tak mengeluarkan kata-kata, ia masih sibuk dengan air matanya yang terus berjatuhan, sahabtnya akan pergi meninggalkannya. Minho hanya tersenyum, senyu kusut,penderitaan, serta keterpaksaan yang di berikannya. Muka terlalu pucat dan kusut untuk dapat memberikan senyum manisnya

“ aku tak ingin kau menyesal minho-a “ key angkat bicara, ia masih menyeka air matanya dengan sekotak tissue yang dari tadi di pegangnya

“tenanglah! Aku pasti kembali, aku ingin menunggu semuanya sedikit mereda, myungsoo-a jaga jiyeon baik-baik, jangan sampai kau melukainya seperti yang selalu aku lakukan padanya. Aku ingin kau menjaganya dengan baik, karena selama denganku aku tahu dia tak pernah bahagia, kumohon,! aku sangat mencintainya. “  minho menunduk mengucapkan itu, terlalu sakit untuknya melepaskan jiyeon yang sangat di cintainya pada orang lain begitu saja, tapi apa yang harus di lakukannya sekarang? Tak ada cara lain lagi selain ini, ada myungsoo yang akan menjaga jiyeon, ia juga namja yang baik. Ia harus kuat, untuk kebahagiaan semuanya, terutama yoeja yang di cintainya, park jiyeon. namu apa daya, kekuatannya sudah mulai sedikit habis, ia terjatuh , koper yang di bawanya menghantam lantai dengan keras, myungsoo dan key langsung berjongkok menyeimbangi minho

“ minho-a gwencanayo? “ tanya key panic

“ ne, tenang saja! Hanya sedikit pengorbanan kecil “ ucapnya dengan tersenyum

‘ untuk para penumpang yang akan menaiki pesawat ke inggris untuk segera bersiap-siap. Karena sebentar lagi pesawat anda akan segera berangkat ‘

Minho memaksakan tubuhnya untuk berdiri, agar sahabtnya itu tak khawatir dengannya

“key-ya kau harus berhati-hati yah! Jangan terlalu galak dengan orang! Nanti tak ada lagi yang mau dekat-dekat denganmu, dan kau myungsoo, I believe you “ minho menunduk kemudian menarik kopernya meninggalkan sahabtnya itu. Key sudah mengeluarkan air matanya dengan sempurna, sedangkan myungsoo yang baru mengenal minho dengan baik hampir menangis dengan semuanya, ia hanya menahannya, karena ia tak pernah menangis dengan masalah seperti ini

“ aku akan menjaganya dengan baik minho-a “ ucap myungsoo pelan sambil memandangi bahu minho yang semakin menjauh, sedangkan minho yang sudah berjalan jauh hingga tak terlihat oleh sahabat-sahabatnya, lagi-lagi jatuh tersungkur, kakinya terlalu lemas untuk berjalan lebih jauh lagi.

“ jiyeon-na, saranghe “ lirihnya pelan

Flashback end

Jiyeon terdiam dengan semua ucapan myungsoo, kenapa ia bisa melupakan hal seperti itu,mengapa ia hanya bisa mengingat hal yang menyakitkan di saat seperti ini.

“ gomawo sudah mengingatkanku bagaimana baik.nya ia “ ucap jiyeon lemah dengan memeluk myungsoo erat, tapi air matanya masih terus mengalir

“uljima jiyeon-na “ ucap myungsoo membelai rambut jiyeon pelan

“ tapi aku mencintinya myungsoo-a, aku mencintainya..” tak ada jawaban lagi yang dikeluarkan oleh myungsoo, ia juga sedang menekan sesak di dadanya mendengar ucapan jiyeon

“ aku mengerti, sangat mengerti ! “

****

7 bulan kemudian

Jiyeon berdiri di depan kacanya, kebiasaan untuk berkaca dan memandangi dirinya dari atas kebawah masih belum hilang darinya, hanya ada sedikit kebiasaan yang memang menghilang dari 7 bulan yang lalu

“ eoniiiiiiiiiiiiiiiiiiii…………. palli! Myungsoo opa sudah menunggumu! “ teriak sulli dari bawah, jiyeon segera mengambil tasnya, kemudia mengambil handphone.nya yang tergeletak di meja.nya. tanpa sengaja tangan jiyeon menyenggol sebuah Foto yang terpampang manis di meja tersebut, hingga Foto itu terbalik ke belakang. Jiyeon membenarkan posisi Foto tersebut, tapi matanya masih menatap kearah isi Foto , tak terasa setes air matanya jatuh  meluncur di pipi mulus yoeja itu

“ tidak terasa sudah 7 bulan minho-a! Apa kabarmu sekarang? “jiyeon menyeka air matanya, Foto itu berisi dirinya dan minho yang sedang berpose aneh saat di photo box, Fikiran yoeja itu melayang-layang, kemudian ia membalikkan tatapannya kearah boneka kucing yang terpampang rapi dan manis di sana, boneka kucing pemberian minho.

“bogosshipo minho-a “ dumam jiyeon, ia mengambil selembar tissue, kemudian menyeka air matanya lagi. Ia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan photo itu, karena sulli yang lagi-lagi berteriak memanggilnya.  Sedangkan Foto yang terbingkai rapi itu tiba-tiba jatuh hingga kaca bingkainya pecah berantakan

“ kau lama sekali jiyeon! myungsoo sudah dari tadi menunggumu di luar “ cecar appa jiyeon setelah melihat anak kesayanggannya turun menuruni tangga rumah mereka

“heheheh mianhe,” ucap jiyeon seadanya

“palli ! temui dia, pasti ia sudah bosan menunggumu!”

“ arra,arra appa” jiyeon melanjutkan langkahnya keluar rumah, tapi belum jauh ia melangkah, ayahnya sudah memanggilnya lagi

“ jiyeon-na, chakaman! “ jiyeon memberhentikan langkahnya, kemudian ia berbalik menatap ayahnya bingung

“ waeyo appa? “

“ duduklah dulu “ appanya bergeser, kemudian menyuruh jiyeon untuk duduk di sampingnya

“sekarang apa? “ tanya jiyeon memulai pembicaraan setelah ia sudah duduk di bangku samping ayahnya

“ apa kau mempunyai namjachingu? ‘ tanya ayah jiyeon lembut. Jiyeon diam sesaat, kemudian ia menggelengkan kepalanya

“apa myungsoo baik padamu ? “ jiyeon hanya mengangguk, ia sama sekali tidak mengerti suasana seperti apa sekarang ini

“ jiyeon-na sebenarnya jika kau tak keberatan……..” ayah jiyeon  menarik naFasnya sebelum melanjutkan ucapannya. Sementara jiyeon masih memerhatikan ayahnya seksama menunggu kalimat apa yang akan di ucapkan oleh namja paru baya tersebut

“ bagaimana kalau kau ayah jodohkan dengan myungsoo? “ jiyeon membelakkan matanya kaget. Yang benar saja.

“MWO?  “  ucapnya menatap ayahnya tak percaya

“ kau tak punya seseorang yang kau cintai kan? “

***

Jiyeon pov

“ kau tak punya seseorang yang kau cintai kan? “ aku hanya bisa diam, orang yang di cintai ya? Orang itu sudah pergi selama 7 bulan tanpa kabar sedikitpun, tapi tetap saja rasa cinta itu masih tersimpan utuh. Entah apa yang kuFikirkan selama 7 bulan ini hingga tak pernah berniat untuk menggantikannya di hati ini.  namja yang berhasil menjadi First love’ku,  First love yang amat menyakitkan, mungkin cinta ini tak akan pernah bisa bersatu. Mungkin ini waktunya aku harus melupakan First love itu, First love yang mengajarkanku untuk bisa merelakan sesuatu,  mengajarkanku betapa kejamnya dunia ini, serta yang mengajarkanku untuk tetap tegar dalam kondisi apapun. Aku harus benar-benar melupakannya sekarang.

“ opsso, aku akan menerima perjdohan ini “

****

Author pov

Jiyeon melangkahkan kakinya lunglai keluar rumahnya, ia berjalan pelan menghampiri myungsoo yang duduk manis di taman rumahnya

“ anyoeng! “ sapa myungsoo yang sadar akan kehadirin jiyeon, sementara jiyeon hanya membalasnya dengan senyum

Myungsoo terlihat cemas, ia yang sudah diberi  tahu diluanan  tentang perjodoh itu, tentu saja menyetujuinya, ia menatap dalam jiyeon, berharap yoeja itu segera menjawab tatapannya itu

“ehmmm ,,,, jiyeon-na! Apa kau sudah diberi tahu appa’mu ? “tanya myungsoo menyembunyikan kegugupannya, sementara jiyeon masih terenyum seperti tadi, senyum yang,,,,,, ah entahlah

“ apa kau menyetujuinya? “ tanya myungsoo harap-harap cemas

“ ne “ jawab jiyeon singkat

“ jinjjayo? “ myungsoo terlihat excited, sementara jiyeon lagi-lagi tersenyum seperti tadi, hanya ekspresi senyum seperti itu yang bisa di keluarkannyanya, padahal jika di lihat dengan seksama, senyum itu, senyum yang sangat sulit di artikan. Ada sedikit keterpaksaan di situ. Mungkin karena saking senangnya myungsoo sama sekali tak merasakan kejanggalan di senyum itu, ia hanya menarik jiyeon kepelukannya

“ gomawo chagiya” ucap myungsoo semangat, sementara tanpa di sadari myungsoo, jiyeon meneteskan air matanya

****

Hari berganti hari semenjak perjodohan jiyeon, tak terasa sudah 5 bulan jiyeon menyandang status sebagai yoejachingu myungsoo, tak banyak hal yang terjadi pada mereka. Jiyeon masih tetap berusaha menyukai myungsoo, yang entahlah, ia akan mampu atau tidak

“ kau menjadi pendiam jiyeon “ celetuk IU yng duduk di depan jiyeon, sementara jiyeon hanya mendongkkan kepalanya menatap IU datar kemudian kembali berkutat dengan bukunya

“anak-anak mohon tenang! Hari ini kalian kedatangan teman lama! Sonsaengim tak perlu mengenalkannya lagi kan? Kurasa kalian pasti masih mengingatnya “ ujar sonsaengim, semua murid langsung heboh akan kedatangan orang itu, sementara jiyeon sama sekali tak ada niat untuk melihat orang itu, ia masih saja asyik dengan bukunya sendiri

“ oke, sekarang kau boleh duduk di samping park jiyeon !” jiyeon mengangkat wajahnya, merasa namanya di panggil. Matanya melotot dengan sempurna melihat seorang namja yang berjalan kearahnya. Namja yang sangat dirindukannya

“ aku boleh duduk di si jiyeon-ssi? “ tanya namja itu tersenyum. Senyum itu, senyum yang amat jiyeon rindukan. Jiyeon tak berkomentar apa-apa, ia masih terlalu shock untuk mengeluarkan kata-kata, ia hanya mengangguk karena merasa lidahnya terlalu keluh untuk mengeluarkan kata-kata. Namja itu kemudian duduk, mengeluarkan beberapa buku untuk dipelajarinya

“ lagi-lagi dengan jiyeon! kau tak berencana untuk menggaetnya lagi kan jiyeon? kau sudah di jodohkan dengan myungsoo, jadi biarlah minho untuk kami “ cecar seorang yoeja yang berada di samping jiyeon, jiyeon membelakkan matanya, tatapannya beralih pada namja yang berada di sampingnya, ya benar! Dia memang minho, choi minho, namja yang menjadi First love jiyeon, dan sekarang ia sudah berada di samping jiyeon, ia telah kembali, tapi dengan status jiyeon yang  tidak sama lagi dengan dahulu. minho memberhentikan aktivitasnya mengeluarkan buku, ia diam sejenak mendengar perkataan yoeja tadi. Namun beberapa menit kemudian ia melanjutkan aktivitasnya

****

Jiyeon pov

Ia diam sejenak, kemudian kembali mengeluarkan bukunya. Ia membaca buku itu tanpa melihatku sedikitpun

‘apa kau sudah tak menyukaiku? ‘ lirihku dalam hati

“ syukurlah kau menepati janjimu “ ucapnya pelan tanpa menatapku

“ apa maksudmu? “ tak ada jawaban darinya, ia masih serius berkutat dengan bukunya. Ia bukan minho yang kukenal dulu, minho yang kukenal hangat, tak dingin sepertinya.

***

Author pov

“ ya! Apa maksudmu? Kau berbeda dengan minho yang kukenal “ teriak jiyeon, ia benar-benar lupa jika sekarang ia dalam pelajaran

“mrs. Park, jika kau ingin membuat keributan, silakan keluar. “ cecar kim sosaengim, jiyeon sama sekali ta mengindahkan teguran gurunya itu, ia masih menatap tajam kearah minho

“ mrs.park, ku’ulangi sekali lagi! Silakan anda keluar dan berdiri di lapangan! “ jiyeon menendang kursinya, kemudian melangkahkan kakinya keluar kelas, namun baru samapi di pintu, langkahnya terhenti

“ mianhe  sonsaengim! Jiyeon marah karenaku, jadi kurasa ini juga kesalahanku “minho berdiri, kemudian menatap jiyeon sekilas tanpa ekspresi

“ kalau begitu, kalian berdua keluar, dan berdiri  di lapangan! Jangan pernah kembali ke kelas, jika jam pelajaran saya belum selesai! “ minho melangkahkan kakinya, kemudian berhenti tepat di samping jiyeon

“ jangan pernah melakukan hal bodoh seperti ini lagi “  ucap minho dingin, kemudian kembali melanjutkan langkahnya untuk ke lapangan sekolah

“ sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kau seperti membenciku? “ teriak jiyeon saat mereka sudah berdiri di lapangan, ia sengaja berteriak karena jarak  mereka berdiri saling berjauhan. Minho membalikan  badannya agar menghadap kearah jiyeon. ia agak menyipitkan mata belonya karena harus menghadap kearah matahari

“ aku sama sekali tak membencimu, aku sama sekali tak punya alasan untuk membencimu “ ucap minho tak terlalu keras

“ kalau begitu kenapa dingin padaku? Kenapa kau seperti menjauh?”

“ tak ada apa-apa “  minho kembali membalikkan badannya. Tak ada lagi yang berbicara di antara mereka. Hening, terlalu hening untuk suasana yang masih ada kehidupan di dalamnya

Kriiiiiiiiiiiiingggggggggg

Suara bel memecah keheningan, minho segera berjalan untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Jiyeon yang dari tadi diam menyembunyikan perasaannya sudah merasa Frustasi, ia berlari mengejar minho, kemudian menahan tangan namja tersebut.minho memberhentikan langkahnya, ia membalikkan  tatapannya kearah jiyeon . tapi jiyeon hanya diam sambil  menunduk

“ apa kau tak merindukanku? “ tanya jiyeon pelan, punggungnya sedikit terguncang mengucapkan itu

“ aku merindukanmu , bahkan sangat merindukanmu “ jawab  minho pelan, tatapan dingin yang dari tadi di berikannya berubah menjadi tatapan  sendu, jiyeon langsung mengangkat kepalanya, matanya berkaca-kaca. Ia langsung berhambur memeluk minho

“ kenapa kau pergi begitu saja! Aku hampir gila dengan semuanya! Aku merindukanmu, benar-benar merindukanmu “ ucap jiyeon sesenggukan, minho mengangkat tangannya mencoba untuk membalas pelukan jiyeon, tapi tangannya terhenti mengingat perkataan key 5 bulan lalu saat ia akan kembali lagi ke seoul, dan perkataan yoeja yang berada di samping jiyeon tadi

‘apa kau akan yakin pulang sekarang minho-a?sebenarnya ada satu hal yang kututupi darimu, sebenarnya jiyeon sudah dijodohkan orang tuanya dengan myungsoo ‘ ‘lagi-lagi dengan jiyeon! kau tak berencana untuk menggaetnya lagi kan jiyeon? kau sudah di jodohkan dengan myungsoo, jadi biarlah minho untuk kami’

Minho menggepalkan tangannya, kemudian kembali menurunkannya secara perlahan

“ chagi-ya, aku mencarimu dari ta…………”  ucap seorang namja yang berlari-lari  menghampiri mereka berdua. Namun ucapannya terhenti saat melihat jiyeon yang sedang memeluk minho. Minho mengerti keadaan sekarang, ia melepaskan pelukan jiyeon darinya

“ berbahagialah dengannya! Aku ikut senang melihatnya “ ucap minho pelan, kemudian membelai rambut jiyeon lembut. Ia melangkahkan kakinya gontai.

Jiyeon terdiam, ia baru ingat jika ia punya namja ini sekarang, namja yang dipilih orang tuanya untuk menemani hidupnya nanti

“ mianhe, aku ingin sendiri sekarang! “ “

***,

“ minho-a bogoshipo! “  teriak key yang langsung berhambur ke pelukan minho, sedangkan minho yang menanggapinya hanya tersenyum kecil melihat tingkah sahabatnya yang sudah lama tidak  di lihat ini

“ sudahlah! Kau tak perlu berlebihan! Aku bahkan hanya pergi satu tahun dari seoul “ ucap minho terkekeh

“ hanya setahun katamu? Itu bahkan lebih lama dari yang terdengar, terlalu banyak hal yang bisa terjadi dalam setahun “ key menjitak kepala minho, agar sahabatnya yang satu ini sadar seberapa lamanya ia pergi meninggalkan semua masalahnya

“arra, arra! Aku pergi terlalu lama, hingga membuat key yang cerewet  seperti ibu-ibu menjadu key yang cerewet seperi nenek-nenek “ minho tertawa lepas melihat tingkah sahabatnya yang satu itu, sementaa key hanya marah-marah tak jelas

“ sudah bertemu dengannya? “ tawa minho terhenti, kemudian ia menundukan kepalanya

“ nugu? “ tanya’nya pura-pura

“ I know, you know “

“ already “ ucap minho akhirnya

“ terus bagaimana? Ia tambah cantik bukan? “ ucap key menggoda minho, sedangkan minho hanya diam. Ia sama sekali tak ingin menjadikan yoeja itu sebagai bahan lawaknnya sekarang. Key yang sadar akan suasana yang tercipta karena ulahnya hanya bisa memberhentikan tawanya

“ arra,arra! Aku tak akan mengungkit itu lagi! Tapi apa kau benar-benar tak apa saat berhadapan dengannya dengan status barunya itu? “ minho menarik naFasnya, kemudian menatap ke arah key tajam

“ aku bahkan menunda kepulanganku ke seoul selama 5 bulan untuk belajar merelakkannya, tenanglah! So Far so good “ ucap namja ini tersenyum

“ aigoo,  ternyata kau tumbuh dengan baik di sana “

“ ya! Kau benar-benar mirip ibuku saat aku pertama pulang “ minho lagi-lagi tertawa

“ oppa! “ minho membalikkan ke palanya kearah   yoeja yang sedang berlari-lari menghampirinya dengan di hiasi senyum di wajahnya, minho yang melihatnya hanya dapat membalas senyum yoeja tersebut

“ suzy-a, how are you? “ tanya minho setelah yoeja itu sudah duduk manis di sampingnya

“ very well! “ ucapnya semangat

“ sepertinya kau lebih ceria suzy-a “ minho sudah mengacak-acak rambut suzy pelan

“ kau juga jauh lebih tampan dari sebelumnya “  suzy tetap tersenyum, seakan senyum itu tak bisa pudar untuknya saat itu

“ aigoo, aku juga tambah tampan di sini “ ucap key yang merasa ter’acuhkan

“ mianhe key opa, kau juga terlihat sangat tampan “ key hanya bisa terkekeh, sudah sangat lama semenjak mereka berbincang ber-tiga seperti ini

“ how about your liFe? “ tanya minho setelah sudah berhenti dari tawanya

“ good, semenjak kau pergi, aku sudah belajar satu hal yang penting. Dan aku mencontohnya darimu”

“jinjjayo? Memangnya ada hal yang bisa di contoh dariku? Ku rasa tak mungkin, jangan bercanda! “

“ ne, aku belajar merelakan, seperti yang kau lakukan . merelakan sesuatu yang kau sukai demi orang-orang di sekitarmu “ minho terdiam, dia sama sekali tak ingin membahas ini sekarang. Tapi kenapa semenjak kedatangannya ke seoul ia harus mengubrak-abrik masalah yang di anggapnya sudah ia tanam satu tahun yang lalu

“ mianhe opa jika aku mengingatkan semuanya lagi “ minho masih tetap diam, ia sama sekali tak bisa konsen sekarang

“ ya! Suasana macam apa ini? jangan buat suasana seperti ini jika kau sedang bersama dengan key! Oh ya minho, kudengar kau baru keluar dari rumah sakit?  Apa keadaanmu baik-baik saja sekarang ? “ tanya key mencairkan suasana, ia juga baru ingat tentang kondisi minho yang belum lama ini sedang tak sehat

“ gwencana, hanya sedikit sakit di kepala, tak perlu khawatir!”

“ jangan memaksakan diri! Jika merasa tak enak badan pergi saja ke ruang kesehatan “

“ arrasoe, kau bahkan lebih rawel dari yang kuFikirkan “

*****

Jiyeon mlangkahkan kakinya pelan keluar sekolah. Koridor sekolah yang sedang di lewatinya sudah benar-benar sepi, karena bel pulang sekolah yang sudah berbunyi semenjak 3 jam yang lalu. Ia sama sekali tak mendengar bel pulang sekolah, terlalu banyak hal yang diFikirkannya hingga ia sama sekali tak bisa mendengar bel yang berbunyi sangat keras di telinga itu

Tap, tap, tap

Jiyeon menghentikan langkahnya, menyipitkan matanya untuk mlihat seseorang yang sedang berjalan lunglai jauh di depannya. Setelah melihat benar orang tersebut, yoeja itu menarik naFasnya, kemudian melanjutkan kembali langkahnya

Bruuukkkkkk

Jiyeon membelakkan matanya, ia langsung berlari untuk menghampiri namja yang ambruk tersebut

“minho-a!minho-a! Gwencanayo? “ tanya jiyeon panik, tak ada jawaban yang di berikan oleh namja tersebut, matanya benar-benar terlalu berat untuk bisa terbuka. Sedangkan jiyeon yang panik clingak-clinguk untuk mencari bantuan, tapi tak ada seorangpun. Semua koridor terlalu kosong

“ komuhon, seseorang bantu aku! “ teriak jiyeon di koridor tersebut, tapi yang di dapatnya hanya pantulan suaranya saja yang menggema

“ please, someone help me! “ teriaknya lagi,namu seperti tadi, tak ada jawaban yang di dapatnya di sana.  Ia beralih menatap minho, namja itu masih asyik memejamkan matanya. Jiyeon menangis, namja itu semakin pucat saja,naFasnya pun tak beraturan, di tambah lagi tak ada pergerakan yang di lakukannya

“ minho-a! Jangan membuatku takut, palli iroenal! “ jiyeon sudah mengguncang-guncangkan tubuh minho, tapi seperti tadi, tak ada sahutan yang di terimanya

“ bagaimana ini? tak ada satu orangpun yang tersisa di sini “ jiyeon makin histeris saja, ia sama skali tak tahu apa yang harus di lakukannya

Yoeja itu berdiri, kemudiam mencoba untuk membopong namja tersebut, namun apa boleh buat, kekuatannya sama sekali tak sebanding dengan berat namja tersebut. Bersusah payah ia terus mencoba, tapi hasilnya ia malah ikut terjatuh. Tapi jiyeon sama sekali tak putus asa,  yoeja itu bangkit kemudian kembali mencoba, namu 10 kali ia bangkit, 10 kali juga ia harus merasa sakit karena terjatuh. Yoeja itu benar-benar kelelahan, ia menghempaskan tubuhnya berbaring di samping minho, rasa putus asa sudah menjelajahi Fikirannya. Jiyeon membalikkan badannya, menatap minho yang semakin pucat saja. Ia menggelengkan kepalanya, kemudian ia kembali bangkit lagi. Ia menggengam tangan minho kemudian kembali mencoba, namun tetap saja terjatuh, ia menarik naFasnya kemudian kembali mencoba membopong namja tersebut dengan semua kekuatannya. Namja itu terangkat, jiyeon  sedikit tersenyum walau pundaknya serasa ingin roboh bersama badannya sekarang. Ia berjalan pelan sekali melewati koridor yang masih lumayan panjang ini, kadang-kadang sebelah tangannya di gunakannya untuk menghapus keringatnya yang mulai bercucuran

“ aiisshh sial! Kenapa taman sekolah seluas ini? aku benar-benar ingin ambruk “ desis jiyeon setelah ia sudah menginjakan kakinya di taman sekolah yang luasnya  lebih dari luas lapangan bola. Setelah berhasil melewati taman tersebut jiyeon mehan sebuah taxi yang melewatinya

“ mau di antar ke mana aggashi? “ tanya sang supir setelah membantu jiyeon untuk memasukkan minho ke dalam taxi

“ chakaman! “ jiyeon merongoh saku celana minho kemudian mengambil handphone minho, ia mengetik sebuah nama  kemudian menekan tombol call

“ yoboseyo? “ ucap jiyeon memulai pembicaraan

“………..”

“ ne, ajjuhma! Begini, minho sedang pingsan sekarang, tapi aku bingung untuk membawanya ke mana! “

“……………….”

“ ah, ne! Arrasoe! Aku akan membawanya ke rumah ajjuhma! “ jiyeon memutuskan panggilannya, kemudian beralih ke pada sopir yang sedang mengendarai mobil

“ maaF, sepertinya kita harus putar balik “ ucap jiyeon yang hanya di sambut anggukan oleh sang supir

Jiyeon kembali harus menahan rasa sakit saat harus membopong minho dari halaman rumah minho sampai ke kamarnya, walau tak sesakit tadi karena sekarang jiyeon sudah di bantu oleh supir taxi tadi, tapi tetap saja bahunya terasa pegal.

“ aigo minho-a, sudah kubilang tadi padanya agar tak datang ke sekolah dulu, tapi ia malah memaksakan diri! “ umma minho langsung menyambut kedatangan minho dan jiyeon dengan muka paniknya

“ mianhe ajjuhma, minho harus di letakkan di mana? “ tanya jiyeon sopan sambil sedikit tersenyum

“ bawa ke kamarnya saja! “ ucap umma minho sambil menuntun jiyeon ke kamar minho

“chakaman jiyeon-na! Ajjuhma ingi ke bawah sebentar! Ajjuhma titip minho ya? “ jiyeon hanya menganguk menuruti ucapan umma minho, ia menarik sebuah kursi mendekat kearah minho kemudian ia duduk manis menunggu minho sadar dari pingsannya

Setelah cukup lama duduk,Jiyeon bangkit dari duduknya, ia keluar kamar minho untuk mengambil beberapa es untuk mengompres minho. Ia menuruni tangga rumah minho pelan seperti sudah terbiasa akan tata rias rumah ini, ya setahun yang lalu ia memang sering bermain ke ru mah minho. Ia mengambil beberapa es dalam kulkas minho kemudian kembali ke kamar.  Ia menaruh handuk kecil yang sudah di celupkannya ke air dingin itu ke dahi minho, kemudian matanya beralih menatap wajah tampan yang sedang terbaring lemas di depannya ini.ia lagi-lagi menjatuhkan air matanya, ia benar-benar merindukan namja ini, tapi entah hanya perasaanya atau mungki benar, ia merasa benar-benar seperti makin jauh dengan minho.

“bogoshippo, ! “ lirih jiyeon pelan, ia sedikit mengipas-ngipas bagian matanya yang sudah mulai mengabur lagi. Ia membelai wajah mulus minho pelan, wajah dan senyum namja ini benar-benar membuatnya sesak

“ jiyeon! “ jiyeon langsung menepiskan tangannya saat merasa minho memanggil namanya, tapi yang di dapatnya namja itu masih belum membuka matanya

“ jiyeon! “ lirih namja itu lagi, jiyeon berdiri dari duduknya. Ia sedikit terlonjat keget saat melihat minho yang memanggil namanya dalam keadaan tidur

“ jiyeon! “ jiyeon melangkah mundur, dadanya kembali menekan terlalu kuat, ia tak sanggup lagi untuk di tempatkan di posisi seperti ini

Prangggg

Jiyeon membalikkan badannya, saat ia merasa ia menjatuhkan sebuah barang saat ia berjalan mundur, ia menunduk kemudian mengambil barang tersebut yang sudah pecah berhamburan. Mata yoeja tersebut membulat sempurna, air matanya sudah jatuh lagi setelah melihat barang yang di jatuhkannya. ternyata sebuah Foto yang sama seperti jiyeon punya, Foto yang selalu di simpannya dan di bingkainya secara rapi. Ia kembali berdiri dan menatap seluruh ruang kamar minho, matanya berhenti di  sebuah boneka yang terbungkus rapi di samping lemari. Boneka hijau dan bermata besar

“ boneka itu, boneka itu………..  apa-apa’an sekarang? “ desisi jiyeon, ia menutup wajahnya. Kemudian ia berlari mengambil tasnya,  ia membuka beranda minho, ia melompat menuju kamarnya, tak memperdulikan lagi untuk berpamitan pada umma minho.

“ apa-apa’an sekarang? “desis jiyeon lagi setelah ia sudah duduk bersandar di dinding kamarnya, ia mengambil sebingkai Foto dirinya bersama minho, kemudian ia mengambil lagi sebingkai Foto yang berisi ia, sulli, dan juga appa yang sangat di sayanginya

“ kenapa kau baru pulang sekarang minho? Kenapa kau pulang di saat aku sudah di jodohkan dengan orang lain? Kenapa kau pulang di saat  aku sudah mulai belajar mencintai orang lain? Kenapa baru sekarang? “

TBC

Advertisements

23 thoughts on “First Love Chapter 10

  1. Cinta yang sangat rumit.
    Kenapa harus d jodohkan dengan myungsoo kenapa kenapa thor kenapa???
    Minho balik d waktu yang tak tepat, kenapa dari sebelum di jodohkan sih.
    Kasian banget mippa kasian juga jiyi. Banyak banget penghalang cinta mereka (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )
    Minppa sakit apa thor, nggak parahkan??
    Jangan pisahkan mereka lagi chingu, kasian terlalu banyak air mata

    D tunggu next chapnya

  2. huaaa….minppa knpa tlat dateng?????? myungsoo please batalin pertunangan ma jiyeonnie,,,gak sanggup klo liat minji pisah lagi,,,minppa juga sakit apa???jangan bikin khawatir dong oppa……….

    update soon thor,,,, 🙂

  3. aaa …Minhae comment disini, asli ff author seru banget…dan aigooo mengapa harus Myungsoo yang dijodohkan dengan Jiyeon mengapa bukan Minho…Minho sakit apa ya? jangan sampai diakhir cerita Minho meninggal andweeeee….

  4. Aigo knpa perjlanan Cinta MinJi couple bgitu rumit dan d’penuhi air mata… 😦
    smga aja Myungsoo bklan relain Jiyi tuk Minho…
    Ayo Myungppa wlau aq MyungYeon Shipper tapi d’FF ini aq kagak s7 dirimu bersanding dgn Jiyi *digetok Myungsoo….

    Daebak chingu… Feel’x dpet bnget…
    Minho gak skit parah kan chingu…?

    Aq pngen MinJi couple Happy Ending… 😉

    d’tunggu sangat next part’x…
    Yg cpet yahh chingu… 😉

  5. love is passion,,
    cinta adalah kesabaran,,
    bersabar sedikit untuk mndaptkn cinta sejatimu tidk salahkan,,
    gwa sih pengnnya jiyeon ma minho jadian,,

  6. Complicated bgt niy cinta MINJI….. Nyesek bgt baca nya thorr…. Knp masalah terus dtg ya di kehidupan MINJI… Saat minho kembali justru jiyeon udh bersama myungsoo..

    Minho sakit apa thorr???

    Aishhh jinjja… Part ini menguras emosi n air mata.. Hiks hiks

    Update soon ya 🙂

  7. aduhh, makin nyesekkk nih thor!
    jiyeon benar2 gugup dan bingung buat nentuin keputusannya,, dan minho kembali dingin dan terluka~
    cinta menyakitkan,,, huaaa!!!!
    choi minho cepatlah sadar!!! kejar kembali jiyeon!!!
    ditunggu kelanjutannya dengan sangattttt!!! 🙂

  8. hikkssss….. Nyesek T.T
    knp minho baru balik sekarang?? heran dech,, seharusnya dia balik 5 bulan yg lalu ajj buat nyegah jiyeon ama myungppa. ..
    lha low kya gini. semua makin tersakiti kan!!?
    konfliknya rumit sangat…
    Ditunggu thor lanjutannya 🙂

  9. Sprtnya minho sakit yah? Sakit parah kah?
    Knp myungsoo mau terima perjdhan,padahal kan dia tahu klau jiyeon cintanya sm minho.
    Lanjut baca lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s