FIRST LOVE CHAPTER 9

Gambar

Title : First love

Author : @windyverentnita

Main cast : choi minho ( SHINee)

park jiyeon (t-ara)

Lenght : chapter

Genre : romance, sad, and Friendship

Rating :  tentuin sendiri yah !!

 Annyeong haseyo!!!!

Hehehehe, kelamaan ya chapter 9 nya? Mianhe kalau gitu, habis tugas sekolah lagi banyak-banyaknya,. Rasanya cerita’nya makin aneh aja nih! Mohon di maklumi aja yah, habis author abal-abal sih.. Jangan lupa tinggalin coment ya. Karena itu yang nentuin aku lanjut ke chapter selanjutnya atau nggak. Kalau gitu happy reading aja

“ ya minho! Kau jangan bercanda! “ key bangkit dari tempat duduknya setelah mendengar seluruh rencana minho. Minho hanya tersenyum kecil kearah temannya itu, ekspresi yang diberikan oleh key sama kagetnya dengan ekspresi myungsoo tadi

“ aku sama sekali tak bercanda “

“ kebaikan apa yang kau maksud dari semua ini ha? “ muka key memerah, sepertinya ia juga ingin ikut menangis, setidaknya bagikan kepadanya sedikit beban yang harus di tanggung oleh minho

“ini terbaik “ minho hanya menunduk, dia tahu sahabatnya ini tak akan segampang itu merelakan kepergiaannya

“ terbaik apa? Bagaimana dengan perasaanmu sendiri? Kenapa kau tak mau mengejar kebahagiaanmu? “ key sudah menjatuhkan air matanya, dia tahu betapa menyakitkan hati minho sekarang. Bersusah payah dia mencari tahu orang yang di cintainya sekarang dan belum 24 jam dia mengetahuinya dia harus bisa merelakan orang itu

“ kebahagiaan apa yang harus ku kejar? Apa kau masih bisa melihat kebahagiaan dari masalahku? Kalau kau bisa melihatnya beri tahu aku! Tak ada kebahagiaan key, sama sekali tak ada “

“tapi kenapa harus kau? “

“ lalu siapa? Jiyeon? atau suzy?  Ingat! Mereka hanya korban dari kesalahanku. Aku tak mungkin bahagia di atas penderitaan orang lain “

“ bukan ini jalan keluarnya “

“ ini jalan keluar terbaik. Bersusah payah aku memikirkan jalan keluar agar semuanya bisa bahagia, tapi sekeras apa pun aku berFikir, aku sama sekali tak bisa mendapatkannya. Jadi jika semuanya tak bisa bahagia, jadi biarkan semuanya terluka. Jika aku pergi, jiyeon terluka,suzy terluka, dan aku juga akan terluka. Itu adil buka? “ minho menangis, entah tangisan yang keberapa kalinya. Dia benar-benar merasa menjadi namja cengeng

“minho-a. Aku yakin ada yang terbaik dari ini “ key memegang pundak minho kemudian mengguncang-guncangkannya

“ tak ada yang lebih baik, aku sama sekali tak pantas untuk mereka. Dan harus berapa lama aku menunggu keajaiban yang datang agar semuanya berakhir bahagia? Hingga tekanan batinku benar-benar parah. Kau tahu key, mereka selalu menangis karenaku. Kau tahu! Aku selalu membuat mereka terluka, kau tahu! Aku benar-benar tak sanggup untuk melihat jiyeon menangis lagi. Jiyeon pernah berkata padaku ‘ lebih baik aku melihat orang yang kucintai bahagia dengan orang lain daripada aku harus melihat orang yang kucintai menderita karena perbuatanku ‘. Saat dia mengucapkan itu, hatiku benar-benar serasa perih. Aku tak ingin melihat salah satu dari mereka menangis lagi “  air mata minho tak tertahan,ia menyembunyikan sebagian wajahnya kedalam syal yang di gunakannya

“lalu kau akan merelakan jiyeon begitu saja? “

“selagi di bahagia “

“apa kau yakin dia akan bahagia dengan itu semua? “

“ ada myungsoo yang akan selalu menjaganya, aku percaya padanya. Jiyeon juga pasti akan melupakanku, dia pasti bisa mencintai myungsoo  “

“minho jeball! Pikirkan semuanya matang-matang,  aku yakin suzy akan mengerti dengan keadaanmu “

“ jadi menurutmu aku harus merelakan suzy yang terluka dengan semua ini, bukankah itu egois key? Aku sudah se’enaknya memutuskan dengan alasan yang benar-benar tak dia lakukan sama sekali. Aku tak akan membuatnya lebih hancur dari ini, bahkan matanya sudah berkantung karena terus-menerus menangis. Aku sama sekali tak setega itu “

“ itu sama saja kau menyerah dengan semua masalah yang kau hadapi, kau lari dari kenyataan choi minho “

“ jadi menurtmu aku harus berlarut-larut dalam masalah ini? begitu ? “

“ bukan begitu, kau lari dari kenyataan! Memangnya kau Fikir semua itu akan menyelsaikan masalah?memangnya kau Fikir akan semudah itu kau melupakan jiyeon? semuanya akan makin rumit “

“ aku akan berusaha, percayalah padaku! Kau sahabatku bukan? Kau pasti mengerti bagaimana perasaanku sekarang. Keputusanku benar-benar sudah bulat, aku juga bukan ingin lari dari kenyataan, aku hanya ingin lari dari semua hal yang akan meyakiti jiyeon dan suzy. Aku ini hanya mampu membuat mereka menangis, jadi tak akan ada artinya semua rasa sakit yang akan aku tanggung untuk melupakan jiyeon jika itu bisa membuatnya tak menangis karenaku lagi. Seperti yang ku katakan sebelumnya, biarkan aku menjaga kebahagiaannya, , karena aku benar-benar sadar jika aku tak mampu untuk memberinya kebahagiaan “

“ aku mengerti sakitnya perasaanmu  choi minho, benar-benar sangat mengerti. Maka dariitu  bagilah padaku “

“ aku sedang membaginya denganmu, terima kasih selama ini kau menjadi teman baikku “

“ jangan asal bicara! Sampai kapanpun aku akan tetap menjadi temanmu, ingat itu! Jadi jangan pernah katakan selama ini lagi. karena selama ini, sekarang, dan seterusnya aku akan  tetap menjadi temanmu “

“ arassoe! Kau memang selalu bisa ku andalkan “

“ kau sudah memberi tahu jiyeon tentang kepergianmu dan kau akan pergi tanpa memberi tahu jiyeon jika kau mencintainya? “ key kembali duduk, memFokuskan tatapannya kepada minho. Sedangkan minho hanya diam kemudian memaksa kembali untuk tersenyum

“ entahlah, jangankan mengatakan jika aku mencitainya, mengatakan kata perpisahan sebelum aku pergi saja aku benar-benar tak mampu, bahkan tadi pagi aku tak menjemputnya. Aku sama sekali masih tak sanggup harus bertatapan muka dengannya, aku takut aku akan menangis nantinya “ minho menarik syalnya kemudian mencoba melilitkan ulang syal tersebut yang sedikit lagi akan terjatuh, sedangkan key hanya menatap sendu sahabatnya itu, didalam Fikirannya hanya mencari cara agar ada yang bisa di lakukannya

“ andai saja ada yang bisa kulakukan untukmu “

“ kau sudah sangat berjasa key,selama ini kau selalu memotiFasiku untuk tetap maju.  Kau selalu mendengarkan seluruh apa yang kuceritakan padamu, dan kau pasti bisa mencari jalan keluarnya. Gomawo “

“ tak masalah sama sekali! Semoga kau akan bahagia di sana “

“semoga “

*******

“ minho-a kau dari mana saja? “ jiyeon berusaha mengatur naFasnya karena dari tadi dia hanya berkeliling sekolah mencari sosok choi minho

“ hehehehe aku dari tadi sama key, waeyo? “ minho tersenyum kearah jiyeon, tentu saja jiyeon membalasnya

“kenapa tadi pagi kau tak menjemputku? “ tanya jiyeon sambil tersenyum

“ mianhe, aku tadi cepat-cepat karena key memintaku menjemputnya. Kau tahu bagaimana cerewetnya key bukan? “ jawab minho berbohong

“ hehehehehehehehhhehehe benar juga, kau tak apa-apa bukan? Dari tadi pagi perasaanku tak enak memikirkanmu, tak ada yang kau sembunyikan dariku kan? “ minho menelan ludahnya setelah mendengar pertanyaan jiyeon, dia masih benar-benar tak sanggup mengatakan yang sejujurnya kepada jiyeon

“ mungkin hanya perasaanmu, aku baik-baik saja. Dan tak ada yang aku sembunyikan darimu “

“ mungkin benar, harusnya aku tak terlalu negatiFe thinking dulu. Apa kau tak lapar? Bagaimana kalau kita makan? Tadi aku tak makan karena makananku jatuh karena memikirkanmu, jadi kau harus bertanggung jawab dengan menemaniku makan, otthe?” minho hanya mengangguk sambil tersenyum, di dalam otaknya dia terus mengulang kata-kata ‘ aku pasti akan baik-baik saja tanpa senyum ini, dan dia juga pasti akan baik-baik saja tanpaku ‘

“ chakaman jiyeon-na, ! aku akan memesankan kau makanan untukmu, jadi kau duduk manis saja oke? “ jiyeon mengangguk pelan kemudian melihat sekeliling kantin, senyum  masih  terus terpampang di wajahnya entah mengapa hatinya berkata dia   harus  tetap   tersenyum untuk saat ini

“ini pesananmu my princess! “ jiyeon terdiam mendengar panggilan minho padanya, memang minho selalu menggodanya, tapi ia sama sekali tak pernah mengubah panggilannya kepada jiyeon, ada sedikit kebahagiaan di hatinya karena minho memangilnya seperti itu, tapi entah mengapa hatinya juga menyimpan rasa cemas,  tetap saja ia harus tersenyum kearah minho

“ kenapa kau terlihat pucat dan matamu seperti sembab “ jiyeon terlihat panik setelah memerhatikan minho yang sepertinya sedang tak sehat

“ gwencana, mungki karena Flu, tadi mataku kemasukan debu. Jadi sembab begini deh “ lagi-lagi minho berbohong

“ayo ke uks dan mencari obat untukmu! “

“ tak apa-apa, hanya melihatmu saja. Sudah cukup kok “ minho sama sekali tak sadar dengan yang di ucapkannya

“ ne? “

“bukan apa-apa, duduklah! Aku benar-benar tak apa-apa! “ jiyeon hanya menuruti ucapan minho, padahal hatinya benar-benar tak percaya dengan seluruh ucapa minho, dia merasa ada yang minho coba sembunyikan darinya

***

Suzy duduk sendiri di salah satu bangku taman belakang sekolahnya. Taman itu sedang sepi, benar-benar sepi. Hanya ada suzy yang duduk di sana sambil menangis , ia sengaja memilih tempat itu, setidaknya tak ada yang melihatnya hancur,sakit dan juga kesepian. Apa yang bisa dilakukannya sekarang? Hanya bisa menangis sendiri tanpa seorangpun. Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk menghilangkan sakit hatinya. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia menagisi selurrruh sakit hatinya mendengar minho yang sudah tak mencintainya, melainkn mencintai jiyeon. seorang yoeja yang tak pernah terduga olehnya. Ia lelah untuk menghadapi minho lagi, namun apa boleh buat. Hatinya benar-benar masih mencintai namja itu.ia tak tahu apa yang harus di perbuatnya sekarang, ia benar-benar ingin membuat minho bahagia tapi ia sama sekali tak bisa merelakan minho denga orang lain,  ia merasa egois dengan semua ini, tak seharusnya ia menyalakan perasaan minho pada jiyeon. namun sakit hati akibat itu semua belum bisa membuatnya mema’aFkan minho. Ia merindukan minho, merindukan minho yang menjadi namjachingunya, minho yang perhatian padanya dan selalu ada di sampingnya. Tapi apa sekarang? Namja itu selalu membuat suzy menangis dengan rasa khawatir akan minho yang meninggalkannya

“ suzy-a..!! “ suzy mendongkakkan kepalanya menatap seseorang yang memanggilnya,dan detik itu pula ia langsung membuang tatapannya setelah melihat orang itu adalah namja yang membuat hatinya hancur seperti ini sekaligus namja yang sangat di cintainya

“ ada apa lagi opa? Bukankah aku menyuruhmu untuk membiarkan aku menyendiri dulu? Apa kau sudah tak menghargai ucapanku lagi? “ suzy menarik naFasnya kemudian menatap minho sinis, air matanya sudah tak menetes mungkin karena ia lelah untuk menangis

“ aku hanya ingin menyampaikan satu hal padamu “ minho hanya tersenyum saat mengucapkan itu, ia sama sekali  tak perduli dengan tatapan tajam yang diberikan suzy untuknya

“ pergilah opa, aku sama sekali tak ingin melihat mukamu untuk saat ini, jika kau kemari hanya untuk memintaku untuk mema’aFkanmu, mianhe! Aku belum bisa. Bukan berarti aku tak mau mema’aFkanmu, tapi seperti yang kubilang tadi, aku belum bisa . jadi pergilah sebelum aku benar-benar muak dengan ini semua “

“dengarkan aku dulu! “ minho masih tetap tersenyum, tapi suzy sepertinya sudah mulai emosi

“aku  bilang  pergi ! “ suzy berteriak, sepertinya emosinya benar-benar meledak saat ini, ia hanya minta waktu, itu saja

“ tak akan bisa bila buka saat ini”

“ memangnya kenapa? Apa kau akan mati? Atau kau lari? Atau kau akan pergi meninggalkanku dan semua orang di sini? Atau………..”

“ ya, aku akan pergi dari sini “ minho sudah berteriak menyela ucapan suzy, mungkin dengan cara seperti itu suzy akan mendengar semuanya. Dan betul saja, suzy sudah terdiam

“ kau bercandakan opa? Kau tak akan pergi meninggalkanku’kan? Aku yakin kau pasti akan tetap berada di sini “ emosi suzy seketika hilang, ucapannya melemah begitu saja

“ mianhe, tapi aku sama sekali tak bercanda. Aku akan pergi ke inggris, aku menemuimu untuk mengucapkan salam perpisahan. Aku sama sekali tak akan memaksamu lagi untuk mema’aFkanku, aku mengerti perasaanmu, kau butuh waktu bukan? “

“kenapa opa ingin pergi? Apa karenaku yang sama sekali tak bisa merelakanmu dan jiyeon? “

“ anieo, pergi ke inggris karena aku ingin membahagiakan semuanya dan ada satu hal yang tak bisa kuberi tahu padamu “

“ apa itu? Apa karena jiyeon? “

“ anieon, bukan karena kalian berdua! Sama sekali bukan. Semuanya karena keadaan “

“kapan opa akan pergi? “ tanya suzy bergetar

“ besok “  minho tersenyum kearah suzy yang lagi-lagi seperti ingin menangis

“ apa kau sudah memberi tahu pada jiyeon ? “ minho hanya diam, ia sama sekali tak bisa mengucapkan kata-kata perpisahan pada yoeja satu itu

“ tak perlu di jawab, aku tahu jawabannya. Seharusnya aku memang tidak menanyakannya “ suzy tertunduk, menyesali segala perbuatannya. Andai saja ia bisa sedikit tegar dan bisa mencoba merelakan melihat orang yang di cintainya bahagia dengan orang lain, pasti minho tak akan pergi seperti ini. tapi apa boleh buat, dia benar-benar mencintai namja ini

“ kalu begitu aku akan berpamitan, semoga kau bisa hidup dengan bahagia setelah kepergianku nanti. Kau juga harus janji padaku untuk hidup lebih baik. Aku bukan orang yang tepat untukmu ataupun jiyeon. seperti yang kau katakan padaku tadi, aku ini namja jahat. Jadi aku sama sekali tak cocok untuk kalian yang berhati baik. Dan untuk kau mema’aFkanku atau tidak, kau tak perlu memaksa untuk mema’aFkanku, aku mengerti sekarang. Tapi kuharap suatu saat nanti, entah aku sudah tak berada di sini kau bisa mema’aFkanku, aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik. Anyoeng! “ minho sudah melangkah meninggalkan suzy, sedangkan suzy hanya menatap kepergian minho dengan tatapan hampa

******

Jiyeon membolak-balikkan badannya di atas tempat tidurnya, matanya sudah benar-benar mengantuk dan ia juga benar-benar lelah. Tapi ia sama sekali tak bisa tidur, padahal jam sudah menunjuka pukul 11.15 pm . ia masih memikirkan sesuatu yang minho coba sembunyikan darinya, ia begitu yakin jika minho sedang merencanakan sesuatu ,di tambah lagi perasaan akan kehilangan seseorang yang sangat menganggu

“ sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku “ jiyeon berdumam pelan, kemudian megambil salah satu bantal di sampingnya untuk menutupi wajahnya

“ aku benar-benar akan menjadi gila dengan semua ini“ jiyeon meramas tangannya kemudian memukul bantal yang menindis wajahnya

Tok tok tok

Jiyeon terlonjak kaget mendengar orang yang mengetok  jendelanya, spontan saja ia langsung terduduk

“ jiyeon-na apa kau sudah tertidur? “ jiyeon langsung menyunggingkan senyumnya setelah mendengar suara  orang di balik jendelanya tersebut. Ia langsung berdiri,d an berlari untuk membuka jendelanya

“ ada apa minho-a? Apa ada sesuatu yang  penting ?” jiyeon tersenyum mengucapkan itu, sedangkan yang di berikan senyum hanya diam tanpa ekspresi memerhatikan dengan seksama senyum yang di berikan oleh jiyeon

“apa aku membangunkanmu? “ tanya minho dengan muka datar

“ anieo, aku sama sekali belum tertidur. Dan dari tadi aku sama sekali tak bisa tertidur “ jiyeo masih memberikan senyumnya

“ syukurlah “ minho menarik tangan jiyeon keluar dari kamarnya, jiyeon yang kaget berusaha untuk melepaskan genggaman minho, tapi setelah melihat ekspresi serius dari minho ia mengurungkan niatnya. Dengan patuh ia mengikuti arah jalan minho hingga sampai di luar rumahnya jiyeon langsung memegangi tubuhnya dengan sebelah tangannya yang tidak di genggam oleh minho karena dinginnya salju langsung menusuk ke badannya.

“ pakai ini! “ minho melemparkan jeketnya pada jiyeon, dengan segera jiyeon memakainya, kemudian kembali mengikuti langkah minho.tak ada lagi yang berbicara selama mereka berjalan, semuanya terdiam. Jiyeon takut untuk mengucapkan satu katapun karena takut salah bicara berhubung minho yang tidak seperti biasanya. Minho memberhentikan langkahnya di taman yang sering dia dan jiyeon kunjungi, ia menepuk bangku sebelahnya mengisyaratkan agar jiyeon mengikutinya untuk duduk

“ sebenarnya ada apa minho?, aku merasa jika kau menyembunyikan sesuatu dariku? Apa kau punya masalah? Tolong ceritakan padaku! Aku bahkan tak bisa tidur memikirkannya, kau membuatku khawatir! “ jiyeon memberanikan dirinya bertanya kepada minho, sudah cukup ia merasa bingung dengan ini semua

“ tak ada apa-apa” minho hanya menjawabnya dengan nada datar

“ kau jangan berbohong padaku. Aku yakin kau pasti menyembunyikan sesuatu. Lagipula untuk apa kau membawaku kemari? “ jiyeon sedikit meninggika suaranya, sedangkan minho memutar tubuhnya menghadap jiyeon

“ tak ada apa-apa jiyeon, aku hanya ingin melihatmu sedikit lebih lama “minho memberikan senyumnya kepada jiyeon

“aku takut minho-a “ jiyon sudah menunduk, perasaannya mulai tak enak sekarang

“ kau takut kenapa? Ada aku di sini “ minho masih tersenyum kepada jiyeon

“ aku takut minho-a, entah mengapa aku mendapat perasaan seperti ini. aku takut, benar-benar takut “ jiyeon sudah menutup wajahnya

“ aku sudah katakan aku ada disini “ minho mengelus rambut jiyeon pelan, mencoba meyakinkan jiyeon dia ada di samping jiyeon untuk menjaganya walau sebenarnya hanya tinggal malam ini saja

“ aku bukan takut hal seperti itu. Dari tadi pagi aku terus saja di takuti, entah mengapa aku terus berFikiran jika kau akan meninggalkanku minho-a “ minho hanya terdiam, entah apa yang harus di jawabnya, namun dengan cepat ia menggelengkan kepalanya

“tenanglah, itu hanya perasaanmu saja “ minho kembali memperalus membelai rambut jiyeon

“ entah mengapa itu seperti nyata minho. Kau tak akan meninggalkanku kan? Kau berjanji tak akan meninggalkanku ,eoh ?” minho terdiam, ia sama sekali tak bisa berjanji pada jiyeon

“ kenapa diam? Apa kau berencana ingin pergi meninggalkanku minho? “

“ mianhe, aku tak bisa berjanji seperti itu “

“sebenarnya ada apa denganmu? “ jiyeon kembali berteriak,entah mengapa emosinya naik

“ lihat mataku jiyeon! “ minho mengangkat  dagu jiyeon agar melihatnya, sementara jiyeon  hanya mengikuti untuk melihat mata minho

“ apa kau tak percaya padaku? Aku akan tetap di sampingmu “ minho berbohong, ya dia terpaksa berbohong karena ia memang tak mampu  mengucapkan 2 kalimat yang teramat susah di ucapkannya. ‘ aku mencintaimu ‘ dan “ selamat tinggal, maaF untuk semuanya “

Jiyeon terdiam kemudian mengangguk

“ jiyeon-na! Bagaimana hidupmu jika tak ada aku nantinya? “ minho bertanya lembut setelah jiyeon mulai tenang

“ molla, aku yakin kau pasti akan selalu ada di sampingku “ jiyeon tersenyum sedangkan minho hanya tertunduk kemudian dengan cepat ia menegakkan kembali kepalanya

“ jiyeona-na, berjanjilah  padaku! Apa pun yang terjadi nantinya, hiduplah dengan bahagia “ minho memaksakan dirinya untuk tetap tersenyum

“kenapa aku harus berjanji seperti itu? “

“ kumohon berjanjilah padaku! “ minho tersenyum menatap kedua mata jiyeon lekat

“ ne, aku berjanji padamu “ tak ada lagi yang berbicara setelah itu, minho dan jiyeon masih terus bertatapan . namun tiba-tiba jiyeon kaget setelah melihat air mata  minho yang jatuh

“m-m-minho-a gwencana? “ jiyeon terlihat kaget, namun tiba-tiba saja minho menarik jiyeon kepelukannya

“aku benar-benar tak mau kehilanganmu “ minho sedikit terisak mengucapkan itu,  jiyeon melepaskan pelukan minho darinya. Ia menatap minho, kemudian menghapus air mata minho dengan kedua tangannya, namun entah mengapa hatinya juga terasa sakit, air matanya menetes begitu saja. Entah apa alasan membuat minho menangis, yang dia tahu itu benar-benar  membuat dadanya terasa sesak. Ia menghapus air mata minho  padahal pipinya juga penuh dengan air mata, ia sama sekali tak memperdulikannya, ia tahu beban yang di tanggung minho benar-benar berat

“ kau tak akan kehilanganku. Aku akan tetap di sampingmu, dan kau juga akan selalu di sampingku “ air mata jiyeon makin mengalir tetapi kedua tangannya masih memegang pipi minho yang air matanya juga tak  berhenti

“ jangan menangis! Kumohon malam ini saja, jika kau sedang bersamaku jangan mengeluarkan air mata. Malam ini saja, aku ingin melihatmu tak menangis saat bersamaku”   minho memegang pipi jiyeon kemudian menghapus air mata jiyeon, posisi mereka sekarang sudah saling menghapus air mata

“ aku sama sekali tak ingin menangis , hanya saja air mataku keluar dengan  sendirinya “jiyeon tersenyum, namun dengan air mata yang masih mengalir di pipinya

“ berjanjilah sekali lagi padaku, kau akan tetap bahagia nantinya “ minho mengangkat jari kelingkingnya kepada jiyeon, sedangkan jiyeon hanya diam seperti Fikirannya berubah untuk menyetujui janji itu, ia seperti tak mampu  untuk menyanggupinya

“ a-a-aku… “

“ kumohon! Kau mencintaikukan jiyeon? kumonhon berjanjilah untuk tetap berbahagia apapun yang terjadi nantinya “ minho tersenyum, tapi senyumnya seperti terpaksa, ia mengatakan itu dengan sebuah keraguan apakah ia mampu?

“tapi..”

“kumohon! “ dengan  terpaksa jiyeon menganggukan kepalanya, kemudia melingkarkan jari kelingkingnya ke jari minho

“semoga kau bahagia “ minho tersenyum mengucapkan itu

“ tolong ceiritakan padaku sebenarnya ada apa? Kau seperti seseorang yang aka pergi meninggalkanku minho, kau,kau ……………..”  jiyeon tak melanjutkan perkataanya, bibirnya terkunci karena tiba-tiba saja minho sudah mencium bibirnya lembut, lembut sekali. Jiyeon sempat kaget, namun ia memejamkan matanya dan membalas ciuman minho, entah apa yang di rasakan jiyeon, seharusnya hatinya bahagia sekarang, tapi kenapa air matanya jatuh? Ia membuka matanya di sela-sela ciumannya, ia hampir berteriak saat melihat minho yang juga menjatuhkan air mata

“ datanglah besok ke danau tempat kesukaanku ”

****

Jiyeon berjalan lemah kesalah satu bangku pinggir danau, sesuai janji, ia datang ke pinggir danau tepat jam 8 pagi. Tapi ia sama sekali tak melihat minho berada di sana. Ia memutuskan untuk menunggunya di bangku itu, ia melangkah lemah, bahkan sangat lemah, hingga membuat tubuhnya terlihat lunglai ke kanan dan ke kiri. Ia duduk sambil menunduk di bangku itu, Fikirannya terbang ke sana kemari.  ia sama sekali tak mengerti jalan Fikiran minho sekarang. Ia hanya bisa duduk lemas seperti itu, perasaanya mulai tak enak. Ia menggelengkan kepalanya sesekali menghapus seluruh kemungkinan yang membuatnya terganggu, tanpa ia sadari ada sepasang mata yang menatapnya dari kejauhan, tepatnya di balik kaca mobil yang sedang di naikinya.

Jiyeon menatap danau di depannya tapi tidak benar-benar melihat danau  itu, sudah beberapa menit ia duduk manis di situ tapi tanda-tanda minho akan tiba seperti tak ada, jiyeon menarik naFasnya kemudia menghembuskannya kasar, ia berdiri kemudian kembali duduk untuk memperbaiki posisinya. Ia benar-benar bosan ditambah lagi salju yang turus dua kali lipat dinginnya dari sebelumnya

1 jam kemudian

Jiyeon masi duduk di bangku tersebut, ia masih bersisi keras  bahwa minho akan segera datang. Mungkin sekarang di terjebak macet

2 jam kemudian

Jiyeon bangkit dari duduknya, tapi ia  tak pergi dari tempat itu. Ia hanya berjalan lebih mendekat ke arah danau.

“ pasti minho telat bangun, atau mungkin dia lupa jika mempunyai janji denganku “

3 jam kemudian

Jiyeon sudah  mulai bosan, dia sudah berFikir pasti minho tak akan datang atau mungkin dia sedang ada keperluan lain yang  mendesak hingga tak bisa mengabarinya, jiyeon membalikkan badannya bersiap-siap untuk melangkah pergi meninggalkan tempat itu, namun langkahnya terhenti saat melihat seseorang anak kecil yang datang dan memegangi tangannya

“ kau sedang apa de? Apa kau tersesat? Mari eoni bantu  cari orang tua’mu “ jiyeon tersenyum kepada    anak   laki-laki itu,   begitu pula   dengan anak   laki-laki   yang   benar-benar   terlihat lucu itu

“ anieo nuna, uma dan apa’ku ada di sana! “ anak itu menunjuk kearah sepasang paruh baya yang di panggilnya uma dan apa’nya itu

“ terus ada apa kau menemui nuna? “ jiyeon mengusap rambut anak kecil itu sambil tertawa kecil

“ ini untuk nuna !” anak itu menjulurkan tangannya yang berisi sebuah amplop dan lolipop kepada jiyeon

“ ini dari siapa? “ tanya jiyeon bingung

“ dari hyung yang ada di sana! “ anak kecil itu kembali mnenunjuk salah satu tempat yang tak jauh dari tempat mereka, tepatnya di salah satu pohon yang sedang berjejeran itu. Hanya saja bedanya, tempat yang di tunjuknya  sama sekali tak ada orang satu’pun. Anak itu membalikkan kepalanya pada jiyeon, raut mukanya terlihat kebingungan, jelas-jelas ada hyung yang baik hati yang menyuruhnya tadi, ia hanya menggaruk kepalanya sendiri, jiyeon yang melihatnya hanya tertawa geli melihanya

“ ya sudah. Coba eoni lihat amplop itu! “ anak itu memberikan amplop di tangannya, dengan perlahan jiyeon membuka amplop yang berwarna biru itu

Dear jiyeon

Anyoeng jiyeon-na, pertama-tama aku ingin minta maaF karena membuatmu menunggu hingga tiga jam, aku sama sekali takut untuk menemuimu. Mianhe, aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan. Aku rasa mungkin setelah kau membaca surat ini aku sudah berada di perjalanan untuk menuju bandara. Mianhe, aku tak sanggup untuk memberitahukan padamu tentang kepergianku, aku hanya tak sanggup untuk mengucapkan kata perpisahan padamu. Ini alasan kenapa aku tak mampu untuk untuk berjanji padamu semalam, sekali lagi maaFkan aku karena sudah membohongimu. Aku akan pergi ke inggris, sebenarnya aku juga tak tahu apa yang akan kulakukan di sana, tapi aku akan menjalani semuanya dulu , mungkin suatus saat aku akan menemukan sesuatu yang bisa kulakukan di sana. Untuk yang keberapa kalinya mianhe, aku yakin selama ini kau pasti sering menangis  karenaku bukan?  Dan ingat jiyeon-na! Kau harus tetap hidup bahagia tanpaku, kau sudah berjanji padaku semalam, dan kau harus menepatinya. Aku tahu kau sedang menangis sekarang, tolong jangan lakukan itu lagi, air mata’mu terlalu mahal untuk kau keluarkan kepada neupen namja sepertiku. Apapun yang terjadi, kumohon kau harus tetap tersenyum dan hiduplah dengan bahagia! Aku yakin myungsoo pasti akan menjagamu dengan baik. Aku hanya mengikuti apa yang pernah kau ucapkan padaku ‘Kau tahu bagaimana sakitnya hatiku melihatmu menderita? Jika di suruh memilih, aku lebih memilih melihat kau bahagia dengan orang lain daripada aku harus melihat kau tersiksa karena perbuatanku.’   Ada satu hal yang ingin kusampaikan padamu,sebelum kupergi aku sempat berFikir mungkin aku tak akan pernah bisa menyampaikannya. Mungkin ini terlihat bodoh di matamu, aku hanya bisa menympaikannya melalui selembar kertas yang hanya dapat di ukuri, tapi apa’pun itu, kau harus mengetahuinya! Aku melakukan ini semua karena aku MENCINTAIMU

From

Neupen namja

Choi minho J

Tik tik tik

Kertas yang dipegang jiyeo jatuh dari tangannya, kertas itu sudah melayang ke bawah tanah dengan kondisi yang sudah sangat basah karena air mata jiyeon. jiyeon terdiam dengan tatapan yang sudah mulai buram, kakinya melemas hingga tubuhnya ambruk dengan air mata yang sudah mulai jatuh.ia menangis sejadi-jadinya sekarang

“nuna! Gwencana? “ anak laki-laki itu ikut berjongkok menyesuaikan jiyeo, sedangkan jiyeon hanya menatap anak itu dengan hati yang benar-benar hancur. Minho  benar-benar akan tega meninggalkannya seperti ini? ia bahkan tak mengucapkan salam perpisahannya kepada jiyeon secara langsung. Ia menarik anak laki-laki itu kepelukannya, ia menangis sambil memeluk anak laki-laki itu

Sedangkan seseorang yang memerhatikannya dari balikkaca mobilnya hanya bisa ikut menangis, hatinya hancur melihat orang di cintainya lagi-lagi harus menangis dengan begitu menydihkan karenanya, ia merutiki dirinya karena tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat yoeja itu tertawa tanpa beban. Namja itu menyandarkan kepalanya ke jendela mobil itu, kemudian sesekali memukul pelan kaca itu. Sedangkan supir yang mengantarnya hanya bisa menarik naFasnya kasian melihat namja itu

“ ayo jalan agashi, aku akan segera berangkat ! “ namja itu berkata lirih dengan air mata yang masih bercucuran, tetapi matanya masih Fokus kepada yoeja yang sedang memeluk seorang anak laki-laki yang di suruhnya tadi sambil menangis, sedangkan sopir yang di suruhnya hanya menganggukkan kepalanya, kemudia mulai menjalankan mobilnya

“ mianhe jiyeon-na, aku tak bisa menjagamu lebih lama lagi! “

—-

Jiyeon masih menagis di pelukan anak itu, sedangkan anak itu hanya diam karena tak mengrti apa-apa, sesekali ia celingak-celinguk karena kebingungan.

“ apa yang memberikannya seorang namja tampan dan tinggi “ tanya jiyeon dengan masih terisak, anak itu hanya menganggukkan kepalanya.

Dengan cepat jiyeon bangkit dan berdiri, dia mengambil surat yang tadi di jatukannya

“ mianhe, eoni ada keperluan mendadak. Kau tak apa-apa eoni tinggal kan? “ anak itu hanya mengangguk, kemudian dengan secepat kilat jiyeon berlari ke ujung jalan untuk mencari taxi, tidak memakan banyak waktu jiyeon sudah mendapatkan taxi

“ agasshi, tolong antar saya ke bandara, tolong jalannya agar sedikit ngebut!” supir itu hanya mengikuti apa yang di katakan oleh jiyeon, ia segera menjalankan mobilnya denga kecepatan tinggi . jiyeon benar-benar gelisah di mobilnya, air matanya belum juga berhenti untuk mengalir, sesekali ia menatap surat yang diberikan oleh minho, kemudian kembali menangis. Ia melirik jamnya, kemudian kembaali melihat jalanan seoul.

“ agasshi tolong lebih cepat lagi! “

“ ne”  supir itu menginjak gasnya lebih dalam lagi, ia hanya menuruti perkataan jiyeon yang benar-benar terlihat tak tenang.

Setelah sampai di bandara jiyeon segera membayar ongkos taxi yang di gunakannya, dengan segera ia keluar dari taxi tersebut. Namun baru selangkah ia berjalan, ia sudah jatuh tersungkur sambil menangis, tatapannya menatap ke atas langit atau lebih tepatnya pesawat yang sudah lepas landas. Ia semakin menangis, tak mempedulikan orang-orang yang lewat dan menatapnya aneh. Ia menutup wajahnya

“ kau benar-benar pergi meninggalkanku minho! “

TBC

Advertisements

23 thoughts on “FIRST LOVE CHAPTER 9

  1. aiss jongmal,,, menyedihkan, suzy egois banget gksuka,, mau tak tendang rasanga heheheh

    sumpah gedek ma tingkah suzy seharusnya dia bisa nerima dong keputusan minho, jiyeonni,, kau akan bertemu minho, beberapa tahun lagi hehehehe lanjutkan chingu

  2. huaa,,,,,minppa babo babo babo,,,,,,,,,,,,,,klp caranya kyk gitu bukannya bikin jiyeonnie senyum lagi tpi malah bikin jiyeonnie tambah terpuruk,,,,,,,,,,,,,,,thor,cptan dilanjutin ya,,emosi nih ma minppa…..

  3. Huaaaa,, ikutan mewek bareng minji..
    Feelnya dapt bgt thor, keren”..

    Seharusnya jiyi d panggil nuna, bkan eoni 😀

    Nextnya jgn lama” yah

  4. Huaaa!!!! makin nyeseekk deh kalo kayak gini~
    aduh aduh,, please thor abis dari inggris minho nya disuruh pulang balik ke Korea ke tempat jiyeon,,
    ahh gak tegaa kalo mesti liat tragedy(?) minji seperti ini,,
    Update soon jeballl ;__;

  5. Hiks…hiks…hik…. 😦 knpa sedihh gini…
    MinJi couple T____T
    kisseu Scene nya MinJi couple ngingetin ama Jung Il woo-Lee Yo won di 49Days… Pas Yisoo mau ninggalin Yikyung selama2nya… Kyaaa sedihhh bnget #mewek nihhh

    d’tunggu sangat next part’x…
    Smga aja MinJi couple cpet d’pertemukan kmbali… 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s