First Love Chapter 7

Gambar

Title : First love

Author : @windyverentnita

Main cast : choi minho ( SHINee)

park jiyeon (t-ara)

Lenght : chapter

Genre : romance & comedy

Rating :  tentuin sendiri yah !!

 Annyeong haseyo!!!!

Akhirnya authornya hadir dengan chapter 7-nya hehehe, tidak terasa ternyata ceritanya udah sampai ke chapter 7, Tapi perkembangan hubungannya nggak maju-maju yah? Padahal dari awal  author.nya udah bertekad untuk membuat FF seromantis mungkin. Tapi pada akhirnya sampai ke chapter 7-pun authornya nggak mampu buat romance scane.nya ,,, author.nya amatiran sih! Soal.nya nggak pengalaman. Author.nya minta maaF aja yach. Happy reading and jangan lupa comment.nya

Jiyeon pov

“jiyeon-na jeball! Mungkin ini terdengar egois, tapi kumohon! Tetaplah menyukaiku!”

“MWO? Apa kau bercanda?” ucapku spontan saja. Apa dia gila? Aku bersusah payah selama ini hanya untuk melupakannya dan sekarang dia meminntaku untuk tetap menyukainya, permainan macam apa ini?

“ne!aku tahu kau sudah sangat bersusah payah untuk melupakanku. Tapi hatiku terus memintaku untuk menyuruhmu  tetap bertahan menyukaiku, jadi kumohon!jeball jiyeon-na, tetaplah untuk  bertahan menyukaiku” kumohon! Dia jangan bercanda tentang hal seperti ini

“ mianhe minho-a, aku benar-benar tak bisa “

“ bukankahkah kita membuat janji? Dan aku yang memenangkannya, jadi kau harus tetap menuruti keinginanku! “ apa dia gila? Apa sekarang dia ingin mempermainkan perasaanku?

“ apa kau gila? Atau kau mencoba untuk mempermainkan perasaanku? Bagaimana bisa kau memberikan sebuah permintaan seperti itu” sepertinya emosiku mula naik

“ aku hanya melakukan sesuatu yang di minta oleh hati kecilku jiyeon-na! “ cih! Alasan macam apa itu?

“ hanya karena itu? Jadi jika hatimu memintamu untuk meninggalkanku nantinya, kau juga akan melakukannya? Kenapa kau menjadi begitu egois? Kau bahkan tak menyukaiku, tapi kau memintaku untuk tetap menyukaimu. Apa kau tak bisa memikirkan sedikit bagaiman perasaanku sekarang seperti apa? Apa kau hanya……… MWO? MINHO-A! KULITMU! “ aku masih igin mencurahkan semuanya, namun tiba-tiba saja kulit minho berubah memerah, ada apa dengannya?

“ kenapa kau berhenti? Marahlah padaku sepuasnya jiyeon-na, jika itu yang akan membuatmu lebih baik, gwencana! Aku akan……….”

BRUUUUUUUKKKKKKKK

Tiba-tiba saja tubuh minho ambruk begitu saja , ada apa dengannya? Kucoba menyentuh dahinya menggunakan telapak tangannya. MWO? Panas sekali

“minho-a, minho-a,minho-a ………..!” pangilku dengan terus menyebut namanya, tapi sepertinya tak berniat untuk bangun

*****

“ apa kau sudah sadar? “ tayaku saat melihat minho yang mulai mengerjap-ngerjapkan matanya

“ kenapa kau berada di sini? “ dasar pabo! Dia masih saja sempat menayakan hal seperti itu

“ apa kau gila?”

“ aku tak dapat menghitung, sudah berapa kali kau mengataiku gila satu hari ini. Sekarang ada apa lagi? “ ucapnya dengan lemah, tentu saja dengan sisa kekuatannya yang tersisa

“ kau benar-benar gila, namja pabo! Kenapa kau memakan ramen itu? Jelas-jelas kau mengetahui kalau kau tak dapat memakannya. Kenapa kau menyakiti dirimu sendiri? Kenapa kau selalu membuatku khawatir” aku sudah menangis terisak di depannya, tidak peduli dia berFikiran apa tentangku. Aku hanya tak percaya dia melakukan sesuatu yang dapat menyakiti dirinya sendiri.

“ kau mengkhawatirkanku? “

“ tentu saja, kenapa kau begitu pabo ha? “ aku sudah memukul-mukul pelan bantal yang berada di sampingnya

“ jiyeo-na jeball! Bisahkan kau berhenti menangis seperti itu? “

“ ne? “

“ berhentilah menangis jiyeon-na! Aku benar-benar tak dapat lagi melihatmu menangis karenaku. Sudah cukup aku menyakitimu, sudah cukup air mata yang kau keluarkan untukku “

“itu karena kau terlalu pabo, kenapa kau memaka ramen itu?”

“ karena aku mempunyai sebuah permintaan padamu, dan aku sudah memberi tahukan padamu tadi” dia sudah mengusap lembut pipiku menggunakan ibu jarinya, untuk mencoba menghapus air mataku yang entahlah sudah jatuh bercucuran dari tadi

“……………..” aku tak menjawabnya. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus bertahan untuk menyukainya? Apakah aku sekuat itu? Apa aku harus menepati janji itu? Bukankah janji harus di tepati? Bagaimana sekarang?

“ kau masih ingin menyukaiku-kan jiyeon?” dia mengulang pertanyaan-nya yang belum sempat kujawab saat dia langsung ambruk pingsan

“ apa kau lapar? Aku akan menganmbilkannya untukmu! Chakaman!” aku mulai untuk mengalihkan pembicaraan, entah apa yang kurasakan sekarang. Kata-kata penolakan yang keluar dengan mulus tadi seperti tak bisa keluar sekarang. Aku melangkah untuk menjauhinya, namun dengan cepat dia memegang tanganku, mencoba untuk mencegah langkahku untuk meninggalkannya

“ apa kau ingin mengalihkan pembicaraan? Jiyeon-na, jeball !, tetaplah menyukaiku!” huFFFFttttt…..  kutarik naFasku panjng-panjang dan kuhembuska kembali

“ baiklah “

****

“ apa kau yakin untuk pergi ke sekolah? “ tanyaku pada namja tampan satu ini, belum berapa lama aku pergi meninggalkanya dia sudah sangat rapi dengan seragam sekolahnya

“ ne, aku tak mungkin melewatkan satu hari menyenangkanku bersamamu “ tiba-tiba seulas senyumku tertarik kebelakang, entah mengapa aku juga merindukan hari-hariku seperti ini dengannya, tidak seperti beberapa hari lalu dimana aku harus berjuang untuk menjauhinya. Entah berapa liter air mata yang kusumbangkan untuk tragedi itu

“ tapi kulitmu masih sedikit merah-merah “ ucapku sembari menunjuk bagian wajah minho yang masih terlihat alergi, aku sempat terkekeh kecil dihatiku saat menunjuk bagian yang masih terlihat  merah. Walaupun wajahnya masih memerah seperti itu, dia masih sangat tampan

“ gwencana! Aku sudah menyiapkan perlengkapannya, aku sudah memakai sweater dan aku akan membawa masker. Jadi kau tak perlu khawatir “

“ arassoe, kajja! “ aku sudah menarik tangannya menuju parkiran rumahnya. Hehehehe, kalau saja readernya bisa lihat, aku sudah seperti yang mempunyai rumah ini.saat kami sampai ke parkiran, langsung saja aku menuju motor besarnya itu.

“ untuk apa kau di atas motor seperti itu? “ tanyanya heran setelah aku sudah duduk manis di motor besarnya itu

“ ne? Bukankah kita akan menaiki ini? “ tanyaku dengan muka inocent andalanku

“ anieo, hari ini aku akan membawa mobil, itu mobilnya. Kajja! “ aku kemudian berlari menyeimbangi langkahnya, kemudian berhenti disebuah mobil sport berwarnya merah

“wooooooowwwww …………” ucapku setelah melihat mobil mewah tersebut

“ kenapa kau tak pernah menaikinya? “ tanyaku setelah kesadaranku kembali

“ hehheehehe, aku hanya malas menggunakannya, ini terlalu mencolok. Ayo masuk! “ langsung saja aku naiki mobil mewah tersebut, tanpa basa-basi minho langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang cukup laju, hanya memakan beberapa menit kami sudah bisa sampai di sekolah

Selama perjalanan menuju kelas, aku hanya bercanda dengan minho. Ya, walau seperti biasa, banyak pasang mata yang menatapku seakan igin memakanku hidup-hidup, tapi sepetinya aku sudah kebal dengan perlakuan orang seperti itu. Bukankah hal pertama yang harus dipersiapkan jika mempunyai seorang namjachingu palsu yang populer adalah keberanian seperti itu bukan?

“ hheheheheh, wajahmu benar-benar lucu saat kau masih kecil dulu “  aku kembali cengengesan saat mengingat Foto minho kecil yang diperlihatkan eommanya saat aku menunggunya sadar kemarin

“ jangan ungkit itu lagi! “ ucapnya sedikit merajuk

“ waeyo? Kenapa kau marah?”

“ aku benar-benar jelek saat itu “

“ anieo, kau lucu kok. Kau tetap terlihat tampan seperti sekarang “ ucapku dengan mengeluarkan senyum termanisku

“ gomawo “ hanya itu yang keluar dari mulutnya, hehehe dia pasti malu. Benar-benar lucu

Aku dan minho melanjutkan perjalaan kami ke-kelas, sesampaiku di depa kelas tiba-tiba saja myungsoo menghalangi langkahku bersama minho. Jika diFikir-Fikir  sudah lama aku tak melihatnya sejak terakhir dia mengantarkanku pulang

Tapi ada yang aneh dengannya, mukanya memerah menahan amarah. Apa dia punya masalah?

“ aku ingin bicara denganmu? “ ucapnya tanpa memperdulikan jawaban apa yang akan keluar dari mulutku, dia langsung menarik tanganku paksa

“   aku bisa sendiri myungsoo, appo!   “ aku   mulai  protes, entah    setan apa yang telah merasukunya kini

“ya! Apa kau bisa bersikap lebih baik lagi terhadap seorang yoeja? Apa kau tak punya sopan santun sampai-sampai memperlakukan yoejachinguku seperti itu? Satu kali lagi kau menarik tangannya, kau akan berurusan denganku. Walaupun kau adalah sahabatnya sejak kecil “ kulihat minho benar-benar marah, bahkan tangannya sudah menggempal bersiap-siap untuk memukul myungsoo. Tapi tak dengan myungsoo, dia kelihatan tenang. Sama sekali tak ada  rasa takut di wajahnya, bahkan dia hanya membalas minho dengan tatapan tajam kemudian tersenyum merendahkan

“ tahu apa kau soal tidak menyakiti yoeja? Kau bahkan lebih sering menyakitinya bukan? Bukankah jiyeon sering menangis karenamu? Jadi kau jangan sok tahu soal bagaimana aku memperlakukan seorang yoeja. Aku bahkan lebih baik darimu, kau bisa lihat sendiri! Dia bahkan tak meneteskan setitik air mata. Jadi kau masih akan menuduhku jika aku yang menyakitinya? “ sekarang myungsoo benar-benar mengluarkan kata-kata yang sangat kejam, bahkan itu mungkin terbilang merendahkan minho. Minho hanya terdiam sekarang, mungkin karena di beranggapan ucapan myungsoo benar. Tapi tentu saja tidak bagiku, aku bahkan sudah sering sekali menegaskan bahwa minho tak pernah menyakitiku, aku yang menyakiti diriku sendiri tapi aku juga tak pernah menyalahkan diriku yang memang sudah terlanjur menyukai minho. Tapi tetap saja aku tak mungki memaksakan minho untuk mencintaiku bukan?

“ kau hanya seorang neupen namja yang sering membuat jiyeon menangis, apa kau masih merasa pantas tertawa di sampingnya seperti tadi?”myungsoo kembali merendahkan minho, sedangkan minho hanya menggepalkan tangannya,mungkin mencoba untuk menyembunyikan seluruh perasaan yang dia rasakan sekarang

“kau tahu kau itu tak……..” lagi-lagi myungsoo ingin menambahkan setiap ucapannya, karena merasa ini tak benar . langsung saja aku memotongnya

“ stooopppp!!! Hentikan bicaramu itu myungsoo. Aku menangis bukan karena dia menyakitiku seperti yang kau lakukan tadi. Tapi saat itu aku menangis karena aku takut kehilangnya. Kau tahu kenapa aku takut kehilangannya? Karena aku terlalu mencintainya. Kau jangan banyak bicara banyak soal perasaan yoeja, jika kau tahu! Yoeja hanya akan mengeluarkan air matanya untuk orang-orang yang disayanginya saja” air mataku sudah  tak tertahankan untuk jatuh, aku hanya menghapusnya kasar begitu saja.

“kau membelanya jiyeon? “ ucapannya benar-benar terdengar serak

“mianhe myungsoo-a, tapi begitulah kenyataanya, aku menangis karena aku menyukainya” aku mulai menunduk, jujur saja aku benar-benar tak tega dengan sehabatku sejak kecil itu

“ arrasoe, aku pergi! “ myungsoo sudah melangkahkan kakinya pergi meninggalkanku dan minho menerobos kerumunan orang-orang kepo yang entah kapan sudah berkempul mengelilingi kami bertiga

Aku memutuskan menarik minho memasuki kelas, dan langsung menutup pintunya rapat-rapat. Untung saja tak ada satu orang-pun disini, mereka semua sedang berada di gedung olahraga. Aku melepaskan tanganku dari minho dan berjalan menuju bangkuku.namun tiba-tiba saja punggungku terasa hangat, dari bau parfumnya aku tahu itu adalah minho yang sedang memelukku dari belakang

“ wae-waeyo? “ tanyaku pelan, walau sedikit terbata-bata

“ mianhe, joengmal mianhe “ dari suaranya aku yakin minho sedang menahan tangisnya

“ untuk? “

“selama ini kau pasti sering menangis karenaku bukan? Aku benar-benar namja pabo. Andai saja aku bisa lebih sedikit pintar, aku tak akan membuatmu dan suzy selalu menangis karenaku. Kau pasti sangat tertekan bukan?ditambah lagi permintaan gilaku yang memintamu untuk tetap menyukaiku”

Aku menarik nafasku dalam-dalam, kemudian melepaskan pelukkannya dan langsung berbalik kearahnya. Aku memberikan dia isyarat untuk melihat ke arahku

“ apa sekarang aku terlihat seperti yoeja yang menderita? “ aku sudah tersenyu tulus kepadanya

“jinjjayo? “

“ ne, aku bahgia kok “

***

Author POV

“ bagaimana cara mengerjaka soal yang satu ini minho-a?” tanya jiyeon dengan menunjukan soal yang tidak diketahuinya di buku cetak

“ bagaimana kalau kita libur saja hari ini “ tiba-tiba minho merampas buku di tangan jiyeon dan menutupnya

“ ne? “

“kita libur saja hari ini. Apa kau tak bosan terus-menerus bertautan dengan angka-angka itu? Kita pergi jalan-jalan ke suatu tempat saja. Otthe? “ minho sudah memasang wajah memelasnya

“ tanpa memasang wajah seperti itu, aku pasti akan  menyetujuinya, kajja! Aku juga bosan melihat angka-angka itu.” Sekarang jiyeon yang terlihat sangat bersemangat, dia sudah menarik minho ke dalam mobil

“terus kita akan ke mana? “tanya minho saat mereka sudah berada di dalam mobil

“ molla “

“ bagaimana kalau kita naik ice skatting lagi? “ minho mulai memberikan usulnya

“ shiroe “

“ waeyo? “

“ kau tau sendirikan kalau aku tak bisa bermain permainan satu itu”

“ nanti kau akan kuajari “

“ shiroe. Kita ingin pergi besantai, kalau kita pergi hanya untuk mengajariku bermain ice skatting, apa bedanya dengan di ruman. Bahkan aku harus jatuh bangun belajar itu. Kita pergi ke taman bermain saja “

“ arrasoe  “ minho tidak banyak membantah, dia langsung membelokan mobilnya menuju ke taman bermain. Selama di perjalanan minho dan jiyeon hanya bernyanyi ria dengan lagu-lagu yang lagi ngetren

“mulai dari yang mana? “ minho kembali bertanya saat mereka sudah sampai di tempat tujuan. Jiyeon tak langsung menjawab, dia hanya clingak-clinguk mencari tempat yang bagus untuk di kunjungi. Matanya memandang sebuah toko boneka besar tak jauh dari mereka, lalu kemudian menyunggingkan  senyum manisnya

“ di sana “ jiyeon menunjuk toko boneka tersebut dengan telunjuknya

“ untuk apa? “

“ makan “

“ ha? “

“ tentu saja membeli boneka, kajja! Kau tak perlu banyak tanya “ jiyeon lagi-lagi sudah menarik tangan minho memasuki toko boneka tersebut,agar minho tak banyak menanyakan hal-hal yang tidak masuk akal lagi. Saat di dalam toko mereka berdua hanya bercada melihat rentetan boneka yang berada di rak, sesekali jiyeon menanyamakan berbagai boneka yang berpose aneh dengan minho. Sedangkan minho hanya diam sambil memandangi begitu manisnya jiyeon saat tertawa. Jiyeon masih terus melihat boneka-boneka yang terpampang rapi di rak tersebut, kemudian dia menangkap sebuah boneka kororo lucu yang menurutnya mirip dengan minho

“ mirip denganmu! “ jiyeon menunjuk boneka di rak tersebut kepada minho

“ sama sekali tidak “

“ aku serius, dia benar-benar mirip denganmu “

“ apanya yang mirip? Dan aku juga serius “

“ matanya, ya matanya besar seperti punyamu “

“ hanya karena matanya besar?bagaimana bisa seperti itu? “

“ terserah saja. Aku akan membelinya sebagai hadiah untukmu “ jiyeon sudah mengambil boneka tersebut dan membawanya ke kasir untuk dibayarnya. Tidak lama dia mengantri untuk membayar, dia langsung mendapat giliran. Dengan segera dia memberikaN beberapa lembar uang untuk boneka kororo yang di belinya tadi. Jiyeon membalikan badannya saat dia telah selesai membayar boneka tersebut, namun langkahnya terhenti karena minho sudah berdiri di depannya memegang sebuah boneka kucing

“ kau sedang apa? “ tanya jiyeon

“ tentu saja untuk membayar boneka ini “ minho sudah menunjukan boneka kucing yang di pegangnya

“ untuk apa boneka tersebut? “

“ untukmu! Karena kurasa ini juga mirip denganmu “

“ itu tak mirip denganku “

“ kau tak mendengar ucapanku? Ku bilang tadi itu, aku rasa. Bukan kau yang rasa. Minggir! Sekarang giliranku untuk membayar “ jiyeon sudah menyingkir dan sedikit menjauh dari kasir, kemudian senyumnya tertarik ke belakang melihat minho bisa bersama-sama dengannya seperti sekarang

“ayo tukaran! “ minho sudah menjulurkan jiyeon boneka kucing yang tadi dibelinya. Jiyeon hanya mengangguk kemudian memberikan boneka kororo tersebutk kepada minho. Beberapa deetik kemudian,mereka berdua tertawa melihat boneka yang masing-masing mereka pegang

“ selanjutnya ke mana lagi ? “  ucap minho setelah tawanya sudah terhenti

“ sekarang giliranmu yang memilih “

“hmmmm,, aku tahu, kajja! “ minho sudah menarik tangan jiyeon sekarang, kemudian di berhenti di sebuah toko bertuliskan photo box

“ kau ingin beFoto? “

“ ne, semenjak kita saling kenal, kita bahkan tak mempunyai satu Fotopun saat bersama-sama. Ide yang bagus bukan? “ minho sudah tersenyum manis sekali, untuk beberapa saat jiyeon tak menjawab pertanyaan minho. Dia masih terus terkesima melihat senyum minho yang benar-benar manis. Namun dengan segera dia mngangguk, karena melihat perubahan aura di muka minho.

Saat mereka sampai di dalam tokoh tersebut, mereka mulai berpose lucu. Sesekali mereka terkekeh cukup keras melihat ekspresi wajah mereka. Mereka terus saja berpose tak karuan, hingga jiyeon tak mampu untuk tertawa lagi karena perutnya benar-benar sakit

“ oke. Ini yang terakhir, jadi berpose denga normal oke! “ ucap jiyeon setelah sakit di perutnya sedikit berkurang.dia kembali berpose sambil tersenyum, namun tiba-tiba badannya membeku saat merasa kehangatan yang menjelajahi tubuhnya dari belakang

“ maksudmu seperti ini? “ ucap minho yang ternyata sudah  memeluk jiyeon dari belakang

“t-t-tidak seperti ini juga ! “

“ kau bilang berpose normal bukan? “sekarang minho membisikannya di telinga jiyeon

“ tapi ini tidak normal “

“ bukannya ini normal-normal saja untuk sepasang kekasih? “

“ tapi kita bukan sepasang kekasih “ jiyeon benar-benar gugup sekarang, jantungnya bekerja dengan cepat sampai rasanya benar-benar ingin keluar

“ hahahahahahahaha, benar-benar mengasyikan mengerjaimu seperti ini. Kenapa jantungmu berdetak cepat sekali pabo. Aku hanya bercanda, tak perlu gugup seperti ini. Ayo tersenyum, ini yang terakhir bukan? Jadi tak apa-apa jika aku memelukmu seperti ini “ minho hanya tersenyum kemudia berbalik ke kamera dengan posisi tetap memeluk jiyeon dari belakang

Jiyeon sama sekali tak menggubrisnya ‘ brcanda katanya? Apa yang seperti itu masih bisa di bilang bercanda?  ‘

“ aku tekakan tombolnya, 1,2……” jiyeon langsung membalikan badanya dan tanpa berbabibu dia langsung mencium pipi minho

‘klik’, ‘ pemotretan selesai, silakan menghias dan mencetak Foto anda’

Jiyeon melepaskan ciumannya di pipi minho setelah mendengar suara dari mesin pemotret tersebut. Kemudian berbalik kearah minho dan tersenyum

“ itu juga bercanda. Makanya jangan mengerjaiku seperti tadi. “jiyeon langsung membalikkan tubuhnya dari minho, dan seketika itu pula wajahnya memerah. Jiyeon langsung menarik naFas panjang-panjang kemudian memulai untuk menghias Foto mereka. Sedangkan minho masih saja terdiam di tempatnya. Minho langsung mengelenggkan kepalanya kemudia memulai untuk membantu jiyeon untuk menghias Foto mereka. Agak sedikit kecanggungan di antara mereka sekarang. Setelah selesai menghiasi Foto dan mencetaknya mereka mulai untuk berFikir ke tempat selanjutnya. Mereka mulai menaiki wahana-wahan yang berada di taman bermain tersebut. Dari yang biasa-biasa sampai di wahana yang hampir membuat jantung jiyeon berhenti berdetak. Sedikit demi sedikit kecanggungan yang sempat terjadi sudah mulai terkikis, terbukti dari mereka yang mulai untuk bercanda kembali.

“ monho-a, sekarang jam berapa? “ minho segera melihat jam tangan yang dari tadi sudah melekat di tangannya

“ 05.30, waeyo? “

“ kita pergi ke danau yang waktu itu saja. Bukankah sunset tidak lama lagi? “

“arrasoe “

Jiyeon dan minho segera berjalan menuju mobil dan dengan kecepatan yang cukup tinggi minho mengemudikan mobilnya menuju danau tempat  kesukaannya itu. Setelah sampi jiyeon langsumg turun dari mobil ,sambil berlari-lari menuju salah satu tempat duduk di pinggir danau.minho yang melihatnya hanya tersenyum-senyum sendiri, minho melepas sabut pengamannya kemudian memegang dadanya

“ jantungku..!! “ desisnya sangat pelan, kemudian minho lebih memilih menyusul jiyeon yang dari tadi sudah duduk manis di pinggir danau untuk melupakan detak jantungnya yang entah mengapa berdetak tak karua sekarang

“berapa menit lagi sebelum sunset? “ tanya jiyeon setelah minho sudah duduk disampingnya

“ 15 menit lagi “

“ baiklah “ setelah mengatakan itu tak ada lagi di antara mereka yang mencoba membuka mulut, entah mengapa semuanya mebisu atau lebih tepatnya berperang denga Fikiran mereka yang benar-benar menganggu

“ apa suzy tak akan marah jika mengetahui kita jalan seperti ini? “jiyeon mulai membuka mulut, tapi entah mengapa hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulutnya, itu benar-benar berbeda dengan apa yang diFikirkannya

“ kenapa bertanya seperti itu? “

“ ani, aku hanya takut dia akan salah paham dengan ini semua “ lagi-lagi jiyeon mengatakan sesuatu yang tak ingin dikatakannya, dia benar-benar  tak ingin merusak suasana saat ini. Dia hanya tak ingin menangis lagi, tapi apa sekarang? Dia malah menanyakan sesuatu yang akan memancing air matanya

“ kenapa masih memikirkan orang lain ?” minho hanya mengatakannya dengan nada datar

“ kalau dia lihat, kau akan susah bukan? “

“ makanya itu aku bertanya, kenapa masih memikirkan orang lain? Bagaimana dengan perasaanmu? Apa kau pernah memikirkannya? “

“ aku sedang memikirkan perasaanku “ jiyeon sudah menjatuhkan air matanya lagi, matanya sudah buram dengan air mata

“ bagaimana bisa itu dikatakan sebagai memikirkan perasaanmu ? “

“ diam kalau kau tak tau apa-apa! “ sekarang jiyeon sedikit berteriak

“ maksudmu? Apa yang aku tidak ketahui? “

“banyak. Kau tidak tahu bagaimana jadi diriku bukan? Aku hanya tak ingin kau tersisksa lagi dengan perasaan bersalah karena mengira kau menyakiti antara aku dan suzy. Jika suzy melihat ini semua dia pasti akan menangis, dan kau akan merasa bersalah. Kau tahu bagaimana sakitnya hatiku melihatmu seperti itu? Aku bahkan tak bisa mengatakannya menggunakan kata-kata. Jadi kau masih ingin mengatakan kalau aku tak memikirkan perasaanku?  Aku bahkan memikirkan perasaanku lebih dari siapapun.kau sudah seperti perasaanku itu, jadi aku harus menjagamu. Jadi kumohon, kumohon……” jiyeon tak mampu melanjutkan kata-katanya, isakan tangisnya dan sesak di dadanya benar-benar membuatnya tak bisa berkata sepata katapun sekarang. ‘kenapa jadi begini? Bukankah aku pergi untuk reFreshing. Kenapa malah ada air mata sekarang?kenapa air mataku jatu?’ jiyeon hanya dapat berbicara di dala hati

“kenapa kau begitu memaksa untuk tegar? “ minho menatap kedua mata jiyeon, walau sebenarnya dia hanya dapat melihat jiyeon samar-samar karena air matanya yang dia tahan agar tak keluar

“agar kau tak merasa cemas.aku sama sekali tak ingin menyusahkanmu, aku hanya tak ingin membebani dirimu. Kau lihat sendirikan! Sejauh ini aku baik-baik saja “ jiyeon tersenyum hampa dengan air matanya yang masih mengalir di pipinya

“ baik-baik saja katamu? Yang seperti ini kau anggap baik-baik saja? “

“ ne, selagi kau masih bahagia “ minho langsung menarik jiyeon ke pelukannya, dia benar-benar merasa seperti seorang banci. Bagaimana bisa seorang yoeja yang harus merelakan kebahagian dirinya. Bukankah itu tugas seorang namja?

“ jangan memaksakan diri! Terkadang ada kalanya kau juga harus memikirkan kebahagianmu sendiri. Tidak selamanya kau  bisa bertahan dengan segala sesuatu yang kau anggap aku akan baik-baik saja jika melakukan ini. Apa air mata yang jatuh sekarang bertanda kau baik-baik saja? Aku tak akan senang mendapatkan sebuah kebahagiaan jika haarus merelakan kebahagiaan orang lain. Kumonhon! Pikirkanlah dirimu sendiri. “ minho benar-benar ingin menangis sekarang, tapi dengan sekuat tenaga dia menahan agar air matanya tak tumpah. Dia hanya tak ingin jiyeon melihatnya menangis, itu semua hanya akan memperkeruh semuanya

“aku menangis karena aku bahagia “

“sudah kubilang jangan memaksakan diri. Bagaimana semuanya bisa berjalan lancar jika kau membohongi dirimu sendiri kalau kau baik-baik saja. Mengertilah dirimu sendiri jiyeon. Kau harus berjanji padaku “

“ aku hanya ingin melihatmu bahagia minho “ jiyeon sudah tak sanggup berkata apa-apa, untuk mengatakn itu saja nada bicarannya sangat pelan, mungkin hampir tak terdengar

“aku tak mungkin menerima itu semua jika kau sendiri harus menderita “

“terus aku harus berbuat apa? Apa aku harus  memperubutkanmu dengan suzy? Bukankah itu akan memperburuk semuanya, itu akan menyusahkanmu. Kau tahu bagaimana sakitnya hatiku melihatmu menderita? Jika di suruh memilih, aku lebih memilih melihat kau bahagia dengan orang lain daripada aku harus melihat kau tersiksa karena perbuatanku. Ini yang terbaik, lagipula aku hanya orang ketiga dari  hubunganmu dan suzy. “ minho sudah tak menjawab apa-apa, ia hanya memperkuat pelukannya pada jiyeon, dengan tujuan semoga dengan melakukan itu jiyeon bisa merasakan kalau jiyeon juga benar-benar penting baginya. satu kata saja yang keluar dari mulutnya air mata pasti akan benar-benar jatuh

***

Jiyeon POV

Aku berjalan pelan untuk pergi ke lapangan basket, hari ni aku memutuskan untuk menonton minho bermain basket. Selama ini aku tak pernah melihatnya bermain basket. Lagipula sekarang aku sedang senggang, apa salahnya jika melihat bagaimana hebatnya namja itu bermain basket hingga ia dipilih oleh pelatih sebagai kapten, padahal di saja baru anak kelas 1. Saat sampai di depan ruang lapangan basket aku berpapasan dengan suzy, aku hanya tersenyum kemudian melanjutkan langkahku meninggalkannya

“minho” tiba-tiba saja dia mengucapkan nama minho, reFleks saja aku menghentikan langkahku dan berbalik menatap kearahnya

“ne? “ tanyaku sembari menautkan alisku

“ maksudku apa kau menyukai minho ? “

“ apa maksudmu? “ aku sama sekali belum mengerti atas pertanyaannya

“jawab saja! Apa kau menyukai minho? “ huuuFFFttt,,,,, aku menarik naFasku panjang-panjang kemudian menghembuskannya

“ ne aku menyukainya. Anieo, mungkin lebih tepat aku mencintainya “ jawabku mantap. Kulihat dia meneteskan air matanya, apa dia juga sangat menyukai minho?

“ tak bisakah kau mengalah untukku? “ ucapnya lagi setelah bisa mengendalikan dirinya,sedangkan aku hanya dapat terdiam tak bergeming sedikitpun

“ jiyeon-na jeball! Aku sangat menyukai minho. Aku benar-benar tak dapat memikirkan hidupku tanpa minho nantinya. Jadi kumohon jiyeon! tak bisakah kau merelakan minho untukku? “ aku hanya diam sambil menggepalkan tanganku agar air mataku tak tumpah lagi

“ jiyeon-na tak bisakah kau berkorban untukku? “ dia mulai mengguncangkan bahuku

“ jiyeon aku akan……..”

“ mianhe suzy-a, mungkin aku terdengar egois di matamu. Tapi aku sama sepertimu. Aku juga benar-benar menyukai minho. Dulu aku pernah mencoba untuk mengalah, tapi sisi terang dari hidupku seperti hilang begitu saja. Mungkin aku memang seperti penghancurmu dengannya. Tapi begitulah aku, aku hanya seorang yoeja yang menyukai seseorang yang entah menyukai atau tidak. Aku cukup tahu bagaimana menyedihkannya hidupku. Joengmal mianhe suzy-a, aku benar-benar tak dapat melakukan permintaanmu yang satu ini. Kalau begitu aku pergi dulu, anyoeng! “ aku sudah melangkah masuk menuju ruangan basket meninggalkannya  sambil menghapus air mata di pipiku yang entah sejak kapan sudah mengalir di pipiku. Aku mengambil satu tempat duduk yang tersisa, karena seluruh ruangan dipenuhi dengan seluruh yoeja-yoeja yang meneriaki nama minho

“ kyyaaaa…………. minho-a  hwaiting…!!!!!!! opa, uri sarangheo “ aku menutup telingaku rapat-rapat. Kenapa mereka memanggil minho opa? Bukankah mereka yang lebih tua dari minho? Ckckckc

Aku kembali menFokuskan tatapanku pada minho yang sedang bermain di tengah  lapangan. Tampan dan benar-benar hebat!  Hanya itu yang terlintas di otakku.

“ aku mengambil keputusan yang benarkan minho? “ aku mulai mendumal sendiri. Kemudian aku kembali menatap minho, sepertinya dia menangkap keberadaanku, dia langsung tersenyum dan melambaikan tangannya. Aku hanya dapat tersenyum kecil kearahnya. Namun aku bisa merasakan tatapan –tatapan  tajam dari seluruh penjuru ruangan kepadaku. Aku langsung mengisyaratkan minho  untuk melanjutkan permainannya sebelum nyawaku benar-benar terancam. Dia hanya mengangguk, sepertinya dia mengerti dengan maksudku, dengan segera dia melanjutkan permainannya. Aku melihatnya dengan otakku yang terus-menerus mengingat-ngingat kata-kata suzy.

“ apa aku benar-benar kuat jika kau benar-benar memilih suzy ? apa menjadi orang yang sedikit egois itu berdosa? apa aku akan rela begitu saja? Pasti tak sedikit air mata bukan? “ aku kemali mendumal sendiri. Aku tak bisa membayangkan kembali bagaimana nantinya aku tanpa minho

Permainan minho sudah usai, tapi dia masih berdiri di tengah lapangan sambil memegangi kedua lututnya. Entah mengapa aku langsung berdiri dari tempatku dan berlari kearah minho. Tanpa berbabibu aku langsung memeluknya tanpa memperdulikan tatapan orang-orang lagi.

“ k-k-k kau kenapa? “tanyanya terbata-bata. Tentu saja karena kaget akan perbuatanku.  Aku tak menghiraukan pertanyaannya. Entah megapa hanya lagi-lagi  air mataku saja yang keluar , didepannya aku akan benar-benar menjadi yoeja cengeng . Seperti mengerti dengan apa yang terjadi, dia hanya mengusap rambutku

“ ayo ke pinggir lapangan “

****

“  apa kau sudah merasa lebih baik? “tanya minho  sambil menyodorkan segelas air minum kepadaku. Aku hanya mengangguk kecil setelah isakanku berhenti

“ kenapa menangis? “ tanyanya lembut sambil mengusap rambutku pelan, aku hanya menggelengkan kepalaku .

“ apa ada yang menyakitimu? “ aku menggeleng lagi

“ apa kau sedang sakit? “aku kembali menggeleng

“ terus kenapa menangis? “ aku hanya terdiam. Kenapa aku menangis? Molla, mungkin karena aku takut kehilangannya. Tapi aku tak mau egois bukan? Kalau dia menyukai suzy nantinya, mau tak mau aku harus merelakannya. Tak mungkin aku terus-menerus membiarkannya berada di sampingku sedangkan dia tak menyukaiku. Aku memberanikan diriku menatapnya, aku melihatnya sedang menunduk sambil meramas kedua tangannya

“ aku mengerti sekarang “ tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan menatap mataku

“ne? “ aku sedikit heran

“ aku menyakitimu lagi bukan? “ langsung saja aku menggelengkan kepalaku

“ ya! Pasti aku menyakitimu. Dasar choi minho pabbo, berhentilah membuat jiyeon menangis seperti itu” dia sudah menarik rambutnya Frustasi , sambil beberapa kali memukul meja yang ada di depannya

“ aku menangis bukan karenamu “dengan segera aku menahan tangannya untuk memberhentikan pergerakannya

“ kau jangan membelaku jiyeon“ dia terus saja berusaha melepaskan diri

“ ya minho! Ini bukan salahmu! “

“ jangan menghiburku “ dia kembali memukul meja yang ada di depannya, padahal tangannya sudah mengeluarkan darah yang sangat banyak

“ MINHO-A STOP! “ aku sudah berteriak untuk menghentikannya, air mataku benar-benar tak tertahankan sekarang`. Dia langsung memberhentikan acaran anargisnya setelah melihat aku sudah meneteskan air mata

“ berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, aku menangis karena keinginanku sendiri. Aku,aku menangis karena takut kehilanganmu. Jadi berhentilah meyakiti dirimu sendiri” ucapku walau tertutupi isakan tangisku tapi minho bisa mendengarnya dengan baik, karena di lapangan ini hanya ada aku dan minho dan juga karena suaraku yang bergema di ruangan ini

“kumonhon tanganmu sudah mengeluarkan banyak darah. Jadi berhentilah! “

****

Minho POV

Aku sudah membawa jiyeon k uks, mungkin dia membutuhkan ketenangan saat ini. aku benar-benar  merasa bersalah walau dia sudah mengatakan kalau ini bukan salahku. Tapi aku yakin pasti ada aku dalam Faktor yang membuatnya seperti itu. Aku sudah berdiri di lantail tiga mencoba mencari ketenangan untuk diriku sendiri . mungkin melihat pemandangan sekolah kami dan orang-orang yang berlalu lalang Bisa membuatku sedikit terhibur. Namun mataku tiba-tiba saja menangkap sosok seorang yoeja cantik sedang berjalan lesu tanpa ekspresi. Ya dia suzy, dan dia sekarang sedang menangis. Ada apa lagi sekarang?

Kenapa mereka berdua harus menangis di waktu yang bersamaan? Apa karena aku lagi?

“ aissshhh,,, sial! “ aku sudah menendang tembok yang ada di depanku, kemudian menarik rambutku Frustasi. Mengapa mereka harus menangis karenaku? Dan sialnya harus ada yang terluka di antara mereka berdua, dan lebih menakjubkannya lagi hanya antara mereka berdua yang akan tersakiti sedangkan aku seperi dewa mereka yang menentukan siapa yang tersakiti dan siapa yang kucintai. Ya! Apakah itu adil? Bisakah semua bahagia?kenapa harus ada yang tersakiti? Aku harus segera menentukannya. Ya setidaknya aku mengetahui orang yang kucintai. Tapi bagaimana caranya ?

“gunakan hati kecilmu choi minho! Dia yang dapat membedakan itu semua “  tiba-tiba kata-kata key terlintas di Fikiranku

“ hati kecil ya” aku memegangi dadaku kemudian tersenyum

“ya! Kau yang akan membantuku “

TBC

Advertisements

17 thoughts on “First Love Chapter 7

  1. Jeballll minho….tentuin pilihan mu…. Jangan buat jiyeon nangiss lagi… Miris bgt baca nya

    Daebakkk authorrrr
    Feel nya dpt bgt

  2. Cepat tentuin pilihan minho…

    Aku suka chapter ini, minji moment lebih banyak,, juga sepertinya lebih panjang (y)

  3. aigoo,. minho~ putuskan cepat!!!
    buakan jantungmu udah berdetak untuk jiyeon..
    apalagi jiyeon tulus menyukai minho,,bahkan sedari awal ikut menangisi perasaan namja pabo minho ini,, ugh
    dah minji ayo minji!!!

  4. Aigoo ,, minho bener” deh ni orang pabbo setengah metong *jambak” rambut author
    Author: ko aku jadi korban y sih ??!!
    Me : trus capa lg ?? ane g mau mati sia” dtangan fans y minho gra” mereka ngeliat idola y dg kpala botak
    Hehehe
    Jiyeon .. nasibmu malang nak. Sekalinya jatuh cinta udah kaya gini
    Ckckck
    Minho cepet temukan jawaban y

  5. huaa, ji kenapa nangis mulu sih? 😥
    ayoo donk minho, kau harus cepat” menentukan hatimu untuk siapa!!
    pasti kau bisa menentukan nya kok, hwaiting oppa^^
    next^^

  6. Aigo jebal plh yeonnie ne?? Yeonnie yeonnie yeonnie.. Yak minho ah awas sj kau jk tdk plh yeonnie namamu di hps dlm dunia per ff-an.m wkwkwkwkwkw..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s