New Year, New Boy

Gambar

Tittle : New Year, New Boy

Author: @aiva_18

Main cast :

Im Yoona SNSD

Xi Luhan EXO M

Support cast : Kyuhyun Super Junior

Genre : Romance.

Length : oneshoot

Ratting : 13

Note: MAAF YAHH,, SEPERTI FF TAEMIN DAN SULLI FF INI DIPOSTING TELAT BANGET TIDAK SESUAI DENGAN TITLENYA ,,HEHE DIKARENAKAN TIDAK ADA WAKTU DAN ADMINNYA LAGI MALAS,,, POKOKNYA MIANHAE READER

So,, happy reading ya !! 🙂

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~STORY~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yoona POV

“MWORAGO?” ulangku tak percaya dengan kata-kata namjachinguku ini.

“aku akan ulangi. Aku ingin kita putus sekarang!” tegas Kyuhyun, namjachinguku.

“MWO? Ta,,tapi,,” aku tak harus bilang apa. Aku menangis. Air mataku mengalir dengan derasnya seiring dengan rasa sakit yang kurasa. Aku menutupi wajahku yang menagis dengan kedua tanganku.

“mianhae, tapi aku sudah memikirkan ini sudah lama, aku rasa kita sudah tak mempunyai kecocokan lagi, dan ini jalan terbaik untuk kita. Kita harus akhiri semuanya” sesalnya dngan lancar. MWO? Jalan terbaik?.

“MICHEOSSO?” bentakku padanya.

“ne, nan micheosso, dan karena aku gila, makanya kkita harus pisah, dan,, juga..” ucapannya terpotong dengan teriakkan seseorang.

“chagiya,, kenapa kau lama sekali? 2 ja m lagi akn dilakukan prhitungan mundur untuk menyambut tahun baru” seorang perempuan bergelayut manja di tangan Kyuhyun. Dan apa tadi ia bilang? Chagiya? Mwo? Ternyata dia menduakanku?.

PLAKKKK.. dengan sadarnya aku melayangkan tangan mulusku di pipi Kyuhyun, sontak membuat ia kaget dan juga yeoja perebut itu.

“itu hadiah terakhirku untukmu tuan Cho Kyuhun, kuharap kau bahagia dengan yeojachingumu itu di tahun 2013 yang 2 jam lagi akan menyambut kita, dan kuharap kita tak pernah bertemu lagi. Good bye Playboy kacangan” ucapku pada Kyuhyun dan langsung berlalu meninggalkannya.

Dengan perasaan tak menentu aku berjalan di sekitar Namsan tower, yang awalnya aku dan Kyuhyun si playboy kacangan itu akan berhitung bersama menyambut tahun baru. Dan rencananya aku akan memberikannya kejutan malam ini tapi ternyata aku sudah di kejutkan lebih dulu olehnya pasal berakhirnya hubungan yang sudah 3 tahun kami jalani saat pertama kali aku masuk di Seoul International Universitas sebagai mahasiswi baru dan ia sebagai sunbaeku.

Aku berhenti di sebuah kursi kosong di kawasan namsan tower, di sekitar sini hampir tak ada orang sama sekali karena sebentar lagi akan di mulai perhitungan mundur jadi orang-orang kebanyakan berada dekat dengan namsan tower.

Di kursi ini aku menangis sejadi-jadinya karena kau tak perlu malu toh, di sini tak ada orangkan.

“huahhhh,, neo jeongmal nappeun,,” teriakku diikuti suara tangisku. Tangsiku meledak kembali.

Aku menunduk, maish dengan tangsiku wala sudah tak sekeras sebelumnya. Sekelebat kejadian beberapa menit yanglalu terjadi padaku tiba-tiba terputar lagi di kepalaku membuatku menangis dalam diam, aku sengaja menangis dalam diam sekarang, aku ingin mengatur emosiku. Selain itu, aku juga berpikir bisa-bisanya aku menangisi namja pencundang sepertinya.

***

 Luhan POV

Malam ini,seperti tahun-tahun sebelumnya aku akan menghabisi malam perayaan tahun baru dengan seorang diri. Tapi ada bedanya kalau biasanya aku berada di China, tapi tahun ini aku merayakaannya di namsan tower, kalian tahukan di mana letak namsan tower. Bingo. Namsan tower berada di Seoul, kota yang beberapa tahun ini telah mengguncang dunia dengan para bintang enrtetainmentnya yang sangat spektakuler apalagi dengan bintang-bintang kpop star jebolan SM Entertaiment yang telah menyelanggarkan World Tour mereka ke tiga. Ingin rasanya aku menjadi salah satu dari para kpop star jebolan SM Entertaiment seperti Super Junior, Shinee, ataupun EXO yang baru tahun ini debut. Mereka semua sangat-sangat WOW. Dan karena keinginanku ini sudah hampir setahun aku tinggal di Korea, dan aku sudah hampir mengusai dengan sepenuhnya bahasa Korea.

Saat aku tengah berjalan sambil melamunkan tentang keinginanku yang ingin menjadi salah satu bintang jebolan SM entertaiment tiba-tiba ada terdengar olehku tangisan seseorang.

‘siapa yang menangis di malam penyambutan tahun baru ini?’ tanyaku dalm hati.

Aku mengedarkan pandanganku. Tempatku sekarang memang berada di kawasan namsan tower, tapi aku tidak berada di dekat namsan tower karena di dekat namsan tower terlalu ramai, dan aku tak suka dengan keadaan yang ramai mungkin karena aku sudah terbiasa hidup dengan kesepian yang hanya di temani oleh kedua orang tuaku. Dan aku yang notebenenya tak mempunyai benyak teman dan sama sekali tak pernah mempunyai yeojachingu. Padahal di usiaku yang ke 22 tahun ini aku setidaknya mempunyai yeojachingu ataupun orang yang kusukai tapi entah mengapa aku sama sekali tak mempunyai yeojachingu atau orang yang kusukai. Bukan karena aku tak normal tapi aku merasa belum ada seseorang yang mampu membuaku deg-degan hanya karena melihat matanya ataupun merasa nyaman dan bahagia hanya karena melihat senyumannya. Dan kuharap semoga di awal tahun baru ini aku bisa merasakan itu semua dan mendapat yeojachingu.

“huahhhh,, neo jeongmal nappeun,,” teriak yeoja yang menangis itu. Dan untuk kedua kalinya membuat lamunanku buyar.  Aku kembali menyapu pandanganku.

‘tak ada seseorang disini, lalu di mana gadis itu?” batinku bertanya.

Aku berjalan menyusuri tempatku ini. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang yeoja yang sedang duduk di sebuah kursi. Ia menunduk dan sekarang juga tak terdengar sura tangisannya. Apa ia sudah mulai tenang. Tapi kurasa belum.

Entah dorongan dari mana aku berjalan mendekati yeoja yang sedang menangis itu. Aku mengeluarkan sapu tangan yang selalu kubawa dan kusimpan di kantong celana belakangku. Aku menyondorkan sapu tangan itu tepat di depannya dan dia yang menyadari itu langsung mendongakkan kepalanya.

Deg

Deg

Deg

Apa ini? kenapa jantungku bekerja di atas kenormalan. Ku tatap matanya dalam. Sakit. Kenapa aku sakit sekali melihat yeoja yang belum setengah menit ini kutemui menangis. Tuhan, apa kau mengabulkan permintaanku di tahun baru ini?.

Cukup lama kau menatapnya seperti ini, sebelum akhirnya kau berhasil mengendalikan diriku. Kulihat yeoja itu tengah mlihatku dengan mata yang masih berkca-kaca dan air mta yan masih membasahi wajahnya. Kurasa ia bingung.

“ehh,, ini,, ini untuk menghapus air matamu” ucapku gugup dan entah keberanian dari mana lagi aku langsung mengambil tangan yeoja itu dan memberikannya sapu tanganku dan langsung duduk di sampingnya.

‘Oh Tuhan, apa yang kulakukan? Apa ini kekuataan dari MU?’  tanyaku dalam hati.

Kulirik ia sekilas, ia sudah menghapus air matanya.

“Gowawoyo” ucapnya yang membuatku tersontak kaget melihatnya.

“n,,ne,,” jawabku gelagapan. Jantungku benar-benar tak bisa di ajak kompromi saat ini, ia terus saja berdetak tak karuan, jangan-jangan yeoja ini sudah mendengar detak jantungku lagi. Naega ottokhoe?.

“nuguseyo?” tanyanya padaku.

“nan,, naneun, Xi Luhan imnida” jawabku padanya sambil mengulurkan tangan kananku untuk berjabat walaupun aku sangat gugup.

“Im Yoona imnida” katanya menjabat tanganku.

Oh, God, jantungku makin berdetak di luar kendali.

Hening. Canggung. Itulah yang terjadi di antara kami.

“ehh,, kalau boleh tahu, kenapa kau menangis di malam pergantian tahun seperti ini?” tanyaku memecah keheningan dan kecanggungan antara kami.

Tak ada jawaban. Asataga aku malah membuat suasana makin canggung kalau begini. Aku harus segera memperbaikinya.

“mianhaeyo, kalau kau tak mau menjawabnya juga tak apa-apa. Aku memang lancang” ucapku padanya.

“anniyo, nan gwencana, sebenarnya malam ini aku kan merayakan malam pergantian tahun dengan namjachinguku tapi ia malah mengakhiri hubungan kami, dan ironisnya ternyata ia sudah punya pacar. Dia benar-benar namja brengsek” curhatnya yang diikuti air matanya yang menetes dari pelupuk mata indahnya.

Astaga,, ia nangis. Eottokhe?

Hug.

Kutarik tubuhnya dan kudekap ia. Aku memeluknya dan Tuhan benar-benar memberikan keberaniannya untukku malam ini. dan kurasa malam ini Tuhan memberiku kesempatan aku tak boleh mengecewakan Tuhan malam ini.

“menangislah, sebentar lagi akan perhitungan mundur, tapi kau malah menyambut tahun baru dengan tangisanmu, berhubung masih ada satu setengah jam lagi, jadi menangislah, akan ku[injamkan dadaku untukmu” ucapku padanya.

“mianhaeyo,” ucapnya dengan terisak.

“ini bukan salahmu, cowok itu memang brengsek, aku tak habis pikir bagaimana bisa menyia-nyiakan yeoja yeppo sepertimu” ucapku padanya sembari mengusap-ngusap rambut belakangnya.

“dia memang brengsek” ucapnya, tangisnya sudah mereda.

“neo gwencana?” tanyaku padanya saat ia melepas pelukanku.

“gwencanayo” katanya sambil tersenyum.

Deg

Deg

Deg senyumnya saja sudah membuatku terhanyut seperti ini. tuhan benar-benar sayang padaku sehingga mengirimkansalah satu bidadarinya untukku. Hehehe..

Im Yoona, mulai sekarang aku Xi Luhan tak kan biarkan kau menangis lagi, tak kan kubiarkan air mata yang sangat berharga arimu itu menetes lagi. Nan Yakso.

“Yoona-ssi” panggilku padanya saat beberapa detik lalu saling diam dengan pikiran masing-masing. Yoona yang tadinya menengadahkan wajahnya melihat langit kini beralih melihatku.

“waeyo?” tanyanya padaku.

“sebelumnya maaf, tapi mungkin Tuhan punya rencana lain untukmu. Mungkin di awal tahun ini Tuhan ini Tuhan sudah mengirimkan seseorang untukmu, yang mungkin akan lebih bertanggung jawab dengan dirimu dan mungkin adalah orang yang sudah benar-benar ditakdirkan untukmu” ujarku padanya diiringan senyuman paling manis yang kupunya.

“ku harap seperti itu, dan kuharap ia adalah orang yang berada di sampingku”

MWO?

“M,,MWORAGO?” tanyaku memastikan ucapannya.

“anniyo, lupakan saja” jawabnya yang seketika membuat bahuku melorot (?) sejadi-jadinya.

Aissshhh, yeoja ini sudah membuatku berharap. Baiklah kurasa ini hanya karena gengsi saja karena ia seorang yeoja yang baru diputuskan oleh namjachingunya oh anni mantan namjachingunya. Aku yang akan mulai. Tunggu saja Yoona-ssi dalam sejam kedepan kau akan menjadi milikku. Hehehe.. #evil laugh.

Luhan POV end

Yoona POV

Tuhan, apa benar yang ia katakan? Apa ia yang kau kirim untukku? Aku akan memastikannya nanti karena dia adalah satu-satunya namja yang berhasil membuat jantungku berdetak diatas normal selain Kyuhyun tapi itupun terakhir jantungku berdetak diatas normal karena Kyuhyun adalah selama 6 bulan yang lalu.

Jadi, sebenarnya sudah lama perasaan cintaku hilang darinya makanya aku tak terlalu sedih tapi yang buat aku tak habis pikir adalah tega-teganya ia selingkuh di belakangku. Itulah yang buat aku sedih tapi tak lama datang seorang namja yang saat melihat wajahnya sudah membuat jantungku berdetak diatas normal, dan kebaikannya benar-benar menghanyutkanku. Dan kuharap penantianku selama 6 bulan terakhir untuk mendapat cinta sejatiku yang kuyakini itu bukan Kyuhyun akan terjawab malam ini di awal tahun baru ini. I hope so.

Yoona POV end

Author POV

Mereka terdiam, dengan pikiran mereka masing-masing. Suasana makin hening di antara mereka seiring waktu yang berlalu hanya terdengar seekali suara binatang malam yang terdengar. Entah apa yang dipikirkan oleh dua insan manusia itu. Yang jelas sekarang ini mereka tengah berusaha untuk menstabilkan jantung mereka yang terus berdetak kencang.

“Yoona-ssi” panggil Luhan memecah keheningan.

Yoona menoleh dengan pandangan bertanya “waeyo?”

“setengah jam lagi akan perhitungan mundur, ayo kita berhitung bersama” ajak Luhan pada Yoona.

“ne” balas Yoona.

“tapi kau tunggu di sini dulu ya, aku ingin membeli sesuatu” pamit Luhan dan langsung mendapat anggukan tanda mempersilahkan dari Yoona.

Luhan pergi kesbuah kios yang menjual beraneka macam petasan.

“ahjumma, aku beli petasan ini 2 ini uangnya ahjumma” kata Luhan sambil meperlihatkan 2 buah petasan besar dan menyondorkan 4 lembar uang 10000 won. #authorbingung *emang harga 2 petasan 40000 won ya*

“ne” jawab ahjumma itu sambil mengambil uang dari tangan Luhan.

Luhan berlari kembali lagi ke tempatnya dengan Yoona. Saat ia sudah berada di tempatnya itu, ia melihat Yoona tengah menatap ke arah langit meliha indahnya petasan yang bertaburan karena tinggal 15 menit lagi akan pergantian tahun tapi petasan-petasan sudah bertaburan di langit semenjak beberapa jam lalu. Tapi mungkin suasana hati Yoona yang jelek tadi makanya ia tidak terlalu memperhatikan langit yang indah akibat taburan kembang api yang sangat mengesankan.

Lama Luhan memperhatikan Yoona dari belakang , hingga ia tersadar tenyata Yoona sudah ada di depannya sembari menganyunkan tengannya di depan wajah Luhan dan memanggil nama Luhan.

“Luhan-ssi”

“Luhan-ssi”

“ehhh,,” Luhan gelagapan

“kau membeli kembang api, Luhan-ssi?” tanya Yoona

“ne” jawab Luhan

“kajja” Luhan menarik tangan Yoona.

“kita berhitung mundur dulu baru kita nyalakan kembang apinya, arraseo?” tanya Luhan.

“ne” jawab Yoona.

“Yoona-ssi, 10 detik lagi, kita mulai hitung mundur ya..” ajak Luhan yang dibalas anggukan setuju oleh Yoona.

“10”

“9”

“8”

“7”

“6”

“5”

“4”

“3”

“2”

“1”

Mereka berhitung mundur bersama

“yeahhh,,” teriak mereka bersama.

“Yoona-ssi, aku akan menyalakan kembang apinya” kata Luhan

“ne,,”

Prang,,, (emang gini ya bunyi kembang api)

Terdengar bunyi kembang api bertaburan di atas awan.

“yeppo” gumam Yoona.

“ne, neomu yeppo, sama sepertimu” ujar Luhan sambil melirik ke arah Yoona.

“ne?” tanya Yoona sambil melirik ke arah Luhan juga membuat pandangan mereka bertemu.

Mereka saling bertatapan dalam, Luhan yang merasa momentnya sangat tepat segera meraih kedua tangan Yoona. Yoona yang bingung hanya membiarkan Luhan memegang tangannya.

“Yoona-ssi,” panggil Luhan tanpa melepas genggamannnya dan pandangan matanya yang menatap Yoona dalam begitupun juga Yoona.

“Luhan-ssi” balas Yoona.

“aku tahu ini terlalu cepat tapi sejak 2 jam yang lalu saat pertama kali kita bertemu, saat pandangan mata kita bertemu seperti saat ini aku selalu merasa jantungku berdetak di atas normal, dan juga saat kita saling bersentuhan saat ini aku seolah tak ingin melepasmu, dan saat melihat kau menangis entah kenapa aku merasa kalau aku harus menghentikan tangismu itu dan selalu membuatmu tersenyum dan harus selallu menjagamu, dan ini adalah pertama kalinya kurasakan, dan aku yakin malam ini di tahun baru ini Tuhan mengirimku datang ke Korea untuk menemukan cinta pertamaku dan cinta terakhir, dan kuyakini yeoja itu adalah kau, makanya Tuhan memberiku kekuatan utnuk melakukan ini semua, bahkan memelukmu seperti tadi itu adalah pertama kalinya aku memeluk seorang yeoja selain Ibu dan nenekku, dan kuharap kau mau melupakan Kyuhyun-ssi, dan jadi cinta pertama dan cinta terakhirku?” pernyataan Luhan paa Yoona yang belum melepaskan pegangan dan tatapannya dari Yoona.

Bukannya menjawab pertanyaan dari Luhan, Yoona malah menangis.

“ya! Kenapa kau menangis, kau tak suka aku denganku? Kalau tak suka bilang saja kau tak suka denganku tapi jangan menangis Yoona-ssi, kau membuatku takut dan sakit di hatiku” panik Luhan

Yoona menggeleng sambil berucap

“anniyo, ini air mata haru, kau sangat romantis Luhan-ssi, ne aku mau jadi cinta pertama dan terakhirmu”

Luhan menghapus air mata Yoona dan mereka berdua saling meleparkan senyum satu sama lain. Dan tak lama Luhan lalu mendekap Yoona ke dalam pelukannya.

“saranghae” bisik Luhan di telinga Yoona

“na,, nado Luhan-ssi, nan saranghae” jawab Yoona

END

Don’t forget to comment and like yo!!.

Ohh,, ya buat saran pairing berikutnya kalian maunya siapa???

Tapi jangan terlalu berharap kalau sudah selesai semmua dengan masalah ujian soalnya authornya kelas 9, jadi nanti selesai UN baru di buat, Insya Allah.

Annyeong, sampai jumpa di Fanfict berikutnya..!! hehehe

Advertisements

6 thoughts on “New Year, New Boy

  1. wwwwaaahhhh so sweeetttt ……..
    mmmmm Lulu Oppa romantis bnget sma Yoong Unnie …
    di tnggu yha ff Laiinnya !!! 🙂

  2. wwwwaaaahhhh ssooooooooo swwweeettttt ….
    mmmm Lulu Oppa romantisss bnget sma Yoong Unnie ….
    di tnggu yha ff yg Lainnya …. !!! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s