Merry Christmas, Chagiya!

Gambar

Title : Merry Christmas, Chagiya!

Author : @aiva_18

Cast :

Choi Jinri (Sulli) F(x)

Lee Taemin Shinee

Support cast : Find in the story

Length : oneshoot

Ratting : -13

Genre : Romance

Note: berhubung temanku request buat pairing Taelli maka aku buat dech pairing Taelli ini, nggak tahu mau ngomoong apa lagi so happy reading aja dech!!

MAAF YAHH,, INI DIPOSTING TELAT BANGET TIDAK SESUAI DENGAN TITLENYA ,,HEHE DIKARENAKAN TIDAK ADA WAKTU DAN ADMINNYA LAGI MALAS,,, POKOKNYA MIANHAE READER

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~!STORY~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sulli POV

Aku menghela nafasku kasar, aku sangat benci menunggu seperti ini. benar saja aku sedang menunggu namjachinguku datang, untuk merayakan malam natal bersama, tapi apa, sudah 1 jam aku menunggu tapi tanda-tanda kedatangannya pun tak ada, bahkan handphonenya tak aktif, kemana sih ia? Tak tahu apa aku keinginan disini bahkan sudah akan membeku akibat menunggu ia di tengah turunnya salju di sebuah taman.

Errr,, Taeminie kau benar-benar nappeun namja, bagaimana bisa kau membuat aku yeojachingumu selama 4 tahun terakhir ini menunggu dengan kedinginan seperti ini.

Flashback.

“Annyeong chingudeul,” sapa seorang namja yang suaranya tak asing lagi ditelingaku. Benar saja ia adalah Taemin, ketua kelasku ini yang sudah menjadi teman dekatku saat hari pertama sekaligus namja yang satu-satunya sudah mencuri perhatianku selama setahun lebih ini. aku memang sudah mengagumi dirinya sejak lama saat ia menjadi satu kelompok denganku di MOS.  

Taemin berdiri di depan sekelas membuat seluruh pasang mata tak terkecuali aku memperhatikannya. Ia melihat kearahku dengan snyuman penuh arti sedangkan aku menatapnya seolah bertanya apa-yang-kau-lakukan-hah-?. Taemin masih melihatku penuh arti dan tak lama ia malah berjalan kearah bangkuku, aku hanya masih melihatnya dengan tatapan bengongku.

Tak lama aku merasa seperti tertarik, aku menodngak dan sudah menemukan Taemin berdiri di depanku sambil menggegam dan menarik tanganku. Aku makin heran dibua namja satu ini.

“Taeminie, wae irae?” tanyaku padanya, aku tak memberontak walaupun aku tahu semua chingudeulku sekarang memperhatikan aku dan Taemin.

Aku berada di depan kelas bersama Taemin di sampingku, hal ini benar-benar merebut perhatian chingudeulku. Aissshh,,,, ini benar-benar memalukanku. “Sebenarnya ada apa denganmu taeminie?” batinku bertanya.

“Chingudeul, kumohon kalian semua memperhatikanku, sekarang ok!” pinta Taemin.

“aiissshhh, apa yang sebenarnya dilakukan namja ini sih? Membuatku semakin malu saja” gerutuku dalam hati.

“Ya! Taemin, apa yang mau kau lakukan hah? Aiisissshhh,, cepatlah!” perintah Jonghyun.

“ne, sabarlah Jonghyun, aku akan segera mulai”  ucap taemin.

Lalu dalam sepersekian detik Taemin, sudha memegang kedua bahuku sontak membuat ku menoleh kepadanya. Aku mendongakkan kepalaku, melihat wajahnya. Ia menatapku intens dan dalam.

‘ya! Kenapa ia malah mentapku seperti itu’ gerutuku dalam hati.

Deg

Deg

Deg

Ige mwoya, aissshhh,, jantungku berdetak tak karuan lagi, aduhhh jangan sekarang, sekarang posisi kami sangat dekat, dan kalau sudah begini kemungkinan bersama Taemin bisa mendengarnya. Aissshh…

“Sulli ah” panggilnya lembut. Oh God ini makin menghanyutkanku.

Aku diam .

Aku merasa sesuatu yang hangat memegang kedua tanganku. Ini tangan Taemin.

‘mau apa sebenarnya dia?’ tanyaku dalam hati

“Sulli-ah would you be mine?”

Deg.

Oh Tuhan, apa yang harus kujawab, ini nyatakan?

“ne” aku mengangguk.

 Dan dalam sekejap ia sudah memelukku dan aku membalasnya.

Flashback End

Ahhh,, Taeminie, kalau bukan karena aku mencintaimu, aku tak kan menunggumu di sini. Kau benar-benar ngaret sekarang Taeminie. Tak sadarkah kau?

Sulli POV end

Taemin POV

“aisshh, palli hyung, aku bisa terlambat nanti menjemputnya” kataku pada Onew hyung, sahabat yang sudah kuanggap sebagai hyungku sendiri.

“sabarlah, dia pasti menunggumu” ucap Onew hyung santai.

‘isshhh,, dia selalu saja begitu’ gerutuku dalam hati.

“na sudah siap, sekarang, kau pergilah, aku, Jonghyun, dan Key akan stay disini dan menyiapkan natal terindah untukmu dan dia” ucap Onew hyung padaku.

“Jeongmal hyung?” tanyaku memastikan

“ne, cepatlah, dia pasti sudah kedinginan menunggumu!” pinta Onew hyung dengan sigap aku berlari ke arah parkiran mobilku dan langsung melajukannya.

Taemin POV end

***

Author POV

Sulli, yeoja itu masih dengan setia menunggu namjachingunya walaupun ia sudah sangat kedinginan. Itu terlihat jelas dari bibirnya yang sudah mulai membiru, dan juga ia yang selalu menggosokk-gosokkan kedua telapak tangannya lalu meniupnya utuk memberi sedikit kehangatan. Saking kedinginannya ia tubuhnya sudah mulai bergetar hebat.

Sedangkan tak jauh dari tempatnya Sulli, seorang namja tengah berdiri dengan tatapan tak bisa diartikan, menyesalkah? Sedihkah? Hanya ia dan Tuhan yang tahu, tapi sekarang hatinya sakit melihat yeoja yang sangat ia cintai masih setia menunggunya walaupun tubuhnya sudah bergetar hebat dan bahkan bibirnya mulai membiru akibat dinginnya berada di tengah hujan salju karena sekarang adalah hari natal jadi wajar saja kalau sekarang tengah turun salju.

“oppa, neo wasseo?”

Sulli mengahampiri taemin dengan berlari kecil.

“mianhae, jeongmal mianhae” sesal Taemin.

“gwencana oppa, kau tak perlu minta maaf begitu, oppa harus minta maaf kalau oppa tak datang tapikan oppa datang jadi oppa tak perlu minta maaf arraseo?” ucapnya tulus.

“aigoo” Taemin mengusap-usap lembut rambut Sulli.

“oppa, kau membuat rambutku berantakan” ucap Sulli sambil membenarkan kembali tataan rambutnya lalu mempoutkan bibirnya.

‘kyeopta’ batin Taemin.

Taemin melepas mantel yang ia gunakan lalu memakaikan mantel itu pada Sulli.

“kajja” ajak Taemin sembari menggenngam tangan Sulli dan membawa Sulli ke mobilnya.

***

“oppa” gumam Sulli saat melihat pandangan yang ada di depan matanya.

“neo joahae?” tanya Taemin.

“nanuen, nomu-nomu jaohae, oppa gomawo” ucap Sulli tulus.

Taemin hanya tersenyum puas.

Jelas saja Sulli tercengah saat melihat pemandangan di depannya, tempat yang sangat romantis di malam natal. Sebuah tempat terbuka namun sangat romantis, dimana, terdapat sepohon natal, yang berhiaskan lampu-lampu beraneka macam warna yang berkelap-kelip. Dan di dekat pohon natal itu terdapat meja dan juga 2 buah kursi yang di persiapkan untuk mereka berdua dinner, dan di kedua sisi pohon natal terdapat tiang-tiang yang dimana tiang-tiang itu di setiap atasnya terdapat lilin kecil yang menambah suasana romantis pada malam natal.

“kajja” ajak Taemin sembari menarik dengan lembut tangan Sulli yang masih terpukau dengan apa yang I lihat.

‘Taeminie, benar ia yang mempersiapkan ini semua?’ tanya Sulli yang masih belum bisa percaya.

Taemin menarik salah satu kursi lalu lagi-lagi ia menarik lembut tangan Sulli untuk duduk, lalu ia berjalan pelan dan duduk di kursi di hadapan dengan Sulli.

Tak butuh beberapa lama datang seorang namja dengan pakaian ala waitress, sangat rapi. Ia membungkuk 90 derajat lalu menyapa dengan sopan pada pasangan itu.

“annyeonghaseo,” sapa namja itu.

“Onew oppa,” gumam Sulli saat melihat namja yang menyapa mereka.

“annyeong Sulli-ah” sapa namja yang ternyata adalah Onew sahabat Taemin diiringi dengan senyum menawannya.

“apa yang kau lakukan di sini oppa?” tanya Sulli.
“ya untuk mengantarkan makan malam kalianlah ini, igeo” Onew memperlihatkan kereta (?) makanan yang di atasnya terdapat nampan makanan yang sudah terisi makanan-makanan lezat.

Dengan telaten seperti orang yang sud berpengalaman, Onew memindahkan nampan-nampan makanan itu keats meja lalu membuka penutup yang melindungi makanan itu.

“Nikmatilah makanan kalian, and merry christmas, Sulli ah, taemin ah” setelah mengucapkan itu Onew berlalu dari hadapan kedua insan manusia itu.

“huaahh,, mahsitta” gumam Sulli saat ia mencicipi makanan yang dihidangkan itu.

Tak lama datang seorang sambil bernyanyi diikuti dengan seorang lagi yang memainkan gitar, menambah suasana dinner di malam natal pasangan itu makin romantis.

“Key oppa, Jonghyun oppa” Sulli menggumakan nama-nama namja yang sedang bernyanyi untuk mereka.

Sekitar 15 menit makanan dari keduanya telah habis. Dan setelah itu entah mengapa suasana menjadi hening, Sulli asyik dengan menatap hiasan-hiasan yang ada di depan matanya dengan rasa kagum. Sedangkan Taemin, entah mengapa lidahnya menjadi kaku, ada sesuatu yang ingin ia ucapkan kepada yeojachingunya itu, tapi ia benar-benar gugup, dan dari kejauhan tampak 3 orang namja sedang melihat ke arah mereka, siapa lagi kalau bukan Onew, Key, dan Jonghyun. Mereka meruntuki Taemin yang belum bergerak sama sekali, yang terlalu gugup untuk mengungkapkan semuanya. Sesekali ketiga orang namja itu memberi kode kepada Taemin untuk segera memulai tapi Taemin hanya membalas dengan tatapan memohon bantuan mereka.

Author POV end

Taemin POV

Oh Gosh,, apa yang harus aku lakukan sekarang. Onew hyung, Jonghyun hyung, Key hyung, tak bisakah kalian kemari dan membantuku dibanding kalian hanya berdiri di sana dan menyuruhku. Tak tahukah kalian aku benar-benar gugup sekarang.

Tapi aku tak punya pilihan sudah selama 1 bulan aku belajar untuk hari ini dan aku menghabiskan waktu setengah tahun untuk menanti dan memperseiapkan hari ini. aku tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. aku harus lakukan. Harus.

“Sulli, ah,”

“ne, oppa”  mengalihkan pandangannya kepaDAKKU.

“ada yang ingin ku bicarakan padamu”

“mwo?”

“would you be my wife?”

Great. Aku sudah mengatakannya. Jebal jangan katakan tidak.

“Mworago, oppa?”

Aisshhh, sejak kapan kau jadi tuli Sulli ah?

“aku akan mengatakannya sekali lagi saja, setelah itu aku tak mengulangnya. Jadi, kau harus mendengrnya dengan baik, arraci?”

Ia mengangguk, aku langsung berdiri dari tempat dudukku dan berjalan ke arahnya, menuntunnya agar ikut berdiri bersamaku. Aku menghirup udara lama lalu kuhembuskan perlahan. Ku pegang kedua pipi chubinya itu agar mendongak dan isa melihatku. Ku perhatikan ia intens, tak melewatkan satu sudut pun lekuk wajahnya.

“aiissshh,, oppa, palli, kau membuat ku gugup sekarang” rengeknya padaku.

“baiklah,, would you be mife, Sulli ah” pengakuanku lagi padanya karena terlalu takut dengan jawaban yang akan ia keluarkan maka kutundukkan wajahku, tak mampu lagi bertatapan dengan mata indahnya itu.

Aku tak mendengar apapun darinya, ia tak menjawab pernyataanku. Aiissshh, Sullia ah, jangan buat aku menunggu. Karena semakin resah ku dongakkan wajahku dan sepersekian detik kurasa seseorang memelukku. Sulli ia mendekapku. Tapi, ia,, ia menangis? Kenapa ia menangis? Apa ia salah bentuk dari penolakkan?

“Sulli ah, uljimma, wae irae? Kenapa kau menangis? Jangan buatku takut Sulli ah, apa kau menolakku.” Kulepas dekapannya lalu memegang kedua bahunya.

Ia menggeleng

“Anni oppa, ini tangisan bahagia, aku terharu denganmu oppa, aku juga tak menolakmu, aku mau jadi anaemu” ucapnya padaku.

“jeo,, jeongmal,,,yo?” aku memastikan ucapannya.

“ne oppa,”

Langsung kudekap tubuh mungilnya kedalam pelukanku.

“gomawo” ucapnya padaku.

“mery christmas, Chagiya” ucapku padanya.

“nado,, oppa, merry christmas”

God, ini adalah natal terindah dalam hidupku, aku tak pernah melupakan natal ini. dan untuk mengenang masa ini aku dan Sulli membuat selca berdua.

End

Yeahhh,, pairing paling di tunggu oleh sahabtku Taelli, karena biasnya adalah dua couple muda ini,, hehehe semoga readers dan dia suka ya?!

Berhubung natal, jadi, aku buat kaya gini dech, moga nyambung ya!!

Don’t forget to good readers ‘RCL’ Oke??? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s