Love In Mos Chapter 4

Gambar

Main cast :

Im Yoona SNSD

Byun Baekhyun EXO K

Xi Luhan EXO M

Support cast : Find in the story.

Author : @aiva_18 and @Saskiasone

Genre : Romance, Friendship, Life, Angst.

Length : chapter

Ratting : -13

Note : mian banget lama ngepostnya dikarenakan sesuatu dan beberapa hal,,,

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~STORY~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Sudah sejam Yoona pingsan, ia tak kunjung bangun. Yuri, Jiyeon, Jessica, Sulli, Tiffany, dan Ji Eun, serta Dara sunbae dengan setia menemani Yoona. Diwajah mereka yang cantik terlihat sekali keresahan, resah karena Yoona yang tak kunjung bangun.

Kim Saem selaku guru yang bertanggung jawab atas UKS sudah memeriksa Yoona, dan mengatakan kalau ia hanya lelah dan kebanyakan pikiran sehingga ia pingsan tapi ia tak lama lagi akan bangung. Tapi ini sudah sejam. So, itu membuat Yuri cs menjadi kawatir.

Jiyeon POV

Sudah sejam berlalu tapi, Yoona tak kunjung bangun. Yoong, bangun dong, kau membuat kami semua resah. Kami semua menunggu dengan harap cemas-cemas walau kata Kim saem ia tak apa-apa tapi tetap saja kami kawatir.

Kami menunggu dengan mengililingi ranjang tempat Yoona berbaring.

Yoona tiba-tiba saja menggeliat sontak membuat perhatian kami tertuju padanya.

“err..” Yoona menggeliat.

“Yoong gwencana?” tanya Yuri ketika Yoona masih menyesuaikan matanya dengan cahaya.

“gwen,,cana” jawab Yoona terdengar lemas.

“wae?” tanya Jessica tiba-tiba, sedang dara sunbae bernafas lega dan ia langsung pergi.

“wae? Apa maksudnya?” tanya Yoona yang tidak mengerti. Jelas saja ia tidak mengerti, ia baru sadar sudah di tanya ‘wae?’ sama Jessica si ice princess, aku saja yang dari tadi sadar sangat tidak mengerti arah pembicaraan Jessica.

“wae? Kau punya masalah? Ceritakan sama kami Yoong, walau kita baru kenal kemarin tapi, kami semua sudah menganggapmmu sebagai sahabat kami sendiri Yoong?” tanya Jessica yang langsung mendapat perhatian kami semua. Benar juga apa yang dikatakan si ice princess ini.

“…” tak ada jawaban dari Yoona, ia diam seribu bahasa (?), pandangannya kosong, menatap lurus kedepan, aku tak dapat mengartikan pandangannya itu, tapi kalau tidak salah pandangannya mengartikan penyesalan. Maybe.

“Yoong” panggil Tiffany pelan, tapi cukup keras untukku.

“Yoong” Sully ikut berbicara, sedang aku, Jieun, dan Yuri, hanya menatap iba Yoona.

Tiba-tiba setetes air murni jatuh membasahi pipi Yoona, dan sekarang sudah seperti sungai yang mengalir keras (?) dipipi Yoona. Yoona menyebunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia menangis.

“Yoong, wae irae?” tanyaku dan jieun bersama-sama.

“Yoong, apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Yuri dengan cemas ia mendekap Yoona dalam pelukannya.

Yoona mulai menceritakan semua apa ang terjadi dengannya kemarin, hari pertama MOS mereka di senior high school yang harusnya jadi hari bahagia meeka dan patut di kenang tapi kejadia kemarin terlalu menyakiti hatinya, sampai ia tak bisa mengenang hari pertama MOSnya di senior high school itu.

Yuri, dan lainnya terlihat iba dengan Yoona mereka hanya memberikan kata-kata yang mereka pikir bisa menyemangati atau sekedar menenangkan Yoona.

“Yoong, kupikir ia hanya salah paham, kau kan belum bilang kalau sebenarnya selama ini kau mencintainya.” Sulli mencoba menenagkan Yoona.

“benar yang dikatakan Sulli, Yoong, coba ia tahu perasaanmu mungkin semua kejadian buruk yang menimpamu ini tak kan terjadi” timpal Jessica.

“katakanlah sama dia Yoong, setelah mendengarkan curhatanmu soal dia selama ini, aku yakin kalau ia juga menyimpan perasaan yang sama padamu Yoong,” Yuri ikut berbicara.

”tapi, dia bilang kalau ia akan membatalkan pertunangan kami” tutur Yoona diikuti sesegukannya yang semakin mereda.

“gwencana Yoong, semua pasti ada solusinya, lagi pula, orang tua kalian belum memberitahukan kalau perjodohan kalian batal bukan?” ucap Jieun bijak yang diikuti anggukan dari yang lainnya.

“anni yo, aku tak kan pernah mengatakannya, tapi aku kan melupakannya” kata Yoona terdengar tegas sembari mengusap air matanya.

“mwo?! Mworago?” tanya Jiyeon, ia seperti salah mendengar.

“ne, aku akan belajar melupakannya kurasa ia tak pernah mencintaiku, dan kejadian aku bertemu Baekhyun itu, kurasa itu hanya ia jadikan alasan saja.” Tutur Yoona yang langsung mendapat tatapan tak percaya dari teman-temannya.

“sudahlah ayo kita kembali ke kelas” ajak Yoona sembari turun dari ranjang UKS dan langsung berlalu meninggalkan temannya. Ia memang sengaja langsung pergi karena ia tahu pasti temannya akan berkata ‘kau bercandakan?’ ‘Yoong, jangan membuat lelucon konyol’ seperti itulah mungkin keluar dari bibir canik teman-temannya dan Yoona sekarang sedang tidak bercanda ia memang yakin dengan pemikirannya saat ini, walau hatinya sangat sakit, dan butiran-butiran kristal di mata cantiknya berusaha untuk keluar tapi ia mencoba untuk membendungnya.

Author POV end.

***

Baekhyun POV

“huffftt..” aku menghela nafas kasar. Pikiranku benar-benar kacau. Apa benar aku menyukainya? Tapi selama ini aku selalu saja memikirkan Krystyal. Jadi, bagaimana mungkin aku isa menyukai yeoja lain yang bahkan aku tak tahu siapa namanya?.

“errrr..” aku mengerang kesal.

“Ya! Im Baekhyun! Kenapa kau mengerang kesal seperti itu hah? Kau tak suka dengan permainannya?” bentak Kyuhyun sunbae.

Oppppsss, aku lupa aku sedang melakukan apa. MOS hari keduaku. Matilah aku sekarang.

“Eehh,, a,,aku..” jawabanku yang gelagapan terpotong

“aku apa hah? Jadi dari tadi kau hanya melamun tn. Byun Baekhyun?” bentak Yesung sunbae penuh penekanan dalam penyebutan namaku. Bentakkannya ini membuat bulu kudukku merindin.

“mianhaeyo, sunbaenim” sesalku.

“untuk hukumanmu, sekarang kau harus membersihkan toilet cowok sekarang!” perintah Nam Gyuri sunbae.

“MWO?” sontak ku kaget, sedangkan teman-teman ku hanya menatap penuh iba padaku, apalagi Chanyeol. Sedangkan teman-teman kelasku lainnya malah menertawaiku. Huffftt,, masa hari keduaku seperti ini sihhhh..!!

“Ya! Kau melawan hah? Ini kan juga salahmmu siapa suruh kau melamun seperti itu?” kata Kyuhyun sunbae.

“arraseo, sunbaenim” ucapku pasrah.

Sebelum aku beranjak dari kursiku, terlebih dahulu kuperhatikan wajah ke sebelas sahabatku. Mereka semuanya melihat iba padaku tapi hanya satu yang tidak. Luhan. Ada apa dengan dia? Kenapa dia terlihat murung sekali? Bahkan wajah murungnya mengalahkan wajahku karena mendapat hukuman membersihkan toilet.

“cepat Baekhyun!” teriakan keras dari Yesung sunbae membuyarkan lamunanku.

“ne” jawabku lemas.

Aku mulai berjalan keluar ruangan tapi saat aku sudah mulai menyusuri koridor kelas, pandanganku jadi teralih pada Taecyeon sunbae, ia keluar dari ruangan kelas 10 A. ia tampak menggendong seseorang. Bukankah itu yeoja kemarin. Ada apa dengan dia apa dia pingsan?.

Aku yang penasaran segera mengikuti arah Taecyeon sunbae yang juga ia diikuti beberapa yeoja dibelakangnya yang di wjah mereka terlihat sekali kalau mereka sedang kawatir.

Cukup lama aku menunggu di depan UKS, kalau tidak salah sudah sejam aku menunggu mereka tiba-tiba terdengar seperti suara seseorang yang berbicara dan tak lam setelahnya suara derap langkah kaki seseorang terdengar, sepertinya dia akan keluar. Dengan langkah sigap aku bersembunyi di belakang salah satu tiang fondasi, dari sini bisa kulihat ternyata yang keluar adalah dara sunbae. Wajahnya tak sekawatir saat ia masuk kedalam ruangan itu sejam lalu.

Setelah punggung Dara subae tak terlihat lagi, aku segera menguping pembicaraan yeoja-yeoja 10 A itu dari luar.

“Yoong” panggil yeoja yang berambut panjang lurus. Suaranya sangat pelan.

“Yoong” yeoja yang berambut pendek ikut berbicara, sedang yeoja lainnya hanya menatap yeoja yang dipanggil Yoon itu dengan iba.

Tiba-tiba setetes air jatuh membasahi pipi Yoong, dan sekarang sudah seperti sungai yang mengalir keras (?) dipipi Yoong. Yoong menyebunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangannya, yang kuyakini ia menangis.

“Yoong, wae irae?” tanya dua orang yeoja yang berdiri bersebelahan bersama-sama.

“Yoong, apa yang terjadi sebenarnya?” tanya yeoja yang kurasa ia yang paling tinggi diantara mereka dengan cemas ia mendekap Yoong dalam pelukannya.

Yoong mulai menceritakan semua apa yang terjadi dengannya kemarin, hari pertama MOS mereka di senior high school yang harusnya jadi hari bahagia mereka dan patut di kenang tapi kejadian kemarin terlalu menyakiti hatinya, sampai ia tak bisa mengenang hari pertama MOSnya di senior high school ini.

Aku tertegun mendengar cerita yeoja cantik yang kukagumi di panggil Yoong itu. Jadi sebenarnya dia Luhan adalah sepasang kekasih bahkan sudah tunangan walau mereka hanya di jodohkan tetapi Yoong mencintai Luhan. Dan Yoong menjadi sakit dan menangis seperti ini karena hubungannya dan Luhan baru saja diakhiri secara sepihak oleh Luhan karena aku. What the?

Errr,,, aku tak mengerti dengan semua ini. Dengan langkah tergesa dan pikiran yang berputar-putar aku membalikkan badanku berniat meninggalkan ruangan ini. Dadaku sesak sekarang, aku tak bisa bernafas di tempat ini, aku berniat untuk mencari udara segar.

Aku berlari tanpa arah, aku bena-benar tak bisa berpikir sekarang. Yang ada di pikiranku sekaang hanyalah mencari udara segar di tempat yang jauh. Aku berlari menyusuri koridor sekolah, dan tanpa ada perintah kakiku berlari menaiki tangga yang berada di ujung koridor kelas.

Disini sekarang aku, di atap sekolah dengan air mata yang sudah tumpah. aku diam dengan iar mata yang terus tumpah. aku bukan namja cengeng, tapi sekarang entah mengapa hatiku benar-benar sakit. Dengan teganya aku secara tidak langsung sudah membuat hubungan 2 orang yang kuyakini mereka saling mencintai berakhir begitu saja.

“errrrrrrrrr..” erangku kesal sambil mengacak-acak rambutku padahal aku paling tidak suka kalau rambutku berantakan.

“naega otteokkhe?” tanyaku pada diriku sendiri sambil berteriak.

***

Author POV

Baekhyun masih setia meluapkan emosinya, bukan emosi karena marah tapi karena ia kecewa dengan dirinya sendiri. Kecewa karena ia sudah berani memikirkan yeoja yang sudah memiliki kekasih, dan ironisnya ia secara tak langsung sudah membuat hubungan yeoja yang dipikirannya itu dengan namjachingunya yang notabennya adalah sahabatnya sendiri.

Dialain tempat, tepatnya kelas 10B tampak sebelas namja sedang telibat perbincangan, bukan perbincangan yang serius tapi hanya sekedar candaan, hanya lelucon yang menurut mereka sangatlah lucu tapi bgi salah satu dari mereka hanya lelucon garing yang sama sekali tak bisa merubah moodnya begitu saja.

“Luhan, waeyo?” tanya salah satu namja yang wajahnya tak jauh beda dengan Luhan, namja yang ditanya.

Luhan hanya menggelengkan kepala sambil memperlihatkan seulas senyum miliknya. Bukan senyum yang biasa ia berikan tapi senyum paksa.

“Luhan kami tahu kau sedang ada masalah begitu juga dengan Baekhyun, kami tahu karena sedari tadi kalian hanya melamun, dan karena lamunan tak jelas kalian berbuah jadi sosok yang berbeda. Kau jadi lebih banyak diam dengan wajah frustasimu itu, sedangkan Baekhyun entah apa yang dipikirkan anak itu sehingga membuat dia mengerang tak jelas dan sekarang ia di hukum.” Jelas salah seorang namja yang berperawakan lebih dewasa dibanding yang lainnya.

“nan gwencana,” ucap Luhan lirih.

“terserah kau sajalah, tapi kau harus ingat kami adalah sahabatmu dan alau kau mau kami selalu siap untuk jadi seorang pendengar yang baik, arraseo?” nasehat Suho.

“arraseo”

“by the way, di mana Baekhyun dari tadi, ia tak datang?” tanya Chanyeol.

“Hey kalian” panggil seseorang. Seorang sunbae tepatnya.

“waeyo, sunbae?” tanya Suho.

“kemana teman kalian Baekhyun itu?” tanya Sunbae itu dengan muka sangarnya.

“mollayo, Kyuhyun sunbae, bukannya tadi ia dihukum membersihkan toilet” jawab Suho, sedangkan yang lainnya diam ogah menjawab sunbae mereka yang sangar ini.

“benar memang, tapi asal kalian tahu ia belum mengerjakan hukumannya itu, dan sekarang ia tidak tahu berada dimana,” jelas sunbae yang diketahui ia adalah Kyuhyun sunbae, ia nampak mengepalkan tangannya, menahan emosi karena ulah Baekhyun saat di kelas dan terlebih sekarang ia malah tak mengerjakan hukuman yang diberikan padanya.

“dasar hobae tak tahu untung, bisa-bisanya ia tak mengerjakan hukumannya ini, mau mati apa dia, tidak sadarkah ia sedang dalam masa MOS?” batin Kyuhyun.

“MWO?!” koor kesepuluh namja itu, Luhan hanya diam tersenyum miris.

“ia benar, temna kalian itu harus diberi hukuman yang lebih, memangnya ia tak punya otak apa untuk berpikir kalau ia sekarang dalam masa MOS” sungut Kyuhyun.

“Mianhamnida, sunbaenim, tapi kurasa ia melakukannya bukan karena sengaja kami kenal betul dengan sahabat kami itu” Suho mewakili Baekhyun meminta maaf atas sikap sahabatnya yang tidak seperti biasanya.

“kalau begitu cepat kalian cari ia!” perintah Kyuhyun lalu langsung berlalu meninggalkan kesebelas namja itu.

Suho menatap kesepuluh sahabatnya sebelum mulai bertanya.

“ada yang tahu kemana anak itu pergi?” tanya Suho to the point.

“molla,” jawab sehun diikuti gelengan kepalanya, lalu Suho melihat kearah lainnya dan sama ia mendapat gelengan kepala yang menandakan kalau mereka sama tak tahunya.

“Shit! Sebenarnya ada apa dengan kalian berdu? Kenapa kalian jadi aneh seperti ini sih?” tanya Suho dengan nada marahnya. Bukan marah, ia hanya tidak mengerti dengan sikap kedua sahabatnya ini.

“sudahlah, mereka pasti punya masalah, sekarang kita harus mencari baekhyun” Xiumin yang merupakan namja tertua di antara yang lainnya mulai dengan sikap dewasanya.

“…” semua diam mereka menyetujui usulan Xiumin.

“begini saja, Chanyeol-ah, diantara kami kaukan yang paling dekat dengan Baekhyun?” tanya Lay, yang mendapat anggukan dari Chanyeol.

“kalau begitu, sekarang kita butuh saranmu, dimana seharusnya kita mencari Baekhyun?” tanya Lay lagi.

“bagaimana kalau di atap sekolah, Baekhyun kan paling suka ke atap sekolah, hanya untuk sekedar menenagkan diri” jawab Chanyeol, ia menatap satu persatu sahabatnya itu, menunggu respo dari sahabatnya atas saran yang ia berikan.

“oke, aku setuju” jawab Tao.

Dan yang lainnya pun ikut meyetujui saran Chanyeol.

“kajja, kita pergi” ajak Suho.

“kalian pergi saja! aku lelah” kata Luhan tiba-tiba sebelum kesepuluh sahabatnya itu pergi meninggalkan dirinya.

“baiklah terserah kau saja” tanggap Kai.

Seusai mendengar tanggapan itu Luhan segera berjalan gontai dengan wajah lesu menuju ruangannya. Ia bukan tak berniat untuk mencari Baekhyun tapi ia belum siap untuk bertemu dengan Baekhyun sekarang, sedangkan sejak tadi pagi ia selalu sja menjaga jarak dari Baekhyun, dan ebrusaha unutk tak melihat ke arah sahabatnya itu.

***

“Ya! Disini kau rupanya?” teriak Kris saat melihat sahabat yang ia cari sedang ada di depannya dan tengah membelakangi dirinya dan sahabat-sahabat lainnya.

“…” tak ada jawaban dari Baekhyun.

“ya! Kenapa kau tak menjawab hah?” tanya Kris saat mereka sudah berada tepat di belakang baekhyun.

“…” tetap tak ada jawaban dari Baekhyun

“omo! Waeyo Baekhyunie?” tanya Chanyeol kaget saat melihat wajah sahabatnya itu. Sontak membuat kesebilan namja lainnya kaget. Kris yang berada tepat di belakang Bekhyun berusaha membalikkan wajah Baekhyun.dan betapa terkejutnya ia meliahat wajah Baekhyun yang benar-benar tak bisa jelaskan tapi intinya wajahnya sangat berantakan.

Baekhyun memnundukkan kepalanya ia takut kalau salah seorang dari sahabatnya melihat wajahnya, Luhan, ia seperti tak punya muka lagi untuk bisa bertemu dengan Luhan.

Kris mendongakkan kepala Baekhyun agar ia bisa melihat betapa kacaunya sahabtnya itu, sedangkan lainnya dia, tapi tidak dengan chanyeol ia menahan luapan air matanya, hatinya miris melihat namja yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil dan telah ia anggap seperti hyungnya sendiri ini dengan wajah yang sangat berantakan.

Baekhyun mendongakkan kepalanya, ia melihat satu-persatu sahabatnya itu.

“Ia tak ada rupanya, ia pasti tak ingin bertemu dengan nappeun chingu sepetik ini” batin Baekhyun miris.

“apa yang terjadi sebenarnya Baekhyunie?” tanya Suho panik dengan sahabtnya itu.

“ceritakan sama kami, kalau kau punya masalah Baekhyunie, dan kalau kami bisa kami pasti akan membantumu” nasehat Kai.

“nan, naneeun, nappeun namja” gumam Baekhyun yang mendapat tatapan tak mengerti dari sahabatnya.

“mworago?” tanya Kris.

“Baekhyunie, waeyo?”tanya Kai.

“apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Suho “Jangan buat kami seperti orang babo, karena tidak mengeti ucapanmu?” sambungnya lagi.

“bicaralah Baekhyunie!” pinta Chanyeol.

Kris yang masih memegang pundak Baekhyun, mendorng Baekhyunie pelan agar ia duduk, mungkin dengan begitu ia bisa sedikit rileks, pikir Kris.

Baekhyun yang sudah duduk diikuti oleh sahabatnya yang mengelilingi ia, mereka menatap Baekhyun intens, mencoba mencari jawaban dari sorot mata Baekhyun. Dan hasilnya mereka melihat mata Baekhyun yang sendu memperlihatkan penyesalan dan kekecewaan. Tapi kenapa? Tanya mereka semua.

“Baekhyunie” panggil Chanyeol pelan,

Baekhyun mendongakkan kepalanya melihat sahabat yang memanggilnya itu.

“di mana Luhan?” tanya Baekhyun dengan suara paraunya.

“sepertinya dia ada di kelas” jawab Sehun.

“ada apa dengan kalian? Apa kalian bertengkar?” tanya Lay yang sedari tadi bungkam.

Baekhyun menggeleng lemah.

“lalu?” tanya Xiumin.

“Luhanie, bagaimana keadaannya? Apa ia baik-baik saja?” tanya Baekhyun beruntun yang membuat sahabat-sahabatnya tambah bingung. Karena ia bukannya mulai bercerita tapi sibuk bertanya tentang Luhan.

“ia sama sepertimu sedang tidak baik-baik saja,” jawab Sehun dengan ketusnya, ia mlai kesal akibat Baekhyun belum bercerita juga, padahal ia sudah sangat penasaran dengan sikap Baekhyun dan Luhan yang berubah seperti sekarang ini.

“sudah kuduga” gumam Baekhyun pelan diikuti senyum mirisnya.

“sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Suho yang mendengar gumaman Baekhyun, yang makin membuatnya bingung sangat bingung.

“dia mencintainya, mereka berdua saling mencintai” kata Baekhyun yang mulai mencoba membuka mulutnya untuk bercerita.

“Mworago?” tanya Kai.

“siapa yang saling mencintai?” tanya kris memperjelas.

“Luhan dan yeoja kemarin” jawab Baekhyun.

“lalu apa hubungannya denganmu?” tanya Xiumin.

“ya jelas ada hubungannya denganku lah, karena aku Luhan salah paham dan akhirnya Luhan memutuskan hubungan mereka kemarin, di belakang sekolah.” Awab putus asa Baekhyun.

“Mwo? Maksudmu?” tanya mreka smua hampir bersamaan.

“kemarin aku tak sengaja menabrak yeoja itu, dan saat mau ke kelas di pintu kita bertemu lagi kalian ingat kan? Dan ternyata setelah itu Luhan pergi nyusul yeoja itu di kantin dan dia ngajak yeoja itu ke belakang sekolah dan di situlah Luhan mutusin si yeoja, karena dia pikir yeoja itu nggak pernah punya perasaan sama Luhan dan saat bertemu sama aku Luhan bilang aku sama yeoja itu sama-sama saling suka, padahal kenyataanya yeoja itu sudah suka sama Luhan dari pertama mereka di pertemukan di acara makan malam keluarga mereka, dan tadi yeoja itu pingsan dan di bawa ke UKS, di UKS yeoja itu nangis. Dia nangisin Luhan” jelas Baekhyun.

“sebenarnya, kau suka sama yeoja itu?” tanya Suho yang langsung dapat tatapan tak percaya dari semua insan yang ada di sana tak terkecuali Baekhyun.

“ne, aku mneyukainya” jawab Baekhyun yang membuat tatapan tak percaya sahabatnya teralihakan ke arahnya. “suka karena kagum, bukan suka karena cinta” tambah Baekhyun.

“syukurlah” mereka bernafas lega.

“kita akan bantu kamu, tapi, sebelumnya siapa nama yeoja itu?” tanya Chanyeol.

“nan molla, tapi yang kudengar teman-temannya manggil dia dengan,, ehh,, oh,, iya Yoong,, teman-temannya manggil dia Yoong” jawab Baekhyun sambil mengingat nama panggilan Yoong.” Jawab Baekhyun.

“Dan sekarang rencana kamu apa?” tanya Lay.

“hmm,, kamu mau ngembaliin mereka kan? Dan pastinya butuh rencana dong” timpal Sehun.

“aku memang sudah punya rencana” jawab Baekhyun diiringi senyum bangganya.

“MWO?” koor mereka semua.

TBC

RCL, supaya kau tahu kalian suka atau nggak…???

Advertisements

13 thoughts on “Love In Mos Chapter 4

  1. first kah???

    annyeong aku reader baru di sini, daebak thor ff nya,,, lanjut jangan lama – lama ya thor hehehe…
    #readerbarucerewet

  2. wwwwaaahhh DAEBAK Thor ….
    mmm pnasaran sma rencananya Baekhyun Oppa and the genk EXO ….
    hheheehehheeheh
    di tnggu yha kLanjutannya and jngan Lma” !!! 🙂

  3. bagus min
    annyeong…
    salam kenal dari reder baru
    kkkkkk
    aku suka bgt sm ff mu thor…. iseng2 nyari luyoon ehh nyampe ksni 🙂
    ff nya dilanjut yaaa ok!!
    mian baru comment dsni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s