He Is My Boy, Nappuen Deer

Gambar

Title : He is My Boy, Nappuen deer

Author : @aiva_18

Cast :

  • Im Yoona SNSD
  • Xi Luhan EXO M

Support cast :

  • Sehun EXO K
  • Seohyun SNSD

Genre : romance story, life school, friendship.

Ratting : +13

Length : oneshoot

Note : Plagiator Go Away. Silent Readers Go Away. RCL.

***

Yoona POV

“Annyeonghaseo, Im Yoon Ah imnida”  aku memperkenalkan diriku didepan teman-teman baruku dikelas baruku ini. Aku memang baru pindah ke Seoul, dan tentunya harus pindah sekolah juga, dan disinilah aku sekarang, SM INTERNATIONAL HIGH SCHOOL.

“kalau begitu, Yoona, silahkan kau duduk di kursi kosong itu.” Kata Jung songsaengnim sambil menunjuk kursi kosong yang berada dipojok kedua dari belakang, oh yang benar saja, kenapa kursinya        harus dibelakang sih?. Tapi ya sudahlah dari pada aku harus duduk dikursi kosong paling belakang yang merupakan satu-satunya kursi kosong selain kursi dipojok itu.

Aku baru saja ingin melangkahkan kakiku, pekikkan sesorang memberhentikan langkahku.

“ANDWEEEEEEE…!!!” seru seorang namja sambil memukul mejanya dan berdiri dengan wajah menunjukkan ketidaksukaannya padaku, ia duduk disebelah kursi yang akan aku tempati. Tuhan, apalagi ini?.

“Ya Xi Luhan! Apa yang kau lakukan hah?” bentak Jung songsaengnim pada namja yang baru kutahu namanya Luhan.

“Mianhaeyo songsaengnim, tapi bukankah ini adalah tempat duduk Sehun dan berarti anak baru itu tidak dapat duduk disini.” Kata Luhan, dan menekankan setiap kata yang ia ucapkan, lalu melihatku dengan tatapan sinisnya sedangkan aku tak mampu membalasnya. Bukan karena takut tapi akukan anak baru, kalau aku membalasnya bisa-bisa satu kelas ini ikut-ikutan membenceku lagi. Atau bisa jadi satu sekolah ini, karena melihat dari tampan yang Luhan punya, jujur saja ia memang tampan sih jadi tidak heran kalau ia mempunyai banyak fangirl disekolah ini. walaupun begitu aku tak sudi menjdi salah satu dari bagia fangirlnya itu, ewww..

“anni, sejak kapan itu menjadi tempat duduk Sehun? Songsaengnim sudah bilang berapa kali kalau Sehun itu harus pindah tempat duduk ketempat duduk Tiffani. Tapi kenapa ia belum juga pindah? Anak itu memang bandel. Kalau begitu sekarang tidak alasan lagi buat kau Tuan Xi untuk menolak Yoona dudu ditempat itu. Sehun akan duduk ditempat Tiffani, agar ia lebih focus kebelakang dan guru-guru bisa mengawasi dia dengan mudah saat pelajaran, dan sekarang kau Tiffani kau adalh murid pintar dan baik pula, jadi kamu pindah kebelakang, dan Yoona silahkan kamu duduk.” Jelas Jung songsaengnim panjang lebar.

“ne songsaengnim” kataku dan murid yang bernama Tiffani itu. Tiffani langsung menurut dan segera pindah tempat duduk begitu pula denganku berjalan dengan malasnya ketempat dudukku disamping neppeun namja Xi Luhan.

Yoona POV end

Luhan POV

“anni, sejak kapan itu menjadi tempat duduk Sehun? Songsaengnim sudah bilang berapa kali kalau Sehun itu harus pindah tempat duduk ketempat duduk Tiffani. Tapi kenapa ia belum juga pindah? Anak itu memang bandel. Kalau begitu sekarang tidak alasan lagi buat kau Tuan Xi untuk menolak Yoona dudu ditempat itu. Sehun akan duduk ditempat Tiffani, agar ia lebih focus kebelakang dan guru-guru bisa mengawasi dia dengan mudah saat pelajaran, dan sekarang kau Tiffani kau adalh murid pintar dan baik pula, jadi kamu pindah kebelakang, dan Yoona silahkan kamu duduk.” Jelas Jung songsaengnim panjang lebar.

Aku hanya menunduk mendengar penjelasan yang diberikan Jung songsaengnim padaku. Songsaengnim itu selalu bisa membuatku diam dengan perkataannya. Dan memang benar sudah beberapa kali Sehun diperingatkan untuk pindah ketempat duduk Tiffani.

“ne” kudengar suara Tiffani dan si anak baru itu, yang aku lupa siapa namanya.

Kudengar suara langkah kaki sesorang semakin dekat. Aku mendongakkan kepalaku agar melihat suara langkakh kaki milik siapa itu. Dan benar saja itu suara langkah kaki milik anak baru itu. Aku melihatnya dengan tatapan membunuhku seakan berbicara hidupmu-tak-akan-pernah tenang-mulai-saat-ini. ternyata anak baru itu membalas tatapanku dengan tatapan membunuhnya juga seakan berbicara aku-tak-takut-padamu. Lalu ia bejalan menuju kursi Sehun. Errr,, aku benci sama anak ini.

Luhan POV end

Author POV

Jung songsaengnim mulai mengabsen satu persatu muridnya.

“Kwon Yuri”

“ne” jawab siswa yang bernama Kwon Yuri, ia duduk didepan tempat duduk Yoona dan Luhan.

“Wu Yi Fan”

“ne” jawab siswa bernama Wu Yi Fan, namja tampan yang duduk dekat pintu sekolah.

“Oh Sehun”

“..”

“Oh Sehun” panggil Jung songsaengnim kedua kalinya untuk Oh Sehun

“Songsaengnim, Sehun dia sakit tadi adiknya Krystal datang keklas dan meberitahukan kalau Sehun demam” kata murid yang bernama Suho yang notabenenya adalah ketua kelas dikelas itu

“hmm, itulah akibat karena terlalu nakal” Jung songsaengnim mencela Sehun murid paling bandel disekolah itu.

***

2 minggu sudah semenjak pindahnya Yoona kesekolah SM International High School. Ia dan Luhan masih saja bertengkar layaknya kucing dan tikus, tak ada hari tanpa bertengkar mungkin itu motto untuk mereka berdua.

“Huaaaaaaaaaahh” teriak Yoona saat ia terpeleset (?) dikelas. Yoona mendarat dengan mulus dilantai. Sakit. Semua badan Yoona memang sakit saat ini.

“hahahaha” gelak tawa terdengar riuh dikelas Yoona, apalagi suara seorang namja yang terdengar sangat jelas diteling Yoona lebih jelas disbanding lainnya. Penyebab semua malapetaka yang terjadi pada Yoona,. Ya, siapa lagi kalau bukan Xi Luhan. Namja yang sudah 2 minggu ini mewarnai semua kehidupan Yoona dengan ulah tingkah laku yang tak pernah terbayangkan oleh Yoona. Tapi, Yoona tak pernah tinggal diam diperlakukan seperti itu oleh Luhan dia juga selalu membalas semua perbuatan Luhan.

“Im Yoona! Neo gwencana?” tanya Yuri yang sudah mengahmpiri Yoona.

“aww” Rintih Yoona kesakitan.

“Ya! Xi Luhan, kau sudah keterlaluan! aku selalu diam saat kau melakukan hal-hal aneh pada Yoona karena apa? Karena aku tahu Yoona pasti bisa mengatasinya, tapi sekarang kau sudah keterlaluan sekarang tuan Xi, kau lihat lutut Yoona yang cantik harus ternodai oleh luka yang menyakitkan itu dan semua ini karena ulah bodhmu itu. Aku bingung sebenarnya salah Yoona apa sih denganmu, dan kurasa sekarang murid paling bandel disekolah ini itu bukan Sehun sahabat tercintamu itu lagi tapi kau tuan Xi!” omel Yuri pada Luhan.

‘Yuri ah, gomawo sudah mau membelaku,hihi’ batin Yoona.

“kau piir kau siapa hah? bisa membentakku seenak jidatmu(?). well, dari awal memang si deer, yeoja hyperactive itukan yang salah, siapa suruh dia anak baru, sudah berani mengambil tempat duduk Sehun” bentak Luhan.

“huahahaha.. jangan buat lelucon dipagi hari Luhan, kau mau jadi pelawak apa, apa kau bilang tadi? Mengambil tempat duduk Sehun?” Yuri menaggapi ucapan Luhan yang ia piker adalah sebuah lelucon konyol.

“ne, dia memang sudah mengambil tempat duduk Sehun.” Luhan mengulangi pernyataannya.

“hello?! Tuan Xi, apa kau sedang bemimpi? Jauh sebelum kedatangan Yoona ke sekolah ini Sehun yang notabenenya adalah anak paling bandel, trouble maker itu sudah diperintahkan pindah tempat tapi Sehunnya saja tidak mendengar jadi dia tidah pindah, dank au masih bisa bilang itu salah Yoona, jangan konyyol tuan Xi, lagipula memangnya kau ada hubungan apa dengan Sehun, kurasa hubungan kalian sudah tak bisa dibilang sahabat lagi dech melainkan pacaran hahahahaha” jelas Yuri lagi dengan tawanya yang juga diikut oleh tawa murid lain kecuali Luhan.

“Ya! Apa maksudmu? Kami tak seperti itu kok” elak Luhan gelagapan

“hahaha, tak usah mengelak Luhan, 3 tahun bersekolah dengan kalian, kau dan Sehun, kurasa memang ada yang aneh, kalian selalu saja bersama-sama, kupikir hanya aku yang berpikiran kalau kau dengan Sehun itu ada yang tidak beres, hahaha” ucap Kris

“apa maksudmu hah? kau mau mati apa?” tiba-tiba suara Sehun terdengar dengan nada marah. Sangat marah.

“memang benarkan apa yang di katakan Kris, Oh Sehun” Yuri membenarka ucapan Kris dan menekankan ucapannya saat menyebut nama Sehun.

“Ya! Kwon Yuri mati kau sekarang!” ancam Sehun yang sudah tak bisa menahan emosinya. Tangannya terkepal kuat dan juga tatapan membunuhnya terlihat jelas.

Sehun brjalan kearah Yuri, baru saja ia akan memukul Yuri, tiba-tiba ada yang menahan tanganya.

“kurasa kau yang kan mati, kalau kau memukulnya lagipula dia itu yeoja. jangan buat masalah lagi Sehun.” Suho sebagai ketua kelas mengingatkan Sehun.

“arrrggg,” erang Sehun, dia berlalu menuju tepat duduknya, membanting tasnya keras. “kalau saja kau bukan yeoja, sudah mampus sekarang kau” kata Sehun menahan amarahnya.

Yuri hanya membalas Sehun dengan menjulurkan lidahnya mengejek Sehun. Sehun berlalu meninggalkan kelasnya, sementara itu Yoona berusaha untuk berdiri dan alhasil ia bisa berdiri. Setelah mampu untuk berdiri dengan perlahan Yoona menuju tempat Luhan berdiri yang terdiam dengan tatapan menerawang akibat perkataan Yuri tadi. Dia tak habis pikir ternyata apa yang dilakukannya bersama Sehun sudah membuat banyak gossip beredar yang terjaga dengan baik dimulut teman-temannya itu. Gossip tentang kedekatannya dengan sahabatnya Sehun yang memang dibilang batas wajar bagi sesame jenis.

Yoona mengamati Luhan sesaat

‘DEG’

Jantung Yoona bekerja lebih cepat dari biasanya bahkan lebih cepat kalau ia sedang berolahraga dan disruh jogging selama 1 jam memutari lapangan futsal sekolahnya itu yang lumayan luas. Yoona berusaha mengontrol jantungnya, iamengingat kejadian yang baru saja dia alami akibat namja yang berada di depannya ini yang dengan tiba-tiba saja membuat jantungnya berdegup sangat kencang. Yoona berhasil mengontrol jantungnya, ia berhasil akibat saking marahnya kepada namja di depannya ini dan segera ingin membalasnya. Yoona yang menyadari Luhan masih menerawang pikirannya jauh dengan cepat ia menginjak kaki Luhan dengan dengan sangat keras dan langsung membuat lelaki itu berhasil terenyak dari penerawangan pikirannya itu.

“awwwww..” ringis Luhan sambil berjingkrak-jingkrak memenggang kakinya yang kesakitan.

“hahahaha..” yoona membalas dengan tawa yang cetar membahana badai ulala #korbanSyahrini.

Tidak hanya Yoona yang tertawa tapi juuga semua yang melihat adegan balas dendam Yoona dan mimic wajah kesakitan dari seorang Xi Luhan.

“Ya! yeoja deer aneh, apa yang kau lakukan?” omel Luhan di tengah kesakitannya.

“membalas dendam , wae? Kau tak terima?” jawab Yoona santai lalu berjalan melewati Luhan.

Baru selangkah melewati Luhan, langkah Yoona berhenti akibat seseorang memenggang tangannya lalu menarik tubuhnya, dia Luhan sekarang posisi mereka sangat dekat seperti sedang berpelukan. Semua orang dalam ruangan itu terdiam melihat apa yang dilakukan oleh Luhan itu. Dan juga pandangan antara Yoona dan Luhan yang saling bertemu. Lama mereka seperti itu saling memandang satu sama lain dalam diam dengan posisi yang sama.

Author POV end

Luhan POV

“Ya! yeoja deer aneh, apa yang kau lakukan?” omelku padanya ditengah kesakitanku. Aku mengomelnya bukan tanpa alasan, ia sudah berada didepanku saat dengan tiba-tiba kurasakan sakit dikakiku akibat ada menginjaknya, dan siapa lagi kalau bukan yeoja deer aneh itu yang melakukannya.

“membalas dendam, wae? Kau tak terima?” jawabnya santai, lalu ia langsung berlalu meninggalkanku yang jelas-jelas tak terima akan perlakuannya jelas ini membuatku benar-benar malu.

Baru satu langkah ia melewatiku langsung kutahan tanganya, lalu kutarik ia agar mendekat padaku. Sekarang posisi kami sangat dekat seperti sepasang kekasih yang sedang berpelukan. Saking dekatnya posisi kami membuat siswa-siswi yang berada di kelas ini diam mematung dengan apa yang kulakukan, hihihi,, kau pasti malu sekarang *evil laugh* .

Kulihat wajah Yoona anak rusa yang aneh ini. astaga! Wajahnya saat terkejut neomu kyeopta!. Ahh,, apa yang aku pikirkan, pabo Luhan. Sekarang apa yang harus kulakukan untuk membuat yeoja ini semakin malu ya?

“ting” aku punya ide, kudekatkan wajahku pada wajahnya dengan pelahan, astaga ternyata dia bereaksi juga, kalau tidak kenapa matanya ia tutup seperti itu.

“Huahahahahaha” tawaku meledak saat itu juga.

“kau kepedean sekali Ny. Im” ledekku padanya.

“….” Tak ada reaksi darinya, hanya diam, semburan merah juga terhiasi dipipinya,, yes, rencanaku berhasil rupanya.

“Ny.Im kau pikir aku akan mencium anak rusa jelek nan aneh sepertimu, huahahaha,, kau cepat pede rupanya” ejekku padanya.

“n-neo?” ucapnya tertahan.

Luhan POV end

Yoona POV

“n-neo?” ucapku tertahan, errr, kuperhatikan seisi kelas yang semuanya menatapku dengan berbagai arti, ada yang menahan tawa, iba, ohh baiklah lebih baik aku pergi saja dari sini sebelum air mata yang sudah kucoba tahan ini menerobos keluar.

Yoona POV end

Author POV

Yoona berlari menabrak Luhan didepannya yang masih asik tertawa sontak membuat namja itu kaget dan hampir saja jatuh tapi Yoona tak memperhatikannya. Yoona terus berlari melewati semua yang berada di depannya dengan air mata yang sudah jatuh, Yoona bahkan tak jarang hampir menabrak orang-orang di depannya tapi ia tak peduli yang dipikirkannya saat ini adalah berlari jauh untuk menyembunyikan kemaluannya dan air mata yang sudah membuat sungai kecil dipipinya itu.

Sedangkan di kelas Yoona, Luhan kaget ia tak menyangka akan membuat yeoja itu, Yoona akan seperti itu ia pikir Yoona pasti akan membalasnya.

“Ya! Xi Luhan, lihat akibat perbuatanmu itu, Yoona baru 2 minggu di sekolah ini tapi kau sudah membuat dia menangis seperti itu, kupikir kau lebih bak dari pada sahabatmu itu ternyata kau malah jauh lebih buuk dari pada Sehun setidaknya ia tak pernah menbuat orang-orang disekolah ini menangis apa lagi anak baru seperti Yoona, kau benar-benar jahat,” omel Yuri pada LUhan.

“tn. Xi kusarankan lebih baik anda untuk mengejar Yoona dan meminta maaf padanya” saran Tiffani.

“ne, yang dikatakan Tiffani dan Yuri itu benar Luhan” tambah Suho.

“baiklah aku akan meminta maaf padanya nanti kalau ia sudah kembali,” kata Luhan sembari duduk ditempat duduknya.

“Luhan kau harus meminta maaf pada Yoona sekarang!” tegas Suho.

“kalian ini, nanti saja kalau ia sudah kembali, lagipula ada yang tahu kemana anak rusa aneh itu pergi hah? tak ada kan?” kata Luhan.

“terserah kau sajalah” pasrah Suho, ia memang suah lelas dengan sikap keras kepala Luhan.

***

Luhan POV

sudah 1 minggu, Yoona tak pernah datang ke sekolah, dan selama 1 minggu itu juga aku merasa sepeti ada yang kurang dihidupku entahlah aku tak tahu pasti, apa ini karena kebiasaan ku semenjak Yoona pindah adalah rebut dengannya saling mengerjai satu sama lain, entahlah yang jelas selama Yoona tak ada aku hanya merasa kesepian. Bahkan kesepianku melebihi saat Sehun tak masuk sekolah, aku memang sangat dekat dengan Sehun kaena aku hanya mempunyai Sehun sebagai sahabatku dan sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri walaupun dia sangat nakal tapi kami sudah besahabat semenjak di taman kanak-kanak dulu. Makanya itulah mengapa kami sangat dekat, tapi kedekatan kami malah diartikan lain oleh orang yang disekitar kami, hanya keluarga kami saja yang tahu bagaimana hubungan kami, dan mungkin ini adalah salah satu alasan mengapa tidak ada yang ingin berteman dengan kami semenjak kami masuk sekolah dasar mungkin karena mereka pikir ada yang aneh dengan kami, tapi kami tak pernah memusingkan hal itu.

Sekarang apa yang harus aku lakukan dihari Minggu yang sepi ini. eomma, appa keluar kota, aku tak punya saudara, sedangkan Sehun yang tadinya akn kuajak untuk menginap di rumah malah pergi sama Seohyun, yeojachingunya, dan kalau aku ikut mereka, aku hanya akn jadi obat nyamuk saja. Erus bagaimana kau harus menghabiskan hari Minggu yang membosankan ini.

‘ting’ aku tahu, bagaimana kalau aku ke taman kompleks saja, disana pasti banyak anak-anak kecil yang lagi bermain.

Luhan POV end

Author POV

Hari Minggu ini, Yoona sudah mempunyai rencana khususnya sendiri. Ia akan hunting foto di salah satu taman yang berada di kompleks rumahnya. Ia terlalu lelah menghabiskan waktu seminggunya di rumah karena tak pernah masuk sekolah, alasannya sih karena terlalu malu untuk ketemu dengan seorang namja yang ia sebut nappeun deer. Selain malu sama nappeun deer itu ia juga malu dengan teman-temannya itu alhasil ia berbohong kepada appa dan eommanya dengan berkata bahwa ia sakit hanya untuk menghindari nappeun deer dan teman-teman sekolahnya itu.

“perfect” gumamnya saat melihat pantulan dirinya di cermin meja riasnya. Jelasnya ia merasa sempurna, dengan dibaluti baju kaos polos warna putih yang lengannya panjang ditambah ia menggunakan hotpants diatas lutut berwarna ungu,  menggunakan sepatu boots warna putihnya, dan rambut panjangnya di biarkan terurai, benar-benar membuat ia semakin cantik.

Setelah merasa sempurna dengan stylenya itu ia segera mengambil kameranya dan keluar dari kamarnya untuk sarapan terlebih dahulu.

“eomma, aku sudah selesai sarapan, aku pergi dulu ya, muach” pamit Yoona sembari mencium pipi eommanya.

“ne, tapi kau mau pergi kemana chagi?” tanya eomma Yoona.

“mau hunting foto eomma, Yoona malas 1 minggu di rumah terus” jawab Yoona, sembari memperlihatkan wajah memohonnya.

“tapi memangnya kau sudah sehat chagi?” tanya eomma Yoona sembari menempelkan telapak tangannya di dahi cantik Yoona.

“ne eomma, aduh eomma banyak nanya nih, annyeong” jawab Yoona sambil berlari meninggalkan eommanya.

“anak itu” eomma Yoona hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah anak semata wayangnya itu.

***

@taman

Luhan berjalan-jalan disekitar danau yang berada di taman kompleks perumahannya itu. Sesekali Luhan tampak mengambil gambar pemandangan indah di depan matanya itu menggunakan kamera I-phone miliknya. Juga sesekali terlihat Luhan mengambil selcanya di taman itu. Terlalu asik menikmati pemandangan itu Luhan yang berjalan tidak melihat di depannya ada seorang yeoja yang juga tengah mengambil pemandangan itu yang juga tidak melihat seitarnya dan alhasil mereka berdua bertabrakan.

‘BRUKK’

Keduanya terjatuh bersama.

Author POV end

Luhan POV

‘BRUKK’

Aku menabrak seseorang yang membuatku dan orang yang kutabrak itu terjatuh.

“awww” ringis orang itu yang dari suaranya sepertinya ia adalah seorang yeoja. MWO?! Yeoja?! Aku menabrak seorang yeoja?! Astaga Luhan pabo ya!. aku segera bangun dari posisi jatuhku ini untuk segera meminta maaf pada yeoja yang kutabrak itu.

“Mianhamnida, saya tadi tidak melihat kalau ada yang bejalan di depanku.” aku meminta maaf sambil membungkuk beberapa kali.

“ne,” ucap yeoja itu.

“neo gwencanayo?” tanyaku padanya yang kupikir itu adalah petanyaan bodoh jelas saja itu pasti sakit kalau tidak kenapa ia meringis kesakitan tadi. Ah, jeongmal neo pabo ya, Luhan!.

Aku mensejajarkan posisiku dengan yeoja ini, aku tak bisa melihat wajahnya, dikarenakan rambutnya yang panjang menutupi wajahnya itu. Apa ia menangis karena saking sakitnya jatuh yang meninggalkan jejak di lutu cantiknya ini, benar-benar mulus tapi karena perbuatanku kaki jenjang dan cantik ini harus ternodai oleh luka yang pastinya sangat sakit karena dari tadi luka it uterus mengeluarkan darah.

“nan gwencanayo.” Ucap yeoja itu memalingkan kepalanya yang sedari tadi menatap lukanya dan kini beralih melihat keaahku sambil tersenyum sangat manis.

“neo” kataku saat tahu siapa yeoja yang kutabrak ini, aku langsung tersontak kaget dan hampir saja jatuh untuk kedua kalinya karena mencoba berdiri dan berjalan mundur kebelakang. Ia juga tak kalah kagetnya dengan menunjukkan ekspresinya, matanya yang sekita terbelalak, dengan ekspresi kaget, bingung dan tidak percaya.

Yoona, dia yeoja yang kutabrak tadi, yeoja yang sudah 1 minggu ini membuatku jadi malas datang ke sekolah di karenakan teman-temanku yang selalu menuntut ku untuk meminta maaf padanya, tapi tak pernah terlaksanakan karena ia yang selama 1 minggu ini juga tak pernah datang ke sekolah.

Kulihat Yoona berusaha berdiri, ia juga tedengar meringis kesakitan,

“mianhamnida,” ucapnya lalu berlalu meninggalkanku, kenapa ia seperti terkesan menjauh dariku ya? bahkan saking buru-burunya untuk menghindariku ia lupa membawa kameranya. Ku perhatikan ia dari tempatku ini, ia berjalan terseok-seok. Langsung ku kejar ia, dan……

Luhan POV end

Yoona POV

“Ya! apa yang kau lakukan?” tanyaku sembari berusaha untuk melepaskan diri dari gendongan Luhan, aku memang sedang digendong ala bridal style oleh Luhan,.
“shhhtt! Diamlah ny. Im kau membuautku terkesan mencurimu padahal aku hanya ingin bertanggung jawab saja,” jawabnya, Omo, kenapa ia jadi bersikap seperti ini?

‘DEG’

Jantungku, ada apa dengan jantungku, kenapa berdegup kencang tak karuan seperti ini sih? atau jangan-jangan aku,, tak mungkin-tak mungkin, kenapa bisa aku berfikir kalau aku jatuh cinta dengan nappeun deer seperti dia ini, terus kalau bukan karena aku yang jatuh cinta kepadanya lalu kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini?, ahhh molla, tapi kalau diperhatikan nappeun deer satu ini tampan juga sih,,,

“apa sebegitu tampannya aku sampai-sampai kau tak berkedip begitu meilihatku?” tanyanya yang sukses membuatku speechless.

‘Pabo Yoona ah?! Bagaimana mungkin kau memperhtikannya seperti itu’ gerutuku dalam hati.

“nah kita sudah sampai,” ucapnya, sambil berusaha membuka pintu rumah tempat kami berada sekarang, apa ini rumahnya? Kalau iya dia dan aku, bertentangga dong, rumahku hanya berjarak 50 meter dari rumah ini.

Luhan melepaskan gendongannya padaku saat ia sudah menidurkanku di sofa rumahnya. Setelah itu ia meninggalkanku sendiri, aku berusah untuk duduk, setelah ia pergi. Tak lama ia kembali dengan membawa kotak P3K dan cappucino panas.

“minumlah, aku akan mengobati lukamu itu, setelah itu akan mengantarmu pulang.” Katanya dengan lembut, MWO? Lembut? Seorang Xi Luhan berbicara lembut padaku dan akan mengobati lukaku?! Omo, mimpi apa aku semalam, si nappeun deer ini begitu baik padaku. Astaga kurasa ia lupa siapa aku ini?! ckckckck kasian juga ya kalau begitu.

“gomawo” gumamku pelan sangat pelan berharap ia tak kan mendengarnya.

“kalau mengucapkan terimakasih itu harus tulus bukan setengah-setengah” ucapnya setelah mengobati lukaku.

‘MWO? Luhan mendengarnya astaga, Yoona ah, neo jeonhmal pabo ya’ gerutukku lebih pada dirku sendiri dalam hati tentunya.

Aku hanya diam tak menanggapi perkataannya malah untuk mengalihkan rasa malu serta canggung yang berkecamuk dalam diriku ini kualihakan saja untuk meneguk habis capuccino hangat yang Luhan bawakan untukku.

“kau ini lucu juga ya” ucapnya sambil mengacakngacak dengan lembut rambutku.

‘aissshh, kenapa sikapnya berubah 180o seperti ini sihh?’

“lukamu sudah kuobati, kajja ku antar kau pulang” tawar Luhan padaku.

***

Author POV

Sudah sebulan semenjak insident kecil itu, namun Luhan dan Yoona masih belum bias melupakannya, malah kejadian it uterus berputar-putar di kepala mereka berdua seakan-akan bermain-main dengan pikiran mereka.

Dan karena peristiwa itu Luhan dan Yoona tidak seperti biasanya, kalau biasanya mereka terus saja mengahbiskan hari mereka dengan berkelahi lain dengan sekarang semenjak peristiwa itu mereka jarang berkelahi, bahkan sangat canggung sekali walau hanya untuk mengatakan ‘hai’ .

Entahlah, sepertinya jantung mereka akan meledak (?) bila mereka hanya bertatapan.

***

Luhan POV

“IM YOONA!!” teiakku frustasi di beranda kamarku.

“Ya! Wae irae? Kau mengganggu tidurku!” bentak Sehun dari dalam kamarku. Benar saja ia sekarang sedang menginap ndi rumahku.

Aku hanya diam, tak menanggapinya. Pikiranku benar-benar kacau sekarang, ya ada di otakku hanya satu nama, Im Yoona, entah apa yang dilakukan yeoja itu padaku.

Tapi satu hal yang kusadari, kurasa aku sudah mulai menyukainya, anni, tapi lebih tepat mencintainya, dan ternyata benar kalau cinta dan benci itu tak jauh beda, perbedaanya tipis sekali.

‘aiisshhh,, aku sudah mulai jadi namja puitis’ batinku.

“ya! Kau sudah mulai mencintainya eoh?” Tanya Sehun mengagetkanku.

“eh, nan,,”

‘aisshh,, kenapa dia menanyakan hal seperti itu sih’ frustasiku.

“sudahlah, kau tak perlu mengelak, hmm,, kau mau kubantu” tawar Sehun.

“jeongmalyo?”

“ne”

“kita jalankan rencananya besok, kalau terlalu lama ia bias diambil orang lain, kau tahu kan kalau Yoona itu yeoja cantik dan banyak yang mengincarnya”

“oke”

Sehunie, gomawo, kau memang sahabat terbaikku.

***

Author POV

Pagi-pagi sekali Yoona sudah berangkat menuju ke sekolah, saking cepatnya ia pergi sekolah ia menjadi orang pertama datang ke sekolah. Sesampainya ia di depan kelasterlebih dahulu ia menghela napas dalam.

“apa ini?” Tanya Yoona saat ia menemukan sekotak coklat di mejanya, saat ia membuka tutup kotak coklat itu di atas cokelat-cokelat itu terdapat sebuah amplok kecil berwarna merah. Yoona membuka amplop kecil itu dan terdapat kertas kecil saat Yoona membukanya kertas itu berisi tulisan singkat.

‘mianhae

Jeongmal mianhae,

Tapi malam ini

Datanglah ke danau di taman dekat rumahmu

Ada yang ingin ku sampaikan padamu

Kuharap kau berpakaian cantik malam ini’

Hanya itu yang tertulis di kertas itu. ‘sama sekali idak romantic orang yang mengirim coklat ini’ pikir Yoona. Ia lalu memasukkan kembali kertas itu ke amplopnya dan memasukkan coklat dan aplop itu ke dalam tasnya.

***

Malam harinya…

Yoona yang semula tak ingin pergi tapi membatalkan niatnya karena ia merasa penasaran dengan orang yang sudah memintanya untuk datang ke danau. Dan di sinilah Yoona dengan dress berwarna hitam gelam sepanjang lututnya member kesan elegan dan rambut panjangnya ia biarkan tergerai panjang. Dibagian kakinya ia gunakan highhells yang juga berwarna hitam sehingga tampak serasi dengan baju yang ia gunakan, lalu wajahnya ia hanya memakai make up tipis, benar-benr cantik dan natural.

Yoona kini sudah berada di taman yang dimaksud orang yang mengirimi ia coklat beserta surat. Yoona berjalan menuju danau yang ada di taman itu. Dan betap terkejutnya ia saat melihat apa yang ada dihadapannya.

“Omo” gumamnya.

Jelas saja ia terkejut, di tengah danau itu terdapat lilin-lili yang membentuk sebuah kalimat ‘I LOVE YOU’, sedangkan di pinggir danau terdapat sebuah meja makan dan dua buah kursi yang saling berhadapan dan diatas meja makan itu terdapat makanan-makanan yang siap makan. Sedang di sekitarnya terdapat pohon-pohon yang dihiasi dengan lampu warna-warni.

Yoona yang sedang asyik-asyiknya menatap pemandangan di depannya ini tiba-tiba di kagetkan dengan suara seorang namja yang sedang bernyanyi lagu yang sudah taka sing lagi bagi Yoona, lagu dari boyband favoritnya EXO

EXO-ANGEL

Machi amugeotdo moreuneun airo geureoke dasi taeeonan sungan gachi
Jamsi kkumilkkabwa han beon deo nun gamatda tteo boni
Yeoksi neomu ganjeolhaetdeon ne ape gidohadeut seo isseo
Dan han beonman ne yeopeseo bareul matchwo georeo bogopa han beon, ttak han beonmanyo

*Neoui sesangeuro yeorin barameul tago
Ne gyeoteuro eodieseo wannyago
Haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo
Manyang idaero hamkke georeumyeon
Eodideun cheongugilteni

Mikael boda neon naege nunbusin jonjae
Gamhi nuga neoreul geoyeokhae naega yongseoreul an hae
Eden geu gose bareul deurin taechoui geu cheoreom maeil
Neo hanaman hyanghamyeo maeumeuro mideumyeo

Aju jageun geosirado neol himdeulge haji motage
Hangsang jikigo sipeo I’m eternally love
** Neoui suhojaro jeo geosen barameul makgo
Ne pyeoneuro modu da deungeul dollyeodo
Hime gyeoun eoneu nal ne nunmureul dakka jul
Geureon han saram doel su itdamyeon
Eodideun cheongugilteni

Neol saranghage dwaebeorin nan ije deo isang
Doragal gosi eobseoyo nalgaereul geodwogasyeotjyo (oh no)
Yeongwonhan sarmeul irheotdaedo haengbokhan iyu
Naui yeongwon ijen geudaeinikka Eternally Love

*Neoui sesangeuro yeorin barameul tago
Ne gyeoteuro eodieseo wannyago
Haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo
Manyang idaero hamkke georeumyeon
Eodideun cheongugilteni

 

Yoona mencari asal suara itu lalu ia berbalik.

“Lu,, Luhan, ssi” gumam Yoona menyebutkan nama orang yang bernyanyi.

Setelah selesai bernyanyi Luhan mendekat ke arah Yoona.

“neo? Kau melakukannya?” Tanya Yoona yang masih terperangah

“neo joahae?”

“ne”

“Yoona ssi, nan saranghae, jeongmal saranghaeyo” aku Luhan

“na do” balas Yoona

“kajja kita makan bersama lalu aku akan mengantarmu pulang”

***

6 tahun kemudian

Seorang yeoja cantik tampak sedang duduk di sebuah ruangan, ia tampak seperti orang yang sedang was-was. Entah mengapa ia seperti itu, apa mungkin ia gugup karena setelah 6 tahun berpacaran hari ini ia akan mengucapkan janji setia untuk memulai lembar baru bukan sebagai Im Yoona nama yeoja itu tapi sebagai ny. Xi Yoona? Terlalu gugup kah  ia? Molla.

“Yoona ah, kajja, pengantinmu sudah menunggu” panggil seorang namja paru baya pada Yoona, ia adalah tn. Im, appa Yoona.

“ne, appa”

Yoona berlari kecil menuju appanya dan langsung menggandeng tangan appa kesangannya itu (jelas saja appa kesayangan karena appanya hanya satu) #authordodolnihh *hehehehe* *abaikan*

“appa, apa hari ini akan berjalan dengan sukses?” Tanya Yoona pada appanya.

“kau kawatir?”

“ne, oppa, aku sangat takut, tadi malam akku tak bisa tidur, apa appa tidak kawatir?”

“anni”

“wae appa, kau tak kawatir akan kehilangan anak tunggalmu eoh?”

“anni, karena appa percaya dia adalah namja yang baik dan bisa menjagamu, arraseo?”

“ne appa” Yoona tersenyum

Yoona dan appanya berjalan bersama menuju altar, semua mata terutuju padanya saat ia baru masuk ke gereja tempat di adakan pernikahannya.

“Luhan ah, ku serahkan padamu anak tunggalkku, kuharap kau bisa menjaganya sama seperti aku menjaganya”

“percaya padaku, abeoji” Luhan mengerlingkan sebelah matanya, membuat semua tamu yang dating tertawa.

“baiklah kita langsung saja, mempelai pria silahkan ulangi kata-kata saya” ucap sang pendeta

“saudara Xi Luhan, bersediakah anda untuk menerima Im Yoona sebagai pendamping hidupmu, sebagai istrimu, bersediakah anda untuk selalu bersama-sama dalam suka maupun duka?”

“Saya Xi Luhan bersedia untuk menerima Im Yoona sebagai pendamping hidupku, sebagai istriku, dan akan selalu bersama-sama dalam suka maupun duka” jawab Luhan mantap.

“sekarang mempelai wanita silahkan ulangi kata-kata saya”

“saudara Im Yoona bersediakah anda untuk menerima Xi Luhan sebagai pendam[ing hidupmu, sebagai suamimu, bersediakah anda untuk selalu bersama-sama dalam suka maupun duka?”

“saya Im Yoona bersedia untuk menerima Xi Luhan sebagai pendamping hidupku, sebagai suamiku, dan akan selalu bersama-sama dalam suka maupun duka” jawab Yoona tak kalah mantap.

“baiklah dengan terucapnya sudah janji suci maka saya resmikan kalian menjadi sepasang suami istri dan mempelai pria sekarang bisa mencium istri anda sebagai  tanda bahwa kalian sudah resmi.”

Luhan pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona dan

‘Chu’

Mereka pun saling berciuman.

 

END

Romance story lagi romance story lagi,,,, emang author nya ngak bosan ya?

Ianhae,, chinja mianhae, tapi author bingung mau buat gimana.

Author berharap sihh nggak bosan..

Oke????

Advertisements

10 thoughts on “He Is My Boy, Nappuen Deer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s