Just Time

Gambar

Title : Just Time

Author : @aiva_18

Main cast :

  • Park Jiyeon
  • Kim Myung Soo
  • Xi Luhan
  • Im Yoon Ah

Support cast : Seohyun, Suzy, Kyuhyun, Mir, dan Yoseob

Ratting : cocok untuk semua umur

Genre : sad, life.

Note : nggak tahu mau ngomong apa selain readers harus RCL, don’t be plagiator and silent readers.

Author POV

Seorang yeoja tengah terduduk sendiri disebuah bukit dibelakang sekolahnya. Ia menengadahkan kepalanya keatas menatap langit, tapi bukan itu tujuannya menengadahkan kepalanya ke atas, ia tengah menahan air matanya untuk tidak jatuh. Ia mencoba menahan gumpalan air dimatanya. Mecoba untuk kuat dan tetap tersenyum merupakan pilihan baik untuknya, agar orang-orang disekitarnya tidak mengasihinya.

 

Jiyeon POV

Aku tak akan menangis, dan tak ingin menangis, setidaknya dengan begitu tak ada orang yang merasa kasian terhadapku.

“Ya! Park Jiyeon, kau harus kuat semua rasa sakit itu, kau sudah sering merasakannya bukan? Ayolah jangan menangis nasibmu inikan sudah jalan yang diberikan untukmu.”

Seperti itulah kalimat panjang yang terus kukatakan di dalam hatiku setiap kali aku akan menangis. Benar memang rasa sakit itu selalu menghantui tubuhku. Rasa sakit yang ada akibat penyakit yang bersarang di tubuhku semenjak 3 tahun terakhir. Aku memang seorang yeoja berpenyakit, tepatnya penyakit itu adalah leukemia, penyakit yang mengharuskan aku untuk home schooling. Karena orang tuaku tak ingin menerima konsekuensi akan terjadi sesuatu yang buruk terhadapku apabila aku sekolah di sekolah biasa. Tapi karena aku home schooling aku jadi tidak mempunyai banyak teman satu-satunya orang yang bisa kujadikan teman adalah kakakku dan pacarnya, Luhan oppa dan Yoona eonni yang siap mendengarkan semua keluhanku setiap saat, yang selalu siap menghiburku dikala aku sedih, yang selalu jadi penyemangatku dikala aku down. Makanya aku sangat menyayanginya dan juga appa dan eomma, yang selalu menyayangiku dengan tulus dan selalu menjagaku. Aku beruntung bukan? Punya keluarga seperti mereka walau tubuhku tak mendukung tapi setidaknya disaat seperti ini mereka ada disampingku.

Aku melirik kearah jam tanganku. Tertulis di monitor jam tanganku itu angka “14.00”.

“sudah siang rupanya, lebih baik aku pulang saja. Sebelum Luhan oppa pulang dari sekolahnya dan dia tak mendapatkan aku, bisa dapat ceramah aku” kataku dalam hati lalu berdiri bangkit dari dudukku.

Saat aku sudah berdiri, kurasakan sakit dikepalaku, kurasakan juga cairan kental keluar dari hidungku. Kucoba untuk mengusap cairan dihidungku. Darah. Darah segar keluar dari hidungku dan sakit dikepalaku semakin menjadi, pndanganku juga jadi mengabur, dan sesaat setelahnya aku tak tahu apa yang terjadi, tapi yang jelas aku jatuh tak sadarkan diri.

 

Myeong Soo POV

Hari ini, seperti biasa aku akan ke bukit belakang sekolahku. Apa lagi kalau bukan tujuanku ingin melihat yeoja manis yang tanpa sadar aku sudah mencintainya sedang duduk dibawah pohon besar yang ada di bukit belakang sekolahku itu. Aku memang sudah mencintai yeoja itu, semenjak pertama aku melihatnya, tepatnya 3 tahun lalu saat hari pertama aku  masuk ke sekolahku ini, Dang Shin High School.

 

Flashback

“baru pertama masuk sudah di perintahkan untuk membersihkan seperti ini, nggak seru banget sih” gerutuku.

“sabarlah, Myeong Soo ah, bukankah sekolah ini juga kotor karena, hari terakhir MOS kita, jadi ini juga bagian dari kesalahan kita iyakan, dan memangnya kau ingin belajar dengan kondisi tempat belajarmu kotor seperti ini,” ujar Yeosob sahabatku yang tengah menasehatiku.

“arraseo” jawabku kesal.

“mm, begini saja kalau kau lelah, kau pergilah kebukit belakang sekolah ini, disana jarang sekali ada orangnya, padahal pemandangannya bagus sekali, kurasa hanya guru-guru disini saja yang tau kalau ada bukit dibelakang sekolah itu, kalaupun ada anak sekolah yang tahu, mereka pasti orang iseng sama sepertiku karena tidak ada kerjaan jadi mereka jalan-jalan terus nyasar dan ketemu bukit belakang sekolah itu” jelas Yeosob padaku. Aku hanya membalasnya dengan ber‘oh’ ria saja.

“lalu, jalannya kesana , bagaimana?” tanyaku padanya.

“sini kuantar,” ia lalu menarik tanganku dan berlari kecil setelah sampai di samping gedung kantor guru, ia berhenti.

“jalanlah terus lewat disini, kau akan menemukan bukit itu setelah sampai dibelakang gedung ini.” tutur Yeosob

“gomawo, Yeosob ah. Kau memang sahabatku yang paling baik.” Ujarku dan sesaat setelahnya ia pun pergi menyisakanku sendiri. Lalu aku berjalan sesuai penuturan Yeosob.

Setelah sampai, benar saja pemandangan bukit ini benar-benar indah. Aku menyusuri setiap sudut di bukit ini, dan pandanganku tertuju pada seseorang yang sedang duduk di bawah pohon besar di bukit ini. Seorang yeoja yang duduk dengan posisi memeluk lututnya, melihat lurus kedepan tanpa berkedip. Aku memperhatikannya dalam-dalam sampai tak sadar dia melihatku, dengan cepat aku menyadarkan pikiranku, dan setelah itu dia berlari meningalkanku, baru saja aku akan mengajaknya berkenalan tapi ia sudah lebih dulu pergi.

 

Flashback end

Semenjak hari itu aku selalu mengintainya dari sini, samping gedung sekolahku, memperhatikannya diam-diam. Lebih baik seperti ini  bukan? dari pada dia harus pergi lagi.

Hari ini, dia datang lebih awal dariku, biasanya aku harus menunggu lagi untuk dia datang, dan tak jarang juga ia tak datang, bahkan sampai sebulan ia juga pernah tak datang. So, aku berfikir ada yang aneh dengan yeoja manis ini, setiap kali dia datang atau dia akan pulang wajahnya selalu saja pucat dan matanya, matanya memancarkan kesunyian, kesepian, dan juga kesedihan yang mendalam. Dan itulah alasan mengapa aku ingin sekali menjadi temannya, selalu ingin melihatnya, mengamatinya dari jauh seperti ini karena aku sudah mencintai yeoja ini.

Aku memperhatikannya, punggungnya, dengan seksama, ia melihat jam tangan yang ia pakai, sebelum ia bangkit dari duduknya, tak lama tanganya seperti menghapus sesuatu diwajahnya, apa ia habis menangis, tapi kenapa tak terdengar suara isakkan tangis sedari tadi dan  tak lama..

‘BRUKK’

Ia jatuh tergulai lemas di rumput bukit. Aku berlari menghampirinya, terdapat gurat kekawatiran dihatiku. Kuperhatikan ia, astaga hidungnya berdarah apa ia tadi mencoba menghapus darah di hidungnya ini? bingo, ia memang menghapus darah itu dari hidungnya tangannya saja terdapat banyak darah segar. Sebenarnya apa yang terjadi dengan yeoja ini? ah, pabo ya, harusnya aku segera membawanya kerumah sakit, tapi rumah sakit dari sekolah ini kan jauh sekali. Ah aku tahu lebih baik kubawa saja ia ke UKS disanakan ada perawat Kim, ada Seohyun, Yoona, dan Tiffani, sebagai anggota PMR. Tanpa pikir panjang segera kugendong yeoja ini ala bridal style.

‘DEG’

Ige mwoya? Jatungku berdetak tak karuan lagi, untuk kesekian kalinya. Kenapa selalu begini bila berada di dekat gadis manis ini. ahh, ini bukan waktunya untuk berpikir seperti ini. ku percepat langkahku membawanya ke UKS.

 

Author POV

Myeong Soo berlari di sekitar koridor sekolah, berlari tanpa memperhatikan apa yang ada di depannya, berlari sembari menggendong seorang yeoja cantik ala brial style.

Myeong Soo sudah sampai di depan pintu UKS. Ia berusaha meraih ganggang pintu dan berhasil.

‘cklek’

Pintu UKS terbuka,

“perawat Kim, perawat Kim,” panggil Myeong Soo dengan gusar.

“ya! Myeong Soo, perawat Kim tak ada, memangnya ada perlu apa kau mencari perawat Kim?” tanya Seohyun yang berdiri dibelakang Myeong Soo, ditemani 2 orang yeoja yang cantik-cantik juga berdiri disampingnya. Myeong Soo segera berbalik.

“I-i-ini, dia,,” ucapan Myeong Soo terpotong oleh jeritan Yoona.

“Jiyeon ah” jerit Yoona langsung mendekat melihatnya.

“ya! Myeong Soo, cepat bawa dia kemari, “ perintah Yoona sambil menunjuk sebuah tempat tidur.

“Suzy ah, cepat panggil Luhan oppa,bilang sama dia kalau adiknya pingsan dan ada di UKS” perintah Yoona lagi kali ini air matanya jatuh, “Seohyun ah, cepat telfon ambulans!” sambung Yoona

“ne,” jawab Suzy dan Seohyun hampir bersamaan.

“Jiyeon ah, ireona, jebal, Jiyeon ah” pinta Yoona sesegukan. Ia memang sangat menyayangi Jiyeon, selain karena Jiyeon adalah adik dari pacarnya Luhan, ia juga sudah menganggap Jiyeon sebagai adiknya sendiri. Mungkin karena Jiyeon dan Krystal adik Yoona yang sudah meninggal itu mempunyai kepribadian yang sama sehingga membuat Yoona merasa nyaman bersama Jiyeon, dan juga penyakit yang menyerang mereka hampir sama cuma bedanya Krystal mengidap kanker otak dan sudah meninggal 5 tahun lalu sedangkan Jiyeon mengidap penyakit kanker leukemia dan sudah stadium akhir. Dan dokter memvonis Jiyeon tidak akan hidup lebih lama lagi.

“Yoona ah, apa hubunganmu dengan yeoja ini?” tanya Myeong Soo hati-hati.

“Jiyeongi, dia hiks,, dia  yeodongsaengnya Luhan oppa, kami  hiks,, sangat dekat,, hiks,, aku,, sangat menyayanginya,, hiks, dia sangat mirip dengan adikku Krystal, kau pernah lihat fotonya kan waktu kerumahku kerja kelompok” jawab Yoona sesegukkan.

Myeong Soo beroh ria, sesaat suasana di antara mereka jadi hening, hanya suara Yoona yang masih menangis terdengar.

***

 

Luhan POV

“huahahahha” tawa teman-temanku memecah saat mendengar salah satu lelucon Mir, sahabatku. Tapi entah mengapa aku hanya memberikan seulas senyum untuk menanggapi lelucon itu. Lelucon itu lucu memang, tapi hatiku terasa sakit sekali hari ini. Entah, seperti ada yang tidak beres, dan kenapa aku jadi ingin segera pulang dan bertemu adik kesayanganku, Jiyeon. Ya Tuhan semoga tak terjadi apa-apa dengannya.

“guys, aku pulang dulu ya” pamitku pada sahabat-sahabatku, Mir, Kyuhyun, dan juga Yeosob.

“oh, bye-bye” ujar mereka hampir bersamaan.

Baru beberapa langkah aku berjalan tiba-tiba saja ada suara yang memanggil namaku.

“Luhan ah,” panggil seseorang kepadaku, aku segera berbalik, ternyata yang memanggilku Suzy, sahabat yeojachinguku Yoona.

“waeyo Suzy ah?” tanyaku padanya, ia tampak mengatur nafasnya.

“Yoona, ah, dia, ah,,,” ucapannya yang  terengah-engah kupotong.

“Yoona? Ada apa dengannya?” tanyaku kawatir.

“Chagi ah, bicara lah yang jelas sedikit, ada apa dengan Yoona? Lihat wajah Luhan sudah kawatir seperti itu” kata Mir, namjachigu Suzy.

“Yoona ah, dia sedang berada di UKS bersama adikmu, Jiyeon, dia pingsan” perkataan Suzy langsung mencolok ke hatiku. Astaga firasatku memang benar ada yang aneh, tanpa pikir panjang segera saja aku berlari. Tuhan, tolong jangan ambil nyawanya sekarang, aku belum siap Tuhan. Tanpa terasa air mataku jatuh, tapi aku tak memperdulikan semuanya, sekarang yang ada difikiranku adalah Jiyeon, yeodongsaengku.

Terdengar olehku suara isakkan tangis seorang yeoja, Yoona pasti itu dia. Segera saja kuhampiri ia. Aku membuka pintu perlahan-lahan, kuhampiri Yoona,

“Jiyeongi” ucapku saat melihat adik kesayanganku sedang tak sadarkan diri dengan Yoona di sampingnya dan seseorang lagi, Myeong Soo kenapa dia disini juga, ah bukan itu yang harus kupikirkan sekarang.

Air mataku mengalir deras saat aku sudah berada di samping ranjang tempat berbaringnya adikku.

“chagi ah” panggil Yoona padaku, lalu ia memelukku erat aku membalas pelukannya. Aku ahu Yoona sudah menganggap Jiyeon sebagai adiknya sendiri dan aku tahu alasannya karena apa.

***

 

Author POV

Setelah mobil ambulans datang, Jiyeon segera di bawah mobil itu, Luhan dan Yoona juga menemani Jiyeon berada di mobil itu. Sedangkan Myeong Soo, Seohyun, Suzy, Mir, Yeosob, dan Kyuhyun mereka juga pergi ke rumah sakit yang sama yaitu Seoul International Hospital dengan menggunakan mobil Kyuhyun.

 

Yoona POV

Aku sekarang berada di Seoul Internasional Hospital, tepatnya aku berada di ruang tunggu ruangan UGD. Aku duduk di salah kursi, berusaha untuk tidak menangis dan berdoa semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan Jiyeon.

Selesainya aku berdoa, kudongakkan wajahku kulihat Luhan namjachiguku yang sedari tadi terus saja kawatir, ia masih menangis, dan sekarang ia terduduk disamping pintu ruang operasi. Aku berjalan mendekatinya berusaha untuk membuat dia tenang.

“deer” panggilku padanya pelan sangat pelan sehingga kupikir ia tak akan mendengar tapi ternyata aku salah ia mendengarnya, ia mendongakkan kepalanya menatapku. Aku ikut duduk mensejajarkan posisi kami, dengan jelas kulihat wajah tampan namjachinguku ini ternodai dengan air mata, rambutnya yang keren itu juga acak-acakkan. Kucoba untuk memperbaiki rambutnya dengan lembut lalu mengusap air mata dipipinya ia hanya diam menatap perlakuanku padanya seolah bertanya -apa yang kau lakukan?-.

“tenanglah, percaya semua akan baik-baik saja” kataku lalu memeluk tubuhnya.

Ia membalas pelukanku.  Cukup lama kami berada di posisi seperti ini sebelum terdengar derap langkah kaki beberapa orang yang sepertinya belari, mendekat kearah kami. Luhan melepas pelukanku begitu juga denganku, kami berdiri melihat yang datang ternyata sahabat-sahabat kami yang datang.

“Yoona ah” seru Seohyun dan Suzy bersamaan lalu mereka memelukku. Setelah kami berpelukan.

“bagaimana keadaanya?” tanya Myeong Soo.

“molla, dia lagi di tangani dokter,” jawabku karena kulihat Luhan yang ditanya hanya diam, aku tahu dia tak bermaksud seperti itu karena Myeong Soo adalah sahabatnya semenjak masuk sekolah. Kulihat Mir menepuk-nepuk bahu Luhan pelan sedangkan Luhan hanya menangapinya dengan tersenyum miris.

Kami masih setia menunggu kabar keadaan Jiyeon. Untunglah Luhan sudah bisa lebih tenang dibanding sebelumnya, dia duduk disampingku sedangkan yang lainnya duduk berhadapan dengan kami kecuali Myeong Soo dia menunggu di depan pintu ruang UGD. Ku rasa ada aura aneh dengan sikap Myeong Soo, apa dia menyukainya, ah mola, lagipula bukan saatnya berpikir seperti itu.

‘Cklek”

Terdengar suara pintu terbuka, dan tak lama seorang keluar dari pintu itu, seorang perawat datang diikuti oleh dokter, kami yang tak sabar ingin mendengar keadaan Jiyeon segera menghampiri dokter yang keluar itu.

“dokter, bagaimana keadaan adik saya?” tanya Luhan tidak sabaran.

Dokter itu menggeleng pelan, dengan raut wajah sedih.

“maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain, dia sudah tidak ada” jelas Dokter itu, yang langsung mencolos dijantungku. Tuhan, kenapa harus kau ambil 1 kebahagiaanku lagi.

***

 

Myeong Soo POV

 

‘Park Jiyeon

Lahir : 7 Juni 1993

Wafat : 18 Juli 2008’

Seperti itulah yang tertulis di nisan kubur ini, tak ada yang berubah setelah 4 tahun pertama kali nisan kuburan ini terisi oleh seorang yeoja cantik, yang sampai sekarang masih setia berada dihatiku. Entah sampai kapan ia akan benar-benar pergi dari hatiku, tapi pada saatnya tiba aku tak akan membiarkannya begitu saja, kalaupun nanti aku mencintai  seorang yeoja, dia masih akan tetap berada dihatiku dan juga dihati orang-orang yang menyayanginya.

“annyeong Jiyeon ah, kau masih ingat aku kan? Ya, baiklah kau memang tak mengenalku, tapi tahukah kau? Aku pernah bertemu denganmu 7 tahun lalu, saat aku baru pertama kali masuk sekolah, di hari pertama kita bertemu itu aku langsung jatuh cinta padamu dan kau adalah cinta pertamaku, dan aku juga pernah menggendongmu dihari saat kau pergi, hari itu adalah hari aku bahagia sekali tapi hari dimana kesedihan melandaku sampai sekarang karena kau pergi, tapi aku belajar untuk tak terus sedih lagi karena kalau aku masih sedih aku tahu kau tak kan bahagia disana, iya kan? Oh ya, neo oppa, Luhan dan Yoona sudah menikah, kurasa mereka akan datang esok untuk memberitahumu, karena tak mungkin mereka akan datang hari ini, mereka pasti kelelahan setelah menikah,,d,,”

“mungkin saja, sekarang buktinya kami ada di sini kok” sela seseorang padaku

“Xi Luhan” panggilku saat kulihat siapa yang menyela ucapanku.

“ne,” ucapnya.

“kalian? Bagaimana bisa kalian kemari dengan pakaian seperti itu pula?” tanyaku tak percaya saat melihat Luhan dan Yoona yang datang ke pemakaman dengan pakaian pengantin mereka.

“karena, kami ingin tidak ingin membuat Jiyeon kecewa tidak bisa melihat pernikahan kami, makanya kami kesini untuk memperlihatkan Jiyeon bahwa kami sudah menikah dan buktinya ini” jelas Yoona.

“0o0” jawabku.

Aku, Luhan, dan Yoona, duduk mengelilingi makam Jiyeon. Luhan dan Yoona menyapa makam Jiyeon, seperti apa yang kulakukan tadi, dan mereka juga becerita tentang kehidupan mereka, aku hanya diam melihat mereka. Sekitar 1 jam kami seperti ini.

“kajja kita pulang, sudah mau malam,” ajak Luhan kepada aku dan Yoona kami hanya mengangguk mengiyakan ajakannya.

“annyeong Jiyeon ah, kami pulang dulu ya” pamit Yoona. Aku hanya tesenyum  pada makamnya sambil mengelus-elus nisannya lalu kami semua pulang ke rumah masing-masing untuk melanjutkan kehidupan kami.

***

Without story

Dear Diary

“just time, hanya waktu, yang benar-benar tahu kapan sebuah pertemuan akan berakhir sebuah perpisahan, hanya waktu, yang tahu kapan aku terlahir untuk mati, dan waktu akan segera menjawab untuk kita, kita berpisah setelah kita bertemu, aku mati setelah aku lahir, dan juga hanya masalah waktu sampai kapan kau akan bertahan dan waktu juga sudah menjawab melalui perkataanmu, kita memang tak pernah berkenalan secara langsung, tapi aku tahu kau selalu memperhatikanku, tapi aku juga tahu waktu yang memburu hidupku sehingga membuat aku terlalu takut bila harus mengenalmu lebih jauh.

Tidak ingin menyakitimu bila suatu hari, saat kita benar-benar dekat, saat perasaan itu benar-benar mengusai kita, meninggalkanmu dengan rasa yang sudah memuncak, jadi biarlah seperti ini, kau yang memperhatikanku dari jauh, seperti saat ini”

18 Juli 2008

Park Jiyeon

Jiyeon tersenyum sendiri melihat tulisannya, terlalu bahagiakah ia sampai air bening jatuh dari pelupuk mata cantiknya.

Dengan segera Jiyeon menghapus air mata yang jatuh membasahi pipinya dan menutup buku diarynya dan meletakan buku itu disamping pohon tempat ia bernaung melepaskan penat dalam pikirannya sebelum akhirnya menyemangati dirinya dan beranjak pergi dari tempat itu.

END

Gimana suka nggak? Atau malah jelek? Mianhaeyo, tapi cuma ini yang bisa aku fikirkan. Tapi jangan lupa RCL..!!

Advertisements

12 thoughts on “Just Time

  1. Daebakkkkk… Feelnya dpt thorrr… Myungyeon sebenernya saling menyadari.. Tp takdir berkata lain…

    Sedih bgt thorrr ‎​(-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)
    #tariktissue

  2. Hiks…hiks…hiks… T_____T
    nangis kan nihh…!!!
    Knpa nihh FF sdih bngetz thor…
    Pdhal aq brharap MyungYeon couple Happy end…

    Ochey thor q tungguin FF MyunYeon couple yg lain’x….

  3. Thorrrr T.T
    Kenpa jiyeon harus meninggal? ;–;wae
    Ff ini bkin aku nangis;-; udah jiyeon blum kennal sma myungsoo ;A;
    Tpi ttp daebak ffnya 🙂

    Ditunggu ff Myungyeon yg lain ya thor ^^ tpi jangn yang seddih ;-;

  4. TT.TT awalnya gak nangis, eh pas di tengah2 ampe critanya end air mata kluar terus thor, moment myungyeon cman pas myung gendong jiyi itupun jiyi gak sadar, aduh nyesek bnget ama kisahnya blum jg myung nyatain prasaan.a eh jiyeon udh mninggal miris miris.. Buat ff myungyeon lagi thor yg happy

  5. Hwaaa!! Sedih T.T blum jg myungsoo nyatain cinta.a ke jiyeon eh jiyeon udh mninggal, moment mreka pun cman pas myung gendong jiyeon itupun jiyeon gak sadar, nice ff thor, buat ff myungyeon lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s