Love In Mos Chapter 3

 

Main cast :

Im Yoona SNSD

Byun Baekhyun EXO K

Xi Luhan EXO M

Support cast : Find in the story.

Author : @aiva_18 and @Saskiasone

Genre : Romance, Friendship, Life, Angst.

Length : chapter

Ratting : -13

Note : warning typo! Warning gaje! Silent readers go away! Plagiator go away!

Karena menceritakan kehidupan sedetail-detailnya main cast, 1 hari bisa sampai berchapter-chapter. Dan semoga itu tidak membuat readers bosan ya!

Gomawoyo bagi readers yang udah nunggu terus lanjutan ff ini.

@canteen

Yoona, Yuri, Jiyeon, Sulli, Jessica, Tiffani, dan Jieun sedang focus terhadap makanan mereka, sebelum sesorang datang mengganggu kefokusan meeka itu.

“Yoona ah, bisakah kita bicara sebentar?” ajak seseorang kepada Yoona.

Mereka semua langsung menoleh kepada arah suara yang mengajak Yoona itu, seorang namja ternyata.

“nuguseyo?” tanya Jessica memberanikan diri, karena teman-temannya sedang melongo menatap namja yang mengajak Yoona. Namja itu meoleh melihat Jessica dan yang lainnya.

“ooww,, nan Luhan imnida” namja yang bernama Luhan itu memperkenalkan dirinya.

“bolehkah saya meminjam Yoona dulu, ada yang harus saya bicarakan dengannya?” tanya Luhan.

“ne, silahkan saja, asal dikembalikan Yoonanya” gurau Jiyeon.

“pasti, deer kajja” ajak Luhan yang langsung menarik tangan Yoona menjauh dari kantin meninggalkan Yuri, Jiyeon, Sulli, Jessica, Tiffani, dan Jieun, yang masih melongo tidak percaya dengan apa yang mereka lihat berusan, nyatakah atau hanya ilusi??

“siapa namja tadi?” tanya Jieun memulai.

“hmm, dia juga memanggil Yoona dengan sebutan apa? Deer?” sambung Sulli.

“iya, deer, lagi pula darimana dia tahu nama Yoona?” Jessica menambahkan.

“mungkin mereka sudah saling mengenal” terka Jiyeon.

“anniyo, kalian lupa aku itu sahabat Yoona sejak SMP, setiap ada hal baru yang ia ketahui ia pasti langsung cerita ke aku, dan deer itu adalah sebutan Yoona, karena Yoona adalah orang yang aktif seperti rusa, dan setahuku juga yang tahu itu nama panggilannya selain keluargannya itu aku, dan jangan-jangan..” suara Yuri seperti tertahan, ia tidak melanjutkan apa yang akan ia katakan, dengan gerakan reflex ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena mulutnya yang memang masih terbuka akibat pernyataannnya tentang Yoona. Wajah Yuri menunjukkan ekspresi kaget seolah tak percaya dengan pikirannya dan itu membuat pikirannya berperang (?) satu sama lain menyangkal hal-hal yang masuk ke otaknya.

“wae irae? Kau kenapa seperti itu?” tanya Tiffani

“ jangan-jangan apa Yul?” tanya Jessica

“ne Yul, cepat katakana apa yang akan kau sampaikan?” paksa Jiyeon

“Yul ah, palli, jangan membuat kami penasaran” Sulli memaksa Yuri sambil menggoyang-goyangkan tubuh Yuri.

“katakan Yuri ah, kami semua bingung dengan kau yang seperti ini” Jieun juga ikut-ikutan memaksa Yuri.

***

Di koridor sekolah SM Internasional High School, terlihat 11 orang namja tampan sedang berjalan bersama. 11 orang namja itu adalah Baekhyun, Chanyeol, Kris, Chen, D.O, Kai, Lay, Xiumin, Sehun, Suho, dan juga Tao. Mereka terlibat dalam suatu pembicaraan informal terkadang mereka tertawa terbahak-bahak. Tapi ada yang aneh dengan salah seorang dari mereka, siapa lagi kalau bukan Baekhyun, namja paling periang diantara mereka, tapi hari pertama MOS sudah membuat wajahnya kusut. Ada apa sebenarnya dengan Baekhyun?.

“Baekhyungie, waeyo? Kau tak seperti biasanya?” tanya Chanyeol yang merupakan sahabat paling dekat dengan Baekhyun.

“anni, nan gwencana” elak Baekhyun dengan tampang aneh karena terlihat sekali ia memaksa tersenyum.

“Ya! Byun Baekhyun! Kau pikir sudah berapa lama kita bersahabat seperti ini hah? Aku sangat mengenalmu Baekhyun ah, aku tahu sekarang kau sedang ada masalah, bukankah kita teman seharusnya kau cerita padaku” omel Chanyeol pada Baekhyun, sedang yang dimarah telihat hanya menunduk saja, karena yang dikatakan sahabatnya itu memang benar.

“Ya! Coba lihat Luhan itu dengan siapa?” tanya Kris seketika membuat 10 orang lainnya melihat apa yang dilihat oleh Kris.

“bukankah itu yeoja cantik yang didepan ruangan kita” tebak Xiumin.

“ne, itu dia, tapi kenapa mereka bisa bersama?” tanya Chanyeol.

“molla” jawab Baekhyun sembari meninggalkan kesepuluh orang temannya.

“ada apa sih dengan anak itu?” tanya D.O

“sudahla ayo kita pergi,” ajak Chanyeol.

***

Luhan dan Yoona berhenti dibelakang sekolah SM Internasional High School, sebuah teman yang sepi karena ditaman itu hanya ada mereka berdua. Luhan dan Yoona berdir berhadapan, Luhan, namja yang mengajak Yoona hanya menunduk tanpa berniat membuka suaranya.

“oppa, waeyo?” tanya Yoona yang menyadarkan perubahan wajah Luhan.

“deer, sampai kapan kita harus seperti ini?” tanya Luhan sambil mendongakkan kepalanya.
“Oppa, mianhae, tapi bukankah ini adalah usul oppa sendrir, karena menginga umur kita” jawab Yoona

“Yoona ah, kau ingat temanku tadi?” tanya Luhan lagi.

“teman oppa yang mana?” tanya Yoona balik sambil memasang tampan bingungnya

“temanku yang bertemu denganmu tadi,” jawab Luhan

“ohh, iya oppa aku ingat.” Kata Yoona dengan sumringan

“aku tak tahu ini hanya perasaanku saja atau ini memang benar, kurasa kalian berdua saling menyukai” ujar Luhan sambil menundukkan kepalanya. Sedih. Itu yang ia rasakan.

“…” Yoona terdiam dengan perkataan Luhan.

“apa tak sebaiknya semuanya benar-benar dibatalkan” usul Luhan. Tapi tahukan kalian bagimana persaan Luhan saat mengatakan itu semua? Seperti ada ribuan pisau yang mengahantam jantungnya.

“oppa, apa maksud oppa?” tannya Yoona dengan sedihnya. Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata indahnya.

Luhan mendongakkan kepalanya menatap mata Yoona lekat, dengan senyum tulusnya, tapi tetap ribuan pisau itu sudah menusuk jantung Luhan.

“uljimma,” sembari menghapus air mata Yoona “tapi memang kurasa itu yang terbaik, buat apa meneruskan semuanya, bukankah dari awal kita sudah menolaknya, walaupun sekarang kurasa aku sudah mulai menerimanya dan belajar untuk mencintaimu, tapi itu tak ada gunanya, kau menyukai orang lain, bahkan kau menyukai orang yang baru bertemu denganmu.” Jelas Luhan miris.

“oppa, mworago? A-a-aku, aku tak menyukainya” Yoona mengelak dan tangis yang memecah.

“Mianhae Yoona ah, mungkin sama dia kau akan lebih bahagia, aku akan bilang sama appa dan eomma pasal pembatalan perjodohan kita” Luhan meninggalkan Yoona yang masih menangis tapi sebelumnya ia mencium kening Yoona yang indah itu.

Sepeninggalan Luhan Yoona masih menangis, ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

oppa, mianhae, tapi aku juga mencintaimu, walau aku tak tahu perasaanku terhadap namja itu, jeongmal mianhae, jangan seperti ini padaku,’ batin Yoona

***

“sekarang kalian boleh pulang, dan jangan lupa besok bawa peralatan yang ada didaftar kertas yang dibagikan kepada kalian” jelas Taecyeon.

Setelah dipersilahkan pulang semua murid-murid MOS itu segera pulang. Yoona pulang dengan terburu-buru, ia bahkan tak ingat kalau ia akan pulang bersam Yuri.

“Jiyeon ah, apa kau melihat Yoona” tanya Yuri pada Jiyeon

“anni, aku tak melihatnya” jawab Jiyeon.

“Yuri ah, ada yang aneh kurasa dengan Yoona, dia tak bicara dari tadi, imej deer jadi nggak kelihatan” kata Tiffani

“iya, benar tuh, semenjak kembali dari bicara dengan Luhan, ia jadi aneh seperti itu, matanya juga kelihatan sembab, seperti habis menangis” Ji eun juga ikut bicara.

“sebenarnya apa yang kau bilang tadi di kantin?” tanya Sulli dianggukan mereka semua terkecuali Yuri dan Sulli tentunya.

“begini, Yoona pernah cerita kalau ia sudah dijodohkan dari kecil, jadi selain aku yang memanggilnya deer selain keluarganya itu namja yang dijodohkan dengan Yoona” jelas Yuri

“MWORAGO?” koor mereka semuanya tak kalah dengan pelototan (?) mata mereka.

“jadi kesimpulannya, Luhan itu orang yang dijodohkan dengan Yoona” Sulli yang terkenal pintar memberikan kesimpulan dari penuturan Yuri.

“sepertinya” jawab Yoona.

“untuk lebih jelasnya lebih baik besok kita tanya saja sama Yoona, otte?” usul Jessica yang langsung mendapat anggukan setuju dari mereka semua.

“ya sudah kalau begitu ayao kita pulang” ajak Tiffani.

***

Kleck.. suara pintu terbuka *emang gini ya, suara pintu kebuka?*

Yoona berjalan gontai masuk kerumahnya dan langsung menuju kamarnya.

“Yoona ah, kau sudah pulang nak” kata eomma Yoona saat melihat anaknya.

“ne,” jawab Yoona pelan sangat pelan bahkan hampir tak terdengar.

“ada apa denganmu nak?” tanya eomma Yoona

“anni yo, eomma, nan gwencanayo” jawab Yoona lalu ia segera bejalan cepat menuju kamarnya yang berada dilantai dua rumahnya.

“aku tahu apa yang terjadi denganmu nak, dan ini memang bukan salah kalian, salah kami yang memaksa kalian,” gumam eomma oona tak lama setelah Yoona kekamarnya.

Di kamarnya Yoona, hanya melamun ia bahkan belum mengganti seranggam yang ia gunakan. Ia duduk sambil menekuk lututnya dikasur kamarnya. Yoona menatap keluar jendela kamarnya menyandarkan kepalanya djendela itu.

Tes,,

Tes,,

Tes,,

Untuk kedua kalinya Yoona menangis dihari pertama MOSnya. Benar-benar diluar kehendaknya, ia tak ingin seperti ini. Ia menyayanginya sangat menyayanginya. Tapi apa yang terjadi dengannya? Kenapa ia juga merasakan perasaan yang sama dengan namja yang baru bertemu dengannya, yang baru ia tabrak? Kenapa perasaan itu sama, perasaan deg-degan saat matanya bertemu dengan mata Baekhyun, namja yang ia tabrak.

“arrrrrggg…” erang yoona, sembari mengacak-ngacak rambutnya. Ia sangat bingung dengan perasaannya sekarang. Sudah 4 bulan terakhir ini baru ia sadari kalau ia menyukai atau menyayangi Luhan, namja yang sudah dijodohkan dengannya sejak ia masih berumur 13 tahun. Tapi perasaan itu dalam waktu beberapa menit sudah teracak-acak akibat seorang namja yang kalau bukan karena Luhan menyebutkan namanya ia tak kan pernah tahu namja itu, Baekhyun.

***

@Luhan’s house

“aku sudah yakin appa, bukankah dari awal aku dan Yoona sudah menunjukkan penolakkan kami pasal perjodohan ini. ya, baiklah aku akui aku memang sekarang sudah menyukainya, tapi bagaimana dengan Yoona, ia tak menyukaiku appa. Dan apa jadinya kalau perjodohan ini masih terus dilanjutkan? Aku tak ingin pernikahanku nanti hanya diwarnai kesedihan diwajah Yoona akibat perjodohan yang tak pernah ia inginkan.” Jelas Luhan, sambil menghapus asal airmatanya yang terus berjatuhan. Sakit, sangat sakit ia sekarang, hatinya sudah hancur tak berbentuk lagi.

“baiklah, ini keputusanmu, kuharap kau tak menyesal kelak dengan keputusanmu ini.” kata appa Luhan

“ne, appa, aku tak akan menyesal, lebih baik seperti ini, melihatnya bahagia dengan orang lain daripada harus denganku tapi ia selalu menangis, gomawoyo appa, jeongmal gomawoyo appa” ujar Luhan dengan tersenyum, senyum yang sangat dipaksakan memang.

***

Baekhyun POV

Sebenarnya ada apa denganku? Kenapa aku selalu memikirkan yeoja itu? Kenapa juga aku jadi salah tingkah didepan yeoja itu? Dan kenapa aku marah melihat yeoja itu dengan Luhan? Memikirkannya semakin membuatku pusing lebih baik aku tidur dan semoga setelah tidur aku tak akan mengingatnya lagi.

Aku berusaha memejamkan mataku berharap aku bisa tidur. Dan bisa membuatku tenang.

***

Keesokkan harinya……

Hari kedua MOS, Yoona tidak terlambat sama sekali, bahkan dia lebih cepat datang dibanding kakak-kakak pengurus OSIS. Entahlah apa yang menyebabkan Yoona, bisa bangun cepat dan tidak terlambat datang kesekolah. Mungkin karena tidurnya yang tidak ada kata nyamannya sama sekali, bayangkan saja ia sudah mencoba untuk tetap tidur tetapi karena mengingat kejadian yang ia alami dihari pertama MOSnya itu sangat menyita waktu, fikiran, dan hatinya, alhasil ia hanya menangis semalam suntuk, menyebabkan mata cantiknya sembab, meyebabkan ia terlihat seperti panda akibat lingkaran hitam dimatanya karena hanya tidur 2 jam saja.

Yoona kini sudah berada di ruangan MOSnya, ia melempar tasnya dimejanya, menghempaskan tubuhnya dikursinya, dan langsung menyenderkan kepalanya pada mejanya yang sudah ada tasnya diatasnya. Yoona menutup matanya, mengehmbuskan nafas berat, kenapa apa ia ingin tidur? Inikan hari kedua MOSnya. Ya! Im Yoona kau tak boleh tidur! Tapi Yoona memang tak ingin tidur, benar memang kalau ia sangat mengantuk, tapi rasa sakit dihatinya dan tanda tanya besar masih bersarang dihati dan fikirannya membuat rasa ngantuk itu tak ada gunanya sekarang.

***

Hari kedua MOS, sungguh sangat menyenangkan karena apa? Karena anggota OSIS membuat permainan menyenangkan dimasing-masing ruangan. Hal-hal lucu dari para sunbae itu juga dapat menghidupkan suasana sehingga tidak terlau membosankan sepeti hari pertama yang hanya diisi oleh perkenalan dan memperlihatkan bakat saja. Namun, kata menyenangkan untuk hari ini sama sekali tidak berlaku untuk Yoona, Luhan, dan juga Baekhyun, mereka semakin dalam bergelayut dengan fikiran mereka, menyita konsentrasi mereka dari hal-hal menyenangkan MOS hari kedua ini.

Baekhyun, namja ini masih berperang dengan fikirannya, apa ia menyukai Yoona atau tidak? Apa benar ia sudah bisa melupakan Kristal, tapi secepat inikah? Ahhh,, molla.

Luhan, termenung sendiri, ah bukan sendiri melainkan bersama Baekhyun walau saling tidak menyadari. Tapi ada yang menyadari dengan kegelisahan hati Luhan ini yaitu, Sehun, sahabat sejak kecil Luhan, yang tahu semua tentang Luhan, bahkan hanya ia yang tahu tentang Yoona. Ya, Luhan memang menceritakan semuanya pada Sehun, jadi ia tidak merasa heran kalau melihat Luhan dan Yoona bersama. Balik ke Luhan, sesekali terlihat airmata menetes dipipinya dan hanya Sehun lah yang menyadari itu, karena memang Luhan dengan segera menghapus airmata yang jatuh dipipinya. Menyesalkah Luhan? Ahhh,, molla.

Yoona, hanya pandangannya saja mengarah kedepan tapi pikirannya, entah melayang kemana, berwisata ditempat mana. Pandangannya kosong tersirat kesedihan dipandangan itu. Ia masih tidak tahu dengan perasaannya sekarang, siapa sebenarnya yang ia cintai? Ahhh,, molla.

***

Yoona POV

Terasa olehku seseorang memanggil namaku, menyentuh sikuku, seakan memberi isyarat untukku untuk menoleh padanya.

“Yoona ah” iya seperti itu dia memanggilku, pelan, halus, dan sedikit kawatir. ASTAGA aku tahu suara siapa ini.

“Ya! IM YOONA!” bentak seseorang padaku tiba-tiba dan membuatku tidak sempat menyadarkan sendiri pikiranku dan menoleh kepada Yuri, sahabatku yang kuyakini dia yang sedari tadi memanggil namaku dan menyenggolku..

“N-n-ne” refleksku saat aku benar-benar sadar.

“apa yang kau lamunkan hah? Dari tadi aku memanggilmu tak ada kau gubris. Kau tidak memperhatikan semua ini hah?” omel Hyomin sunbae padaku. Sedang aku yang diomel hanya dapat menunduk ketakutan, sekaligus menyebunyikan wajahku yang kurasa memerah akibat malu. Ahhh,, IM YOONA bisanya kau jadi sepabo ini.

“sudahlah kurasa ia lagi sakit, lihat saja wajahnya pucat seperti itu.” Samar-samar kudengar suara Dara sunbae membelaku. Dara sunbae, jeomal gomawoyo kau sudah mau membelaku.

“ne, yang dikatakan Dara itu benar,” sekarang seorang namja sunbae juga membelaku. tapi memanng benar apa yang dikatakan Dara sunbae, walaupun aku tak bisa melihat wajahku yang pucat, tapi aku benar-benar sakit sekarang. Sakit dihatiku sudah menjalar ke seluruh tubuhku, apalagi kepalaku sangat sakit kurasa.

“Yoona ah, ada apa denganmu, apa kau sakit?” tanya Dara sunbae padaku yang kuyakini sduah berada disamping meja Yuri yang berada disebelahku.

Aku hanya mengangguk membenarkan pemikiran Dara sunbae.

“kalau begitu, Yuri ah kau bawa saja Yoona ke UKS dan temani dia disana” perintah Dara sunbae.

“ne, sun..” ucapan Yuri terpotong olehku.

“anniyo, sunbae, aku bisa sendiri. Kasian Yuri kalau menunggu aku sendiri di UKS. Aku masih mampu kok” kataku pada Dara sunbae.

“baiklah kalu begitu” kata Dara sunbae menyetujui.

Aku berjalan dengan langkah gontai. Ahh,, kenapa kepalaku jadi sakit sekali seperti ini sihh, mataku juga berkunang-kunang.

‘BRUUKK’ aku terjatuh dan tak tahu apa-apa lagi.

***

TBC

Nggak bosan kan dengan ceritanya.. semoga iya. Ditunggu part 4nya oke!!!

Advertisements

4 thoughts on “Love In Mos Chapter 3

  1. wwwaahhhh DAEBAK Thor … di tnggu bnget ffx nui ,,, heheheehhe 🙂
    mmmm pnsaran sma kLanjutan hubunganya Yoong Unnie sma Luhan Oppa …
    atau ntar Yoong Unnie sma Baekhyun Oppa ….
    di tnggu yha kLanjutannya and jngan Lma” !!! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s