My Life Is You, My Love Just For You, And My Destiny Is You Chapter 2

Gambar

Cast :

  • Park Jiyeon T-ara
  • Choi Minho SHINEe
  • Yang Yoseob B2ST

Support cast : find in the story

Length : chapter

Author : @aiva_18

Genre : Romance, friendship, life, angst.

Ratting : cocok untuk semua umur.

Note : sempat bingung mau ngelajutin apa, tapi yasudahlah #pasrahhh *berdoa biar dapat respon baik walaupun benar-benar Gaje*. Jangan lupa RCL.

Don’t Be SILENT READERS & PLAGIATOR

 

Kau adalah alasan jantung ini masih berdetak

Kau adalah alasan mengapa nafas ini masih bisa terhirup

Karena kau, aku tersenyum

Karena kau, aku manangis

Karena kau, aku bahagia

Juga karena kau, aku terluka

Hanya ingin waktu berhenti saat ini

Saat dimana ada aku dan kau

Dan diantar kita ada cinta yang begitu besar

I hope for your love always for me

 

 

Minho POV

Aku sudah berada di rumah yang berada di Seoul. Kulirik jam tangan yang bertengger manis di tanganku. “15.42” gumamku. Aku lelah, lebih baik kuhabiskan waktu ku yang tersisa sebelum menjelang malam untuk tidur saja.

Aku segera menuju kamarku, tanpa mendengarkan panngilan eomma padaku, aku tetap berjalan dengan menarik koperku. Setelah sampai dikamar kukunci pintu kamarkuagar tak ada yang menggangguku. Aku langsung menghempaskan tubuhku pelan diranjang king size milikku. Sebelum tidur, kupasang dulu earphone ditelungaku menjalankaanya agar aku cepat tertidur.

***

Aku terbangun dari tidurku setelah merasa rasa lelahku telah hilang. Aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan badanku yang kurasa benar-benar lengket. Merasa aku telah benar-benar layak untuk keluar kamar segera saja, aku menuju kebawah karena kamarku berada dilantai dua.

“Minho ah, kau sudah bangun ?” tanya eomma padaku.

“ne” jawabku tanpa basa-basi.

“kajja kita makan, hari ini eomma memasakkan makanan kesukaanmu,” ajak eomma padaku.

“ne” jawabku lagi-lagi.

Dimeja makan telah terdapat Sooyoung noona, Sulli, dan appa yang telah ditemani oleh makanan-makanan masakkan eommaku yang super duper enak. Aku dan eomma segera duduk, kami pun memulai dinner pertama kami setelah sampai di Korea.

***

 

Author POV

Sudah hampir 5 jam semenjak mengantar keluarga Choi kerumah mereka, Jiyeon belum juga pulang. Saat ini ia tengah berada di Sungai Han menikmati indahnya pemandangan di sungai Han yang mungkin suatu saat ia akan menyesal karena tak pernah menyadari indahnya sungai Han saat malam, apalagi cahaya bintang-bintang yang berkelap-kelip menambah indahnya berada ditempat itu.

“huffft,,,” ia menghirup udara sungai Han dalam sambil menutup mata.

Lama ia menutup mata, sampai tak menyadari bahwa seseorang sedang mempehatikannya dari jauh. Seseorang itu memperhatikan Jiyeon dengan tersenyum licik, ia tampak merencanakn sesuatu. Ia mulai mendekat kearah Jiyeon duduk.  Jiyeon yang mendengar suara langkah kaki sesoang mendekat, ia langsung membuka matanya. Jiyeon melihat seorang namja sedang mendekat kearahnya, namja itu semakin dekat.

“nuguseyo?” tanya Jiyeon ragu-ragu.

“…” namja itu tetap diam  dan semakin mendekat.

Jiyeon beriri dari tempat duduknya. Ia berusaha untuk melihat wajah namja itu. Karena namja itu menggunakan topi dan juga karena telah malam wajah namja itu tak dapat dilihatnya.

“nuguseyo” tanya Jiyeon lagi kini berjalan mundur.

“…” namja itu tetap diam.

 

Jiyeon POV

“nuguseyo? Tanyaku lagi kini dengan berjalan mundur.

“…” namja itu tetap diam dan berjalan kearaku.

Aku merasa terancam, memposisikan tubuhku untuk berlari.

“hana,, dul,, set,,” aba-aba ku saat ingin berlari, tapi belum sempat berlari, aku merasa aa yang menahan tanganku. Kupikir pasti namja itu, aku mencoba menghempaskan tangannya tapi tiba-tiba ia memelukku dari belakang. Aku berusaha memberontak tapi I memelukku semakin erat.

“bogoshipo” ucapnya yang membuatku berhenti memberontak.

“sebenarnya kau ini siapa sih? Kenapa kau tiba-tiba memelukku dan mengatakan kalau kau merindukanku?” tanyaku yang memang tak mengerti dengan ucapan namja gila satu ini.

Dia merenggangkan pelukannya membuatku dengan mudah untuk melepaskan pekukan namja ini. setelah lepas aku berbalik melihatnya. Ia melepaskan topi yang ia kenakan.

“chan”  ucapnya setelah ia melepaskan topinya itu.

“oppa,, Myeong Soo oppa” kataku kaget saat melihat namja ini adalah Myeong Soo oppa, sahabat yang sangat kurindukan. Jelas saja 3 tahun kami berpisah ia sama sekali tak pernah memberiku kabar begitu juga denganku. Wae? Kalian bertanya? Itu semua karena janji konyol yang kami buat 3 tahun lalu tepat saat hari dimana ia mengatakan kalau ia akan meninggalkan Korea untuk meneruskan studinya di Amerika.

 

FLASBACK

Hari ini aku ada janji dengan Myeong Soo oppa untuk bertemu dengannya di taman dekat sekolahku. Jadi sepulang sekolah aku langsung saja menemui Myeong Soo oppa di taman. Aku berlari dengan senyum yang terus saja mengembang dibibirku. Jelas saja, aku selalu semangat saat betemu dengan Myeong Soo oppa karena Myeong Soo oppa adalah pengganti pangeran kecilku selama ia menghilang jadi Myeong Soo oppa adalah pangeran pengganti pangeran sebenarnya.

“Myeong Soo oppa” pekikku dengan sangat nyaring saat melihat Myeong Soo oppa telah duduk di ayunan tempat kami sering bermain.

“Jiyeon ah,” panggil Myeong Soo oppa saat melihatku ia melambai-lambaikan tangannya menandahkan aku agar segera menemuinya.

Aku dan Myeong Soo oppa bermain-main di taman, cukup lama memang hingga membuat kami sangat kelelahan.

“Jiyeon a, oppa akan belie ice cream dulu ya” pamit oppa.

“ne, oppa,” aku mengangguk tanpa memberi tahu ice cream rasa apa yang kuinginkan karena Myeong Soo oppa sudah sangat mengetahui apa yang sangat kuinginkan.

Dia berlalu pergi, aku terus menatap punggungnya dengan senyuman tulus. Aku benar-benar bahagia bisa mempunyai sahabat seperti ia. Yang selalu ada untukku, tersenyum atau menangis, bahagia atau terluka, dia selalu siap menemaniku.

Tak berapa lama ia sudah berada di depanku dengan dua buah ice cream rasa vanilla, rasa kesukaanku. Ia menyodorkan salah satu ice cream itu untukku.

“gomawo” ucapku padanya sambil tersenyum tulus.

Dia hanya membalasku dengan senyuman  manisnya dan sangat tulus. Ia lalu duduk di ayunan yang berada tepat disampingku. Aku yang menerima ice cream langsung memakannya dengan lahap. Saat telah habis aku menoleh kearah Myeong Soo oppa kulihat ice creamnya juga sudah habis. Ia memejamkan matanya, raut wajahnya terlihat sangat damai, tapi ada yang aneh dengan wajahnya yang terlihat damai itu. Ah matta, aku ingat dia menyuruhku untuk datang kesini karena ada hal yang ingin dia bicarakan.

“Myeong Soo oppa” panggilku padanya dengan sangat pelan dan lembut. Kulihat ia membuka matanya.

“wae?” tanyanya padaku.

“oppa, bukankah oppa ingin mengatakan sesuatu makanya oppa menyuruhku untuk datang kesini?” tanyaku menatapnya intens.

“…” ia hanya dia tak menanggapi pertanyaanku, ia balas menatapku intens, lalu tiba-tiba ia menunduk raut wajahnya berubah.

“waeyo oppa? Wae irae?” tanyaku yang tak mengerti dengan perubahan sikapnya. Aku masih menatapnya menunggu jawaban darinya.

“jiyeon ah” ia mengucapkan namaku dengan lirih lalu menatapku.

“wae irae? Apa yang terjadi dengan oppa sebenarnya? Apa yang ingin oppa bilang padaku?” tanyaku yang makin penasaran.

“ mianhae” ucapnya lagi dengan sangat pelan tapi masih dapat kudengar.

“mianhae? Untuk apa? Kesalahan apa yang oppa buat sampai seperti ini?” tanyaku yang makin bingung dengan sikapnya. Apalagi setelah mengucapkan kata maaf, aku makin tak mengerti ia buat.

“”jiyeon ah, oppa akan keluar negri, oppa akan meneruskan studi oppa di Amerika,” jawabnya menatapku lekat-lekat.

Aku terdiam dengan jawaban yang ia berikan. Berusaha menalari setiap kata yang ia ucapkan.

“Mwo?? Oppa bohongkan? Oppa jangan bercanda, candaan oppa tidak lucu tahu.” Tanggapku sambil tertawa garing, aku berusaha untuk berpikir postif.

“mianhae, jeongmal mianhae,” ucapnya yang kini berada didepanku.

“Mwo? Waeyo? Wae irae?” tanyaku yang mulai mengeluarkan air mataku yang tak mampu kutahan.

“perusahaan appa di Amerika sedang berkembang pesat makanya, mau tak mau oppa harus pindah, selain itu oppa juga harus meneruskan studi oppa di Amerika, kau tahukan mimipi oppa sejak dulu” jelas oppa panjang lebar ia juga mengeluarkan air matanya.

Aku terdiam, kutatap lekat-lekat wajah Myeong Soo oppa.

“arraseo, tapi maukah oppa berjanji padaku?” kataku yang mulai mengalah. Aku teringat saat oppa bilang ia sangat ingin untuk bersekolah diluar negeri.

“janji? Janji apa?” tanya Myeong Soo oppa

“pertama, oppa harus janji setelah studi oppa selesai oppa harus segera kembali. Arraseo?”  kataku pada oppa.

“ne, itu pasti” jawabnya.

“kedua, selama oppa belajar diluar negeri, oppa tak boleh menghubungiku, email, telfon, surat, sms, ataupun yang lainnya.” Syarat keduaku paanya.

“Mwo? Tapi, Jiyeon ah, bagaimana mungkin oppa bisa melakukannya?” tanya oppa yang tidak percaya dengan syarat kedua yang kuajukan, ia menatapku intens menunggu jawaban yang masuk akal menurutnya.

“aku tak mau kalau pembelajaran oppa disana terngganggu denganku. Aku mau oppa harus menyelesaikan pembelajaran oppa dengan nilai emuaskan. Aku tak mau sampai pembelajaran oppa keluar negeri itu sia-sia, aku mau oppa buat aku dan Suzi bangga dengan oppa. Arraseo?” jelasku pada oppa sambil memenggang kedua pipinya agar mendengar semua yang kutakan dengan baik.

“arraseo, oppa pasti tak akan buat kau dan Suzi menyesal” kata oppa dengan tersenyum dan memegang kedua tangan yang masih memegang kedua pipinya.

“oppa, apa Suzi sudah tahu?” tanyaku padanya.

“ne, dia sudah tahu.” Jawab oppa

“lalu apa reaksinya?” tanyaku lagi

“dia lebih susah dijelaskan, sampai sekarang ia tak mau bicaa padaku. Aku mohon padamu untuk jelaskan semuanya pada Suzi, kemarin ia langsung pulang sambil menangis” ucap Myeong Soo oppa dengan nada menyesal.

“arraseo oppa, aku akan coba jelaskan padanya” aku berusaha menenangkan Myeong Soo oppa.

“gomawo Jiyeon ah.” Kata oppa padaku sambil tersenyum akupun membalasnya dengan senyuman juga.

***

Esok harinya aku bangunpagi-pagi sekali karena aku, eomma, appa, Suzi, dan kedua orang tua Suzy akan mengantar kepergian Myueong Soo oppa beserta ahjussi dan ahjumma ke Amerika. Keluarga kami bertiga memang bersahabat jdi wajar saja kalau eomma appaku dan eomma, appa Suzi juga ikut mengantar kepergian keluarga Kim ke Amerika.

Aku juga sudah menjelaskan semuanya pada Suzi dan ia akhirnya bisa menerima kepergian Myeong Soo oppa. Aku, Suzi, dan Myeong Soo oppa memang sudah berteman sejak kecil.sejak kecil kami sudah bersahabat baik alasannya apalagi kalu bukan karena orang tua kami adalah sahabat. Myeong Soo oppa dan Suzi merupakan anak tunggal berbeda denganku karena aku mempunyai 2 orang saudara yaitu Boram eonni dan Kevin oppa mereka berdua sudah menganggap kakakku ini sebagai kakak mereka juga. Begitulah persahabatan kami yang tak kan pernah dipisahkan oleh apapun.

 

FLASBACK END

Aku dan Myeong Soo oppa kini duduk ditempatku duduk tadi. Dipinggir sungai Han menikmati dinginnya anging malam.

“selalu saja begini” ucapnya padaku ia memberikan jaketnya untukku.

“maksud oppa?” tanyaku yang tak mengerti dengan ucapannya.

“baboya!” ledek Myeong Soo oppa sambil menjitak pelan kepalaku.

Aku hanya mempoutkan bibrku berpura-pura marah padanya. Tiba-tiba ia mencubit bibirku.

“Ya!!” teriakku padanya yang tak terima dengan perlakuannya itu.

Bukannya meminta maaf ia malah membalasku dengan tertawa membuatku semakin gemas dengan kelakuaanya ini. Tiba-tiba ia mencairkan suasana merubah topik pembicaraan.

“aku tadi habis bertemu dengan Suzi.” Ujarnya

“terus kenapa?” tanyaku yang pura-pura cuek.

“anni” jawabnya memandang lurus kedepan.

“oppa, kau selalu sja menomor satukan Suzi, 3 tahun yang lalu kau juga memberitahu Suzi lebih dulu tentang kepergianmu, sekarang kau juga menemuinya lebih dulu sebelum datang padaku?” tanyaku yang sudah tak ingin mencari masalah.

“wae? Kau cemburu?” tanya balik Myeong Soo oppa

“anni, aku hanya merasa dinomor duakan, tapi aku tak terlalu menanggapinya karena sekarang yang melintas dipikiranku adalah oppa menyukai Suzi karena selalu menomor satukan dia” ucapku padanya.

“babo, bagaimana bisa aku menyukai Suzi ataupun kau? Dari dulu sampai sekarang kalian dimaaku adalah shabat yang sudah kuanggap sebagai dongsaengku.” Jawab Myeong Soo oppa.

“tapi, aku tak melihat seperti itu oppa” kataku jujur.

“tapi kenyataannya adalah itu Jiyeon ah” tegas Myeong Soo oppa.

“oh iya, ada yang ingin kutanyakan padamu” ujar Myeong Soo oppa tanpa mengalihkan pandangannya dari sungai Han.

“apa oppa? Katakana sajaku” kataku mempersilahkan Myeong Soo oppa untuk bertanya.

“ku dengar kau akan dijodohkan, dengan pangeran kecilmu itu, benarkah?” tanya Myeong Soo oppa padaku ia kini sudah memposisikan badannya menghadap kearahku.

“ne, oppa” jawabku menunduk malu kurasa wajahku memerah.

“jeongmal?” Myeong Soo oppa memastikan, suaranya terdengar bahagia.

“ne” jawabku lagi masih dengan menunduk.

“huawwwww,, chukkae” Myeong Soo oppa memberikanku ucapan selamat dengan semangatnya. Ia benar-benar bahagia mendengarkan pasal perjodohanku dengan Choi Minho, pangeran kecilku.

“gomawo oppa, tapi oppa tahu dari mana?” tanyaku untuk kesekian kalinya, entah ini adalah pertanyyan keberapa yan kuajukan padanya padahal sedari tadi aku sma sekali belum membahsa tentang perusahaan appanya dan juga maslah studinya itu.

“dari Suzi,” jawab oppa.

“oooww” mulutku membulat mengikuti ucapanku.

Setelah itu terjadi keheningan diantara kami, hanya suara angin dan bintang malam saja yang menghiasi kesunyian kami.

“sudah jam 10, ayo kuantar kau pulang” ajak Myeong Soo oppa.

“ne” aku hanya menurutinya saja.

Myeong Soo oppa mengantarku menggunakan mobilnya, sedangkan mobilku ditinggalkan di Sungai Han. Myeong Soo oppa sudah menyuruh orangnya unutk mengambil mobilku dan mengantarnya kerumah.

***

Author POV

“oppa, sudah satu minggu sejak kedatangan kita di Seoul,” Sulli mengingatkan pasal kedatangan mereka di Seoul.

“wae?” tanya Minho yang terdengar sangat cuek. Bukan terdengar seperti, tapi ia memang menjawabnya dengan cuek.

“oppa, awalnya kukira kau dan Jiyeon eonnin akan sangat dekat, karena pertemuan awal kalian yang membawa kesan yang baik, tapi kenapa seminggu kedatangan kita kau tak pernah menemuinya?” curhatan Sulli yang ia pendam pun keluar semua akhirnya.

“aku hanya malas, dan aku memang nyaman berada didekat yeoja itu tapi belum tentu aku menyukainya. Tapi hari ini aku berencana untuk datang kerumahnya, maybe” jawab Minho dengan santainya.

“jeongmalyo oppa, kalau begitu kau pergi sekarang, sana” Sulli sangat senang mendengar perkataan oppanya.

“ya! Wae irae?” tanya Minho yang tak percaya dengan perlakuan adik bungsunya ini.

“oppa harus pergi sekarang, aku akan sangat senang kalau oppa bisa benar-benar berjodoh dengan Jiyeon eonni” paksa Sulli. Minho akhirnya menurut, dengan berbekal alamat rumah Jiyeon pemberian appanya, iapun melesatkan mobilnya menuju rumah Jiyeon.

***

Jam 10 pagi tepat Minho sudah berada di depan rumah Jiyeon. Minho yang sudah memakirkan mobilnya segera turun dan berjalan menuju pintu rumah Jiyeon yang besar itu layaknya istana.

Tok,,tok,,tok,,

Suara ketukan pintu dirumah Jiyeon. 3 kali diketuk barulah terbuka pintu itu.

“annyeonghaseo, cari siapa ya?” tanya yeoja yang keluar dari balik pintu itu

“annyeonghaseo, Choi Minho imnida, saya kesini mencari Jiyeon, apakah dia ada?” tanya Minho setelah mengucapkan salamya.

“ne, Jiyeon Agassi sedang menonton tv diruang tengah, silahkan masuk” yeoja yang merupakan pekerja disrumah Jiyeon itu mengantar Minho menuju ruang tengah tempat Jiyeon menonton tv.

“cogiyo, Agassi ada yang ingin bertemu dengan anda, namanya Choi Minho” jelas pelayan itu.

“MWO???”

TBC!!

Gaje ? benar banget #huahhhhhh *nangis dipojokan*. Mianhae atas kegajehan fanfictionku ini 😥 :/

Advertisements

10 thoughts on “My Life Is You, My Love Just For You, And My Destiny Is You Chapter 2

  1. yeay,,,udah di publish kelanjutannya,,,,
    annyeong thor,,aq reader baru disini…^^
    thor,bikin minji moment dong,,,sama bikin waktu jiyeon ktmu sama myungso gak sengaja minho liat trus minhonya cemburu deh,,,,,aq suka bgt klo liat minho cmburu pasti lucu,,,,,
    ditunggu kelanjutannya thor…^^

  2. Gak GaJe koq malh bagus… Pkok’x q suka bngetz sama cerita’x. . .

    Aigo, q qra Myungsoo suka Jiyeon trnyata cuma anggep adik doankkk…! Syukur dehh klw gituhh coz aq Shipper’x MyungYeon ama MinJi jadi bklan Galalu klw d’sruh milih… ^^

    thor, d’atas cast’x ada Yoseob, qra2 Yoseob itu siapa…? Aq jadi pnsran nihh thor. . !

    Cerita’x makin seru smga MinJi cpet pacaran dehh truss tunangan akhr’x Nikah dehh *khayalanygindah*

    d’tunggu bangetzz next part’x. . . Yg cpet yahh thor ngepost’x. . . ^^

  3. Yah yah yah kok dah tbc lg sich…
    Ayo cpet lanjuut chingu,,palliiiiii….hehehe
    update soon.. ;-D

  4. hahaha~ sulli udah kasih lampu ijo buat jiyeon^^
    jadi minho suka ama suzi, tapi suzinya suka sama myungsoo dan myungsoo menyayangi jiyeon dan jiyeon masih bingung dengan perasaannya begitu?!
    menarik!

  5. wahh, ada yoseob jga yah thor??
    kira” peran nya yoseob kaya apa yah?
    aigoo, ku kira namja itu siapa nd mau berbuat macam” sama ji? tapi ternyata itu myungsoo toh, huftt..
    tapi aku penasaran kenapa myungsoo itu kok kayaknya selalu menomorkan satu kan suzy yah?
    trus namja yg tersenyum licik nd merencanakan sesuatu pas liat ji itu myungsoo kan?
    kenapa dia tersenyum licik nd rencana nya it apa?
    next^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s