First Love Chapter 3

Gambar

Title : First love

Author : @windyverentnita

Main cast : choi minho ( SHINee)

park jiyeon (t-ara)

Lenght : chapter

Genre : romance & comedy

Rating :  tentuin sendiri yah !!

 Annyeong haseyo!!!!

Ini nih chapter 3nya, sama seperti chapter 2 lalu, aku sedikit bingung dengan kelanjutannya. Di  chapter ini aku sudah membuat jiyeon sedikit blak-blakan dangan perasaannya. Kuharap kalian suka, happy reading ya, dan jangan lupa comment

Minho POV

Langsung saja kutarik tangan jiyeon keluar dari caFe ini dan berhenti di motorku. Aku benar-benar  marah saat ini, tapi bukan berarti kalau aku sakit hati. Aku juga tak tahu kenapa hatiku tak merasa apa-apa. Hanya saja aku benar-benar marah dan tak terima diperlakukan seperti itu.

Kenapa jiyeon gila itu hanya diam? Apa dia tak marah kalau aku sembarangan mengatakan kalau dia yoejachinguku? Kutatap jiyeon yang berdiri di sampingku dan, EH? Kenapa dia menangis? Apa dia benar-benar marah sampai segininya? Belum sempat kulontarkan semua pertanyaanku tadi, tiba-tiba saja

Hug.

Ada apa dengan yoeja ini? Kenapa dia memelukku dengan terisak seperti itu? Apa aku benar-benar melakukan sesuatu yang salah padanya? Apa mengaku kalau aku namjachingunya benar-benar membuatnya sesedih ini?

“ ka,ka,kau kenapa? “ tanyaku dengan hati-hati

“ aku juga tidak tahu, tapi dadaku benar-benar sesak melihatmu seperti itu. Apakah aku salah? “ jawabnya denga terus memelukku

Kenapa dengannya? Kenapa dia yang menangis? Seharusnya aku yang menangis . tapi entah mengapa aku sama sekali tak mempunyai alasan untuk menangis. Bukan berarti aku tidak menyukai suzy. Hanya saja saat berpacaran denga suzy aku merasa tidak nyaman berada di sampingnya dan seperti ada yang ganjal dihatiku. Tapi jelas-jelas kalau aku menyukai suzy , bahkan sangat menyukainya. Tapi air mataku benarbenar tak mau jatuh. Apa yoeja gila ini yang menangisiku? Apa karena itu alasan sehingga hatiku tak merasa sakit sedikitpun? Tapi bagaimana bisa ini terjadi? Kucoba menenangkannya dengan mencoba mengusap rambutnya pelan, sebenarnya aku tak tahu apa yang harus dilakukan? Memang benar kalau aku populer, tapi aku benar-benar risih dengan sikap yoeja-yoeja yang selalu mengelilingiku. Bahkan saat aku berpacaran dengan suzy pun, aku tak pernah  sekalipun bermesraan dengannya karena aku selalu bersikap canggung dengannya. Makanya aku benar-benar marah saat melihat suzy dan taemin bermesraa seperti tadi

Ku’usap terus rambutnya dengan lembut bermaksudmenenangkannya (emang kalau cewek nangis, diaminnya kaya gitu ya? Authornya nggak pengalaman nih.)  tapi bukan diam, dia malah makin terisak. Dan menguatkan pelukannya

“ apa kau menangis untukku? “  tanyaku dengan hati-hati. Sebenarnya aku tidak yakin dengan apa yang kucoba tanyakan

“mungkin. disini benar-benar sakit melihatmu sperti itu. Apa aku bisa merasa perasaanmu?  Dan kenapa kau bersikap biasa-biasa saja?  ucapnya denga menunjuk hatinya dengan jari telunjuknya

Aku sempat terdiam mendengar kata-kata yang dikeluarkan yoeja ini. Apa di benar-benar menyukaiku? Padahal selama ini aku hanya bermaksud mengerjainya dengan mengatakan kalau ia menyukaiku.ahhhh, miho pabo! Kenapa kau malah ke gr’an .

“mana mungkin aku menangis, jika kau sudah menangis untukku “ ucapku dengan tulus

“benarkah? Benar-benar beruntung menjadi dirimu jika setiap kau sedih aku yang menangisiya “ ucapnya dengan masih terisak dan menatapku dengan matanya yang masih berkaca-kaca itu

“ hahahahaah sudahlah, lepaskan pelukanmu! Dan ayo kita pergi ! “ kataku dengan niat ingin beranjak pergi

“ chakaman, sebentar lagi “ ucapnya menahan tanganku

“ apa kau benar-benar ingin memelukku terus-menerus seperti ini? “  kucoba untuk bercanda padanya, tapi sepertinya dia tak berniat

“ mungkin. Benar-benar nyaman beada di sini “

Aku benar-benar tak bisa berbuat apa-apa lagi, kubiarkan tubuhku dipeluk olehya.  Tapi kenapa dia bisa berubah seperti itu? Seingatku dia yoeja gila yang menyebalkan

“ apa kau sudah puas? “ tanyaku

“ chakama, sedikit lebih lama lagi “

“ baiklah “

Aku hanya dapat mengelus rambutnya, kenapa sekarang kami seperti sepasang kekasih

“ skarang aku sudah baikan “ ucapnya sembari melepas pelukannya

“ akhirnyaaaaa “

“ waeyo? Apa kau benar-benar tidak suka aku memelukmu? “

“ anieo, hanya saja kau memelukku terlalu erat. Sehingga aku sedikit tak bisa bernaFas. Dan dari tadi orang-orang yang lewat terus memerhatikan kita “

“ jadi kau senang di peluk olehku ? tanyanya malah ke gr-an

“ anieo, itu karena kau sudah menangis untukku “

“ apa selama ini tak ada yang menangis untukkmu ? “

“ nothing. Mungkin karena aku tak pernah menyampaikan emosiku pada siapapun, bahkan kedua orang tuaku sekalipun “

“ terus kenapa aku bisa menangis ? “

“ molla. Mungkin karena kau yoeja gila”

“sebenarnya aku tak ingin mengatakannya padamu di suasana seperti ini, tapi ini benar-benar mendesar bukan ? “ sepertinya aku tahu yang akan dikatakan oleh  jiyeon. Mungkin aku bisa membantunya dan dia akan membantuku di hadapan suzy di sekolah nanti

“tak usah di katakan! Aku sudah tahu. Aku akan mengajarkanmu. Tapi dengan satu syarat “

“ jinjjayo? Apapun akan klakukan. Apa itu? “

“ kau harus terus berpura-pura  jadi yoejachinguku. Bagaimana? “

Nampaknya dia sedikit berFikir, kemudia menatapku dengan tersenyum sangat manis. Ah apa yang kupikirkan

“ apa hanya itu? Bukan masalah besar “

“ tapi ingat! Jangan katakan pada siapapun! Arassoe ? “

“ ne. Mulai sekarang aku akan membantumu  dengan berpura-pura jadi yoejachingumu, dan kau akan membantuku untuk mengajarkanku agar aku dapat nilai dari sonsaengim. DEAL? “ penjelasannya panjang lebar

“ deal “

****

Jiyeon POV

Aku terus saja jingkrak-jingkrak tak jelas di tempat tidurku, mungkin orang yang melihatku akan mengira aku gila. Tapi biarlah, aku sedang merayakan keberhasilanku karena telah berhasil membujuk minho . tidak kusangka akan secepat ini berhasil, kupikir dia akan luluh satu abad lagi.

Baiklah, kalian pasti mau meinta penjelasan dengan apa yang aku lakukan pada minho tadi siang, Aku benar –benar tak malu dan menyesal  sedikitpun degan apa yang aku lakukan pada minho. Karena memang aku tak menyesal melakukannya. Dan di saat aku menangis, aku juga tak tahu kenapa? Dadaku terus saja terasa tertindih dengan kuat  dan nyeri melihatnya di perlakukan seperti itu. Apa tanpa aku sadari aku menyukainya? Memang benar saat pertama kali aku bertemu dengannya, aku sudah tertarik padanya. Dan di saat aku menindih dan memeluknya , dia benar-benar terasa nyaman dan hangat untuk menjadi tempat sandaran . aku juga selalu merasa  berdebar saat berada di sampingnya. Apa itu cinta? Ah molla, jika aku memang menyukainya, mau di apakan lagi bukan?walau dia benar-benar menyebalkan,  tapi setidaknya aku menemukan sisi hangatnya

Kulangkahkan kakiku menuju jendela beranda kamarku dan dengan perlahan kubuka sedikit horden kamarku untuk mengintip minho di berandanya. Kulihat dia sedang  mendengarkan music dan membacA buku dengan tenang

“benar-benar tampan “ dumamku tanpa sadar

Apa yang kupikirkan, sepertinya aku benar-benar akan menjadi tidak waras

“ waaaaaaaahhhhhhhhhh……………” teriakku yang terhenti karena mengingat minho yang sedang berada di berandanya. Dia benar-benar akan menganggapku yoeja gila jika mendengarkanku berteriak lagi

Kuputuskan  untuk bebrbaring saja di tempat tidurku dan berguling-guling, mengkhayalkan bagaimana besok aku berpura-pura menjadi yoejachingunya. Terlalu banyak khayallan  yang ku’khayalkan hingga aku tertidur dengan sendirinya

******

“eeeeeeeeeeeooooonnnnnnniiiiiiiiiiiii ………….” teriak sulli dari bawah, pasti appa sudah menungguku di meja makan

“ ne aku turun “ teriakku agar si cerewet sulli itu berhentu berteriak, tapi sebelum aku turun aku masih sempat singgah sebentar di kaca

“ sempurna”  ucapku saat melihat bayanganku sendiri di kaca, setelah itu langsung saja aku turun sebelum sulli berteriak lagi

“kau lama sekali eoni, kau pasti lama berkaca bukan?”

“ hehehe, mianhe”

“jiyeon-na, apa itu sudah menjadi hobimu? “tanya appa kepadaku

“ anieo “

“ tanpa berkacapun kau sudah cantik. Arassoe? “

“ ne appa “

“ cepatlah makan dan pergi ke sekolah! “

“ ne “

“ appa akan pergi diluan, kalian di antar oleh supir saja yah .. “

Aku hanya mengangguk, karena mulutku masih penuh dengan makanan. Akhirnya aku hanya sarapan dengan sulli, tak banyak yang kami ceritakan. Sulli hanya bercerita tentang pengalaman sekolahnya

“ kajja sulli-a “ ucapku saat selesai makan

“ne “

Kami berjalan kelauar , tapi tiba-tiba saja mataku tertuju pada sebuah motor sport  berwarna hitam. Anieo, bukan motor, tapi orang yang sedang menaikinya. MINHO?

“ kau membuatku menunggu lama. Cepat naik” ucapnya

“ ne? “ tanyaku tak mengerti

“ kau belum lupa dengan perjanjian yang kita buatkan?”

“ tentu saja “

“ kalau begitu cepetlah naik! “

“ ne “

“ nugu? Apa dia namjachingunya eoni? “ tanya sulli padaku

Baru saja kata tidak ingin meluncur dari mulutku. Tapi aku teringat kata minho untuk tidak memberi tahu siapa-siapa. Terpaksa aku berbohong pada sulli

“ ne, dia namjachinguku. Waeyo? “

“anieo, tampan sekali eoni “tentu saja . aku juga langsung berFikir seperti itu saat pertama kali bertemu dengannya, sampai sekarangpu juga begitu

“ benarkah? Jangan-jangan kau menyukainya? ‘ godaku pada sulli

“aku akan merebutnya jika itu bukan namjacingunya eoni “  ucapnya dengan tertawa

“hahahahaha, kalau begitu eoni pergi dulu. Anyoeng ! “

“ anyoeng eoni “

Kulangkahkan kakiku mendekati minho. Tapi belum sempat aku mengatakan selamat pagi dia sudah nyerocos diluan

“kenapa kau lama sekali ? “ hanya itulah yang kudengar dari akhir ceramahnya

“ya! Mana aku tahu kau akan datang menjemputku. Dan aku tak pernah menyuruhmu” ya tuhan kenapa aku bisa menyukai orang seperti dia. Bahkan memberinya gelar sebagai FIRS LOVEku. Benar-benar sial

“ jika bukan kau yang berpura-pura jadi yoejachinguku, aku tak akan susah-susah sepeti ini. Sudah cepatlah naik! “

“ arassoe “ ucapku sembari naik ke motor besarnya itu. Setelah niak ke motornya dia tak juga menyalakan motornya. Mungkin ada yang dia pikirkan. Kutunggu saja dulu

Apa yang dilakukannya sih? Sekarang sudah 10 menit aku duduk di motornya tanpa melakukan apapun .

“ waeyo? “ tanyaku tak sabaran menunggu seperti itu

“ anieo, sebenarnya aku tak mau melakukan ini. Tapi peluk aku saat di motor !”

“ ne? “ apa aku tak salah dengar?

“ aku tak mau saat di jalan ada teman sekolah kita yang melihat kau saat diboncen g olehku sedang menyeimbangi diri agar tidak terjatuh “

“ baiklah “

Akhirnya kulingkarkan tanganku di pinggangnya dengan hati-hati dan pelan

Deg..deg..deg

Lagi, lagi, dan lagi jantungku seperti ini. Apa dia tak capek berdetak seperti itu?

Selama di perjalanan tak ada pembicaraan yang kulakukan dengan minho. 20 menit perjalanan kesekolah aku hanya diam menikmati kehangatannya, hingga sampai di depan gerbang sekolah

“ peluk aku lebih erat “ pintahnya

“ne “

Ku’eratkan pelukanku padanya, sebenarnya aku sedikit canggung. Saat kami mulai memasuki gerbang, semua orang tertuju  padaku dan minho. Apa dia sepopuler ini? Beruntunglah aku berpura-pura jadi yoejachingunya hehehehe. Kulewati krystal dan IU yang memang sering  menungguku di gerban sekolah, kulihat mereka benar-benar terpenganga dengan apa yang mereka lihat

Memang benar aku sering berantem dengan minho, dan dia menyandang  kedudukan sebagai  musuh bebuyutanku. Tapi apa bagi mereka aku dan minho benar-benar tak bisa jadi sepasang kekasih? Ah, untuk apa aku memikirkanya ? tak mungkin juga aku  dan minho jadi sepasang kekasih beneran bukan?

“ ayo turun! “ ucap minho membuyarkan Fikiranku

“ ne “aku sudah berjalan diluan meninggalkannya

“ chakaman! Apa kau lupa kalau aku namjachingumu? “

“ tentu saja aku ingat . dan bukan namjachingu tapi namjachingu palsu”

“ terserahlah. Ayo! “ ucapnya dengan mengulurkan tangannya

“ untuk apa? “tanyaku

“ apanya yang untuk apa? “  dia malah bertanya balik

“ tanganmu “ ucapku sedikit kesal

“ tentusaja untuk kau genggam”

“ ne? “

“ cepatlah! Kau kan yoejachinguku “ dengan cepat dia menarik tanganku meninggalkan parkiran motor tadi

Saat perjalanan menuju kelas, semua orang menatap kami dengan berbisik-bisik. Aku sempat mendengar seorang yoeja yang berkata “ beruntungnya yoeja itu bisa menjadi kekasih seorang choi minho “ ya, bisa di bilang aku beruntung karena  bisa berpura-pura jadi yoejachingu minho, tapi minho juga beruntung bisa punya yoejachingu pura-pura cantik sepertiku. Walau aku tak terlalu sepopuler dia, tapi aku juga tergolong populer.

Saat melewati kelas suzy, aku bisa dengan jelas melihat suzy yang sedang melihat kearahku dengan tatapan siap memakanku hidup-hidup. Aku sedikit takut untuk memandangnya lagi, namun tiba-tiba tangan minho mengenggamku dengan lebih erat , aku langsung beralih melihatnya

“kau tak perlu takut padanya, karena aku berada di sampingmu. Aku juga sudah mentransFerkan kekuatan  padamu. Jadi kau tak perlu takut. “

Saat dia mengatakan itu aku bisa merasakan hatiku seperti tersengat oleh listrik, aku hanya dapat mengangguk karena mulutku seperti tak bisa mengeluarkan kata sepatah katapun

Saat tiba di kelas, minho mempersilahkanku duduk kemudian dia kembali duduk ke kursinya. Aku sempat tertengun beberapa saat sampai dua sahabatku datang dan mengacaukan semua Fikiranku

“ ke,ke,ke,kenapa kau  dan minho? Kenapa kalian bisa bersama? Apa kalian pacaran? Bukankah dia musuhmu? “ tanya mereka berdua tiada putus-putusnya

“ tak bisahkan kalian bertanya satu-satu , dan yang pasti  aku sudah menjadi yoejachingu minho  “ kataku meninggalkan mereka

****

“ ya! Apa kau sudah gila? Aku menyuruhmu untuk mengajariku cara belajar!  Aku bukan mengikutimu untuk berlari-lari di taman seperti ini “ ucapku ngos-ngosan karena sudah berapa putaran  taman aku berlari mengikutinya

“ aku masih ingin lari-lari sebentar, dan juga jika kau ingin otakmu berjalan dengan baik, kau harus perbanyak olahraga “ ucap minho dengan terus berlari

“ tapi kita berlari sudah lebih hampir 10x putaran. Apa itu tak cukup? “

“ tentu saja. Ayo lari lebih cepat! “

Akhirnya aku terus berlari mengikutinya , kalau bukan nilai dari sosaengim, tak akan kulakukan ini semua

Saat aku terus berlari berputar-putar, tiba-tiba saja kakiku terasa lemas . bayangkan saja, aku sudah berlari  15x putaran taman yang luasnya lebih luas dar lapangan bola. Tentu saja akan terasa sakit dan

Bruukkk

Tiba-iba saja aku sudah merasakan aspal jalan taman yang kulewati,kakiku benar-benar lemas dan di tambah dengan luka saat aku terjatuh. Ahh sial..

“gwencana? “ apa dia tolol?

“ apa kau melihatku baik-baik saja?”

“ mianhe, aku akan membelikan obat untukmu “

Kulihat dia sudah berlari meninggalkanku hinggat tak terlihat. Awas kalu dia berani meninggalkanku, habislah nyawanya besok.

“ mari cepat ku’obati ! “ ucapnya yang tak tahu kapan berada di depanku. Kuluruskan kakiku yang benar-benar sakit. Dia mulai meneteskan obatnya

“ aauuwww….. “ ringisku kesakitan

“ apakah benar-benar sakit?” kenapa dia selalu bertanya pertanyaan yang  jawabannya bisa dia simpulkan sendiri

“ tentu saja. Apa kau tak bisa melihat kakiku memar seperti itu? Ini semua karenamu”

“ mianhe, aku tak tahu badanmu selemah itu”

“ mana mungkin tubuh seorang yoeja kekar bukan? “

“ karena itulah aku lupa, aku lupa kalau kau adalah seorang yoeja”  langsung saja kujitak kepalanya, se’enak jidat melupakan kalau aku seorang yoeja

“auuwww …   apa-apa’an sih? Sakit tahu “

“ sakit? Kakiku lebih sakit tahu”

“ arassoe, bagaimana kalau kita duduk di bangku itu sebentar !”

“baiklah”

Beberapa menit kami duduk tanpa berkata satu katapun , aku dan minho hanya asyik memandangi keindahan taman dan orang-orang yang lalu lalang

“ ini berapa? “ tanya minho kepada seorang penjual permen

“ 1000 won dapat dua “

“ saya ambil dua. Strawberry dan melon ! “ kulihat dia mengeluarkan  uangnya dan membayar permen yang di belinya

“ kau mau ? “ tanyanya

“ ne gomawo” ku ambil permeny ang di sodorkannya. Dann hhhmmmm  enak.

“ enak”  ucapku sambil tersenyum

“ benarkah? Kalau begitu kita tukaran! “ langsung saja dia merampas permen yang ada di tanganku dan memasukan permennya ke mulutku

“ jika permenmu terasa enak, maka punyaku lebih enak lagi bukan? “ tanyanya dengan muka berseri-seri

“ kenapa kau menukarnya? Dan kenapa kau memakan punyaku? Kenapa aku harus memakan yang sudah dari mulutmu?”

“ memangnya kenapa? Bukankah kau yoejachinguku? “

“ kenapa kau tak menambahkan kata palsu! “  ucapku karena aku sadar kalau aku hanya yoejachingu palsunya

“ kenapa kalau aku tak ingin menambahkan kata palsu? Apa ada yang salah? “

Seketika saja aku langsung terdiam, sepertinya aku memang tak bisa berdebat lama dengannya, dia selalu saja mengucapkan kata-kata yang  membuatku tak berkutik

Karena  permennya sudah terlanjur masuk di mulutku, ya kumasukan saja lagi. Karena permennya memang lebih enak dari yang kupunya tadi, dan bukankah ini permen orang yang kusukai?

“ bagaimana kalau kita pulang! “ ucapnya sembari berdiri

“ne “

“ apa kau bisa berdiri? “

“ gwen…..” kata-kataku terpotong karena tiba-tiba saja kakiku tak mampu menopang berat badanku

Brruukkk

“ biar kugendong saja! Ayo naik ke pundakku! “ pintahnya

“ shiroe,  aku tak mau berutang budi denganmu”

“ apa kau masih bisa berFikir hal seperti itu, di saat kakimu sakit seperti ini? Ayo cepat naik! Karena tak mungkin aku meninggalkanmu di sini”

“ shiroe “ ucapku tak mau . karena aku tahu, jika aku digendong olehnya, pasti dia akan bisa merasakan debaran jantungku

“ ya sudah! Terpaksa………”  langsung saja dia mengendongku dengan posisi tangan menopang tubuhku

“ turunkan aku! “ aku mulai memberontak

“ jangan banyak gerak! Nanti kau kujatuhkan” bersusah payah aku agar dia mau menurunkanku, sepertinya sisa tenagaku tak mampu

Deg…deg..deg

Sudah kubilng , jantungku pasti tak normal jika harus berhadapan dengan namja satu ini

“ apa kau menyukaiku? “ tanya’nya tiba-tiba yang membuatku terkejut

“ tentu saja tidak “

“ benarkah? Detak jantungmu terdengar jelas “ langsung saja kupegangi jantungku mencoba menyembunyikan detak jantungnya

“ apa kau masih mendengarnya? “

“tentu saja , itu terdengar sangat jelas “

“ tutup telingamu kalau begitu! “

“ jika aku menutup telingaku, kau akan jatuh”

“ kalau begitu, jangan hiraukan. Pura-pura tak mendengar “

“ arassoe, aku juga ingin mengucapkan terima kasih “

“ untuk? “

“ karena kau ingin berpura-pura jadi yoejachinguku”

“hahahaha gwencana,  tapi kenapa aku harus berpura-pura jadi yoejachingumu? Bukankah banyak gadis di luar sana , yang benar-benar ingin menjadi yoejachingu aslimu “

“ aku tak mau, karena aku tak nyaman berada di dekat mereka “ ucapnya dengan tersenyum sangat manis yang pernah kulihat darinya

Kata-kata itu benar-benar membuatku serasa membeku, seakan aku ingin mengungkapkan seluruh perasaanku

“ apa kau benar-benar mendengar detak jantungku tadi ?” sepertinya kata-kata itu keluar sendiri dari mulutku tanpa kuperintah sedikitpun

“tentu saja . waeyo? “

“ apa kau tahu, jantungku selalu seperti tu saat aku bersamamu. Mulai dari aku bertabrakan denganmu, saat aku menindihmu, memelukmu, berboncengan denganmu, dan sampai saat ini kau  mengendongku. Jantungku selalu seperti itu. APA ITU CINTA? “

TBC

Advertisements

19 thoughts on “First Love Chapter 3

  1. aigooooooo,,,,,jiyeonnie jujur bget,,,,,minho oppa gmna perasaannya ma jiyeonnie????min munculkan seorang tokoh cowok lgi dong trus cowok tsb suka ma jiyeonnie trus minho oppa cmburu,,,,,,hehehehe mian thor klo banyak permintaan….V
    ditunggu kelanjutannya,,,,^^

  2. Yahh bnar itu cinta Jiyeon… Kamu udah jatuh Cinta sama Minho tuhh Jiyeon. . .
    Kyaa >.< snng banyak MinJi moment. . .
    Smga Minho bklan cpet jatuh cinta ma Jiyeon… Truss bner2 pcran sama Jiyeon. . .

    D'tunggu bngetz next part'x… Yg cpet yahh thor. . . ^^

  3. bahaha, sempat ketawa pas minho bilank ada bawa” kata mentransferkan kekuatan ku 😀
    aigoo, ji blak blakan nd ceplas ceplos banget d part ini -_-
    next partnya^^

  4. hahaha lucu pertengkaran nya minji
    suka banget..jiyeon udah bener bener cinta sma minho
    tp minho nya kenapa blum mencintai jiyeon..
    semoga cepet jadian beneran..hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s